Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Leonard dan Emilia Menikah


__ADS_3

Dasar anak kurang ajar! Lancang sekali mulutmu berbicara seperti itu kepada Yang Mulia Kaisar! Padahal kau sudah membuat Tuan Putri Emilia hamil, tapi sekarang kau malah menolak untuk bertanggung jawab? Aku tidak mau tahu, kau harus menikahi Tuan Putri Emilia! Jika kau menolak melakukannya, maka aku takkan pernah mengakuimu sebagai anakku lagi.”


Marquess Sulivan mendaratkan tamparan ke pipi Leonard, dia benar-benar kecewa dengan Leonard yang berani berbicara lancang kepada Fred – Kaisar Albertine. Marquess Sulivan ditelan oleh kemurkaan, dia tidak habis pikir kalau putra satu-satunya akan berbuat hal yang memalukan. Leonard menjadi tontonan sekaligus menjadi bahan pembicaraan para bangsawan kala itu.


Di tengah kegemparan dunia, Albertine semakin dibuat gempar oleh berita kehamilan Emilia. Kemudian sekarang Leonard berkata secara terang-terangan bahwa dia tidak sudi bertanggung jawab atas kehamilan Emilia. Ditambah lagi kondisi mental Emilia sedang tidak stabil, dia sering mengamuk dan berteriak takut. Mental Emilia yang tidak stabil diakibatkan oleh tekanan dari Krystal yang terus menerus merenggut kewarasannya.


“Ayah, apa Ayah yakin anak yang berada di dalam kandungan Tuan Putri Emilia adalah anakku? Sejak dulu beliau senang bermain panas dengan lelaki lain, setiap waktu selalu berganti pasangan tidur, dari fakta itu saja Ayah seharusnya berpikir bahwa belum tentu anakku yang dikandung oleh Tuan Putri Emilia!” protes Leonard.


Leonard bersikeras mengatakan dengan lantang perangai Emilia sedari dulu yang hobi bermain dengan laki-laki. Tidak terhitung berapa jumlah pria yang tidur dengan Emilia di masa lalu hingga masa kini. Leonard benar-benar meragukan anak yang dikandung Emilia, dia yakin bahwa itu bukan anaknya.


“Brengs*k!”


Bugh!


Fred naik pitam hingga ia melayangkan tendangan kepada Leonard, dia sungguh tidak bisa menahan kemarahannya lagi. Fred tidak terima siapa pun orang yang berani menghina Emilia, apa lagi mengenai kehamilan ini merupakan aib besar bagi kekaisaran. Pada awalnya, Fred ingin menyembunyikan kehamilan Emilia, namun beritanya sudah lebih dulu tersebar sebelum dia sempat membungkam mulut orang-orang yang mengetahui kehamilan Emilia. Sehingga hari ini dia terpaksa menyuruh Leonard bertanggung jawab sebab dia sendiri juga tidak tahu siapa Ayah dari anak yang dikandung Emilia.


“Kau benar-benar menguji kesabaranku dan kau jangan coba-coba berkata buruk soal Emilia! Sejak awal kaulah pria yang selalu bermain dengannya, lalu sekarang kau menuduh Emilia melakukan hal memalukan? Sekarang pilihlah! Kau ingin menikahi Emilia atau kau ingin aku membunuhmu?!” murka Fred menendang perut Leonard sekali lagi.


Leonard menggigit bibir bawahnya, Fred memberinya pilihan buntu, kini Leonard tidak punya pilihan lain lagi selain menikahi Emilia. Leonard dibuat tidak bisa lari dari tanggung jawab yang seharusnya bukan miliknya, dia sangat marah hingga timbul perasaan ingin membunuh di dirinya. Namun, bibir Leonard enggan mengatakan kalau dia akan menikahi Emilia, dia tidak mau menikahi gadis itu, sungguh tidak mau.

__ADS_1


“Saya tidak akan bertanggung jawab, untuk apa saya menikahi Tuan Putri yang hamil bukan anak saya? Saya tetap menolak! Apa pun yang terjadi, saya tidak sudi menikahi Tuan Putri Emilia!” kukuh Leonard menolak dengan tegas dan lantang.


“Sialan! Kalau begitu kau mati saja!”


Fred merebut pedang seorang ksatria lalu mengayunkan pedang tersebut ke arah Leonard, niat membunuhnya menggebu-gebu kala itu.


“AAAKKHHH! JANGAN … JANGAN BUNUH LEONARD!” teriak Emilia tiba-tiba menggila.


Sebelum ujung pedang Fred menghunus jantung Leonard, suara teriakan yang berasal dari Emilia akhirnya menghentikan niat Fred. Emilia terduduk di atas lantai, dia berteriak dan mengamuk karena Fred ingin membunuh pria yang dia cintai. Kegilaan Emilia kambuh lagi, Isabelle kewalahan menenangkan Emilia.


“Emilia, tenanglah. Tidak apa-apa, sayang, Leonard takkan dibunuh oleh Ayahmu. Sekarang kau bisa tenang, jangan teriak lagi, ya,” tutur Isabelle berupaya menenangkan Emilia sembari memeluk dan memberi usapan lembut di kepala Emilia.


Perubahan Emilia yang sekarang membuat orang-orang berpikir bahwa Emilia sangat berbeda dari dirinya yang dulu. Mental Emilia sangat terguncang akibat Krystal, setiap malam Emilia selalu dibayangi oleh bayangan kehidupan pertama di mana Emilia dengan kejam membunuh pemilik tubuh asli bersama anaknya.


Fred pun berlalu meninggalkan ruang singgasana, Krystal sangat puas menyaksikan tontonan langka seperti ini. Seketika ruang singgasana dipenuhi oleh suara-suara ribut dari para bangsawan yang bergosip tentang mental Emilia yang hampir berubah gila. Leonard dibawa keluar dan didampingi oleh dua orang ksatria untuk mencegah supaya pria itu tidak kabur dari keputusan Fred.


Pada saat Leonard lewat di samping Krystal, ia pun membisikkan, “Apabila kau tidak mau bertahan lebih lama bersama Emilia, bunuh saja dia dan itu akan membuat hidupnya menjadi tenang.”


Leonard tertegun, reaksi matanya seolah terhipnotis oleh perkataan Krystal barusan. Pikiran bersama niat membunuh berdatangan menghujam kepala Leonard. Tujuan Krystal memang untuk mempengaruhi Leonard agar dia menjadi perantara Krystal untuk membunuh Emilia. Jadi, Krystal tidak perlu turun langsung membunuh Emilia, dia hanya perlu mengendalikan pikiran Leonard.

__ADS_1


‘Dengan begini, Emilia dipastikan mati di tangan Leonard lalu Leonard juga pasti mati di tangan Kaisar bodoh itu. Ini yang dinamakan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,’ batin Krystal menyeringai.


Di sore harinya, upacara pernikahan antara Leonard dan Emilia langsung digelar di istana kekaisaran. Seluruh bangsawan mendatangi pernikahan mereka berdua, tidak ada yang mau melewatkan pernikahan Emilia yang berhasil menciptakan aib untuk Albertine.


“Sebentar lagi peranku sebagai Krystal seorang Tuan Putri tak berguna dari Albertine akan resmi berakhir. Kemudian aku bisa bergerak sebagai Krystalia untuk memenuhi dendamku yang tidak tertahan ini,” gumam Krystal.


Malam hari seusai acara pernikahan selesai, Leonard ditempatkan di kamar yang sama dengan Emilia. Ekspresi wajah Emilia tampak begitu bahagia karena berhasil menikahi Leonard, tapi Leonard terlihat enggan dekat-dekat dengan Emilia. Entah atas alasan apa, perilaku Leonard yang hangat kepada Emilia telah lama pupus.


“Leonard, aku bahagia menikah denganmu, anak kita juga pasti bahagia memiliki Ayah sepertimu,” tutur Emilia mencoba mendekat dan menggenggam tangan Leonard.


“Lepas! Jangan sentuh aku!” Leonard menepis tangan Emilia, dia sangat marah kepada Emilia yang mencoba merayunya.


“Kenapa kau berubah? Bukankah dulu kau mengatakan kalau kau mencintaiku? Apa yang membuatmu berubah? Tolong beritahu aku, Leonard!” rengek Emilia.


Leonard berdecak sebal, alasan mengapa dia tidak menyukai Emilia yang sekarang adalah karena kondisi mental Emilia yang nyaris menggila lalu ditambah perhatian Leonard terambil alih sepenuhnya oleh Krystal.


“Aku tidak mencintaimu lagi.”


Leonard bangkit dari posisinya, dia pun melangkah perlahan dan meraih pedang yang terletak di samping tempat tidur.

__ADS_1


“Apa? Teganya kau kepadaku, padahal kau sudah membuatku hamil—”


“Anak itu bukan darah dagingku! Kau sangat menggangguku, aku benar-benar tidak sudi menikahimu. Seharusnya yang aku nikahi adalah Krystal! Lagi pula hidupmu kini tidak lagi berguna, sebaiknya kau mati dan susul Kakak laki-lakimu yang telah lama mati itu!”


__ADS_2