Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Memberi Pelajaran Joanna


__ADS_3

Ujian dilaksanakan dalam waktu satu jam, banyak murid yang gelisah selama dalam menjalankan ujian, bahkan di antara mereka ada yang tidak bisa mengerjakannya sama sekali. Sementara itu, Krystal dapat mengerjakan semua soalnya dengan mudah tanpa adanya hambatan. Menyaksikan mereka yang kesulitan menjadi kesenangan tersendiri bagi Krystal, dia hanya menunggu waktu di mana anak-anak tersebut menyerbu Profesor Tesya.


Krystal terlalu santai, ia tidak punya kekhawatiran apa pun melaksanakan ujian ini, segalanya dikerjakan dengan mudah dan tidak ada soal yang sulit. Krystal merebahkan kepalanya sejenak, masih ada waktu sekitar lima menit sebelum lembar jawabannya dikumpulkan. Menyaksikan betapa indahnya langit cerah hari ini mengunggah diri ingin terbang menikmati sejuknya terpaan angin.


Kringgg


Akhirnya waktu berakhir, lembar jawaban dikumpulkan oleh guru pengawas, mereka melampiaskan kekesalan ujian ini dengan memukul meja, meremuk kertas, atau mematahkan alat tulis masing-masing. Krystal tersenyum miring dan asik menonton orang-orang yang sedang dongkol terhadap Profesor Tesya. Hari ini hanya ada satu ujian tulis, jadi setelah ini adalah waktu istirahat untuk semua murid.


Ketika Krystal sedang asik menikmati waktu luangnya dengan duduk santai di bangkunya, tiba-tiba seseorang mengguyurkan air ke atas kepalanya. Krystal tergagap kaget, dia mendapati seorang gadis berambut pirang pendek bersama dua orang temannya yang lain. Gadis itu bernama Joanna, anak perempuan dari Duke Nadean. Joanna merupakan gadis yang paling sering menyiksa dan merundung Krystal setiap saat, kini ia muncul sendiri di hadapan Krystal tanpa harus dicari terlebih dahulu.


“Astaga, maaf aku tidak sengaja. Aku kira di sini ada tempat sampah,” ejek Joanna.


Semua orang yang menyaksikannya ikut tertawa oleh sikap Joanna, Krystal menarik napasnya dan memberi ruang untuk dirinya agar tenang. Krystal merapikan rambutnya yang basah kuyup akibat air putih yang disiramkan Joanna. Lalu Krystal bangkit dari tempat duduknya, dia menatap dengan sorot menantang ke arah Joanna. Tangan kanan Krystal melayangkan tamparan ke kepala Joanna, dia melakukannya hingga Joanna tersungkur ke atas lantai.

__ADS_1


“Astaga, maaf aku tidak sengaja. Aku kira kau bukan manusia.” Krystal meledek Joanna menggunakan irama ejekan yang dilontarkan Joanna padanya tadi.


Kedua teman Joanna segera membantu Joanna berdiri, suasana kelas yang penuh gelak tawa berganti tegang. Joanna tidak terima diperlakukan dengan kasar oleh Krystal, dia merupakan anak dari salah satu bangsawan paling dihormati di Albertine. Joanna juga adalah salah satu gadis yang berada di belakang Emilia, dia selalu mengikuti Emilia ke mana saja. Itulah sebabnya, Joanna bisa bersikap semena-mena kepada Krystal dan kepada semua orang di akademi ini.


“Sekarang kau sudah berani menentangku? Haha kau sudah gila ya? Apa kau lupa siapa aku? Aku adalah anak dari Duke Nadean, walau kau Tuan Putri, tapi tetap saja posisimu jauh lebih rendah dariku.” Joanna membanggakan diri di depan Krystal, dia harap Krystal akan takut tapi nyatanya Krystal tidak peduli soal jabatan Ayahnya.


“Bagaimana ya? Aku memang gila, aku akui itu. Orang gila tidak peduli tentang apa pun posisi keluargamu di mata Kaisar, orang gila akan melakukan segala sesuatunya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Makanya, kau percuma saja berlagak dan membanggakan posisi keluargamu, Kaisar saja aku lawan apalagi cuma serangga kecil sepertimu, bisa saja aku lenyapkan dari muka bumi ini.”


Krystal menekan Joanna dan membuatnya tidak bisa berkata-kata karena takut oleh aura yang dikeluarkan oleh Krystal. Joanna tidak ingin menjatuhkan dirinya di hadapan teman-teman dan orang yang melihatnya sehingga membuat ia memaksakan diri untuk terlihat berani di hadapan Krystal. Joanna mengatur ketakutannya supaya tidak mudah dibaca oleh banyak orang, dia memposisikan diri supaya tetap aman dari terkaman Krystal.


Benalu dan parasit yaitu kata-kata yang paling sering dilontarkan Joanna kepada Krystal di masa lalu. Krystal kerap kali menangis sebab sakit hati oleh perkataan Joanna kepada dirinya, tidak ada hal baik menimpa Krystal selama bersekolah di Akademi Parthevia. Joanna serta semua orang yang bersekolah di akademi tersebut merupakan mimpi buruk bagi Krystal.


“Permaisuri? Kau ini pintar melucu ya, apa yang istimewa dari posisi Permaisuri? Kalau kau menjadi dewi, baru aku acungkan jempol, tapi Permaisuri? Tidak ada yang spesial dari posisi rendahan itu. Sebelum kau menjadi Permaisuri, aku akan lebih dulu membunuhmu,” ancam Krystal, Joanna seketika itu langsung gemetar karena pandangan intimidasi dari Krystal.

__ADS_1


“Sialan kau b*jingan! Biar aku perlihatkan padamu bagaimana neraka sesungguhnya!” Joanna melayangkan tangannya bersiap untuk menampar, namun buru-buru Krystal mencekal pergelangan tangan Joanna dan menghentikan layangan tamparan itu.


“Ohh baru kali ini ada manusia rendahan mengancamku untuk memperlihatkan neraka padaku, kalau begitu biar aku lebih dulu memperlihatkan padamu bagaimana neraka itu.”


Krystal menjambak rambut Joanna lalu menariknya ke luar dari kelas, saat itu Joanna mencoba meminta tolong kepada temannya, tapi tidak ada satu pun yang sanggup mencegah Krystal. Joanna dibawa oleh Krystal ke kolam air mancur di depan halaman akademi. Seluruh penghuni akademi menyaksikan langsung apa yang ingin dilakukan Krystal terhadap Joanna.


“Kau ingin melihat neraka kan? Baiklah, aku akan memperlihatkan padamu bagaimana bentuk neraka itu.”


Krystal membenamkan kepala Joanna ke dalam kolam, di sana Joanna melihat dengan jelas neraka itu sendiri. Tampak Heros tengah menyiksa manusia-manusia penuh dosa, dia membakar para manusia, mematahkan anggota tubuhnya, membunuhnya berulang kali menggunakan pedang panas. Joanna ketakutan sekali pada kala itu, dia tidak menyangka bisa melihat neraka di dasar kolam nan dangkal. Lalu Krystal mengeluarkan kepala Joanna dari kolam tersebut, mimik muka Joanna tertelan oleh rasa takut berlebihan.


“Bagaimana? Kau melihatnya kan? Neraka yang kau maksud, seperti itulah gambarannya. Apabila kau mati, aku akan mengirimmu ke sana.”


“T-tidak, saya s-salah—”

__ADS_1


Krystal kembali membenamkan kepala Joanna ke kolam, Joanna mendengar jelas suara teriakan serta jeritan kesakitan dari orang-orang yang disiksa di neraka. Joanna menggeliat, dia ingin Krystal segera mengeluarkan kepalanya dari dalam kolam. Tidak mampu telinganya mendengar suara orang-orang yang tersiksa, dia sendiri juga tidak sanggup membayangkan bila dirinya berada di posisi manusia yang tersiksa di neraka.


“Kau melihatnya dengan jelas bukan? Neraka yang kau sebut itu begitulah penampakannya. Kau lihat bagaimana rupa raja neraka yang tidak memberi celah ampun untuk mereka? Haha kau berlagak mau mengirimku ke sana? Tidak perlu repot-repot, sebab aku sendiri sering mengunjungi neraka itu.”


__ADS_2