Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Obsesi Killian


__ADS_3

Killian refleks mendaratkan tamparan cukup kuat di pipi Krystal hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah. Krystal terdiam, tangan kanannya yang bertumpu pada lantai terkepal kuat, kekerasan fisik yang sudah lama tidak dia terima dari Killian hari ini dirasakan kembali. Luka lama di hati Krystal menganga lalu perlahan mengoyak seluruh perasaannya. Padahal dia ingin melupakan kenangan buruk tersebut, namun Killian secara sengaja datang dan mengais lagi perasaan yang tertutupi.


Killian panik seketika sadar dengan apa yang dia lakukan kepada wanita yang telah lama ia cintai. Killian kehilangan kata-kata sekaligus merasa linglung menyaksikan darah di sudut bibir Krystal menetes di atas ubin putih.


“Ahh maafkan aku sayang, aku tidak sengaja. Tolong maafkan aku, apakah itu sakit?” Killian cemas dan hendak meraba pipi Krystal, tapi dengan sigap Krystal langsung menampik tangan Killian yang berniat menyentuhnya.


“Jangan pernah sentuh tubuhku menggunakan tangan kotormu itu! Aku tidak menyesal telah menempatkan rasa benci pada dirimu.” Sepasang netra Krystal memandang dingin dan tajam ke arah Killian, tidak ada perasaan cinta lagi di hati Krystal untuk Killian.


Perasaan Killian bak disambar oleh petir di dini hari nan hening, tatapan Krystal kepadanya semakin dingin dan seakan Krystal secara tegas menyatakan dinding pembatas untuk dirinya masuk semakin curam dan tinggi. Killian sungguh tidak punya kesempatan lagi untuk membawa Krystal bersamanya ke Kekaisaran Langit. Namun, sayangnya Killian tidak menyadari isyarat tatapan dari Krystal itu secara menyeluruh. Kini Killian menganggap bahwa Krystal sepenuhnya telah dipengaruhi oleh pria lain.


“Kau pasti seperti ini gara-gara selirmu itu kan? Kau tidak pernah menatapku sedingin ini sebelumnya. Kau itu milikku! Aku tidak akan membiarkan pria lain selain aku menyentuhmu! Apa salahnya menjadi yang kedua? Apa harga dirimu memang semahal itu sampai kau tidak rela dijadikan yang kedua? Ahh sial! Kau harus aku beri pelajaran.”


Amarah Killian meledak, dia menarik tangan Krystal secara paksa, cekalan tangan Killian begitu kuat dan penuh dengan aura kebencian serta aura membunuh. Saat ini Killian hanya ingin mendominasi Krystal untuk terus berada di sampingnya. Obsesi Killian terhadap Krystal sudah berada di luar batas pengendalian.


“Kau gila ya?! Lepaskan tanganku, baj*ngan! Aku tidak mencintaimu lagi, jadi cepat lepaskan tanganku!” ronta Krystal, tapi tidak digubris oleh Killian.


Tiba-tiba saja terdengar suara derap kaki yang berlari mengarah kepada Krystal dan Killian, suara langkah yang ramai dan saling bersahutan.


“YANG MULIA!”


“KRYSTAL!”


Ketujuh selir Krystal bergegas datang setelah Julian tak sengaja mendengar keributan antara Krystal dan Killian. Julian melaporkan hal tersebut ke selir yang lain, mereka pun akhirnya bergegas untuk menghampiri Krystal memastikan situasi yang terjadi saat ini.

__ADS_1


“Yang Mulia, apa yang terjadi di sini? Lalu pria it—”


“Tunggu! Kalian jangan mendekat,” cegat Heros dan Vicenzo, mereka melarang kelima selir lainnya untuk mendekati Krystal.


“Kenapa kalian melarang kami untuk mendekati Yang Mulia? Apa kalian tidak bisa melihat Yang Mulia saat ini kesakitan?” marah Austin.


“Aku tahu kalian mengkhawatirkan Krystal, tapi pria yang bersama Krystal saat ini bukanlah pria biasa. Pria itu adalah Killian – Kaisar Langit!” tegas Vicenzo serius.


Heros dan Vicenzo terlihat waspada, keringat dingin bercucuran di kening keduanya, berulang kali mereka menelan saliva karena saking mewaspadai keberadaan Killian yang mendadak muncul di istana.


“Lama tidak berjumpa, Heros dan Vicenzo, lalu…,” Killian mengedarkan pandangannya ke seluruh selir Krystal, kemudian raut wajah Killian menjadi lebih menyeramkan, “Aku tidak menyangka kalian akan berkumpul lagi,” lanjut Killian berkata.


“Apa yang kau lakukan di sini, Killian?! Aku tidak akan pernah membiarkanmu membawa Krystal ke Kekaisaran Langit!” ucap Heros.


“Yang Mulia, lekas kemari!” Krystal berlari dan menghambur ke pelukan Austin.


Killian bertambah murka, “SIALAN! SEKARANG KAU SEMAKIN BERANI MELAWANKU YA, KRYSTALIA!”


Praaangggg


Seluruh kaca jendela yang berada di sekitar mereka berderai hancur akibat amukan dan aura gelap dari Killian. Krystal berada di dalam pelukan Austin, dia dilindungi oleh para selir dari pecahan kaca yang melenting ke mana-mana.


“Lepaskan aku, Austin. Tidak apa-apa, biar aku yang menangani pria ini,” tutur Krystal dengan tangan yang masih gemetar.

__ADS_1


“Tapi, Yang Mulia—”


“Percayakan saja padaku,” ucap Krystal meyakinkan mereka.


“Baiklah.”


Krystal langsung menempatkan diri di depan para selir, dia tidak ingin Killian menyakiti orang selain dirinya. Krystal menarik napas sembari menenangkan tubuh yang gemetar, perasaan takutnya perlahan bisa dia singkirkan sejenak.


“Killian! Aku telah mengatakan padamu berkali-kali, sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali mencintaimu. Rasa sakit akan pengkhianatan yang kau torehkan padaku, tidak akan pernah terhapus dan selalu membekas di hatiku. Aku tidak akan menjadi selirmu, sebab aku sudah punya pria-pria yang mencintaiku dengan tulus. Dengan kata lain, aku tidak butuh cinta darimu lagi.”


Pernyataan dari Krystal memancing amarah yang lebih besar di diri Killian, “Hahaha, aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal yang sama lagi. Aku tidak akan pernah menyerahkanmu kepada siapa pun, aku tidak mau merelakanmu bersama pria mana pun. Aku akan terus mengejarmu, menjadikanmu milikku. Tidak peduli apa katamu, tapi aku sungguh butuh dirimu, Krystal.”


Obsesi Killian benar-benar tidak dapat diselamatkan, para selir merasa ngeri dengan obsesi Killian. Begitu pula dengan Krystal yang sudah muak akan perasaan Killian yang mengganggu dirinya selama ini.


“Kalau kau berkata demikian, kami juga tidak akan membiarkanmu membawa Yang Mulia. Selama kami masih ada di sini, Yang Mulia akan terus menjadi milik kami,” sela Julian.


“Benar yang dikatakan Julian, selama kami masih ada dan masih bernapas, kami akan melindungi Yang Mulia dari obsesi bodohmu itu,” timpal Ash seraya merangkul Krystal.


Killian terkekeh geli, dia menertawakan para selir yang berusaha melindungi Krystal dengan taruhan nyawa. Suara tawa Killian membuat mereka geram, sampai akhirnya Killian mengatakan sesuatu yang berhasil menusuk sanubari Krystal.


“Kalian tidak akan pernah bisa menghalangiku, wanita ini pernah menjadi bodoh karena mencintaiku bahkan rela dijadikan sebagai penjahat yang telah membunuh para dewa agung. Apa kalian tahu? Hanya aku yang bisa menerima iblis ini. Benar, daripada seorang dewi, wanita jal*ng ini lebih tepat dipanggil sebagai iblis berdarah dingin.”


“HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU!” teriak Lucio marah, “Aku tidak pernah peduli tentang apa yang telah dilakukan oleh Yang Mulia di masa lalu. Bagiku, Yang Mulia adalah orang pertama yang tulus menerima keberadaanku, dan kau jangan pernah berkata seolah tidak akan ada pria selain dirimu menerima eksistensi Yang Mulia,” ucap Lucio kemudian.

__ADS_1


“Kalian semua memang tidak pernah berubah ya, apabila kalian mengetahui sesuatu tentang apa yang pernah dilakukan oleh wanita ini kepada kalian 4000 tahun lalu, mungkin pandangan kalian akan berubah. Aku sungguh terkejut, rupanya lima selir lainnya adalah pria yang sama dengan 4000 tahun lalu.”


__ADS_2