Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Heros Tersadar


__ADS_3

Krystal terbangun setelah bermimpi panjang, ia terlelap selama semalam penuh, dan terjaga di pagi ketika sinar mentari menyinari kehidupan. Krystal mengerjapkan mata beberapa kali sambil berpikir keras tentang mimpi tadi malam. Krystal memutar otak ke belakang mengulang ingatan yang masih membekas tentang mimpi tersebut.


“Gadis kecil itu adalah aku, lalu kedua orang itu Ayah dan Ibuku, tapi aku melihat seperti apa rupa mereka,” gumam Krystal.


Krystal bangkit dari posisi tidur, rasa sakit menusuk kepalanya tiba-tiba dan pada saat ia turun dari ranjang, hampir saja dia oleng ke samping karena rasa sakit itu menyerang ke sekujur badan. Untung saja tangan Krystal berhasil menumpu ke meja di samping tempat tidur sehingga bisa menopang tubuh yang oleng itu.


Kemudian di saat yang bersamaan, pintu kamar Krystal terbuka pelan, Olin menongolkan kepalanya di sela pintu yang terbuka.


“Selir Heros telah sadar, Yang Mulia. Saat ini beliau ingin bertemu dengan Anda,” lapor Olin.


“Oke, aku akan segera pergi ke sana.”


Dengan segala tenaga yang tersisa, Krystal melangkah keluar dari kamar, melihat Krystal yang berada di kondisi lemah pun Olin langsung membantu Krystal untuk pergi ke kamar Heros. Ternyata seluruh selir Krystal sudah berada di sana, mereka menunggu kedatangan Krystal.


“Ohh ternyata kalian sudah di sini,” ujar Krystal seraya tersenyum.


“Tadi kami mendengar kalau Heros telah sadar, jadi kami langsung kemari,” tutur Austin.


Heros masih belum terlalu bisa menggerakkan badan, dia tersenyum tatkala melihat Krystal yang baru datang. Meskipun luka-luka dari pertarungan kemarin masih terasa sakit, tapi saat dia melihat Krystal, seluruh sakit luka itu seakan bersembunyi. Namun, Heros mendadak mengingat sesuatu dan senyumannya perlahan berubah suram.


“Ada apa, Heros? Siapa yang menghajarmu sampai babak belur seperti kemarin?” tanya Krystal duduk di sisi kiri tempat tidur Heros.

__ADS_1


“Itu yang ingin aku ceritakan padamu sekarang, aku kemarin bertarung dengan dewa kematian yang baru. Kekuatannya meningkat drastis dalam beberapa waktu ini, aku tidak tahu alasan mengapa kekuatannya bisa sampai seperti itu, tapi kemarin dia mengatakan bahwa Kaisar Langit memerintahkannya untuk membunuhku. Lalu bahkan sekarang aku bukan lagi raja neraka karena mereka telah memiliki raja neraka yang baru,” jelas Heros.


“Jadi, begitu ceritanya? Kau dihajar oleh dewa kematian itu? Cih bisa-bisanya kau kalah dari pria sialan itu, kalau aku yang di sana sudah pasti dia bisa aku kalahkan dengan mudah. Memang dasar kau saja yang lemah.” Vicenzo mengejek dan meremehkan Heros,


“Kau diam saja kalau kau tidak tahu kekuatannya!” bentak Heros kesaal.


“Sudah, jangan bertengkar lagi,” lerai Krystal, “Aku sudah menduga hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Kaisar Langit tidak akan pernah melepaskanku sampai kapan pun itu, dia akan menyerang siapa saja pria yang mendekatiku. Padahal pria brings*k itu sudah mengkhianatiku, kemudian dia mengejar-ngejar dan memintaku menjadi selirnya. Sudah gila dia memang,” omel Krystal menggeram kesal.


“Krystal, sudah saatnya kau mengakhiri pembalasan dendam ini, tidak ada tempat yang aman bagimu di dunia ini. Aku akan menemanimu ke mana saja, tapi bisakah kau meninggalkan tempat ini sekarang juga? Aku yakin mereka tengah mempersiapkan rencana untuk membawamu pulang ke Kekaisaran Langit. Kal—”


“Aku belum bisa pergi Heros.” Krystal memotong kalimat pembicaraan Heros secara tegas, “Aku harus membalaskan dendam pemilik tubuh ini karena dia adalah anak dari Erlena – malaikat surgawi,” lanjut Krystal berucap.


Krystal menganggukkan kepalanya pelan, “Erlena dilempar ke masa depan oleh Ibuku, dia bilang bahwa Ibuku mengatakan kalau Krystal akan menjadi rantai pemutus takdir buruk yang salama ini mengejarku. Masih banyak hal lain yang perlu aku tahu, salah satunya yaitu keberadaan kedua orang tuaku dan cara bagaimana membuka ingatanku yang terkunci sebagian. Aku perlu itu sebab rahasia kelam dunia berada di sana semua,” terang Krystal.


Heros tercengang tak bisa berkata apa-apa untuk membalas penjelasan Krystal, sungguh tidak menyangka dia akan mendengar soal malaikat surgawi.


“Di dunia ini para dewa dipimpin oleh Kaisar Langit, lalu di bawah itu ada tujuh dewa agung dan tujuh malaikat surgawi. Namun, aku tidak pernah sekali pun bertemu dengan malaikat surgawi, jadi mereka juga dibunuh oleh para dewa sialan itu?” tanya Heros memastikan.


“Iya, mereka dibunuh oleh para dewa. Itulah mengapa aku tid… ahh astaga! Cherry! Berikan padaku jubah putih yang waktu itu kau simpan!” pinta Krystal tiba-tiba menyadari sesuatu.


Semua orang tampak bingung oleh Krystal yang mendadak meminta jubah putih kepada Cherry. Krystal seolah menemukan suatu petunjuk lain, Cherry lekas memberikan jubah putih tersebut kepada Krystal. Ekspresi Krystal sangat serius ketika meraba-raba jubah itu sembari berpikir hal lain.

__ADS_1


“Ada apa, Yang Mulia? Apa Anda menemukan sesuatu?” tanya Shion.


“Ya, tidak salah lagi. Tidak salah lagi kalau jubah ini terbuat dari sayap malaikat surgawi, aku bisa merasakan bahwa jubah ini mempunyai sensasi yang sama dengan sayap malaikat surgawi. Inilah alasan kenapa jubah putih ini dialiri oleh kekuatan spiritual yang hebat dan bisa memacu kekuatan dari si pemakainya,” papar Krystal.


“Dengan kata lain, komplotan berjubah putih itu berada di bawah perintah dewa langsung. Benar begitu, Yang Mulia?” timpal Julia.


“Benar, pantas saja kita kesulitan menemui mereka, rupanya mereka berada di bawah perlindungan dewa. Mereka menumbalkan banyak orang untuk menjadikan seluruh roh manusia kekuatan mereka. Aku mulai paham sekarang, alasan kekuatan dewa kematian meningkat adalah dia sudah menyerap roh tumbal yang mereka kumpulkan. Roh manusia yang dikumpulkan itu mereka ubah menjadi sumber kekuatan mereka, sebab roh manusia kaya akan kesucian, apalagi roh anak kecil,” jelas Krystal.


“Kami mengerti sekarang, jadi untuk itulah mereka membutuhkan tumbal. Para dewa itu dengan tega mengobankan manusia demi mempekuat diri masing-masing. Kekuatan suci apanya? Mereka bahkan lebih rendah dari iblis,” oceh Ash.


Setelah itu, tidak lama Olin masuk lagi untuk memberitahu Krystal kalau saat ini Duke Salvatore tengah menunggu dirinya di ruang tamu. Krystal pun meninggalkan sementara para selirnya, dia pergi menemui Duke Salvatore terlebih dahulu.


“Salam kepada Yang Mulia Putri Krystal,” ujar Duke Salvatore memberi salam.


Krystal langsung duduk berseberangan dengan Duke Salvatore, “Bagaimana kabar Anda, Duke? Apakah Duchess dan Tuan Muda sudah membaik?” tanya Krystal.


“Ya, semua berkat Anda, Yang Mulia. Anak saya sekarang sudah mulai membaik,” jawab Duke Salvatore.


“Syukurlah, aku hanya membantu sebisaku saja. Tapi, ada urusan apa Anda kemari, Duke? Apa ada masalah lain?” tanya Krystal sekali lagi.


“Tidak, saya kemari memberitahu Anda bahwa saya serta beberapa bangsawan lainnya ingin Anda naik ke takhta Putri Mahkota, bagaimana menurut Anda?”

__ADS_1


__ADS_2