Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Rencana yang Gagal


__ADS_3

Vicenzo panik maksimal saat mendengar suara batuk dari Krystal, dia menoleh ke arah Krystal dan langsung sigap mendekatinya, bahkan ia mendorong Olin menjauh dari Krystal. Vicenzo berpikir bahwa racunnya sedang bereaksi, suasana ruang makan berubah kacau ketika Vicenzo mulai menunjukkan reaksi aneh.


“Krystal, apa kau baik-baik saja?” tanya Vicenzo cemas.


“Tidak apa-apa, aku rasa daging ini kebanyakan lada. Bisakah tolong ambilkan aku air minum?” pinta Krystal merasa tenggorokannya sangat panas.


Vicenzo lekas menggapai segelas air putih yang ada di dekat makanan Krystal, sebelum itu dia meminum seteguk airnya terlebih dahulu untuk mengetahui apa ada racun yang terkandung di sana atau tidak. Selepas memastikan tidak ada racun, Vicenzo baru memberikan air minumnya kepada Krystal. Aksi Vicenzo barusan menuai perhatian dari para selir yang lain, mereka berpikir bahwa ada yang salah dari diri Vicenzo saat ini.


Sementara itu, Cleon dan Olin tercengung menyaksikan tidak ada reaksi apa-apa dari cairan racun yang mereka campurkan ke dalam makanan Krystal. Terlebih lagi, yang dirasakan Krystal hanyalah rasa lada yang membakar tenggorokannya.


‘Bagaimana ini bisa terjadi? Racunnya tidak bereaksi, apa ada yang salah dengan racunnya? Ataukah tubuhnya terlalu kebal terhadap racun? Tapi, itu tidak mungkin sama sekali karena racunnya diracik khusus untuk menghancurkannya,’ batin Cleon dan Olin.


Vicenzo menghembuskan napas lega, untuk saat ini dia bersyukur tidak terjadi apa-apa dengan Krystal. Kemudian Vicenzo melayangkan tatapan tajam kepada Olin dan Cleon secara bersamaan, hatinya bergejolak ingin menghempaskan kedua orang itu jauh-jauh dari Krystal, tapi dia mesti menekan emosi itu agar Krystal tidak mengetahui kalau mereka lah pengkhianatnya.


Tujuan Vicenzo tidak memberitahu Krystal adalah untuk meminimalisir rasa sakit yang akan ditanggung oleh Krystal nanti. Vicenzo harus memikirkan cara bagaimana masalah ini dapat tersampaikan kepada Krystal secara halus dan tidak menimbulkan rasa stres berlebihan. Vicenzo lebih memikirkan kondisi mental Krystal yang akan semakin terombang-ambing bila mengetahui pengkhianat yang berada di sisinya ternyata ialah orang yang paling dia percayai.


Sedangkan saat itu, Krystal memperhatikan tingkah Julian tidak seperti biasanya, dia melihat kegelisahan di diri Julian. Sejak tadi Julian tidak begitu memperhatikan sekitarnya, pikirannya sedang bergelut dengan perasaan resah tak berujung. Lalu Krystal memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Julian. Krystal berpindah duduk ke samping Julian, dia ingin tahu pikiran seperti apa yang tengah mengganggu Julian.


“Julian, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Krystal tiba-tiba sambil menyentuh punggung tangan Julian.


Julian spontan menyingkirkan lamunan yang mengganggu dirinya, dia mengalihkan fokus kepada Krystal.

__ADS_1


“Tidak ada, hanya saja ada beberapa pikiran kecil yang mengganggu saya. Kalau begitu, Yang Mulia, bolehkah saya kembali ke kamar lebih dulu?” tanya Julian, ekspresi wajahnya kaku dan redup, jelas sekali kalau Julian mempunyai pikiran yang membebani dirinya.


“Baiklah, kau boleh kembali ke kamar.”


Julian bergegas berdiri dan melangkah cepat keluar dari ruang makan, Krystal menghela napas seraya berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Julian, meski hatinya berkata sebaliknya. Ketika Krystal hendak kembali ke tempat duduknya semula, seorang pelayan datang masuk ke ruang makan.


“Maaf mengganggu waktu makan Anda, Yang Mulia. Saat ini orang-orang dari Kekaisaran Ottavio ingin menemui Anda, mereka bilang ada masalah serius yang terjadi kepada Putra Mahkota Ottavio, itulah mengapa mereka mau meminta bantuan dari Anda,” jelas pelayan tersebut.


“Oke, aku akan segera menemui mereka.”


Tanpa berlama-lama, Krystal segera pergi ke luar menemui Jasper, mereka saat ini tengah menunggu Krystal di depan halaman istana. Jasper tidak berhenti mondar mandir di depan kereta kuda karena kondisi Alby semakin parah. Dia berharap Krystal dapat menangani penyakit Alby sesegera mungkin sebelum semuanya terlambat.


Jasper terperangah melihat rupa Krystal yang begitu elok dan indah, kecemasannya seakan lenyap ketika Krystal menghampirinya.


“Salam saya kepada Yang Mulia Putri Krystal,” ucap Jasper membungkuk memberi salam, “Maaf karena saya datang mendadak seperti ini, tapi saya butuh bantuan Anda. Sebelum itu, tolong Anda lihat kondisi Putra Mahkota terlebih dahulu.”


Jasper menuntun Krystal untuk masuk ke dalam kereta kuda untuk melihat kondisi Alby. Alangkah terkejutnya Krystal menyaksikan kondisi Alby yang berada di ambang batas dan nyaris meregang nyawa di menit itu juga.


“Cepat bawa Putra Mahkota ke dalam segera, aku akan melakukan penanganan lebih lanjut!” titah Krystal.


Setelah itu Alby digotong masuk ke dalam kamar tamu di istana kediaman Krystal, Alby lalu dibaringkan di atas tempat tidur. Betapa khawatirnya Jasper menyaksikan Alby yang kian melemah dan tak berdaya. Namun, Krystal akan segera menyingkirkan segala bentuk kecemasan atau kekhawatiran dari Jasper itu.

__ADS_1


“Aku akan mulai mengobatinya, tolong jangan buat keributan,” ujar Krystal seraya memicingkan matanya.


Konsentrasi Krystal perlahan berkumpul di satu titik, kekuatan suci masuk ke setiap celah tubuh Alby. Pria berambut maroon itu merasakan tubuhnya semakin membaik, tidak terdengar lagi erangan dari mulut Alby. Krystal menyelesaikan penyembuhannya dalam waktu singkat, Jasper pun merasa tenang selepas melihat wajah pucat Alby kembali segar. Krystal membuka mata disertai suara embusan napas kelegaan, dia telah melakukan penyembuhannya dengan sangat baik.


“Sudah selesai, sebentar lagi Putra Mahkota akan segera sadar,” tutur Krystal.


Kelopak mata Alby kala itu bergerak menunjukkan kesadarannya mulai kembali, ketika dia membuka mata, terlihat sepasang netra berwarna hijau safir mengerjap menatap langit-langit kamar.


“Yang Mulia, akhirnya Anda sadar,” kata Jasper penuh rasa syukur.


Akan tetapi, yang pertama kali terlihat oleh Alby adalah sosok penyelamatnya yaitu Krystal, dia tidak menyangka akan diselamatkan oleh seorang gadis cantik. Dia bangkit dari posisi terbaring sembari memandang takjub dan kagum kepada Krystal. Sudut bibirnya terangkat naik, kedua tangannya bergerak menggenggam tangan Krystal.


“Malaikatku, kau menyelamatkanku dari ambang kematian, bukan? Betapa cantiknya sosokmu ini,” tutur Alby, Krystal terkejut dengan tingkah Alby yang di luar dugaannya.


“Anda tidak boleh seperti ini, Yang Mulia. Beliau adalah Tuan Putri Krystal Albertine yaitu penyelamat Anda. Harap jaga sikap Anda, Yang Mulia,” tegur Jasper menarik tangan Alby agar terlepas dari Krystal.


“Tidak apa-apa, karena wajahnya tampan, jadi tidak masalah bagi saya,” balas Krystal langsung mendapat tatapan menusuk dari selir-selirnya, “Tapi, bisakah ceritakan padaku kenapa kondisi Putra Mahkota sangat buruk?” tanya Krystal demi mengalihkan perhatian selirnya yang cemburu.


Kemudian Jasper menceritakan masalahnya dari awal, kondisi Alby tidaklah separah tadi ketika dibawa ke Albertine, namun Emilia membuatnya bertambah parah. Krystal menyeringai saat tahu rencana pertamanya untuk menjatuhi Emilia berjalan dengan sempurna, tapi timbul secuil perasaan bersalah sebab dia telah membuat Alby berada di ujung kematian.


“Oh iya, Yang Mulia, tadi Kaisar Archer mengatakan kepada saya, beliau bilang Anda adalah saintess yang sebenarnya? Apa maksudnya itu?”

__ADS_1


__ADS_2