Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Kematian Arsen


__ADS_3

“Krystal sudah mati. Puas kau sekarang?”


Arsen semakin histeris, dia mencoba menyerang Krystal melalui celah kurungan besi, tapi Vicenzo berhasil menghentikannya sebelum serangan Arsen berhasil menyentuh kulit Krystal.


“Mati? MATI KAU BILANG? LALU KAU ITU SIAPA? KAU DATANG MENGHANCURKAN HIDUPKU. SIAPA KAU SEBENARNYA?!” bentak Arsen.


“Aku? Bagaimana ya aku menyebutnya? Aku adalah dewi yang datang untuk membalaskan kematian Krystal, lalu kau salah satu orang yang menjadi target pembalasanku. Arsen, kau tidak akan bisa lari dari kematian, neraka telah menunggu kedatanganmu. Kau akan disiksa di neraka nanti untuk menebus segala perbuatan burukmu,” ujar Krystal.


“A-aku t-tidak mau mati. AKU TIDAK MAU MATI! AKU MOHON SELAMATKAN AKU. AKU TID—”


“Kalau begitu, katakan! Katakan identitas Ibu kandung Krystal sebenarnya! Kau pasti tahu sesuatu kan? Katakan yang sejujurnya!”


Arsen tergagap, dia beringsut mundur ke belakang, dia enggan mengatakan identitas Ibu kandung Krystal. Kemudian Vicenzo menarik kerah piyama Arsen, dia menahan Arsen supaya tidak menjauh dan melarikan diri dari pembicaraan.


“Aku tidak tahu, aku tidak t-tahu tentang Ibu Krystal,” jawab Arsen gelagapan, sekujur badannya bergetar takut.


“Kalau begitu tidak ada pilihan lain lagi.” Vicenzo menyentuh kepala Arsen, dia bermaksud untuk masuk ke dalam memori Arsen.


Vicenzo memejamkan mata, dia berkonsentrasi menelusuri setiap ingatan Arsen, lalu tiba-tiba ia terpental ke belakang.


“Arrghhh!”


“Vicenzo! Apa kau baik-baik saja?” Krystal segera membantu Vicenzo untuk bangkit dari jatuhnya.


“Ingatannya dipasang sihir pengunci memori, kita tidak bisa menelusuri ingatan Arsen lebih jauh lagi. Aku tidak mendapat info apa pun tentang identitas Ibu Krystal,” tutur Vicenzo.


“HAHAHA!” Arsen tertawa kencang, dia menertawakan Vicenzo yang tidak mendapatkan apa-apa dari dalam ingatannya, “Tentu saja kalian tidak bisa menemukan apa-apa, aku ini dilindungi oleh dewa. Walaupun kau adalah dewi, tapi tidak mungkin kan kau lebih kuat dari seorang dewa, bagaimana rasanya? Apakah itu sakit?” ledek Arsen.


Krystal mulai geram, ia mencekik leher Arsen dengan kuat hingga membuat Arsen kesulitan untuk bernapas.


“Dewa kau bilang? Apa kau pikir aku takut dengan mereka? Asal kau tahu, kalau aku membunuhmu di sini, dewa tidak akan bisa membantumu. Aku tidak peduli soal dewa yang melindungimu, tapi yang jelas hidupmu tidak akan sampai hari esok.” Krystal melepas cengkraman tangannya seraya mendorong Arsen menjauh darinya.

__ADS_1


“Aku kan sudah katakan, aku tidak akan mati! Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkanmu membunuhku!” balas Arsen.


“Siapa bilang aku yang akan membunuhmu? Kau sendiri yang akan bunuh diri nanti,” ucap Krystal.


“Apa?”


Krystal melempar satu gulung tali kepada Arsen, “Aku bisa saja membunuhmu, tapi aku tidak mau mengotori tanganku. Jadi, kau bunuh diri saja ya.”


“Kau gila y—”


“AKU MEMANG GILA! TAPI KAU LEBIH GILA BAJ*NGAN! KAU MENYAKITI BANYAK WANITA DAN KAU BERTINGKAH TIDAK PUNYA SALAH. KAU SAKIT JIWA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU HIDUP!” teriak Krystal emosi.


“Aku tidak salah, mereka saja yang salah. Siapa suruh mereka lemah dan tidak bisa memuaskanku? Aku Putra Mahkota, tentu saja aku dapat melakukan apa saja. Bahkan Ayah tidak melarangku melakukannya, jadi mengapa aku mesti merasa bersalah? Justru gadis-gadis itu yang salah, salahkan mereka karena terlahir cantik!”


Krystal tenggelam di dalam amarah, ekspresinya berubah menjadi dingin dan tajam. Arsen tersentak melihat kedua mata Krystal berubah warna menjadi merah menyala.


“Jangan banyak omong! Bunuh saja dirimu sendiri. Percuma saja kau hidup, kau hanya akan menjadi benalu di istana ini. Kau tidak layak disebut sebagai manusia, membunuh banyak wanita hanya untuk menyalurkan hasrat bej*dmu itu. Aku sangat benci manusia sepertimu.”


Mata merah Krystal seolah berhasil menyihir Arsen, seketika Arsen terdiam dan sepasang netranya menjadi kosong. Vicenzo menepuk pundak Krystal, saat itu Krystal langsung tersadar dari lonjakan kemarahannya.


“Hampir saja aku kelepasan, terima kasih sudah menyadarkanku. Sekarang kita keluar saja,” ajak Krystal.


Vicenzo mengikuti Krystal dari belakang, dia memandangi punggung Krystal yang berjalan 5 langkah lebih jauh darinya.


‘Nyaris saja, Krystal kalau marah akan menjadi sangat menakutkan. Aku tidak berani melawan Krystal jika dia berada di mode marah.’


...***...


Di hari berikutnya, istana kekaisaran mendadak diguncang kehebohan, para ksatria berlarian ke sana kemari, begitu pula dengan para pelayan. Satu persatu bangsawan nampak mulai berdatangan memenuhi istana. Krystal yang baru saja bangun tidur kebingungan menyaksikan keramaian istana yang terjadi secara tiba-tiba.


“Yang Mulia! Saya punya berita!” Olin masuk ke dalam kamar dengan kondisi terengah-engah, dia seperti selesai berlari dari istana utama.

__ADS_1


“Berita apa?” tanya Krystal.


“Putra Mahkota ditemukan tewas gantung diri di dalam penjara,” lapor Olin.


“Kau serius?” ulang Krystal bertanya memastikan.


“Serius, Yang Mulia. Saya melihat langsung dengan mata elang saya bahwa Putra Mahkota benar-benar ditemukan tidak bernyawa.”


Krystal menyunggingkan senyum penuh kemenangan, “Bagus! Kalau begitu aku akan melihatnya langsung ke sana.”


Krystal melompat dari atas tempat tidur, dia berlari cepat menuju istana utama, sedangkan Olin kewalahan mengikutinya dari belakang. Cleon yang juga mendengar kabar kematian Arsen, ikut berlari mengikuti Krystal.


“Kak, apa yang sebenarnya kau lakukan?” tanya Cleon.


“Aku tidak melakukan apa-apa, dia saja yang memutuskan untuk bunuh diri,” jawab Krystal.


Mereka menyelip masuk ke dalam kerumunan orang, tepat di tengah aula istana terlihat mayat Arsen terbujur kaku tidak bernyawa. Di sisi kiri dan kanan ada Isabelle bersama Emilia tengah menangisi kematian Arsen. Fred juga sibuk mondar-mandir berbicara dengan beberapa orang bangsawan. Mereka tampak frustasi serta syok mendapat kabar kematian Arsen, tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan kematian Arsen secara tiba-tiba ini.


Kemudian Isabelle melirik ke arah Krystal yang baru datang bersama Cleon dan Olin, kemurkaan di garis wajah Isabelle terlukis begitu jelas. Isabelle mendekati Krystal, lalu menarik tangan Krystal ke depan mayat Arsen.


“Hidupkan kembali anakku!” pinta Isabelle dengan nada penuh amarah.


“Hidupkan? Kau memintaku menghidupkan anakmu? Aku tidak bisa melakukannya,” tolak Krystal.


“Apa? Bukannya kau mempunyai kekuatan untuk menghidupkan orang mati? Sekarang cepat kau hidupkan lagi anakku! Aku tahu, anakku mati ini karena salahmu!” tuding Isabelle sekaligus mendesak Krystal.


“Anakmu mati karena salah dia sendiri, dia yang memutuskan bunuh diri. Jadi, kenapa aku yang salah? Mengapa aku selalu disalahkan atas kesialan yang kalian dapatkan? Apakah keberadaanku sungguh merugikan kalian? Aku tidak pernah mengusik kalian, aku tidak pernah menyakiti kalian, lalu mengapa kalian menuduhku melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan?”


Krystal mulai memainkan aktingnya lagi, dia menangis tersedu-sedu di hadapan keramaian orang. Para bangsawan berbisik-bisik menjelekkan Isabelle, sebagian mereka kasihan dengan Krystal yang dituding sebagai alasan di balik kematian Arsen.


“Kau!” Isabelle mengangkat tangannya tinggi-tinggi, ia bermaksud untuk menampar Krystal. Namun, seorang wanita paruh baya bersurai blonde datang menampik tangan Isabelle yang mencekal pergelangan tangan Krystal, melihat wanita itu pun Isabelle langsung menurunkan tangannya.

__ADS_1


“Sudah cukup, Yang Mulia! Anda keterlaluan sekali menyalahkan Tuan Putri Krystal,” ujar wanita itu.


“Apa urusan Anda, Duchess Salvatore? Anak ini berhak mendapatkannya, karena dia aku jadi kehilangan anakku!”


__ADS_2