
“AAARRRGHHHH!”
Pekikan Krystal memecah kesunyian, rantai yang menjerat badan semakin mendorong tubuhnya untuk hancur. Sekelompok orang tersebut membacakan sebuah mantra sihir sehingga menimbulkan reaksi berat terhadap rantai iblisnya. Rasa sakit teramat sangat menjalar ke sekujur badan Krystal. Dada Krystal menjadi semakin sesak, rasa sakit yang dia rasakan saat ini lebih besar dibanding ketika Morgan menggunakan rantai pengikat iblis pertama kalinya.
“Tekan dia lebih kuat lagi!” seru Pixies.
Mereka menekan tubuh Krystal lebih kuat dari sebelumnya hingga membuat Krystal kesulitan untuk bergerak. Sihir yang menyelimuti rantainya menyerap masuk ke sela tubuh Krystal dan menyakiti Krystal dari dalam.
‘S-sakit … ini menyakitkan … t-tolong, siapa pun t-tolong aku, aku m-mohon ….’
Krystal berlutut di tengah-tengah lingkarang sihir yang disiapkan untuk meningkatkan kekuatan dari rantai iblis. Krystal membungkuk dalam-dalam, kedua tangannya memegangi kepala seraya meraung kesakitan. Teriakan dahsyat yang bergaung di ruang gelap perlahan menyebabkan getaran hingga berpotensi meruntuhkan puing bangunan tempat mereka berpijak.
“Sebagian dari kalian pasang sihir untuk menahan bangunan ini sebelum ambruk karena teriakannya!” perintah Cleon.
Mereka bergerak cepat, seluruh ruangan pun dipasang sihir yang sangat kuat untuk menahan runtuhnya ruangan. Mereka benar-benar menyiksa Krystal hingga pada akhirnya Krystal tak kuasa menahan kesakitannya, ia pun terjatuh tak sadarkan diri. Ketika teriakan Krystal terhenti, maka saat itu pula getaran dahsyat yang mengguncang bangunan juga ikut terhenti.
“Apakah dia sudah mati? Coba cek sekarang.”
Seorang pria mendekati tubuh Krystal, dia meraba dan mengecek denyut nadi Krystal apakah masih ada atau tidak. Kala itu dia tidak merasakan adanya denyut nadi Krystal seakan tubuh Krystal berhenti memompa aliran kehidupan. Sekali lagi pria itu mencoba memeriksanya untuk memastikan kembali agar dia tidak salah menilai kondisi Krystal.
__ADS_1
“Sepertinya dia benar-benar sudah mati, baik napas atau pun denyut nadinya terhenti begitu saja.”
Mereka telah memastikan bahwa Krystal tak lagi bernyawa, tubuh gadis itu perlahan melalui perubahan suhu tubuh yang kian menurun, Ujung jemarinya terlihat pucat, dia mati dalam kondisi badan masih terikat dengan rantai iblis. Noda merah segar mulai berkeluaran dari kepalanya, dia mengalami benturan cukup kuat saat sedang berupaya memberontak melepaskan diri dari jeratan yang menyakitkan.
‘Hidupku apa hanya sampai di sini saja? Padahal ini hampir berakhir, jika seperti ini maka bagaimana caranya aku menghadap Ayah dan Ibu? Aku masih belum mau mati. Aku harus menghancurkan mereka! Akan aku hancurkan mereka sampai berkeping-keping! Mereka yang harusnya mati, mereka yang seharusnya merasakan rasa sakit ini. Baru kali ini aku merasa sangat marah, aku membenci mereka! Aku ingin memusnahkan mereka!’
Sesuatu yang tidak terduga terjadi pada diri Krystal, rasa panas menjalar ke seluruh badan. Cahaya merah bersinar menyelimuti tubuhnya, rambutnya yang berwarna putih berubah warna menjadi hitam pekat, serta dua tanduk kecil tumbuh di kepalanya. Mata merah ruby yang baru saja tertutup rapat perlahan terbuka memancarkan amarah yang melimpah. Krystal pun bangkit dari posisinya, dia berdiri dalam aura membunuh yang kuat.
“Apa? Apa yang terjadi? Kenapa dia masih bisa hidup? Dan lagi dia sekarang terlihat seperti iblis sungguhan.”
Seisi ruang merasakan ketakutan luar biasa, aura yang dikeluarkan Krystal seolah mencabik-cabik tubuh mereka. Krystal membuat mereka tidak dapat bergerak akibat tekanan kuat yang dikeluarkan olehnya. Tekanan itu semakin lama kian menyesakkan hingga membuat udara sekitar menjadi berat,
Suara Krystal terdengar tajam dan tipis, ekspresinya datar namun menyimpan beribu-ribu kebencian dan dendam. Krystal tiba di puncak amarah luar biasa, dia tak sadar atas perubahan yang dia dapati sekarang. Semua orang yang berada di hadapannya dipaksa tunduk dengan tekanan dahsyatnya. Mereka pun menundukkan diri di bawah kaki Krystal, mereka benar-benar dibuat tak mampu berkutik dan melawan Krystal. Bagaimana pun yang mereka lihat sekarang ialah sosok dewi iblis sesungguhnya.
‘Menakutkan … dia sangat menakutkan … mengapa rantai pengikat iblis itu tidak membunuhnya? Kenapa kekuatan dewi iblisnya tiba-tiba bangkit? Apa yang terjadi sebenarnya?’
Pixies mencoba menegakkan kepala, dia menyadari sesuatu yaitu sumber kekuatan dewi iblis adalah amarahnya. Ketika sang dewi iblis mengamuk, maka penyebabnya ialah amarah yang meluap-luap. Amarah yang tidak terkendalikan sampai menciptakan ketidaksadaran diri, inilah mengapa pihak Kekaisaran Langit tidak menyetujui dewi iblis bergabung masuk ke dalam jajaran kekuatan suci. Iblis tetap saja iblis, mau bagaimana pun cara orang lain melihatnya, iblis takkan pernah bisa menyatu dengan kekuatan suci milik dewa.
“Sepertinya kalian sudah bosan hidup.”
__ADS_1
Lagi-lagi mereka tersentak sekaligus merinding mendengar suara Krystal begitu tajam menusuk masuk gendang telinga. Hanya menggunakan suara saja Krystal mampu menghancurkan mereka dari dalam. Jiwa dan mental mereka dibuat berkecamuk, saat ini yang mereka lihat hanyalah kematian saja.
“T-t-tolong ampuni k-kami ….”
Kalimat minta ampun pun akhirnya keluar dari mulut mereka, tidak ada hal yang dapat mereka lakukan saat ini selain meminta pengampunan dari Krystal. Akan tetapi, sayangnya Krystal tidak terpengaruh oleh kata ampun atau maaf. Dia membenci orang-orang yang baru sanggup meminta maaf ketika ajal berada di depan mata mereka.
“Ampun? Kalian cukup berani membunuhku lalu apa-apaan sekarang kalian meminta pengampunan dariku? Bukankah kalian bilang Morgan takkan membuang kalian? Kenapa saat ini kalian tidak mencoba meminta tolong kepadanya? Ahh, pasti orang itu tidak sudi membantu manusia tak berguna seperti kalian.”
Krystal menarik seluruh rantai yang masih menjerat badan, ia memutus rantai tersebut dengan mudah. Rantai yang diisi menggunakan sihir yang sangat kuat kini tidak berfungsi lagi di tangan Krystal. Perubahan wujud Krystal seperti saat ini sungguh berada di luar batas, tidak ada orang yang dapat menghalanginya untuk mengamuk sesuka hati. Telah lama sekali Krystal menahan diri dan membiarkan amarahnya menumpuk, kini saatnya dia melampiaskan amarahnya itu.
Krystal melangkah pelan ke depan untuk melihat wajah mereka lebih jelas, dia tidak puas jika belum menyaksikan wajah menderita mereka akibat kekuatannya.
“Kami mohon … tolong l-lepaskan k-kami sekali ini s-saja. Beri kami k-kesempatan untuk m-menebus kesalahan ….”
Seringai pun terbit dari bibir Krystal, mereka tidak tahu malu sama sekali, setelah membuat kekacauan di muka bumi lalu sekarang mereka memohon untuk diampuni. Krystal menilai mereka sebagai manusia paling sampah di dunia.
“Kalian ingin diampuni? Sayang sekali aku bukanlah orang yang pemaaf. Aku tidak percaya dengan kata-kata kalian, aku sudah terlanjur marah dan benci terhadap manusia sampah layaknya kalian ini,” ujar Krystal.
Rasa dingin nan mencekam mencekik leher mereka lalu menusuk punggung hingga jantung, suara Krystal bagai sebilah pedang yang melesat cepat menebas kepala mereka. Hidup mereka saat ini dikendalikan oleh Krystal, sepenuhnya mereka tidak diberi celah untuk kabur dari pandangannya.
__ADS_1