
“Tidak apa-apa, aku tidak marah kepada kalian. Mungkin sekarang sudah saatnya kita mengakhiri semua ini, hari ini juga mari kita bantai manusia biad*b itu!” ujar Krystal.
“Maksud Anda—”
“Ya, kita akan melakukan pembantaian habis-habisan, setelah itu kita pergi dari tempat ini karena sepertinya para dewa sialan itu sedang bergerak kemari.”
Para selir menyetujuinya, mereka sepakat melakukan penyerangan hari ini juga di istana kekaisaran. Kemudian mereka pun keluar bersama-sama dari gereja yang hampir ambruk itu, tanpa berlama-lama mereka langsung menuju istana.
Kebetulan sekali kala itu di ruang singgasana sedang diadakan pertemuan bangsawan, jadi ini kesempatan mereka menyerang tanpa harus repot mencari target pembantaian. Ketika Krystal serta seluruh selir memasuki ruang singgasana segala bentuk pandangan mata terpusat padanya. Para bangsawan pun menghentikan sejenak pembicaraan mereka kala itu.
Duke Salvatore yang kebetulan berada di sana dapat merasakan ada yang aneh dari kedatangan Krystal. Aura membunuh yang kuat begitu mencekam hingga menghasilkan rasa merinding yang tak terhingga menusuk tulang. Fred sontak berdiri dari kursi singgasana sembari melayangkan tatapan kemarahan terhadap Krystal.
“Ada apa ini? Apakah di sini sedang ada pertemuan bangsawan yang tidak aku ketahui?”
Suara Krystal kali ini terdengar jauh berbeda, sekarang dengan suara saja dia mampu mendatangkan perasaan takut di hati orang-orang yang membencinya. Saat ini di istana masih berada dalam suasana duka seusai kehilangan Emilia. Isabelle juga tidak terlihat berada di sana, dia tidak keluar dari kamarnya akibat tekanan batin yang dia terima setelah kehilangan Emilia. Isabelle tidak lagi memiliki semangat hidup, satu-satunya alasan untuk dia bertahan di dunia ini hanyalah anaknya. Namun, sayangnya kedua anak yang dia sayangi telah pergi mendahului dia untuk selama-lamanya.
“Krystal! Apa yang membawamu kemari? Di sini sedang ada pertemuan dengan para bangsawan. Lalu apa-apaan bercak darah di pakaianmu itu? Apa kau baru saja membunuh orang?!”
Krystal hanya menyeringai, gaunnya memang dipenuhi bercak darah dari orang-orang yang tadi dia bunuh. Krystal tidak peduli lagi bagaimana pandangan orang terhadap dirinya, yang jelas sekarang mereka akan menemui ajal masing-masing. Krystal menolak untuk tinggal lebih lama lagi di dunia ini. Sebelum semakin banyak kehancuran yang merajalela, Krystal pun memilih untuk bertindak dan minggat dari tempat ini sebelum Morgan datang menyerangnya.
__ADS_1
“Fred, berhentilah berpura-pura menjadi Kaisar,” ucap Krystal disertai tatapan mata nan tajam.
Fred tersentak, begitu pula dengan para bangsawan yang mendengarkannya, mereka menyadari bahwa Krystal secara tidak langsung mengatakan kalau Fred bukanlah Kaisar yang sebenarnya dari negeri ini.
“Apa yang kau katakan? Mengapa kau menyuruhku berhenti berpura-pura menjadi Kaisar? Aku ini memang Kaisar, sialan!” bentak Fred diburu emosi.
“Kau adalah Kaisar? Hei, jangan membohongiku lagi. Aku sudah tahu semuanya, aku juga bukanlah anak kandungmu. Kau selama ini berpura-pura menganggapku sebagai anak, aku telah mengetahuinya sejak lama.”
Deg!
Fred terperanjat kaget, suara jantungnya berdetak begitu cepat, dia tidak tahu dari mana Krystal mendapatkan informasi tersebut. Padahal sebelumnya dia telah memastikan bahwa takkan ada orang yang membocorkan masalah ini kepada Krystal.
Para bangsawan heboh mendengar pernyataan Krystal barusan, mereka menganggap Krystal sedang membual. Sebagian dari mereka mempercayai Krystal anak kandung Fred, sedangkan sebagiannya lagi yang merupakan pendukung Krystal percaya apa yang dikatakan Krystal ialah kebenaran. Duke Salvatore beserta Grand Duke Marvelo pun beranggapan sejak awal kalau Krystal bukanlah anak kandung Fred.
“Mau sampai kapan kau berbohong? Kau manusia yang penuh dengan kemunafikan! Aku Krystal Albertine merupakan anak dari Kaisar dan Permaisuri sebelumnya yang kau khianati! Ayah dan Ibuku kau bunuh secara sadis lalu kau meminta pendeta agung untuk memanipulasi ingatan semua orang termasuk aku sendiri! Aku hidup di dalam ingatan palsu, aku melihat jelas kedua orang tuaku mati di tanganmu. Apa kau masih mau menyelak, Fred?!”
Krystal sengaja mengatakannya dengan lantang, dia berkeinginan supaya para bangsawan menaruh keraguan terhadap Fred. Ruang singgasana pun berubah bising, mereka mulai membicarakan Fred, setelah mereka pikir pun Krystal memang tidak punya kemiripan dengan Fred. Akan tetapi, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan, mereka juga menganggap Krystal tengah menyebarkan fitnah demi menjatuhkan kekuasaan Kaisar saat ini.
‘Brengs*k! Dari mana gadis ini tahu tentang semua itu? Bukankah aku telah membereskan segala penghalang dan semua orang yang mengetahui masalah ini? Jika dibiarkan begini maka aku tidak tahu masalah sejenis apa yang menungguku di depan sana,’ batin Fred kebingungan.
__ADS_1
Fred berhasil dipojokkan oleh Krystal, kemudian Marquess Sulivan datang menengahi keributan di tengah ruang singgasana.
“Kalian jangan mau dibodohi oleh wanita rubah itu! Dia hanya ingin menjatuhkan Kaisar. Mana mungkin dia anak kandung dari Kaisar dan Permaisuri sebelumnya, dia dipastikan berhalusinasi akibat terlalu lama mendekam di istana kediamannya sendiri!” seru Marquess Sulivan mendorong para bangsawan untuk berbalik menjatuhkan Krystal.
Kini mata sebagian orang memandang marah Krystal, mereka sungguh mempercayai Marquess Sulivan yang selalu berada di samping Fred. Pria itu membuat darah Krystal mendidih karena selama ini dia mencoba mengendalikan Fred dari belakang. Bahkan segala macam rencana kekaisaran ini pasti berasal dari pemikirannya.
“Haruskah kita bantai mereka sekarang? Aku tidak tahan lagi berurusan dengan mereka lebih lama,” geram Vicenzo.
“Bersabarlah sedikit lagi, aku harus membiarkan semua orang tahu dan membuka mata hati mereka bahwa pemilik tubuh ini adalah orang yang mestinya mereka hormati,” kata Krystal penuh kepercayaan diri.
Suasana ruang singgasana menuai keributan luar biasa akibat perbuatan Krystal, mereka mengatakan Krystal sebagai wanita kurang ajar yang berani secara terang-terangan menginginkan posisi sebagai Kaisar.
“Yang dikatakan oleh Tuan Putri Krystal tidaklah salah!” seru Shuria baru saja tiba di ruang singgasana.
Satu kalimat dari Shuria langsung menggegerkan ruang singgasana, orang-orang itu seketika hening saat Shuria menyerukan pembenaran mengenai perkataan Krystal.
“Aku berani bersumpah! Aku mendengarnya sendiri saat itu Kaisar dan Permaisuri mengatakan dengan jelas bahwa Tuan Putri Krystal merupakan anak kandung dari Kaisar sebelumnya. Beberapa tahun lalu terjadi pemberontakan besar-besaran, pemberontakan itu direncakan oleh Kaisar dan Marquess Sulivan! Mereka meminta pendeta agung untuk memanipulasi ingatan semua orang termasuk ingatan Tuan Putri Krystal. Bahkan kekuatan suci milik Tuan Putri pun juga mereka curi lalu diberikan kepada Tuan Putri Emilia!” ungkap Shuria.
Sungguh mengejutkan sekali, Krystal sangat berterima kasih kepada Shuria datang tepat waktu untuk memecah keributan para bangsawan. Sekarang mereka semuanya dilanda kebingungan hebat seusai mendapat pernyataan dari Shuria.
__ADS_1
“Kalau begitu, bagaimana jika aku biarkan kalian mengingatnya sendiri?”