Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Cerberus


__ADS_3

Krystal berlari dan terus berlari menyusuri setiap ruang serta lorong yang tak ada habisnya. Satu persatu orang bermunculan menghadang jalannya, namun ia dengan mudah mengatasi semua itu. Di belakang punggungnya ada Eneas dan Fernando mengejarnya, mereka melayangkan berbagai jenis sihir kepada Krystal, tapi sihir mereka dipatahkan dengan mudah.


“Sial! Gadis itu bukan lawan yang mudah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Kak?” tanya Fernando kepada Eneas.


“Kita tidak boleh membiarkannya menemui Julian. Tidak ada cara lain lagi, kita lepaskan saja segel cerberus,” ujar Eneas.


“Apa? Jangan bercanda, Kak! Kita susah susah payah menyegelnya, tapi kenapa harus dilepaskan lagi? Apa kau tidak ingat dengan yang dilakukan cerberus sebelumnya? Hutan bagian utara dibabat habis olehnya, kalau kita melepaskannya kemungkinan hal yang sama terjadi lagi di sini.” Fernando tidak menyetujui usulan Eneas, ketakutan akan kehancuran yang didatangkan oleh cerberus masih menghantui kepalanya.


“Lalu apa kau punya saran lain?” tanya Eneas dibalas dengan gelengan oleh Fernando, “Makanya kita lepaskan saja, wanita ini jauh lebih merepotkan dari cerberus itu sendiri.”


“Baiklah, aku akan mengikuti saran Kakak.”


Kemudian Eneas mengeluarkan kotak kecil tempat mereka menyegel cerberus, kotak itu lalu dilempar jauh ke hadapan Krystal. Tiba-tiba kunci segel kotak tersebut terbuka lebar, cerberus yang berwujud anj*ng berkepala tiga pun muncul menghalangi langkah Krystal. Cerberus memamerkan taring runcing nan tajam, air liurnya tak berhenti menetes, dia telah lama tersegel dan mengidamkan keluar dari kotak segelan.


Melihat cerberus berada di depan mata, Krystal tidak takut sama sekali, melainkan dia merasa familiar dengan cerberus yang berukuran cukup besar itu. Krystal menjeda sejenak langkah kakinya, cerberus berbulu hitam legam itu membuat Krystal mengingat sesuatu. Seingat Krystal, cerberus adalah anj*ng penjaga pintu neraka, dia sudah sangat lama tidak pernah melihat cerberus lagi, lalu hari ini dia bertemu cerberus secara kebetulan di istana Midland.


“Mati kau! Kau tidak akan bisa menghadapi cerberus,” kata Fernando dengan angkuh.


Krystal menghembuskan napas panjang, cerberus juga bersiap untuk menerkam dirinya, tapi Krystal menatap lurus ke arah cerberus.


“Cerberus! Kenapa kalian bisa berada di sini? Bukankah Heros memerintahkan kalian untuk menjaga pintu neraka?”

__ADS_1


Anj*ng berkepala tiga itu saling bertukar pandang, mereka mencoba mengingat siapa wanita yang berada di depannya kini.


“Astaga, apa kalian melupakanku? Aku Krystalia – dewi kematian yang dulu sering bermain bersama kalian. Setelah aku mengatakan namaku, apa kalian masih tidak mengingatku?”


Ekspresi cerberus yang menyeramkan seketika berubah girang, mereka sekarang terlihat seperti anj*ng pada umumnya. Cerberus mulai mengingat Krystal, mereka sering sekali bermain dengan Krystal dulunya saat di neraka. Kemudian hari ini mereka bisa bertemu Krystal secara tidak sengaja, tak ada lagi niat membunuh dari diri cerberus tersebut.


“Kenapa sepertinya cerberus menjadi jinak di hadapan wanita itu? Bahkan dia tidak menampakkan ekspresi menyeramkan lagi,” gumam Eneas terperangah kaget.


Cerberus merendahkan kepala mereka di depan Krystal, satu persatu kepalanya dielus lembut oleh Krystal.


“Mengapa kalian bisa terperangkap di sini? Apa kalian lupa jalan pulang saat pamit pergi jalan-jalan kepada Heros?” tanya Krystal, cerberus telah menghilang sangat lama, keberadaan mereka telah dicari oleh Heros, tapi tidak ditemukan jejak cerberus di mana-mana.


“Aku paham apa yang kalian alami selama ini, pasti berat sekali berada di tempat yang tidak biasa seperti ini. Nanti aku akan memulangkan kalian, tapi aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku. Bisakah kalian mengurus mereka berdua? Mereka menghalangiku untuk menyelamatkan seseorang. Jangan khawatir, Heros juga berada di sini, jadi kalian bisa bertemu dengan Heros setelah ini,” pinta Krystal.


Cerberus menganggukkan kepala, mereka mengarahkan pandangan menerkam kepada Eneas dan Fernando.


“Sepertinya aku punya firasat tidak baik soal ini, lebih baik kita kabur saja dari sini.” Keduanya berlari menjauh, cerberus segera mengejar mereka untuk diberi pelajaran.


Krystal terkikik menyaksikan mereka dikejar-kejar oleh cerberus, tanpa berlama-lama lagi, Krystal pun melanjutkan kembali jalannya. Semakin mendekati lorong, Krystal bisa merasakan pancaran kekuatan Julian, namun kekuatannya secara perlahan meredup. Krystal dilanda kepanikan hebat sesaat itu, sebuah perasaan khawatir memuncak di dalam diri, akhirnya Krystal terpaksa mempercepat langkah kakinya.


Hingga Krystal tiba di ujung jalan buntu yang di depannya hanya berbatas tembok besar, seketika Krystal kehilangan akal karena tidak ada jalan lain di sana, sedangkan setiap sudut istana ini sudah ditelusuri oleh Krystal, tapi tidak dia temukan keberadaan Julian di ruang yang telah ia periksa. Setelah itu, manik violet Krystal tanpa sengaja memusatkan fokus ke arah tombol rahasia di pojok dinding, ia mendekat dan mencoba memencet tombol itu. Dinding di depannya bergeser ke samping dan memperlihatkan sebuah pintu menuju ruang yang sangat gelap.

__ADS_1


“AAGGHHHH!”


Krystal mendengar suara jeritan Julian berasal dari ruang itu, lekas saja dia masuk ke dalam ruang tersembunyi tersebut. Krystal terhenti di ambang pintu begitu menyaksikan seorang wanita yang tidak lain adalah Ibu Julian sendiri tengah mencambuk punggung Julian. Kesadaran Julian nyaris tak bersisa lagi, darah segar menetes di sela luka yang ternganga, betapa pedihnya hati Krystal menyaksikan Julian yang disiksa tanpa ampun.


Kedua tangan dan leher Julian diikat menggunakan alat pengekang, beberapa orang ksatria dan penyihir berada di ruang yang hanya diterangi oleh cahaya lilin itu. Tidak ada seorang pun yang menaruh kasihan atau mencoba menghentikan Zeta yang menyiksa putranya sendiri.


“Inilah akibatnya kalau kau berani melawan! Aku tidak akan mengampunimu sampai kau menarik semua perkataanmu tentang wanita yang kau cintai itu!” ujar Zena murka.


“HENTIKAN! JANGAN KAU AYUNKAN LAGI CAMBUKAN BUSUK ITU KE TUBUH JULIAN!” teriak Krystal berlari masuk menghampiri tubuh lemah Julian.


Semua pandangan mengarah pada datangnya suara Krystal, Zeta terkesiap oleh kedatangan Krystal. Samar-samar Julian mendengar suara Krystal, tapi sayangnya dia tak bisa membuka mata dan melihat Krystal lebih jelas lagi.


“Kenapa kau ada di sini? Apa kau datang menjemput Julian?” tanya Zeta.


“Tentu saja, aku mau menjemput selir kesayanganku kemari, tapi apa-apaan yang aku lihat sekarang ini? Beraninya kau menyiksanya! Walaupun kau Ibunya Julian, tetap saja perbuatanmu ini tidak bisa ditoleransi!”


“Kau itu hanya orang luar, jadi kau tidak berhak ikut campur dengan masalah ini, lebih baik kau pulang sekarang sebelum ak—"


PLAAKKK


Tamparan kuat mendarat ke pipi Zeta, tak terbendung lagi kemarahan yang dirasakan oleh Krystal kala itu. Dia membenci siapa pun yang berani menyakiti orang yang dia sayang, apa saja akan dia lakukan untuk membebaskan selirnya dari jeratan penderitaan.

__ADS_1


__ADS_2