Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Istana Neraka


__ADS_3

“Ughh… di mana aku?”


Krystal membuka mata, dia mendapati diri di sebuah kamar yang berbeda dari kamar asrama. Kemudian Krystal bangkit dari posisi tidur sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Krystal mengedarkan pandangan ke sekitar sembari mengingat tentang kamar yang tidak asing di ingatannya.


“Apa aku berada di istana neraka?”


Sekitarnya berwarna merah, banyak barang-barang mewah yang terpajang, Krystal tahu kalau saat ini dia tengah berada di istana milik Heros. Kemudian melintas ingatan ketika Krystal nyaris tumbang setelah melawan empat pria berjubah putih lalu Heros tiba-tiba datang, setelah itu dia tidak ingat lagi apa yang terjadi berikutnya.


“Yang Mulia, Anda sudah sadar?”


Pintu masuk kamar terbuka sedikit, dua makhluk berbentuk spirit terbang ke arah tempat tidur Krystal. Sepasang bola mata Krystal melebar saat melihat dua spirit tersebut, ada sebuah kerinduan muncul dari sanubari terdalam. Kedua spirit itu langsung memeluk Krystal, mereka menangis melepas rindu kepada Krystal.


“Astaga, apa kalian sekarang sudah tidak merasa sakit lagi? Apa tubuh kalian sudah pulih? Aku sangat merindukan kalian berdua. Aku sempat khawatir kalian tidak selamat, tapi untungnya Heros mengatakan padaku kalau kalian berangsur pulih dari luka masa lalu,” ungkap Krystal.


“Kami juga merindukan Anda, Yang Mulia. Seharusnya kami berdua yang khawatir karena Anda mengorbankan diri demi menyelamatkan kami,” ujar Cherry, spirit air yang berwujud seperti gadis kecil dengan rambut berwarna biru seperti air.


“Mengapa Anda begitu bodoh? Kami yang mestinya melindungi Anda, tapi mengapa Anda melakukan hal sebaliknya? Hati kami hancur kehilangan jejak Anda, tapi untungnya Heros mengatakan kalau Anda baik-baik saja dan sedang tertidur untuk memulihkan diri,” tutur Bleas, spirit api yang memiliki wujud bak pria kecil bersurai merah.

__ADS_1


Cherry dan Bleas merupakan dua spirit yang senantiasa berada di sisi Krystal setiap waktunya, mereka dulu selalu bersama-sama, namun karena ada beberapa hal yang terjadi, mereka harus terpisah selama 4000 tahun lamanya dan memulihkan diri masing-masing dari luka masa lalu yang mereka derita.


“Aku tidak bisa membiarkan kalian mati, kalian berdua berharga untukku. Selama ini, hanya kalian yang berada di sampingku, kalian membantuku melakukan banyak hal, itulah mengapa aku menyelamatkan hidup kalian berdua. Sekarang aku sudah baik-baik saja, jadi kalian jangan me—”


“BOHONG!” sergah Cherry, “Anda bohong, Anda sedang tidak baik-baik saja. Saya sudah memeriksa jiwa Anda, nyatanya kekuatan Anda berkurang drastis dari sebelumnya. Memulihkan diri apanya? Tubuh Anda tidak kunjung membaik meski 4000 tahun menidurkan diri. Yang Mulia, jawab dengan jujur, apa itu sakit? Apa rasanya sangat sakit?” Cherry menangis sejadi-jadinya kala itu, Bleas berada di samping Cherry juga turut meneteskan air mata.


“Aku tidak apa-apa, sungguh. Kekuatanku memang berkurang drastis, aku tidak lagi sanggup menggunakan kekuatanku seperti dulu. Aku jauh lebih lemah sekarang, tapi aku tidak mau mengeluh soal itu. Aku masih bisa berusaha dengan kekuatanku yang tidak seberapa ini, kalian kan tahu seberapa kuatnya aku menerjang lawan di medan perang.” Krystal mencoba meyakinkan mereka untuk tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tubuhnya yang kian parah hari demi hari.


“Jangan berbohong… jangan bohongi kami, Yang Mulia. Mau sampai kapan Anda akan terus seperti ini? Dari dulu Anda selalu memperlihatkan senyum palsu itu di hadapan kami, padahal Anda tidak baik-baik saja, padahal Anda kesakitan setiap waktu. Kenapa… kenapa Anda selalu menyembunyikan luka di balik hati Anda? Kami hanya ingin Anda bahagia, kami tidak ingin Anda menderita.” Bleas mencurahkan isi hatinya tentang Krystal, rasa sakit mereka rasakan ketika Krystal terus tersenyum kepada mereka.


“Anda sering muntah darah kan akhir-akhir ini? Anda tidak dapat menggunakan kekuatan secara berlebihan bukan? Saya sudah memeriksa dengan detail semuanya, Anda tidak perlu lagi berbohong, Yang Mulia. Namun, mengapa Anda memaksakan diri untuk membantu gadis itu membalaskan dendam? Dia hanya seorang manusia, kenapa Anda mau berkorban sampai sebegitunya? Tolong katakan sejujurnya,” ucap Cherry panjang lebar.


Cherry dan Bleas merasa berat hati untuk mengizinkan dewi yang mereka sayangi untuk terlibat jauh di dalam balas dendam si pemilik tubuh.


“Cherry, apa kau bisa menyembuhkan tubuhku?” tanya Krystal tiba-tiba.


“Tidak, Yang Mulia. Anda tahu sendiri kalau penyembuhan bukanlah keahlian saya, tapi kalau menekan rasa sakitnya, saya bisa melakukannya,” jawab Cherry berekspresi sendu.

__ADS_1


“Oke, itu sudah cukup karena umurku mungkin tidak akan lama lagi.” Krystal tersenyum pahit, dia selalu berfirasat kalau tidak akan ada masa depan yang panjang untuk dirinya.


“Apa yang kau katakan?” tanya Heros yang kala itu kebetulan masuk ke kamar, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Krystal perihal umurnya. Lalu Heros bergegas mendekat ke arah Krystal, dia meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja.


“Dewi! Apa maksudmu berkata seperti itu? Katakan maksudmu… kau hanya bercanda kan? Cepat jawab!” desak Heros.


Krystal menunduk wajahnya seraya menautkan jemarinya, sebenarnya dia enggan untuk memberitahu Heros. Cherry dan Bleas juga ingin mengetahui maksud sesungguhnya Krystal berbicara seperti itu.


“Sejak awal tujuanku hanyalah menciptakan dunia yang nyaman untuk kalian tinggali, aku tidak punya tujuan selain itu. Namun, tujuanku rasanya terlalu susah untuk diraih, aku semakin rapuh dari hari ke hari. Kekuatanku kian melemah, rasanya maut akan segera menghampiriku setelah balas dendam ini berakhir, tapi aku masih berusaha menciptakan dunia yang nyaman sebelum aku mati. Jangan khawatir, waktuku masih panjang.”


Heros menggigit bibir bawahnya, rahangnya mengeras menahan luka akibat perkataan sahabatnya. Heros menginginkan kebahagiaan untuk Krystal, tapi hingga kini dia tidak dapat melakukan apa-apa demi Krystal. Selama ini dia membiarkan Krystal berjuang mati-matian sendiri, hingga Krystal berada di penghujung kehidupannya, dia masih belum bisa melakukan apa pun.


Heros menggenggam kedua tangan Krystal, dia melihat ketenangan di pelupuh mata Krystal, tidak ada bulir air mata bergulir di pipinya. Heros baru menyadari kalau selama ini dia tidak pernah melihat Krystal menangis, mau seberat apa pun masalahnya, dia hanya tersenyum di kala kesulitan menghampiri.


“Tolong bertahanlah lebih lama lagi, aku akan membantumu membangun dunia yang kau sebut itu. Aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian, maka dari itu tolong jangan menyerah. Aku tahu hidupmu berat selama ini, aku akan membantumu sampai akhir, jangan tinggalkan aku dulu. Aku mohon…” Heros menangis ketika itu, Krystal baru pertama kalinya menyaksikan Heros menangis sebab Heros dikenal sebagai raja neraka paling kejam, dia memantangi diri untuk menangis, tapi hari ini terlihat berbeda dari biasanya.


“Aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan tetap berjuang meski aku terus rapuh setiap waktunya,” balas Krystal sambil mengelus puncak kepala Heros.

__ADS_1


“Ya, kau harus melakukan itu, kau harus berjuang lebih lama lagi, walaupun dunia kejam terhadapmu tapi aku akan selalu setia mendampingimu karena aku mencintaimu… karena aku mencintaimu Krystalia.”


__ADS_2