Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Amarah Krystal


__ADS_3

Kedua mata Krystal membulat sempurna, tatapannya nanar dan penuh tanda tanya, Killian menyeringai ketika Krystal mulai linglung.


“Mereka tidak ada hubungannya dengan masalah 4000 tahun lalu! Kau jangan berbicara omong kosong. Aku baru mengenal mereka di tempat ini,” sangkal Krystal dengan tegas.


Kemudian Killian dengan cekatan menarik Krystal menjauh dari para selir, Killian menyunggingkan senyumnya sambil berbisik, “Tentu saja kau tidak ingat, kau menghapus ingatanmu atau pun ingatan lima selir itu sebelum kau membunuh mereka. Sekarang coba kau pikirkan, bila mereka mengingat kenangan buruk yang kau torehkan kepada mereka, apa mungkin mereka akan tetap bersamamu? Atau mungkin saja mereka akan meninggalkanmu.”


Tubuh Krystal membeku seketika, rasa sesak di dada perlahan melemaskan sekujur badan. Saat ini Krystal merasakan hatinya sakit seolah dirajam oleh ribuan jarum, ekspresi lemah dari Krystal membuat Killian berbangga diri karena berhasil mendorong perasaan Krystal menjadi berantakan. Heros dan Vicenzo menyadari ada yang aneh dari reaksi Krystal, keduanya langsung maju menarik Krystal untuk menjauh dari Killian.


“Apa yang sudah kau katakan kepada Kystal?!” tanya Heros penuh emosi.


“Tidak ada, aku hanya membantunya mengingat kenangan yang menyakitkan, benar kan sayangku?” ucap Killian seraya tersenyum tanpa dosa.


“Bohong,” ujar Krystal, “KAU BOHONG KAN?! MANA MUNGKIN ADA KISAH SEPERTI ITU! JANGAN MEMBUATKU SEMAKIN MUAK MENGHADAPIMU!” amuk Krystal menggebu-gebu.


Akhirnya, emosi Krystal meledak, semua orang di sana terperanjat kaget oleh teriakan Krystal. Killian mematung menyaksikan kemarahan Krystal tidak seperti biasanya, mata merah ruby menyala-nyala di sela pupil violet. Selepas itu, tangan Krystal meraih kerah baju Killian, kini Krystal benar-benar kehilangan kendalinya.


“Jangan coba-coba membohongiku dengan hal yang tidak masuk akal, aku bisa saja membunuhmu nanti. Walau kekuatanku sudah diambil sebagian oleh para dewa sialan seperti kalian, tapi aku tidak akan pernah kalah dalam hal apa pun,” tekan Krystal dengan tatapan tajam dan dingin, lalu mendorong tubuh Killian dengan kasar.


Krystal membalikkan badan bersiap meninggalkan Killian, tapi sekali lagi Killian menghentikan langkahnya, “Krystal! Apa yang kau katakan? Kekuatanmu diambil sebagian? Siapa yang melakukannya padamu?!” cecar Killian tampak terkejut.


“Berhentilah berpura-pura tidak tahu, lalu lepaskan tanganmu dariku sebelum aku membuat tubuhmu hancur,” gertak Krystal diselimuti aura dingin.


Killian menghela napas, dia melepaskan genggaman tangannya, “Krystal, cepat atau lambat seluruh selirmu kecuali Heros dan Vicenzo, akan mengetahui apa yang sudah kau lakukan pada mereka 4000 tahun lalu. Aku telah mengembalikan ingatan mereka yang terhapus, nanti mereka akan mengingatnya secara perlahan. Sampai jumpa nanti sayangku, aku harap mereka tidak akan meninggalkanmu usai mengetahui kebenarannya.”

__ADS_1


Killian menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap, Krystal terduduk lemas dan tak berdaya. Kelopak mata Krystal berubah sayu, saat ini dia sungguh masuk ke dalam kekacauan hati, kemunculan Killian menjadi petaka bagi hidupnya.


‘Maksudnya apa? Aku dulu pernah bertemu mereka berlima? Apa yang dikatakan Killian? Aku tidak mengerti, tapi mengapa rasanya aku bertambah gelisah? Perasaanku tersayat, kacau, dan kini aku kehilangan arah tujuan. Killian, pria itu tidak pernah berhenti menghancurkan diriku.’


Krystal tertunduk dan termangu memikirkan masalahnya yang bertambah rumit, sementara itu para selir mengelilingi Krystal karena mengkhawatirkan Krystal yang terlihat rapuh.


“Yang Mulia, Anda baik-baik saja? Apa ada yang terluka?” tanya Shion cemas.


“Tidak, aku tidak terluka,” dalih Krystal mencoba berbohong padahal tangannya masih gemetar, sudut bibirnya terluka cukup parah, dan pergelangan tangan Krystal menjadi memar akibat genggaman Killian yang kuat.


“Anda jangan berbohong, Yang Mulia. Kami tahu Anda terluka, jangan berpura-pura terlihat—”


Krystal tidak kuasa menahan badannya untuk tidak tumbang, namun pada akhirnya Krystal tidak lagi kuat menahan dan berakhir pingsan di hadapan para selir. Tanpa berlama-lama, mereka membopong Krystal ke kamar. Tidak lupa pula mereka memanggilkan dokter dari keluarga Duke Salvatore, sebab saat ini tidak ada dokter yang dapat dipercaya selain dokter pribadi keluarga Duke Salvatore.


“Bagaimana keadaan Yang Mulia? Apakah beliau baik-baik saja?” tanya Julian khawatir.


“Tadi ada masalah kecil, tapi kini masalahnya sudah dibereskan, tapi keadaannya tidak parah kan?” jawab Vicenzo sembari bertanya.


“Tidak parah, Yang Mulia Putri hanya butuh istirahat selama beberapa hari, saya akan meresepkan beberapa obat. Tolong pastikan Yang Mulia meminum obat ini secara teratur,” tutur dokter tersebut sambil menuliskan resep obat.


“Baiklah, terima kasih.”


Sedangkan kala itu, di alam bawah sadarnya, Krystal mendapatkan beberapa mimpi buruk yang mengganggu kesadarannya. Krystal melihat pemandangan tak biasa, di mana dia melihat kehancuran Kerajaan Ezoria yang pernah dia pimpin dulu. Suara ledakan serta kebakaran terjadi di mana-mana, banyak orang yang berlarian ke sana kemari mencari pertolongan, halilintar menyambar di angkasa dan menyambar pemukiman warga. Saat itu, ada seorang wanita berdiri di dalam api yang berkobar hebat, wanita itu merupakan dirinya sendiri.

__ADS_1


Krystal menggenggam sebilah pedang tajam, di seberang penglihatan berdiri seorang pria yang rupa wajahnya tidak dapat ia saksikan dengan lebih jelas.


“Yang Mulia, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda akan membunuh saya? Tolong jangan lakukan ini, saya mohon kepada Anda.” Pria itu bersujud memohon pengampunan nyawa di bawah kaki Krystal, tapi bukan ampunan yang dia dapatkan melainkan pedang yang sudah terhunus ke jantungnya.


“Apa salah saya? Mengapa Anda membunuh saya? Padahal saya sangat mencintai Anda.”


Itulah kata-kata yang diucapkan oleh pria itu sebelum akhirnya dia menghembuskan napas terakhir. Selepas menyaksikan pemandangan tidak mengenakkan itu, Krystal terbangun dari pingsannya. Irama napas Krystal tersengal-sengal dan terputus-putus, keringat membasahi piyama tidurnya, Krystal kebingungan sesaat mendapat mimpi tersebut.


“Mimpi apa itu? Kenapa rasanya sangat nyata?” gumam Krystal mengatur kembali irama napasnya.


“Yang Mulia, Anda sudah sadar?” tanya Olin berdiri di sisi kiri ranjang.


“Olin, sejak kapan kau di sini? Aku tidak menyadari keberadaanmu.”


“Anda tidak sadarkan diri selama dua hari, saya khawatir Anda tidak bangun lagi.” Ekspresi Olin terlihat lega seusai Krystal terbangun.


“Dua hari? Astaga, aku tidak menyangka akan pingsan selama itu. Tolong ambilkan aku segelas air minum, tenggorokanku kering,” titah Krystal segera dilaksanakan oleh Olin.


Berita atas sadarnya Krystal, langsung menyebar ke telinga seluruh selir, mereka bergegas mengunjungi Krystal ke kamarnya. Begitu pula dengan Cherry dan Bleas, mereka berdua menangis haru ketika menemukan Krystal sudah kembali sadar.


Namun, pada waktu yang bersamaan di ruang kerja pribadi milik Fred, bangsawan penting seperti Duke Nadean, Marquess Sulivan, Count Egmont, serta beberapa bangsawan lain tengah berkumpul di sana.


“Yang Mulia, apa Anda akan mengirim Tuan Putri Krystal ke kontes perburuan yang diadakan oleh Kekaisaran Archer?” tanya Duke Nadean.

__ADS_1


“Ya, aku akan mengirimnya ke sana, karena aku ingin menjadikan tempat itu sebagai kuburannya nanti,” jawab Fred mengalihkan pandangannya kepada Marquess Sulivan, “Apa kau sudah menyelesaikan apa yang aku minta kemarin, Marquess?” tanya Fred serius.


“Sudah, Yang Mulia. Anda tidak perlu khawatir, saya telah menyiapkannya sebaik mungkin. Saya pastikan gadis itu akan mati di dalam perburuan nanti, jika hal itu terjadi maka kita bisa melimpahkan kesalahan atas matinya gadis itu ke Kekaisaran Archer.”


__ADS_2