
Permukaan tanah tiba-tiba saja bergetar hebat, Krystal akhirnya melampiaskan amarahnya dengan cara mengontrol tanah tempat mereka berpijak. Kepanikan melanda para bangsawan itu, mereka berjatuhan karena tidak bisa menahan getaran tersebut. Kala itu, rasa takut berlebihan menjepit perasaan mereka, Krystal tidak membiarkan satu pun dari mereka yang bernapas dengan bebas. Dari dalam tanah, saat itu keluar tanaman liar yang sangat besar dan menakutkan, tubuh mereka dililit oleh tanaman itu. Darah berceceran keluar dari tubuh mereka akibat duri yang menggores kulit mereka semua.
“AARRRGHHHH! L-LEPASKAN! TOLONG LEPASKAN SAYA!”
“YANG MULIA, MOHON MAAFKAN KESALAHAN SAYA, JANGAN BUNUH SAYA. TOLONG JANGAN BUNUH SAYA.”
“SAYA TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG ANDA, INI ADALAH KESALAHAN ANAK SAYA, SAYA AKAN MENGHUKUMNYA NANTI. TOLONG LEPASKAN HAMBA, YANG MULIA.”
Amarah Krystal mereda, dia melepaskan semua bangsawan itu dari jeratan tanaman liarnya, permukaan tanah pun kembali normal. Mereka bersyukur masih hidup kala itu meskipun luka yang mereka terima juga sangat besar, bahkan ada di antara mereka yang kehilangan beberapa anggota tubuh. Krystal memutar tubuhnya untuk balik ke kamar, dia cukup lelah mengeluarkan sebanyak itu kekuatannya untuk menggertak banyak orang.
“Kalian boleh menghinaku, tapi jangan pernah membawa Ibuku ke dalam hinaan itu. Lalu ingatlah, aku melepaskan kalian hari ini bukan karena aku memaafkan kalian, tapi aku memberi peringatan kepada kalian untuk bersiap sebelum aku benar-benar melenyapkan kalian dari peredaran bumi.”
Austin, Lucio, dan Julian mengikuti Krystal dari belakang, mereka juga memberi tatapan mengancam kepada para bangsawan itu. Tidak ada yang berani di antara mereka yang membuka suara lagi, segala hinaan yang diarahkan terhadap Krystal berubah menjadi rasa takut yang luar biasa menghantam diri mereka.
‘Gadis itu tidak bisa dibiarkan hidup lebih lama lagi, ditambah jika dia mengetahui kebenaran yang sebenarnya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib kami nanti.’
...***...
“Krystalia, kau adalah milikku. Tidak akan aku biarkan siapa pun memilikimu selain aku, kau satu-satunya wanita yang aku cintai. Aku tidak akan membiarkanmu berpaling ke lain hati.”
“Lepaskan aku! Jangan sentuh aku! Sampai kapan pun, aku bukan milikmu!”
__ADS_1
“Ayolah sayang, jangan seperti ini padaku. Aku akan menyelamatkanmu dari masalah itu, asal kau bersedia menjadi selirku.”
“TIDAK! AKU TIDAK SUDI! AKU TIDAK AKAN PERNAH JATUH KE LUBANG YANG SAMA LAGI!”
“SIALAN! KEMARI KAU JAL*NG! AKU AKAN MEMBUATMU MERASAKAN SAKIT YANG LUAR BIASA! AKU AKAN MEMBUATMU SELAMANYA BERADA DI SISIKU!”
“AARRRGHHHH! S-sakit… aku mohon tolong biarkan aku pergi….”
Di malam yang tenang, Krystal bermimpi buruk tentang memori di mana ia tidak ingin mengingatnya lagi. Krystal gelisah di dalam tidurnya, keringat dingin bercucuran deras dari keningnya, tepat pada saat itu Heros mendatangi Krystal atas permintaan Cherry dan Bleas. Sejak tadi Krystal mengerang sakit di sela tidurnya, Cherry dan Bleas sudah berusaha untuk membangunkan Krystal namun tidak ada jawaban yang mereka dapatkan. Akhirnya, mereka memanggil Heros agar membantu membangunkan Krystal dari mimpi buruk.
“Bagaimana ini? Yang Mulia tampak kesakitan,” cemas Bleas.
“Krystalia, tolong bangun, jangan biarkan mimpi buruk itu menelanmu. Itu hanyalah mimpi, kau sekarang ada di dunia nyata. Buka matamu Krystal, jangan membuat kami di sini mengkhawatirkanmu,” ucap Heros seraya mendekap Krystal dan mengguncang sedikit badannya.
Heros mengusap kepala Krystal, ekspresi wajahnnya yang cemas tidak bisa dibohongi, selama ini dia selalu berada di samping Krystal saat gadis itu berada di posisi sulit seperti sekarang.
“T-tolong biarkan aku pergi, aku t-tidak mencintaimu l-lagi. J-jangan sakiti aku, aku mohon. Jangan sakiti orang-orang yang aku sayang, tolong ….”
Tanpa sengaja Krystal berbicara di saat matanya tertutup rapat, dia memohon di tengah rasa sakit luar biasa. Sekujur badannya gemetar, dingin disertai panas menyerang tubuh itu, menyaksikan Krystal yang kesakitan membuat hati Heros terluka. Begitu pula dengan Bleas dan Cherry, mereka turut sakit membayangkan bila berada di posisi Krystal.
“AAHHHH!” Krystal memekik dan terbangun dari mimpi buruk, dia menemukan dirinya sedang berada di dalam pelukan Heros. Irama napasnya berat dan tidak beraturan, dadanya serasa tercekik, serta pandangannya masih belum jelas sepenuhnya.
__ADS_1
“Yang Mulia!”
“Krystal!”
Kekhawatiran mereka seketika menghilang saat Krystal membuka mata, walau pada saat itu tubuh Krystal masih gemetar.
“Heros … aku mimpi buruk. Aku melihat pria itu lagi … dia menyiksaku, aku kesakitan tapi tidak ada seorang pun di sana. Sebenarnya, berapa lama lagi aku harus melarikan diri? Jujur saja, aku takut mereka akan menemukan aku lagi, apa yang harus aku lakukan kalau saat itu tiba? Apa aku melarikan diri lagi? Aku lelah.”
Heros mempererat dekapannya, memberi kehangatan pada tubuh gadis itu. Ujung jari Krystal serasa membeku akibat dingin, bukan karena dingin malam tapi karena dingin akan ketakutan yang menelan dirinya.
“Tidak, kau tidak perlu lagi melarikan diri. Aku akan berada di sisimu, aku akan melindungimu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Jangan merasa sendirian, percayalah padaku kali ini saja ya.” Heros menenangkan Krystal hingga rasa takutnya benar-benar berkurang.
Perlahan Krystal mulai tenang, degup jantungnya normal kembali seperti semula, namun mimpi itu masih membuat Krystal syok, kedua mata Krystal masih terasa berat dan sekarang ia tertidur di pelukan Heros. Melihat Krystal yang tertidur, Heros meletakkan kepala Krystal dengan lembut dan pelan ke atas bantal.
“Kalian berdua jangan sampai lepaskan pandangan dari Krystal, dia masih belum bisa melupakan masalah itu. Saat ini dia memiliki banyak pikiran buruk, kita tidak tahu kapan mereka akan mencari Krystal lagi. Kalian paham kan?” pesan Heros kepada Cherry dan Bleas.
“Iya, tapi bagaimana sekarang? Apakah ada tanda-tanda dari mereka akan mencari Yang Mulia lagi?” tanya Bleas.
“Akhir-akhir ini mereka terlihat aneh, mereka tidak melakukan apa pun setelah Krystal bangun dari tidurnya. Aku akan terus mengawasi mereka dari jarak jauh, bagaimana pun itu jangan sampai Krystal tertangkap dan disiksa lagi oleh pria baj*ngan itu. Padahal dia sudah memiliki permaisuri yang dia pilih sendiri, masih saja dia terobsesi kepada Krystal,” geram Heros.
“Selama ini Yang Mulia telah melakukan banyak hal untuk kita, tapi kita tidak dapat melakukan apa pun. Yang Mulia menyelamatkan kita berulang kali dari kematian, tapi mengapa tidak ada hal yang bisa kita lakukan demi kebahagiaan Yang Mulia? Hatiku sakit saat mengingat betapa besarnya perjuangan Yang Mulia menyelamatkan banyak orang seorang diri,” tutur Cherry dengan suara bergetar.
__ADS_1
Heros termenung beberapa saat, dia juga memiliki pikiran yang sama dengan Cherry, tidak ada hal yang dapat dia lakukan demi kebahagiaan Krystal.
“Aku juga berpikir begitu, dia selalu melarikan diri dari kejaran musuh. Namun, pada masa ini aku tidak ingin gagal lagi melindunginya. Aku akan berada di sampingnya selalu dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama kembali.”