Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Masa Lalu (3)


__ADS_3

“Ada apa kau ingin menemuiku, Morgan?” tanya Killian kepada Morgan yang tadi berpesan ingin menemuinya.


Sekarang mereka berdua tengah berada di ruang pribadi milik Morgan, suasana di tempat ini terlihat lebih sepi dari biasanya. Killian tidak menaruh curiga atau apa pun terhadap Morgan, dia hanya berpikir untuk memenuhi panggilan Morgan saja. Kemudian Killian disuruh untuk duduk di atas sofa ruangan itu, Morgan juga ikut duduk bersebrangan dengan Killian.


“Killian, apa kau mencintai Krystal?”


Pertanyaan yang dilontarkan Morgan membuat Killian terdiam, lalu Killian menunjukkan ekspresi hangat mengingat wajah Krystal yang tiba-tiba melintasi kepalanya.


“Ya, kurang lebih begitu, aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Aku rasa Krystal juga merasakan hal yang sama denganku, jadi rencananya jika aku berhasil naik menjadi Kaisar Langit maka aku ingin menjadikan Krystalia sebagai Permaisuriku,” jawab Killian.


‘Huh? Menjadikan Krystal sebagai Permaisuri? Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,’ batin Morgan.


Kemudian rencana licik di kepalanya mulai bermunculan, dia telah mempersiapkan segala sesuatu apa yang akan dia lakukan ke depannya kepada Krystal dan Killian. Morgan secara sengaja ingin memisahkan mereka berdua, dia ingin membuat Krystal membenci Killian serta membuat Killian menderita dalam cintanya kepada Krystal.


“Kau mau menjadi Kaisar Langit menggunakan jalur lebih cepat? Aku akan mengajarkan padamu bagaimana caranya.”


Morgan tersenyum miring, penderitaan Krystal baru akan dimulai dari sini, Morgan memiliki kekuatan manipulasi cukup kuat sehingga tidak ada orang yang mampu menolak dirinya kecuali Krystal, satu-satunya orang yang bertahan dari sihir manipulasinya.


“Sungguhkah ada cara yang seperti itu? Tentu saja aku ingin tahu mengenai jalur cepat menjadi seorang Kaisar Langit. Lekas beritahu aku!” Killian mendesak Morgan untuk memberitahunya sedetail mungkin, dia sangat berambisi untuk menjadi seorang Kaisar Langit. Killian terlihat sumringah, Morgan tahu seberapa besar keinginan Killian untuk menjadi Kaisar Langit.


“Bunuh semua sainganmu,” ujar Morgan.

__ADS_1


Killian membatu di tempat. Morgan memamerkan senyuman jahatnya kepada Killian, sejenak Killian merasa ada yang janggal dari diri Morgan. Namun, ia cepat menangkal segala pikiran buruk yang menyerang pikirannya.


“Membunuh? Kau jangan bercanda, Morgan! Mana mungkin aku bisa melakukan hal itu,” tolak Killian secara tegas.


“Siapa bilang kau yang akan melakukannya? Bukankah kau memiliki Krystalia? Gunakan saja kekuatannya untuk membunuh sainganmu. Jangan sia-siakan seseorang yang berbakat sepertinya, sesekali biarkan dia melepas kekuatannya yang tertahan dalam beberapa waktu ini.”


Mata Killian mengerjap, sebuah perintah berputar di kepalanya yaitu perintah untuk memanfaatkan Krystal. Morgan berhasil menggunakan sihir manipulasi kepada Killian, entah mengapa tanpa disadarinya, Killian menjadi menuruti apa yang dikatakan oleh Morgan padanya.


“Aku rasa yang kau katakan itu ada benarnya juga, aku harus memanfaatkan tangan Krystal demi mendapatkan kekuasaan ini.”


Setelah itu, Killian beranjak pergi menemui Krystal yang sedang duduk santai di teras depan kamar. Killian mengagetkannya dari belakang, Krystal tergagap sesaat mendapati Killian tiba-tiba berada di belakangnya.


“Hahaha maaf maaf.” Killian ikut mendudukkan diri di atas bangku samping Krystal, “Apa kau mencintaiku, Krystal?” tanya Killian begitu saja dan mendadak.


Krystal bingung harus menjawab apa, dia memang merasakan perasaan asing yang terus mendorong dirinya untuk memikirkan Killian. Perasaan itu membawanya masuk ke dalam perasaan yang menggila, gejolak hatinya menciptakan rasa panas menggelora.


“Aku… aku rasa aku memang mencintaimu,” ungkap Krystal terang-terangan.


Krystal yang mengungkapkan perasaannya, tapi malah Killian yang tersipu malu karenanya. Wajah Krystal terlalu cantik dan tidak baik untuk kesehatan jantung, sejenak Killian memalingkan wajah ke arah lain. Killian terlanjur malu untuk mengatakan tujuan yang sebenarnya, namun kata-kata Morgan berputar lagi di otaknya, sehingga mau tidak mau Killian harus mengatakannya kepada Krystal.


“Aku juga mencintaimu, tapi kau tahu, ‘kan? Saat ini aku sedang bersaing merebutkan takhta Kaisar Langit. Akan tetapi, aku sedang kesulitan sekarang, aku tidak akan bisa menjadi Kaisar Langit kalau sainganku masih ada. Jadi, bisakah kau membunuh mereka demi aku? Aku akan menjadikanmu Permaisuri bila aku berhasil menjadi Kaisar Langit. Aku janji itu, aku ingin kau menjadi istriku nantinya.”

__ADS_1


Krystal tercengang, perasaannya semakin bergejolak di hati, mendengar Killian yang mengiming-imingi Krystal tentang menjadi Permaisuri, akhirnya Krystal memutuskan untuk menyetujuinya.


“Baiklah, aku akan membantumu,” jawab Krystal dengan senang hati.


Krystal yang polos tidak mengetahui maksud dari rencana Morgan, dia yang hidup tanpa ada masalah menganggap hal ini bukanlah masalah besar. Membunuh satu atau dua orang demi Killian adalah hal yang dianggap sebagai pembuktian rasa cintanya. Yang ada di kepala Krystal hanyalah cara agar dia bisa terus bersama Killian selamanya.


“Benarkah kau akan membantuku?” tanya Killian memastikan.


Krystal mengangguk, “Ya, aku akan membantumu.”


Semenjak hari itulah kekacuan di Kekaisaran Langit mulai terjadi, Krystal yang buta dengan cinta membunuh seluruh kandidat Kaisar Langit yang menjadi saingan Killian. Penemuan jasad para kandidat tersebut menciptakan keributan parah. Krystal dan Killian sama-sama bersikap seolah tidak ada yang terjadi, seolah mereka tidak terlibat dengan pembunuhan itu.


Hari tenang Krystal berubah drastis, sekarang dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Saingan hingga pendukung dari beberapa kandidat juga ikut dibunuh oleh Krystal, mereka yang tak bersalah dikorbankan atas nama cinta. Di pikiran Krystal hanya ada nama Killian, dia melakukannya demi Killian, dia melakukannya demi cinta.


Morgan tertawa bahagia dari balik layar menyaksikan kekacauan yang terjadi saat ini, dia telah berhasil membuat Krystal menjadi pembunuh berantai yang misterius di kekaisaran. Seluru dewa agung mengadakan rapat untuk memecahkan permasalahan ini, mereka resah akan terjadi lebih banyak pembunuhan lagi. Akhirnya, Morgan masuk ke dalam rapat tersebut dan membawa pendapat bahwa mereka harus segera mengangkat Kaisar Langit yang baru.


“Tidak ada waktu lagi, kita harus segera melakukannya, karena para kandidat banyak yang mati dan kini hanya Killian saja yang tertinggal, maka kita angkat dia menjadi Kaisar Langit yang baru. Kita tidak boleh membiarkan takhta Kaisar Langit kosong terlalu lama,” usul Morgan.


Morgan kesulitan untuk meyakinkan mereka, namun pada ujungnya mereka tetap setuju dan mengikuti apa yang diusulkan oleh Morgan. Kemudian beberapa hari berselang, acara pengangkatan Kaisar Langit pun diselenggarakan. Atas pertimbangan mendalam, mereka secara resmi mengangkat Killian sebagai Kaisar Langit.


Sebelumnya, beberapa dewa menaruh curiga terhadap Killian dan mereka beranggapan bahwa Killian adalah orang yang terlibat dalam pembunuhan berantai ini. Lalu Morgan sengaja memanipulasi ingatan mereka semua agar tidak mencurigai Killian. Apabila mereka mencurigainya lebih lanjut, maka sudah dipastikan bahwa rencananya akan gagal total.

__ADS_1


__ADS_2