Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Sandiwara Lagi


__ADS_3

Semua orang takjub sekaligus terkejut dengan kekuatan Krystal, mereka selama ini tahu bahwa kekuatan suci hanya ada pada Emilia – Tuan Putri pertama Kekaisaran Albertine. Sebuah tanda tanya besar membayangi kepala setiap orang, di sana mereka bertanya-tanya tentang bagaimana Krystal bisa mendapatkan kekuatan suci tersebut. Terutama Alexius, sebagai Kaisar Archer, tentunya dia harus tahu alasan Krystal bisa mempunyai kekuatan seorang saintess, bahkan dia menggunakannya secara berlebihan seperti kala itu.


Krystal menghela napas lega selepas berhasil menangani luka semua orang, meskipun dia hanya menyerap setengah kekuatan Emilia, tapi berkat darah malaikat surgawi yang mengalir di tubuh si pemilik asli, dia jadi bisa menggunakan kekuatannya dengan skala besar. Namun, suasana di sana malah hening, tidak ada orang yang berani membuka suara mempertanyakan perihal kekuatan suci yang ada di diri Krystal.


“Putri, maaf jika saya lancang, setahu saya hanya Putri Emilia yang memiliki kekuatan suci, tapi mengapa Putri juga mempunyai kekuatan suci?” tanya Alexius.


Krystal tidak panik begitu mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Alexius, sebab dia telah menyiapkan jawaban dari pertanyaan tersebut sedari awal. Krystal tersenyum licik, dia bersiap untuk bersandiwara di hadapan Alexius.


“Sebenarnya, masalah ini sedikit sensitif untuk dibicarakan di hadapan banyak orang, saya takut dianggap mencemarkan nama baik Albertine. Jadi, apakah tidak apa-apa bila saya jujur?”


Krystal melayangkan senyuman sendu, ekspresi wajahnya redup dan penuh dengan kesedihan palsu. Krystal ingin menciptakan citra seorang Tuan Putri yang baik tapi selalu ditindas, disiksa, dan diabaikan oleh keluarganya. Waktu itu, dia berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk membuat nama baik Emilia jatuh di hadapan kekaisaran lain.


“Silakan Anda bicarakan, putri. Apabila nanti ada masalah serius akibat perkataan Anda, kami nanti bisa membela Anda,” ujar Alexius diangguki oleh bangsawan penting Archer.


“Sejak awal, kekuatan suci ini adalah milik saya dan bukan milik Emilia. Kekuatan suci saya dicuri oleh Permaisuri lalu dimasukkan ke tubuh Emilia, itulah mengapa Permaisuri sangat membenci saya bahkan mengurung saya di istana yang kumuh. Beliau takut jika saya angkat bicara tentang masalah ini, tapi akhir-akhir ini kekuatan suci itu kembali lagi ke tubuh saya.”


“Dari apa yang saya dengar, Tuan Putri Emilia hanya menggunakan kekuatan sucinya untuk menyembuhkan orang dari kalangan bangsawan saja. Di Albertine banyak rakyat biasa yang mati karena sakit, mereka tidak dihiraukan oleh Emilia, jadi bisakah dia disebut sebagai saintess? Membiarkan rakyat mati dalam kesengsaraan, kesehatan rakyat memburuk, apakah seorang saintess berhak melakukan itu?”

__ADS_1


Krystal membubuhi sandiwaranya dengan air mata, dia menangis tersedu-sedu di hadapan banyak orang. Mereka yang mendengarkannya menjadi percaya kepada Krystal, tidak sedikit dari mereka yang merasa iba dan mengeluarkan kata-kata hujatan untuk Isabelle dan Emilia. Sementara itu, selirnya bersama Cleon menahan tawa menyaksikan sandiwara Krystal.


“Sepertinya bakat akting kakak semakin meningkat dari waktu ke waktu,” ucap Cleon.


“Kalau aku tidak tahu tentang keberannya, mungkin aku juga akan mempercayai sandiwara Yang Mulia,” ujar Shion.


“Gadis itu tidak pernah kapok membohongi orang dengan aktingnya, tidak terhitung berapa jumlah manusia yang tertipu air mata palsu itu,” kata Heros.


Meskipun Alexius menyukai Krystal, tapi dia sempat meragukan pernyataan Krystal, dia tidak mau terlalu mudah percaya tanpa adanya bukti. Alexius mewaspadai adanya fitnah yang akan membuat kekaisaran hancur, namun Krystal tidak terlalu menghiraunkan tatapan curiga Alexius.


“Putri, apakah yang Anda katakan itu benar? Bila Anda terbukti berbohong, Archer dapat menggugat Anda nanti.” Alexius berkata dengan tegas dan serius.


“Baiklah, bawakan alat pendeteksi kebohongan kemari,” perintah Alexius kepada salah satu bawahannya.


Tidak butuh waktu lama, seorang ksatria membawa sebuah alat yang berbentuk bulat dan dihiasi oleh beberapa batu sihir. Kemudian seorang ksatria wanita menyuruh Krystal untuk duduk di atas kursi, sebuah tali yang terhubung dengan alat tersebut langsung ditempelkan di dada Krystal. Di sinilah alat itu mulai bekerja, Krystal mengatakan semuanya dari awal, tidak ada keanehan yang ditunjukkan oleh alat itu. Alexius pun berakhir mempercayai perkataan Krystal, tidak ada yang mencurigai sandiwara Krystal sebab apa yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran.


“Itu artinya Albertine selama ini telah berbuat dosa serius, merampas paksa kekuatan orang lain adalah kesalahan yang cukup besar. Hal ini bisa dibicarakan nanti ketika konferensi kekaisaran nanti,” gumam Albertine, “Baiklah, kalau begitu nanti saya akan menjunjung tinggi keadilan untuk Anda, Putri. Jangan khawatir, saya akan membuat Albertine mengakui kesalahannya,” ujar Alexius dengan lantang.

__ADS_1


Inilah tujuan Krystal yang sebenarnya, dia ingin membuat masalahnya menjadi perbincangan utama di konferensi kekaisaran yang akan diadakan beberapa minggu lagi. Apabila masalah ini telah menjadi bahan pembicaraan di konferensi, itu artinya nasib Albertine akan terombang ambing dan nama baiknya akan tercoreng.


“Terima kasih, Yang Mulia. Saya hanya ingin membantu rakyat dengan kekuatan saya.”


Setelah itu, Alexius mengadakan makan bersama di istananya dengan mengundang seluruh perwakilan kekaisaran serta bangsawan. Alexius meminta maaf sebab kontes berburu kali ini gagal diselenggarakan, bahkan kondisi hutan pun sudah hancur, itulah kenapa kontes berburu akan ditiadakan sampai waktu yang tidak ditentukan.


Pada malam itu juga, Krystal pamit untuk pulang ke Albertine, beban pikirannya tentang ingatan masa lalu yang tiba-tiba muncul tadi memberatkan hatinya. Krystal ingin memikirkannya secara tenang di Albertine nanti dan dia berhutang penjelasan juga kepada Lucio serta para selirnya. Alexius dengan berat hati harus mengizinkan Krystal balik, walau sesungguhnya dia tidak rela. Krystal memutuskan untuk kembali menggunakan teleportasi demi menghemat waktu dalam perjalanan.


...***...


Pada saat yang sama, di tempat persembunyian komplotan orang-orang berjubah putih, tengah ramai berkumpul semua anggotanya. Mereka terlihat sedang membicarakan hal serius, di samping itu, seorang pria berambut coklat panjang dengan pupil mata biru berdiri di hadapan orang-orang tersebut.


“Aku dengar akhir-akhir ini rencana kalian sering gagal, gadis itu mempunyai keberuntungan yang tinggi. Aku tidak akan menyalahkan kalian, tenang saja karena memang menghadapi gadis itu butuh usaha yang lebih besar lagi,” ujar pria itu.


“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Yang Mulia?” tanya salah seorang wanita.


“Pertanyaan yang bagus, kalian perlu ingat untuk siapa kalian bekerja, aku telah bersusah payah menciptakan konflik antara Kaisar Langit dan gadis itu. Tujuan akhirku adalah menempatkan dunia ini di bawah kakiku. Akan tetapi, sebelum menghancurkan Kaisar Langit, aku harus menghancurkan Krystalia, sebab dialah masalah utama penghambat langkahku.”

__ADS_1


“Untuk saat ini, kalian harus memperkuat lingkaran sihir untuk menghancurkan jiwa gadis itu. Lalu untuk kalian berempat Cleon, Olin, Cherry, dan Bleas, kerja bagus karena kalian berhasil menjadi mata-mata tanpa membuat gadis itu menaruh curiga. Terus lakukan hingga kalian mendapatkan identitas asli ketujuh selir yang juga menjadi penghambat langkahku,” ucap pria itu kepada Cleon, Olin, Cherry, dan Bleas yang ternyata selama ini mereka merupakan pengkhianat sebenarnya.


“Baik, Yang Mulia. Serahkan semuanya kepada kami.”


__ADS_2