Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Terlukanya Heros


__ADS_3

“Baj*ngan! Beraninya kau mengacau di istanaku!”


Tampak saat ini Heros tengah terbakar emosi, dadanya kembang kempis berhadapan dengan seorang pria bersayap hitam. Pria itu membawa sebilah pedang panjang berbentuk bulan sabit, Heros kewalahan menghadapi pria tersebut. Terlihat kondisi sekitar istana neraka sangat kacau, mayat-mayat pelayan istana bergelimpangan, dan istana megah milik Heros roboh hingga tak bersisa.


“Ini adalah peringatan untukmu, apa kau pikir kami tidak tahu kalau kau menaruh mata-mata di Kekaisaran Langit? Seluruh dewa murka kepada kau, terlebih lagi Kaisar Langit yang baru mengetahui bahwa kau terlibat di dalam haremnya wanita itu. Betapa mengerikannya menyaksikan kemarahan Kaisar Langit,” ujar pria itu.


Heros menyeringai di sela keadaan tubuhnya yang cedera parah, luka-luka di tubuhnya tercipta dari pedang bulan sabit milik pria itu. Darah merah segar menetes berjatuhan ke atas permukaan tanah, tidak ada lagi yang tersisa di diri Heros selain tatapan mata yang tak gentar dan tidak mengenal takut meski yang berada di depannya kini adalah dewa kematian.


“Krystalia memilihku sebagai selirnya, apa masalah kalian? Kau juga dewa kematian yang baru dipilih setelah Krystalia resmi menanggalkan posisinya sebagai dewi kematian. Jadi, kau jangan sombong! Tidak ada dewi kematian yang lebih kuat dari Krystalia,” balas Heros.


Di tangan kanan Heros dia memegang senjata pamungkasnya yakni cambukan yang dialiri api panasnya neraka.


“Kurang ajar! Lancang sekali kau membandingkanku dengan wanita rendahan itu. Dia hanya sedikit beruntung Kaisar Langit sangat terobsesi padanya, itulah mengapa dia masih hidup sampai sekarang. Jika 4000 tahun lalu Kaisar Langit memberi perintah lanjutan untuk membunuh Krystalia kepada seluruh dewa, percayalah dia tidak akan bisa menikmati hidupnya sampai saat ini.” Pria itu jengkel mendengar Heros membanggakan Krystal di hadapannya.


“Oh begitu kah? Malang sekali Kaisar Langit walau sudah lama mengejar Krystalia, tapi malah aku yang mendapatkannya lebih dulu. Asal kau tahu, Krystalia tidak selemah apa yang kau pikirkan, dia lebih kuat daripada Kaisar Langit! Aku menyaksikan semua itu, karena akulah satu-satunya orang yang berada di sampingnya selalu,” tegas Heros tersengal-sengal.


“Kau berada di sampingnya selalu? Kalau begitu, ke mana kau ketika Krystalia diserang oleh para dewa 4000 tahun lalu? Kau dibiarkan oleh Kaisar Langit hidup sampai sekarang karena kau tidak dianggap sebagai ancaman ditambah neraka masih membutuhkanmu. Namun, sekarang keadaannya telah berbeda, kau bukan lagi Raja Neraka sebab Kaisar Langit telah mendapatkan pengganti yang lebih baik!”


Heros menunduk dalam-dalam, tangannya terkepal erat, rahangnya menegang menahan marah. Heros bukan tidak menerima kenyataan bahwa saat ini dia bukan lagi Raja Neraka, melainkan dia memikirkan nasib Krystal selama ini. Kepala Heros dipenuhi oleh bayangan Krystal yang selalu tersenyum kepadanya, mengatakan bahwa dia baik-baik saja padahal nyatanya hati Krystal itu lebih rapuh dari yang dia kira.


‘4000 tahun lalu aku ke mana? Tentu saja aku berada di dekat Krystalia, namun dia malah mendorongku untuk tidak ikut campur. Dia gadis yang aku cintai selama ini, tapi di masa sulit 4000 tahun lalu aku tidak bisa membantunya sama sekali. Entah sampai kapan masalah ini akan terus berlanjut, aku tidak tahu itu tapi aku ingin terus berada di sampingnya meskipun nyawaku menjadi taruhannya.’

__ADS_1


Heros mengangkat wajahnya dan mendongak kembali ke arah pria itu, luka berat yang dia dapatkan hari ini menjadi saksi pembuktian cinta Heros kepada Krystal.


“Aku tidak butuh posisi Raja Neraka, ambil saja jika kalian mau, tapi apabila masalahnya menyangkut tentang Krystalia, aku tidak akan membiarkan kalian. Aku hanya butuh Krystalia mengisi hidupku, aku tidak butuh dewa apalagi Kaisar Langit!” tekan Heros sembari menghentakkan cambuknya.


“Hahaha angkuh sekali kau! Aku akan memberimu kesempatan sekali lagi, apa kau mau mengikuti perintah Kekaisaran Langit dan bekerja di bawahnya atau kau tetap bersikeras untuk terus bersama wanita itu?” tanya pria tersebut memberi pilihan kepada Heros.


“Tentu saja aku akan memilih Krystalia, aku hanya akan mengikuti perintahnya. Apa saja yang diperintahkan Krystalia, aku akan menurutinya sekali pun aku harus mati,” kukuh Heros.


“Baiklah, kalau begitu aku tidak bisa membiarkanmu terus hidup!”


...***...


Pada waktu yang bersamaan, kala ini Krystal berada di taman istana dan berkumpul bersama enam selirnya. Sedari tadi malam Krystal tidak tidur sama sekali, dia berpikir keras tentang pertemuannya dengan Erlena. Walaupun sekujur badannya pegal dan penat, sama sekali tidak dia hiraukan. Satu-satunya yang ada di pikiran Krystal hanyalah mengenai bagaimana cara dia membuka ingatannya yang terkunci.


“Yang Mulia?” panggil Julian lembut, tapi tidak disahut oleh Krystal.


“KRYSTAL!” seru Vicenzo menaikkan nada suaranya.


Krystal tersentak mendengar suara Vicenzo yang memanggilnya, dia akhirnya tersadar dari lamunannya yang membuat dia tenggelam.


“Astaga, ada apa? Suaramu membuatku kaget,” ujar Krystal.

__ADS_1


“Anda sejak tadi melamun, apa ada yang menganggu pikiran Anda?” tanya Shion diangguki yang lain.


“Ada, sedikit. Oh iya, Cherry dan juga Bleas, kalian berdua tidak perlu lagi mencari tahu tentang identitas Ibunya Krystal karena aku sudah tahu siapa Ibu Krystal sebenarnya,” tutur Krystal.


“Benarkah? Siapa Ibunya?” tanya Vicenzo penasaran.


Krystal menghela napas dan mengedarkan pandangan ke arah seluruh selirnya, “Ibu Krystal seorang malaikat surgawi,” jawab Krystal.


Vicenzo nampak syok, begitu pula para selir lainnya juga ikutan syok.


“Jadi, identitas Ibunya malaikat surgawi? Kenapa Anda bisa mengetahuinya, Yang Mulia? Bukankah keberadaan malaikat surgawi sudah lama menghilang?” Bleas bertanya.


Kemudian Krystal menceritakan kepada mereka bagaimana dia bertemu dengan Erlena, mereka semua tercengang saat mengetahui fakta yang sebenarnya.


“Itulah yang aku pikirkan sekarang, Erlena mengatakan bahwa ada sebagian ingatanku yang terkunci dan sekarang aku mencari tahu cara agar ingatan itu terbuka. Masalah ini bukan masalah sederhana, kematian tujuh malaikat surgawi di tangan para dewa hingga Ibuku terpaksa melempar Erlena jauh ke masa depan. Apa yang sebenarnya


terjadi di 7000 tahun lalu? Dan juga siapa orang tuaku? Aku tidak bisa mengingatnya.”


Krystal mengacak-acak frustasi rambutnya, mau berapa kali pun dia berpikir, tetap saja dia tidak menemukan jawabannya. Krystal merasa percuma saja kalau dia tetap berdiam diri, tidak akan ada hasil yang didapatkan.


“Ya sudah! Aku berkeliling dunia saja!” putus Krystal langsung bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Namun, ketika dia hendak beranjak pergi, Heros yang terluka parah dan tidak sadarkan diri, tiba-tiba muncul di depannya. Heros terjatuh tepat ke dalam pelukan Krystal, darahnya mengucur deras  mengenai seluruh pakaian mewah miliknya.


“HEROS! Apa yang terjadi padamu?”


__ADS_2