Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Malaikat Surgawi


__ADS_3

Terpampang senyum di wajah Erlena sembari mengusap lembut kepala Krystal, sesaat Krystal merasakan perasaan nostalgia di hatinya. Sentuhan tangan Erlena menyimpan perasaan rindu yang sebelumnya tidak pernah terlintas di hati Krystal. Bagaimana cara Erlena memandangnya memperlihatkan bahwa Erlena sangat mengenal dirinya.


“Benar, saya adalah malaikat surgawi.”


“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Krystal secara spontan.


Senyum Erlena memudar, kesenduan di mata Erlena menyiratkan sebuah tanda tanya besar di kepala Krystal.


“Pernah, jauh sebelum Anda menjadi wanita dewasa seperti sekarang,” jawab Erlena.


“Mengapa aku tidak bisa mengingatnya? Apa ada hal yang aku lewatkan selama ini?” heran Krystal mulai tenggelam di dalam ingatannya. Krystal mencoba menggali dan mengais memori-memori lampau yang pernah dia jalani, namun tidak ditemukan Erlena di dalam ingatan itu.


“Wajar saja Anda tidak mengingatnya, karena Anda mengunci sebagian ingatan Anda.”


Krystal termangu di seribu kata yang tak bisa dia ucapkan, “Ingatanku yang terkunci?”


Kemudian Erlena meraih kalung permata yang terletak di kota yang dipegang oleh Krystal, lalu ia mengalungkannya ke leher Krystal. Kalung permata yang berwarna lilac itu memancarkan sekilas cahaya terang dan perlahan meredup serta menghilang.


“Kalung ini diberikan oleh Ibu Anda kepada saya, beliau meminta agar kalungnya bisa sampai ke tangan Anda, sebab kalung permata ini akan menjadi jembatan penghubung antara Anda dan kedua orang tua kandung Anda. Sebenarnya say—”

__ADS_1


“Tunggu!” sergah Krystal, “Orang tua kandung? Apa maksudnya? Jadi, aku punya Ayah dan Ibu? Aku tidak punya ingatan tentang mereka.”


“Anda punya orang tua, Yang Mulia. Hanya saja ada beberapa hal yang terjadi di 7000 tahun yang lalu. Mungkin saat ini Anda tidak mengingat mereka, tapi suatu saat Anda akan mengetahui fakta yang sesungguhnya. Saya tidak punya banyak waktu karena saya hanya menyimpan setitik jiwa saya di dalam batu sihir jiwa supaya saya dapat bertemu dengan Anda untuk membicarakan masalah ini,” jelas Erlena terlihat terburu-buru.


Suasana di ruang kamar Krystal berubah menegangkan, waktu terhenti tanpa sadar, kini mereka berdua berada di dalam aliran waktu yang berjeda. Krystal refleks menghentikan waktu karena dia berpikir pembicaraan ini akan mengarah pada hal yang lebih serius.


“Tolong ceritakan padaku, beritahu aku apa yang terjadi,” pinta Krystal.


“Saya dilempar jauh ke masa depan oleh Ibu Anda, beliau mengatakan bahwa Krystal – anak saya akan menjadi rantai pemutus dari takdir buruk yang Anda alami selama ini. Saya memberikan Krystal nama yang hampir serupa dengan nama Anda untuk menciptakan akses bagi anak saya menemui Anda. Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh Ibu Anda, tapi takdir buruk itu akan segera berakhir.”


“Dunia yang dikuasai oleh para dewa yang serakah, dunia di mana kekuatan suci akan menjadi musuh terbesar umat manusia. Anda dikatakan sebagai satu-satunya eksistensi yang akan mengakhiri penderitaan ini. Kedua orang tua Anda percaya bahwa Anda akan mewujudkan hal yang tidak pernah bisa mereka gapai. Anda dan ketujuh selir Anda saat ini akan mengubah tatanan dunia ini kembali.”


Erlena menyadari ekspresi berat hati milik Krystal, meski tubuh luarnya merupakan anaknya sendiri, tapi yang berada jauh di dalam tubuh tersebut adalah orang yang paling dia hormati selama hidup. Erlena mengelus pipi Krystal, dia mengangkat pelan kepala Krystal yang tertunduk, air mata kesedihan menitik di sepasang manik coklat itu.


“Saya sungguh minta maaf tidak bisa berada di sisi Anda, Yang Mulia. Maafkan kami ketujuh malaikat surgawi tidak bisa mendampingi perjalanan berat Anda selama ini…,” lirih Erlena.


“Kenapa kau menangis? Aku tidak sedih.” Krystal mengusap air mata Erlena, “Aku hanya berpikir, siapa orang tuaku? Orang seperti apakah mereka? Aku harap aku masih ada waktu bertemu dengan mereka.”


“Mereka berdua sangat menyayangi Anda, baik Ayah atau pun Ibu Anda selalu melimpahkan kasih sayangnya kepada Anda. Mereka hebat, kekuatan mereka luar biasa, salah satunya sihir waktu milik Ibu Anda yang turun kepada Anda. Saya percaya, saat ini mereka berdua masih memikirkan dan menunggu Anda, meski telah 7000 tahun berlalu.”

__ADS_1


“Saya tidak bisa menjawab identitas orang tua Anda sebenarnya, Ibu Anda menyuruh saya merahasiakannya sampai waktu di mana Anda akan mengingat dan bertemu mereka. Jadi, saya berharap semoga ingatan Anda yang terkunci segera terbuka, segala ingatan kelam tentang dunia ini berada di memori terdalam yang terkunci. Anda akan melihat awal mula bagaimana masalah ini terjadi,” papar Erlena.


Krystal mengangguk kaku sembari menggigit bibir bawahnya, “Aku akan mencari cara membuka ingatan itu, sampai saat itu aku masih bisa bertemu Ayah dan Ibu kan, Erlena?”


“Iya, Yang Mulia. Anda pasti bertemu mereka, saya yakin Anda bersama ketujuh selir yang saat ini bersama Anda mampu melewatkan takdir kejam yang selalu dihunuskan ke diri Anda.”


Tiba-tiba saja Krystal menggenggam erat kedua tangan Erlena, dia menatap lekat Erlena.


“Apakah… apakah kematianmu berkaitan dengan para dewa? Apakah mereka membunuhmu?” tanya Krystal.


“Ya, mereka telah membunuh saya, mengambil kekuatan saya, bahkan mereka menyakiti anak dan cucu saya. Tidak hanya saya, bahkan keenam malaikat surgawi lainnya mati di tangan para dewa, karena itulah saat ini di Kekaisaran Langit tidak ada lagi malaikat surgawi sebab mereka telah membunuh seluruh malaikat surgawi,” jelas Erlena dengan tatapan mata penuh dendam dan kemarahan.


“Oleh sebab itulah, tolong serahkan semuanya padaku, beristirahatlah dengan tenang, Erlena. Aku akan membalaskan kematianmu dan kematian anak cucumu, lalu juga aku ingin berterima kasih. Terima kasih telah mempercayakan dunia ini padaku, aku akan berusaha mengakhiri semuanya dengan cepat,” ujar Krystal.


Tubuh Erlena mulai menghilang, bulir cahaya merah muda mengiringi menghilangnya Erlena. Sebelum sekujur tubuhnya menghilang, Erlena terlebih dahulu mendekap Krystal sangat erat.


“Saya akan mendo’akan Anda selalu, semoga Anda dilindungi di setiap langkah Anda. Semoga suatu saat Anda bisa mengingat saya, sungguh bahagia saya pernah mengenal Anda dan ikut menyaksikan pertumbuhan Anda selama beberapa waktu. Terima kasih juga Anda telah menaruh peduli kepada anak dan cucu saya. Semoga kelak takdir buruk yang menimpa kehidupan ini lekas berakhir dan Anda akan temukan kebahagiaan dengan ketujuh selir yang tulus mencintai Anda.”


Erlena kini sepenuhnya menghilang dari hadapan Krystal, batu sihir jiwa yang digunakan untuk menyimpan setitik jiwa Erlena pecah berkeping-keping. Sebelum hari kematiannya, Erlen menyiapkan batu sihir jiwa tersebut dan menempatkan jiwanya ke dalam benda itu. Krystal termenung, aliran waktu pun berjalan normal kembali. Krystal masih berdiri di tempat yang sama sambil menggenggam kalung permatanya.

__ADS_1


“Aku harus temukan kembali seluruh ingatanku, semua masa kelam dunia ada di sana. Tapi, bagaimana aku bisa membuka kunci memoriku ini?”


__ADS_2