Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Kedatangan Killian Kembali


__ADS_3

Krystal mencerca Isabelle habis-habisan, jujur saja kesabarannya mencapai batas saat mendengar ucapan Isabelle yang tidak mengenakkan. Ditambah lagi dia datang kemari untuk memarahi dan mencoba mengusir Shuria dari istananya. Adrian yang masih berusia tujuh tahun ketakutan ketika Isabelle membentak Ibunya, dia ingin melawan tapi tak punya kekuatan lebih untuk melakukannya. Untung saja Krystal menyadarinya lebih cepat, jadi mereka tidak perlu ketakutan lagi menghadapi Isabelle.


“Kau bilang anakku apa? Bukankah kau yang seperti itu? Lihatlah dirimu punya tujuh sel—”


Bugh!


Rasa kesal Krystal telah berada di ambang batas, hingga akhirnya dia menendang wajah Isabelle dan membuat pipinya memar dan berdarah. Krystal tidak menunjukkan belas kasihannya kepada Isabelle, yang ada di kepalanya saat ini hanyalah cara untuk membuat Isabelle sengsara.


“Beda level, anakmu jauh berbeda level denganku, mereka jelas statusnya sebagai selirku, tapi apa anakmu mempunyai selir dan bermain dengan selirnya? Makanya kau kalau punya otak seharusnya kau pakai untuk berpikir. Membuatku emosi saja kau pagi-pagi begini,” oceh Krystal.


Isabelle kembali terdiam, menatap mata Krystal saja dia tak mampu melakukannya. Daya intimidasi Krystal memakan dirinya ke dalam ketakutan.


“Kondisi Emilia jauh membaik setelah dia dengan beraninya melukai Putra Mahkota Ottavio, aku penasaran bagaimana cara kalian memperbaiki mentalnya yang rusak, ataukah kalian menghapus dan memanipulasi ingatannya tentang hari itu?” tebak Krystal.


Isabelle tersentak dari lamunannya, segera kedua matanya mengarah kepada Krystal dengan sorot yang menusuk.


“Anakku seperti itu gara-gara kau yang membuatnya menjadi gila, kau hidup dengan bahagia di atas penderitaan anakku, padahal kau cuma Putri yang terlahir dari darah seorang wanita rendahan! Jangan sombong hanya karena kau lebih unggul dariku dan Emilia!”


Krystal memiringkan senyumnya, dia berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Isabelle.


“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.” Krystal mendekatkan wajahnya ke telinga Isabelle, “Akulah dalang di balik terbunuhnya putramu, aku membuatnya dapat melihat roh wanita yang dia bunuh lalu hal itu membuatnya gila. Aku menciptakan sandiwara tentang diriku yang hampir diperkosa, tapi sebenarnya putramu tidak berniat memperkosaku. Aku juga yang memberitahu detektif tentang mayat yang dikubur oleh putramu, kemudian terakhir, aku menyuruhnya untuk bunuh diri,” bisik Krystal.


“A-apa?” Isabelle terpaku seketika Krystal memberitahu fakta di balik kematian Arsen – Putra Mahkota. Krystal mengakuinya secara terang-terangan, tangan Isabelle mengepal dan mencakar tanah, dia sungguh ingin marah tapi suaranya tertahan oleh daya intimidasi Krystal. Akhirnya dia hanya bisa menangis tenggelam di dalam keheningan diri.


“Woahh ternyata wanita jal*ng sepertimu bisa juga menangis, kalau bisa sering-seringlah menangis, dan jangan lupa stok air mata yang banyak untuk menyaksikan putri tercintamu mati di hadapanmu,” peringat Krystal segera berlalu pergi membawa Shuria dan Adrian.

__ADS_1


‘Gadis itu benar-benar membuatku murka, dia telah membunuh putraku dan sekarang dia berencana membunuh putriku? Tidak bisa dibiarkan! Aku mesti mencari cara untuk membunuhnya.’


Krystal mengantar Shuria dan Adrian kembali ke kamar, mereka agak syok akibat kedatangan Isabelle. Terlebih lagi Shuria, dia masih belum bisa melupakan setiap ancaman yang dilontarkan oleh Isabelle kepada dirinya.


“Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan, saya akan melindungi Anda dan Adrian, di istana ini saya lah yang terkuat. Maka dari itu, tolong bergantunglah kepada saya atau kepada selir saya, penghuni istana ini akan senantiasa membantu Anda tanpa pamrih,” ujar Krystal.


“Baik, terima kasih, Yang Mulia. Sejujurnya saya masih takut untuk kembali ke istana, tapi karena Adrian terlihat menyukainya, makanya saya memaksakan diri masuk ke istana. Saya tidak mau merepotkan Anda, bila Anda merasa terganggu, harap segera beritahu saya,” balas Shuria merasa tidak enak hati.


“Saya tidak merasa direpotkan, justru saya senang karena penghuni istana ini kian bertambah. Membiarkan Anda dan Adrian masuk, tidak ada ruginya sama sekali bagi saya, tolong buang jauh-jauh pikiran yang membuat Anda gusar.”


Air mata Shuria berlinang, “Sekali lagi terima kasih, Yang Mulia, saya sungguh berterima kasih atas kebaikan Anda.”


Krystal tersenyum manis, ia pun meninggalkan Shuria untuk kembali lagi ke kamarnya memeriksa kondisi Shion. Tadi dia sempat merasakan panas yang tinggi di tubuh Shion, namun karena masalah Isabelle, terpaksa ia harus mengabaikan Shion sementara waktu.


Ketika Krystal tiba di kamar, Shion masih tertidur pulas, hanya saja wajahnya mengeluarkan banyak keringat dingin. Lekas Krystal mendekat lalu memeriksa kondisi tubuh Shion, ia terkejut sebab tubuh Shion benar-benar sangat panas. Rasa khawatir Krystal memuncak di saat kekuatan sucinya tak bekerja untuk membantu menurunkan panas tubuh Shion.


“CHERRY! BLEAS! DI MANA KALIAN? CEPAT KELUAR!” teriak Krystal berulang kali.


Beberapa detik berselang, Cherry dan Bleas menampakkan wujudnya di hadapan Krystal yang sedang kehilangan kontrol rasa cemas.


“Ada apa, Yang Mulia? Apa yang terjadi?” tanya Bleas mendekati Krystal.


“Shion badannya sangat panas, tapi aku tidak bisa menggunakan kekuatan suciku untuk menyembuhkannya. Apa yang harus aku lakukan? Panasnya bertambah tinggi, aku kehilangan akal untuk menghilangkan panas tubuhnya ini.”


“Sebentar, biar coba saya periksa dulu.” Cherry mengecek suhu tubuh Shion, dia pun kaget karena panasnya melebihi panas normal.

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Apa dia bisa untuk disemb—”


DUAARRRR!


Sebuah ledakan besar terjadi di luar istana, ledakan itu bahkan menggetarkan seluruh tanah Istana Primrose. Krystal spontan berlari ke luar dan menyuruh kedua spirit untuk menjaga Shion, dia merasakan kehadiran seseorang yang dia kenal. Semua selir juga ikut berlarian ke luar mengikuti Krystal hingga ke depan halaman istana.


“Halo, sayang, kita berjumpa lagi.”


Seorang pria tampan berambut blonde panjang dengan pupil mata hijau jernih tengah berdiri di atas udara, dia telah menghancurkan halaman depan istana Krystal untuk memanggil Krystal keluar dari istana.


“KILLIAN!” teriak Krystal penuh amarah.


Pria itu adalah Killian – Kaisar Langit, hari ini dia menunjukkan penampakan asli tubuhnya tanpa perantara orang lain.


“Killian? Jadi, inilah wujud dari Kaisar Langit?” tanya Austin memastikan.


“Benar, aku punya firasat buruk melihatnya turun ke dunia manusia, apa lagi yang akan dia lakukan kepada Krystal?” Heros menaruh kebencian yang besar kepada Killian, begitu pula dengan selir lain, entah mengapa ketika mengingat waktu itu, mereka jadi membenci Killian.


Killian mendarat ke bawah dan berdiri sejajar berhadapan dengan Krystal, tatapannya yang penuh dengan obsesi sungguh membuat Krystal ngeri.


“Krystal, aku sangat merindukanmu,” tutur Killian seraya mencium ujung rambut Krystal.


“Jangan sentuh!” Krystal menampik tangan Killian untuk menjauh, “Mau apa kau kemari?” tanya Krystal ketus.


Killian tersenyum tipis sambil memandang ke arah para selir, “Sepertinya selirmu kurang satu orang, ke mana yang satu lagi? Apa dia tengah kesakitan di dalam sana akibat menggunakan matanya secara berlebihan?”

__ADS_1


Mata Krystal membulat sempurna, “Maksudmu apa?”


“Oh kau benar-benar tidak tahu? Mata aura milik pria itu apabila digunakan secara berlebihan maka akan berujung pada kebutaan. Apa kau lupa soal itu? Padahal kau sendiri yang membuat para selirmu menderita seperti ini, kau yang menciptakan takdir untuk mereka hidup di dunia yang penuh derita.”


__ADS_2