
Krystal menyudahi lamunan panjangnya tentang cerita hidupnya yang berliku-liku selama ribuan tahun ini. Ada beberapa hal yang sangat dia sesali selama ini, salah satunya adalah pernah mencintai pria yang salah. Kini dia telah menemukan cinta yang menerima keberadaannya yaitu cinta dari tujuh selir yang tulus melindungi dan menyayanginya sepenuh hati.
‘Aku tidak tahu kapan puncak dari masalah ini akan meledak, aku juga harus segera menyelesaikan tugasku di Albertine sebelum mereka menargetkan kemurkaan mereka ke negeri yang diisi oleh banyak manusia tak berdosa,’ batin Krystal.
Krystal beranjak dari posisinya dan hendak keluar dari kamarnya, namun ketika ia berbalik badan, terlihat sosok wanita yang tidak asing berdiri di belakang punggungnya. Krystal menyeringai saat mendapati wanita yang paling dia benci tepat berada di depan mata. Wanita itu pun menatap Krystal penuh amarah, tersisip dendam serta kebencian mendalam di matanya.
“Lama tidak berjumpa, Frine.”
Wanita yang berdiri di hadapan Krystal kala itu ialah Frine – Permaisuri Langit, dia muncul tiba-tiba membawa muka masamnya. Tidak terhitung seberapa besar kebencian yang telah dipendam oleh Frine kepada Krystal selama ini. Bahkan sampai sekarang Krystal masih menjadi salah satu benalu terbesar di hidupnya.
“Tidak usah berbasa-basi! Aku kemari ingin membuat perhitungan denganmu,” ujar Frine ketus.
Krystal menghela napas kasar, tanpa diberitahu pun, Krystal sudah tahu apa yang akan dibahas oleh Frine pada pertemuan tak terduga kali ini. Krystal menutup rapat jendelanya, ia memasang sihir di sekeliling ruang agar tidak ada orang luar yang mendengar pembicaraan mereka.
“Apa kau kemari ingin membicarakan soal Killian? Aku tidak peduli lagi soal pria itu, dia sudah lama menjadi milikmu dan aku juga telah menjadi milik orang lain. Kau puas?!”
Krystal memberi sorot mata tegas kepada Frine, dia sepenuhnya telah merelakan Killian untuk wanita itu, tapi entah mengapa Frine masih saja selalu mengganggu hidupnya.
__ADS_1
“Hei, kau! Apa yang sudah kau lakukan kepada Kaisar Langit? Apa kau mencuci otaknya? Sejak kemarin dia terus menyebut namamu dan menangis seraya mengucap kata maaf. Apa jangan-jangan kau masih belum menyerah ingin merebut gelar Permaisuri Langit? Biasanya Kaisar tidak pernah bertingkah seperti itu, tapi sekarang dia malah menjadi gila karena kau.”
Krystal mengernyitkan kening mendengar ocehan Frine dengan mata yang dilingkupi oleh kemarahan luar biasa. Frine tidak mengedipkan mata saat menatap Krystal, itu artinya dia nyaris kehilangan akal sehat akibat kegilaan Killian yang menyesal telah menyakiti Krystal.
“Aku tidak tahu maksudmu apa berbicara demikian padaku, lagi pula aku tidak punya niat untuk merebut posisi Permaisuri Langit. Posisi itu terlalu rendah untukku dan kau wanita yang lebih rendah dariku yang cocok di posisi itu,” jawab Krystal.
“Jangan pura-pura tidak tahu! Kaisar gila karenamu, sekarang Kekaisaran Langit terancam akan hancur oleh ulahmu. Semua pemerintahan di sana sedang goyah akibat mental Kaisar yang tidak stabil. Ini semua gara-gara kau, andai saja sejak awal kau dan Kaisar tidak pernah saling mencintai, maka hal ini takkan terjadi. Bahkan selama ini Kaisar tidak pernah menunjukkan cinta yang dalam terhadapku, dia hanya selalu membandingkan dirimu dan diriku! Memangnya apa yang membuatmu spesial? Kau hanya dewi yang tidak jelas asal-usulnya.”
Frine melimpahkan segala kekesalannya kepada Krystal, ia meluapkan emosinya kepada wanita yang menjadi dambaan hati Killian selama beribu-ribu tahun ini. Krystal tidak paham jalan pikir Frine, entah bagaimana hal ini menjadi salah dirinya.
“Jangan bertingkah seolah kau sudah melupakan perasaanmu terhadap Kaisar, aku tahu kau masih mengharapkannya—”
PLAKK!
Krystal secara mengejutkan mendaratkan sebuah tamparan di pipi Frine, sejak tadi dia menahan hati mendengar ocehan Frine yang menurutnya tak berguna. Krystal paling membenci wanita seperti Frine yang selalu menyalahkan orang lain terhadap apa yang sedang dilalui pasangannya.
“Sudah lama aku ingin melakukan ini padamu, jangan kau kira aku lupa akan fitnah yang kau berikan padaku. Aku diam selama ini bukan karena aku takut, tapi aku merasa hanya buang-buang waktu jika melawanmu. Namun, sekarang kau benar-benar keterlaluan, kau seenaknya datang ke Albertine menemuiku dan mengatakan omong kosong tentang Killian. Kau bodoh atau bagaimana? Tidakkah kau lihat perlakuan manis Killian padamu? Dia rela membuangku demi bersamamu, jadi berhentilah mengganggu hidupku! Aku sudah punya pria yang aku cintai!” bentak Krystal.
__ADS_1
Frine terdiam, dia tak percaya mendapat tamparan kuat dari Krystal, sepanjang hidupnya dia selalu dicintai dan dibanggakan oleh banyak orang. Akan tetapi, di mata Krystal, Frine adalah wanita yang jauh dari kriteria pantas untuk dicintai.
“Beraninya kau menamparku!” Frine mengeluarkan sebuah pisau dari kantong penyimpanannya, dia melayangkan pisau itu ke wajah Krystal. Tetapi, Krystal dengan mudah menahan serangan pisau dari Frine menggunakan dua jarinya.
“Lemah!” Krystal mematahkan pisau tersebut, Frine pun dibuat tidak berkutik oleh Krystal. Meskipun dia merupakan seorang Permaisuri Langit, tapi Frine tidak punya kekuatan besar seperti Krystal.
Frine mengerahkan serangan lain, sulur sihirnya mencoba menggapai tubuh Krystal tapi sekali lagi dia berhasil menepis serangan Frine. Krystal tidak menunjukkan sedikit pun sisi celahnya, Krystal pun mengakhiri pertengkaran tak berarti itu dengan sebuah pukulan di punggung Frine hingga membuat wanita itu tersungkur ke atas lantai.
“Sudah cukup bermain-mainnya! Kau seharusnya sadar diri bahwa sampai kapan pun aku akan tetap berada jauh di depanmu. Sekarang silakan kau kembali ke Kekaisaran Langit dan jangan pernah tunjukkan wajahmu yang menjijikkan itu di hadapanku!”
Krystal mengusir Frine dengan tidak hormat, Frine dianggap sebagai serangga oleh Krystal. Tentu saja perlakuan Krystal hari ini membuat Frine tidak dapat melawan lebih jauh.
“Sial! Tunggu saja pembalasanku. Aku akan membuatmu menyesal di kemudian hari,” gertak Frine segera menghilang dari pandangan Krystal.
Krystal mengacak-acak rambut sembari menghembuskan napas lega, ia nampak frustrasi akibat masalah yang terus menghadangnya akhir-akhir ini. Terlalu banyak hal yang mengejutkan diri Krystal, sekarang yang dia inginkan hanyalah ketenangan. Namun, kedatangan Frine tadi justru menambah beban pikiran Krystal.
“Aku sungguh harus mengakhirinya segera dan pergi bersembunyi ke tempat yang paling aman agar aku dapat memikirkan cara melindungi diri dari jangkauan Morgan sementara waktu.”
__ADS_1