
“Kenapa Ayah dan Ibu tidak kunjung kembali? Apa terjadi sesuatu di luar? Aku ingin keluar, tapi Ayah dan Ibu tidak mengizinkanku.”
Krystal terjebak di dalam lemari dalam waktu yang cukup lama, dia ketakutan sendirian mendengarkan ledakan demi ledakan yang terjadi di luar. Krystal menutup telinganya sampai suara ledakan itu berakhir. Krystal mencoba mendorong pintu lemari, ia penasaran dengan keadaan kedua orang tuanya. Ketika Krystal mendorong pintunya terbuka dengan muda seolah kekuatan yang melindungi tempat sembunyinya itu telah pudar.
Di saat Krystal menginjakkan kakinya di atas tanah, alangkah terkejutnya dia menemukan banyak mayat bergelimpangan. Di antara mayat-mayat tersebut terdapat tubuh para malaikat surgawi yang tidak lagi bernyawa. Krystal histeris ketakutan menyaksikan kematian orang-orang yang selama ini berbagi kebahagiaan bersamanya. Bahkan kastil yang dia tempati bersama kedua orang tuanya sudahrata dengan tanah.
“Ayah, Ibu, di mana kalian? AYAH, IBU!” teriak Krystal berjalan di tengah-tengah mayat sembari membawa kipas merah pemberian Ibunya.
Krystal terus berjalan mencari keberadaan Regan dan Iris, tapi semuanya percuma saja karena Ayah dan Ibunya tidak lagi berada di sana. Krystal tidak menyerah begitu saja, dengan tubuh kecilnya ia mengangkat reruntuhan kastil seraya terus berharap ada Regan atau pun Iris yang terjebak di sana. Namun, dia tidak menemukan jejak orang tuanya, dia tidak menemukan apa pun selain anting dan cincin yang selalu dikenakan oleh orang tuanya.
“Ayah, Ibu … Krystal takut sendirian, apa kalian meninggalkan Krystal di sini? Tidak ada siapa-siapa di sini … Ayah, Ibu, Krystal takut, bukankah kalian berjanji akan kembali lagi? Tapi, kenapa aku tidak menemukan kalian? Apa kalian membohongiku?”
Krystal terduduk lemas di antara reruntuhan puing-puing kastil, ia duduk meringkuk dan menangis tiada henti. Krystal kebingungan, takut dengan kesendirian, hatinya sakit melihat orang-orang yang dia sayang mati akibat serangan dari Morgan. Krystal yang tidak tahu apa-apa harus menerima semua ini dengan lapang dada. Meskipun rasanya sakit, Krystal dipaksa kuat di sela penderitaan yang baru dia dapatkan.
Krystal menunggu dengan sabar, dia berharap kedua orang tuanya datang menjemputnya. Walau sudah berlalu hampir satu bulan, Krystal masih menaruh harapan besar kepada Regan dan Iris. Krystal tidak bisa lagi menangis, pandangannya kosong bagai sebuah boneka tak bernyawa, dia benar-benar kehilangan minat tentang hidupnya.
“Aku ingin melupakannya … aku ingin melupakannya ….”
Krystal selalu menggumamkan hal yang sama setiap waktu, lalu secara mengejutkan muncul sebuah sihir yang perlahan membalut ingatan Krystal hingga akhirnya sihir itu mengunci ingatan Krystal mengenai kedua orang tuanya serta berbagai hal yang menjadi sumber penderitaannya. Mulai dari sinilah Krystal berkelana sendirian tanpa ingatan berharga mengenai orang-orang yang menyayanginya.
__ADS_1
Sementara itu, di sisi tubuh Krystal yang masih terlelap, Fergus, Cherry, Bleas, dan para selir masih setia menunggu Krystal tersadar. Seketika mereka merasa lega karena suhu tubuh Krystal mengalami penurunan. Meski begitu, Krystal belum menunjukkan tanda akan sadarkan diri, dia masih terlelap jauh di alam bawah sadar.
“Ingatan Krystal benar-benar kembali sepenuhnya, ingatan tentang bagaimana dia kehilangan kedua orang tuanya. Ingatan menyakitkan karena dia harus sendirian menangani berbagai rintangan untuk bertahan hidup,” tutur Fergus sendu.
“Bolehkah saya bertanya?” sela Shion.
“Ya? Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Fergus.
“Sedari awal saya penasaran, Anda siapanya Tuan Putri? Mengapa Anda terlihat sangat mengenal beliau? Bahkan Anda selalu memberi beliau nasehat dan memberitahu kebenaran mengenai kedua orang tua beliau. Tidak mungkin Anda sekedar spirit biasa, tolong beritahu kami, sebenarnya Anda ini siapa?”
Fergus tersenyum tipis, tubuhnya yang kecil seperti spirit tiba-tiba berubah menjadi besar layaknya orang dewasa. Seluruh selir terkejut kala itu, keculi Cherry dan Bleas seolah sudah tahu sejak awal bahwa Fergus bukanlah spirit.
Hening. Mendadak seluruh suara terkunci dan tidak bisa melewati ruangan tersebut, mereka membisu mendengar siapa identitas Fergus sebenarnya. Tidak disangka ternyata Fergus merupakan Kakek kandung dari Krystal, benar-benar tidak ada yang bisa menebaknya.
“Pantas saja hawa keberadaan Anda seperti seorang dewa yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Killian,” ucap Ash.
“Jadi, kalian berdua tahu soal itu?” tanya Austin kepada Cherry dan Bleas.
“Kami mengetahuinya sejak awal, tapi kami tidak diperbolehkan untuk memberitahu Anda semua karena identitas Yang Mulia Fergus sangatlah sensitif dan harus dijaga,” jawab Bleas.
__ADS_1
“Beliau telah menghilang sejak lama dan kami baru bertemu dengan beliau di dunia manusia. Tuan Putri juga belum tahu tentang fakta ini,” imbuh Cherry.
Mereka mengangguk serentak, keberadaan Fergus benar-benar mengejutkan semua orang hingga membuat jantung mereka hampir copot. Akan tetapi, mereka juga merasa senang karena Fergus bukanlah orang yang membahayakan nyawa Krystal.
“Lalu apa Anda kemar—”
“Ughh … kepalaku kenapa sakit begini?”
Austin, Lucio, Julian, Shion, serta Ash mengeluhkan sakit di kepala mereka secara tiba-tiba. Sakit kepala yang mereka rasakan jauh berbeda dari sakit biasa seakan kala itu sesuatu yang tidak asing masuk menuju memori mereka. Heros dan Vicenzo kebingungan ketika mereka berlima sakit kepala bersamaan, ini seperti ada keanehan yang akan terjadi berikutnya.
“Sebaiknya kalian beristirahat saja, biar Krystal kami yang menemaninya di sini,” kata Heros.
“Baiklah, kami titip Tuan Putri.”
Mereka berlima keluar dari kamar Krystal, mereka memutuskan untuk mengistirahatkan badan di kamar masing-masing. Mereka yang mendadak sakit kepala menimbulkan tanda tanya besar di kepala Heros dan Vicenzo.
‘Ingatan mereka juga akan terbuka, tapi aku tidak yakin apakah ingatan mereka terbuka dengan sangat lengkap atau tidak. Apabila tidak sepenuhnya terbuka, maka aku yakin mereka pasti salah paham dengan Krystalia nantinya,’ batin Fergus.
Di tengah kesunyian malam dan di waktu seluruh manusia beristirahat, sesuatu terjadi kepada lima selir Krystal. Mereka sama-sama masuk ke mimpi yang tidak asing, mimpi yang diawali oleh kebahagiaan. Mereka melihat sosok Krystal di bawah alam mimpi, rambut putih nan panjang serta bola mata merah rubynya sungguh mempesona.
__ADS_1
Di lain sisi, terlihat lima orang anak kecil laki-laki yang menyerupai Austin, Lucio, Julian, Shion, serta Ash. Mereka bermain bersama Krystal di halaman istana yang megah, yang tak lain adalah istana Kerajaan Ezoria. Suasana istana sangat hidup, mereka dikelilingi oleh para pelayan yang baik, ksatria, dan sejumlah orang lainnya. Pemandangan ini tampak begitu familiar bagi mereka semua seakan mereka benar-benar pernah hidup bersama Krystal di Kerajaan Ezoria yang telah lama runtuh tersebut.