Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Firasat Buruk


__ADS_3

Krystal tiba di Kekaisaran Archer lebih cepat dari waktu yang ditentukan, seluruh penghuni istana Kekaisaran Archer langsung disibukkan menyambut kedatangan Krystal. Alexius Archer – Kaisar Kekaisaran Archer secara khusus menunggu Krystal di depan pintu istana. Pria bersurai pirang dan berpupil coklat itu terpana seketika melihat Krystal. Alexius memang masih muda, bahkan dia belum mempunyai Permaisuri, dia baru saja naik takhta beberapa bulan lalu.


Lucio memandang tidak suka kepada Alexius yang tidak berkedip menatap Krystal, wajar saja sebab Krystal benar-benar cantik sesuai dengan rumor yang beredar, bahkan menurut Alxesius sendiri Krystal lebih cantik dari yang dirumorkan. Krystal membungkukkan badannya seraya menarik sedikit sisi kanan dan kiri gaunnya untuk memberi salam kepada Alexius.


“Krystal Albertine memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar Alexius Archer.”


Semua orang salut sekaligus takjub dengan tata krama Krystal yang sempurna, cara dia memberi salam benar-benar menunjukkan bahwa dia seorang anggota kekaisaran, meskipun selama ini dia tidak pernah membungkuk hormat kepada Kaisar Albertine. Bagi Krystal, lebih penting menjaga hubungan baik dengan kekaisaran lain dibandingkan dengan Albertine itu sendiri, sebab dia tidak mau menambah banyak musuh dalam rencana pembalasan dendam ini.


“Tidak perlu terlalu sopan begitu, putri. Terima kasih sudah menghadiri undangan kontes berburu yang diadakan oleh Archer. Silakan masuk,” balas Alexius seraya tersenyum, “Tapi, sebelum itu apa yang terjadi dengan Anda, putri? Kenapa Anda kemari tidak dengan kereta kuda?” tanya Alexius kemudian sembari menuntun Krystal masuk ke istana.


“Sebenarnya, tadi di dalam perjalanan terjadi sedikit masalah, jadi kereta kudanya rusak. Terpaksa saya terbang kemari,” jawab Krystal.


Raut muka Lucio tampak masam melihat Alexius terus bersikap ramah dan sok dekat dengan Krystal. Tangan kekar Lucio akhirnya menarik tubuh Krystal untuk tidak terlampau dekat dengan Alexius, bahkan sejak tadi keberadaan Lucio dianggap tidak ada oleh Alexius. Sebisa mungkin Alexius mendominasi Krystal untuk mengabaikan Lucio.


“Oh iya, siapa pria yang bersama Anda ini, putri?” tanya Alexius tiba-tiba dengan sorot mata tajam menatap Lucio.


“Dia—”


“Saya Lucio – selir kesayangan Yang Mulia Putri,” potong Lucio sembari merangkul pundak Krystal.

__ADS_1


Alexius tersenyum paksa, pandangan mata mereka saling bersitegang satu sama lain, kecemburuan Lucio nyaris melebihi batas. Alexius sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang Krystal, memang ada desas-desus yang mengatakan bahwa Krystal mempunyai selir, namun siapa sangka rupanya Krystal malah membawa salah satu selirnya kemari.


“Ahh ternyata selir Anda, kalau begitu baiklah. Saya akan memanggilkan pelayan untuk mengantar Anda ke kamar yang telah disediakan.”


Alexius memanggil salah seorang pelayan wanita, lalu memberi perintah untuk mengantar Krystal, Lucio, dan Olin. Mereka bertiga mengikuti pelayan tersebut, mereka diantarkan ke paviliun yang tidak jauh dari lokasi istana utama. Kamar Krystal dan Lucio berjarak cukup jauh, Alexius sengaja memisahkan Krystal dari Lucio. Dia tidak menerima hal ini, Lucio pun meminta kepada Krystal untuk tidur sekamar.


“Yang Mulia, bisakah saya tidur bersama Anda?” tanya Lucio dengan muka memelas.


Melihat wajah Lucio yang memelas, muka Krystal memerah menahan gemas, dia memang tidak dapat menolak permintaan selirnya jika sudah seperti ini.


“Baiklah, kau boleh tidur bersamaku,” jawab Krystal, ekspresi Lucio langsung girang seketika mendapat izin dari Krystal.


...***...


Lucio telah bersiap di depan pintu menunggu Krystal, dia terpesona oleh kecantikan Krystal yang tidak pernah ada habisnya. Bahkan menurut Lucio, Krystal lebih cocok berpenampilan seperti sekarang, sebab Krystal tampak lebih nyaman di saat seperti ini. Krystal berjalan beriringan dengan Lucio, langkah mereka seiras menuju hutan yang berada tidak terlalu jauh dari istana Archer.


Krystal saat itu menjadi pusat perhatian bagi semua orang di sana, penampilan Krystal menjadi sorotan utama. Lucio tidak menyukai orang-orang yang menatap Krystal, terlebih jika orang itu adalah seorang laki-laki. Alexius tersenyum bahagia melihat Krystal sudah berada di lokasi perburuan, dia menghampiri Krystal dan meninggalkan obrolannya bersama para bangsawan.


“Anda sudah datang ya, putri,” ujar Alexius mendapat tatapan tajam dari Lucio.

__ADS_1


“Salam kepada Yang Mulia Kaisar. Saya baru saja datang, apakah Anda sudah sedari tadi di sini, Yang Mulia?” tanya Krystal dengan ramah.


“Sudah, saya harus datang jauh lebih awal untuk memastikan keamanan hutan agar tidak terjadi masalah serius saat menjalani perburuan nanti,” tutur Alexius.


Tiba-tiba saja, kedua mata Lucio melebar, dia terperanjat merasakan adanya aura asing di area perburuan kala itu. Perasaan resah dan gelisah dirasakan oleh Lucio, dia melepaskan genggaman tangannya dari Krystal lalu berbalik menghadap hutan. Firasat adanya bahaya luar biasa seakan sedang menunggu mereka, Krystal menyadari ada yang salah dari Lucio, kemudian dia mendekati Lucio untuk menanyakan apa yang terjadi.


“Kenapa? Apa kau merasakan sesuatu?” tanya Krystal.


“Yang Mulia, sepertinya ada bahaya besar yang menunggu kita. Apakah tidak apa-apa bila kita melanjutkan perburuan ini?” Arah pandang mata Lucio tampak mewaspadai sekitarnya, Krystal tidak merasakan apa-apa, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan firasat Lucio.


Krystal memutuskan bertanya untuk memastikan kepada Alexius, “Apakah Anda telah memeriksa hutan ini secara menyeluruh, Yang Mulia?”


Alexius tersentak, dia telah mengecek hutan ini berulang kali, dia merasa tidak melewatkan apa pun. Namun, pertanyaan dari Krystal sedikit membuat dirinya khawatir akan terjadi hal buruk pada saat perburuan ini berlangsung.


“Saya sudah memastikannya dan tidak ada hal mencurigakan di hutan ini. Apa mungkin Anda merasakan adanya kejanggalan?” Alexius bertanya balik kepada Krystal, bila ada kejanggalan maka dia akan memeriksa kembali hutannya.


Namun, belum sempat Alexius mendengar jawaban dari Krystal, gong pertanda akan dimulainya perburuan pun bergaung. Krystal dan Lucio segera mengambil posisi berdiri untuk mendengar beberapa patah kata yang diucapkan oleh Alexius. Seusai itu, Alexius meresmikan kontes perburuan ini. Krystal dan Lucio menunggangi kuda masing-masing sebelum masuk ke dalam hutan yang dari luarnya terlihat mengerikan.


“Apa pun yang terjadi, Anda tidak boleh menjauh dari saya,” tegas Lucio sangat serius.

__ADS_1


Waktu itu Lucio sangat gelisah, dia tidak ingin Krystal terluka saat melakukan perburuan ini. Firasat bahaya semakin lama semakin besar, sehingga Lucio tidak bisa melepaskan pandangannya dari Krystal sedikit pun.


“Baiklah, kau tidak perlu khawatir. Kita pasti akan memenangkan perburuan ini,” ucap Krystal sambil tersenyum menenangkan.


__ADS_2