
Kepulangan Krystal dari Kekaisaran Archer membawa kegemparan di istana Albertine, segala daya upaya yang dikerahkan oleh Fred untuk membunuh Krystal berakhir gagal. Saat ini Fred bersama beberapa bangsawan dilanda kepanikan hebat, mereka adalah dalang dari munculnya monster-monster dari duplikat portal.
“Yang Mulia, kita gagal membunuh gadis itu. Bahkan kita sudah meminta tolong kepada komplotan berjubah putih itu untuk melenyapkannya. Duplikat portal monster tidak berguna sama sekali, bahkan dia kembali tanpa ada luka, apa lagi yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Duke Nadean panik.
Mereka memang memiliki hubungan kerja sama dengan komplotan berjubah putih untuk melenyapkan Krystal. Mereka bekerja sama semenjak sebelum Krystal masuk ke akademi, tapi hasilnya tidak ada yang berhasil. Ketakutan mulai menghantui perasaan mereka, Krystal ancaman terbesar bagi mereka saat ini.
“Ayo kita pikirkan cara lain, aku yakin masih ada cara yang mampu mengalahkan gadis itu,” ucap Fred.
Sementara itu, kini di kamar kediaman Isabelle, Emilia dan dirinya juga merasakan perasaan takut luar biasa. Mereka membayar mahal-mahal para penyihir untuk membunuh Krystal di perjalanan menuju Archer, namun rencana itu ambyar seketika akibat Krystal yang terlalu dilindungi oleh para selirnya. Mereka tidak diberikan celah untuk melawan, pria yang berada di sekitar Krystal terlalu kuat untuk mereka jadikan lawan.
“Ibu, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kalau Krystal tidak mati, bisa-bisa takhta Kaisar jatuh ke tangannya,” panik Emilia sedari tadi mondar-mandir.
“Ya, aku tahu itu. Bagaimana pun gadis itu memang pewaris takhta yang sebenarnya, tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja. Selama ini kita telah bersusah payah hingga harus menghapus ingatan rakyat tentang Kaisar sebelumnya. Jika gadis itu mengetahui kebenarannya, tidak tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita,” ujar Isabelle.
“Black Scorpion juga tiba-tiba tidak menerima permintaan lagi untuk membunuh Krystal, aku benar-benar buntu sekarang harus melakukan apa.”
“Sudah, Emilia, kau duduk dulu.” Isabelle menarik tubuh Emilia untuk duduk di sebelahnya, “Sepertinya Kaisar juga sedang melakukan rencana pembunuhan untuk gadis itu, mungkin lebih baik kita bekerja sama saja agar peluang berhasilnya semakin tinggi,” usul Isabelle.
“Ide yang bagus!” Emilia kembali sumringah, “Kita harus menemui Ayah sekarang juga.”
__ADS_1
Di balik keresahan mereka, kini seluruh kekaisaran tengah geger karena monster-monster yang ada di balik dinding monster menghilang. Saat ini di seantero dunia tidak ditemukan lagi adanya monster, rakyat mengucap syukur berulang kali untuk keajaiban yang tengah terjadi. Alexius di Kekaisaran Archer memiliki niat untuk membantu Krystal, dia menyebarkan rumor bahwa Krystal adalah orang yang membuat monster itu menghilang.
Nama baik Krystal semakin melejit, tidak sedikit orang kala itu mengirim berbagai macam hadiah mahal untuk Krystal. Seketika kamar Krystal dipenuhi oleh hadiah ucapan terima kasih, tidak sedikit pula dari kekaisaran yang mengundang Krystal untuk sekedar makan malam atau undangan pesta. Pandangan orang lain langsung berbanding terbalik, yang dulunya hanya ada hinaan, namun hari ini mereka membicarakan hal baik untuk Krystal.
Pada saat itu pula, sebuah harapan untuk rakyat kecil di Kekaisaran Albertine terbuka lebar. Mereka menaruh harapan kepada Krystal memberantas ketidakadilan yang mereka terima selama ini, ditambah dengan berita dari alun-alun kota kala Krystal menyelamatkan rakyat di sana, membuat semua orang yakin untuk memilih Krystal sebagai Kaisar berikutnya.
“Yang Mulia, semua orang membicarakan Anda,” ujar Olin sejak tadi tidak berhenti tersenyum bangga.
“Haha aku tidak terlalu bahagia, lalu apa-apaan semua hadiah ini? Hadiah dari Vicenzo saja bukan main banyaknya, sekarang ditambah lagi dengan hadiah dari orang lain,” kata Krystal menghela napas berat melihat tumpukan hadiah di kamarnya.
“Tapi, semuanya barang-barang mahal, mereka juga memberikan perhiasan bahkan permata yang cantik,” ucap Cherry, membuka-buka kotak hadiah satu persatu.
Krystal sungguh tidak mempedulikan apa pun bentuk hadiah yang diberikan padanya, bagi Krystal hadiah-hadiah itu akan merepotkannya nanti. Oleh sebab itulah, Krystal menyuruh mereka untuk menyimpannya saja.
Kemudian tiba-tiba saja Heros datang membuka pintu kamar, dia memanggil Krystal untuk mengajaknya berbicara serius dengan Heros dan Vicenzo. Krystal rasa pembicaraannya tidak sesederhana yang terlihat, Krystal segera keluar dari kamar dan mengikuti Heros ke tempat Vicenzo berada. Saat ini mereka bertiga tengah bertemu di kamar Vicenzo, sebelumnya Heros telah memasang sihir kedap suara agar pembicaraan mereka tidak bocor keluar.
“Ada apa? Apa kalian menuntut penjelasan tentang kejadian di hutan Archer?” tanya Krystal.
“Tidak hanya itu saja, masih banyak hal lain yang perlu kami bicarakan padamu. Tapi, sebelum itu sebaiknya kau jelaskan kepada kami apa yang kau bicarakan dengan monster itu? Lalu mengapa kau tiba-tiba bisa mengerti bahasa monster?” tanya Heros balik.
__ADS_1
Suasana di antara mereka terasa serius dan mencekam, mungkin ini ke sekian kalinya mereka berbicara serius bertiga, namun kali ini terasa lebih serius daripada biasanya.
“Aku mengerti bahasa mereka secara tiba-tiba begitu saja, kalung permata ini sepertinya memberi pengaruh untukku.” Krystal mengeluarkan kalung permata lilac dari balik bajunya untuk ia tunjukkan kepada Heros dan Vicenzo.
“Aku juga agak aneh melihat kalung ini, sepertinya tersimpan kekuatan sangat besar di dalamnya. Sebelumnya aku berfirasat, tidak mungkin Ibumu akan memberikan kalung ini tanpa alasan yang jelas, aku juga yakin pasti ada rahasia besar yang tersimpan di balik ingatanmu yang terkunci,” ucap Vicenzo.
“Tapi, Krystal, apakah kau yakin pernah bertemu dengan Lucio dulunya? Kalau kau memang membawa Lucio ke Kerajaan Ezoria, seharusnya kami berdua juga ingat tentang Lucio. Lalu mengapa hanya kau saja yang mengingatnya?” timpal Heros bertanya kembali.
Krystal mengubah posisi duduknya agar lebih rileks menjawab segala bentuk rasa penasaran dari mereka berdua.
“Aku tidak yakin soal ini, tapi hanya ada satu dugaanku bahwa ada yang menghapus ingatan kalian dan aku, kemungkinan lainnya yaitu Lucio bereinkarnasi setelah 4000 tahun lamanya. Namun, aku masih bingung, siapa yang menghapus ingatan itu? Apa alasan ingatan tentang pertemuanku dengan Lucio dihapus? Bahkan Cherry dan Bleas juga tidak mengingatnya sama sekali.”
Pikiran mereka sama-sama dirundung oleh kebingungan hebat, tidak ada yang dapat memberikan jawaban pasti atas ingatan yang muncul tiba-tiba tersebut.
“Krystal, apakah ada kemungkinan yang sama terjadi pada empat selir yang lain? Apa mereka juga bereinkarnasi seperti Lucio dan bertemu denganmu di masa lalu?”
Krystal tersentak mendapat pertanyaan dari Heros lagi, dia mencoba membenamkan diri di dalam pikirannya. Krystal mencari potongan-potongan petunjuk yang dikiranya menyambung dengan dugaan itu.
“Mungkin saja, karena mereka semua memiliki kekuatan langka di tubuh mereka. Kekuatan itu semuanya terakhir ada 4000 tahun lalu, mulai dari elemen petir, pedang beracun, klan musik, hingga sihir benang. Namun, klan pedang beracun masih ada sampai sekarang, keberadaan mereka tersembunyi semenjak ada insiden kehancuran klan dulu. Aku masih tidak mengerti, tapi kemungkinan mereka bereinkarnasi itu memang ada,” papar Krystal.
__ADS_1
“Kalau begitu sekarang kita jalani saja dulu, aku yakin semuanya akan terjawab seiring berjalannya waktu.”