Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Pengumuman Hasil Ujian


__ADS_3

Sudah berlalu tingga minggu semenjak Krystal bermimpi buruk, mimpinya masih sering membayangi diri Krystal setiap saat, bahkan kini dia membutuhkan obat supaya dapat tertidur pulas tanpa bermimpi. Cherry dan Bleas bersiaga 24 jam menjaga Krystal tidak kesakitan lagi seperti sebelumnya.


“Hari ini hari pengumuman hasil ujian kelulusan kan, Yang Mulia?” tanya Bleas.


“Iya, aku ingin melihat berapa nilai yang aku dapatkan dari ujian yang aku lalui sebelumnya,” jawab Krystal sembari memperhatikan pantulan dirinya di cermin rias.


Cherry membantu Krystal untuk berias, ini merupakan pekerjaan yang sering dilakukan oleh Cherry sejak dulu. Dia membantu Krystal untuk memoles diri, memilih gaun untuk dikenakan, serta mengatur setiap aktivitas yang harus dibatasi oleh Krystal. Sedangkan Bleas sendiri, dia hanya menjadi penjaga dan pengantar pesan antar Krystal dengan Heros.


“Selesai. Rambut Anda sudah selesai saya kuncir, Yang Mulia,” ucap Cherry.


Krystal pangling melihat kemampuan Cherry dalam merias dirinya, tampak anggun dan sangat cantik dengan rambut yang sedikit dikuncir. Riasan wajah Krystal pun tipis dan tidak terlihat menor, sebab Krystal tidak menyukai riasan yang berlebihan di wajahnya.


“Kemampuanmu sejak dulu tidak pernah berubah ya, Cherry. Malah sekarang jauh lebih bagus.” Krystal menyanjung Cherry, reaksi Cherry tersipu malu saat Krystal memuji kemampuan yang telah ia asah sejak lama.


“Oke, sekarang aku akan berangkat ke akademi untuk melihat pengumuman hasil ujian.”


Krystal didampingi oleh Cherry dan Bleas menuju papan pengumuman, di tengah perjalannya ia tidak sengaja berpapasan dengan Julian. Akhirnya, Julian berjalan berbarengan dengan Krystal ke depan papan pengumuman. Di sana, sudah ramai oleh para siswa, mereka mengerumuni papan pengumuman untuk melihat langsung apakah hasil ujian mereka baik atau buruk.


Ketika Krystal baru saja sampai, berpuluh-puluh pasang mata menatap aneh kepada Krystal. Bisikan-bisikan tidak mengenakkan mulai menyerang, pada mulanya Krystal bermaksud untuk tidak menanggapai hal tersebut. Namun, suara bisikan itu semakin bertambah jelas di pendengaran, Julian pun melayangkan sorot pandang tajam ke arah mereka. Kemudian Krystal menyuruh Julian untuk tidak menghiraukannya, kini dia fokus untuk melihat hasil ujian yang terpampang di papan pengumuman.


“Huh? Bagaimana bisa?” Krystal kehilangan kata-kata begitu menyaksikan langsung namanya masuk ke kolom satu-satunya yang tidak lulus di ujian ini, dengan artian lain dia tidak berhasil lulus dari akademi.


“Aku ketakutan saat soal ujian kemarin itu berbeda dari soal yang aku beli pada Profesor Tesya, tapi dia mengatakan padaku untuk tidak khawatir karena dia yang akan menjamin kelulusan kita.”

__ADS_1


“Tapi, ternyata ada satu orang yang tidak lulus. Meskipun saat ini dia ditakuti banyak orang, tetap saja dia masih sama bodohnya dengan yang dulu.”


“Aku pikir dia bisa mengerjakan ujiannya dengan nilai sempurna, sebab aku melihat dia sangat santai mengerjakan soal ujian bahkan beberapa ujian praktek pun dia selesaikan dengan cepat, tapi hasilnya tetap sama saja.”


“Hahaha sungguh malang, kini dia harus mengulang lagi dari awal. Betapa memalukannya Albertine memiliki Tuan Putri seperti dia.”


Ucapan bersifat mengejek terus masuk ke pendengaran Krystal, terulang lagi kejadian seperti sebelumnya, di mana si pemilik tubuh asli dihina habis-habisan setelah mengetahui dirinya tidak lulus dalam ujian akademi. Krystal menggeram kesal, rahangnya mengeras karena menahan marah.


“Yang Mulia, sek—”


Krystal melangkah pergi menjelang Julian selesai berbicara padanya, napas Krystal menderu-deru akibat kemarahan di hatinya menguasai diri. Cherry dan Bleas hanya bisa berdo’a untuk para manusia di akademi ini agar segera sadar, sebab Krystal telah berada di puncak tertinggi emosinya. Julian bergegas menyamakan langkah dengan Krystal, tidak tahu hal buruk apakah yang akan disuguhkan oleh Krystal kepada akademi ini.


“Apa yang akan dilakukan Yang Mulia sekarang?” tanya Julian berbisik kepada Cherry dan Bleas.


Pada saat bersamaan, Profesor Tesya bersama Kepala Akademi tengah berbincang halus di ruang kerja. Profesor Tesya berpangku mesra dengan seorang pria paruh baya yaitu Richard – Kepala Akademi, mereka berdua tampak sangat intim.


“Saya sempat khawatir kalau gadis itu akan mengacaukan apa yang telah saya lakukan selama beberapa waktu ini,” ujar Profesor Tesya.


“Aku tidak akan membiarkan dia menyingkirkanmu dengan mudah karena sejak awal kita menerima banyak uang dari para bangsawan itu. Mereka rela mengeluarkan berapa pun jumlahnya asal anak mereka bisa meraih nilai sempurna. Aku melindungimu dari belakang dan ada Permaisuri juga yang akan memberi perlindungan kepada kita.”


“Tapi saya tidak yakin, apakah Permaisuri bisa menghadapi gadis itu dengan mudah.”


“Kenapa? Dia kan han—”

__ADS_1


Brakkk


Tiba-tiba saja, pintu masuk terbuka dengan brutal, mereka yang sedang bermesraan terperanjat kaget karena suara pintu itu. Yang lebih membuat terkejut lagi, Krystal datang memergoki mereka berdua tengah berselingkuh ria dari pasangan masing-masing. Krystal menyeringai mendapat sambutan yang begitu berbeda, siapa sangka ia akan melihat perselingkuhan antara seorang Profesor bersama Kepala Akademi.


“Hoho lihatlah ini apa yang aku temukan, sebuah pemandangan tidak biasa. Apa kalian berselingkuh dari pasangan kalian? Ckck aku tidak menyangka kalian melakukan hal segila ini di akademi,” kata Krystal.


Profesor Tesya tergagap, dia segera turun dari pangkuan Richard kemudian merapikan pakaiannya yang berantakan.


“Lancang! Beraninya masuk tanpa memperhatikan kesopanan. Kau sudah merusak fasilitas akademi, seharusny—”


“TUTUP MULUTMU!” sergah Krystal membuat Richard terdiam, “Aku tidak peduli soal fasilitas akademi, tapi aku akan terus terang bertanya padamu, berapa uang sogokan yang sudah diberikan oleh Permaisuri padamu untuk membuatku tidak lulus dari akademi?”


Richard tersentak mendapat pertanyaan tajam dari Krystal, sedikit pun Krystal tidak melepas tatapan sinisnya dari Richard. Namun, Richard hening dan tidak menjawab pertanyaan Krystal, begitu pula Profesor Tesya yang gemetar ketakutan melihat ekspresi Krystal yang sangat marah.


“JAWAB! Apa kau tidak punya lidah untuk berbicara?” Julian mencengkram kerah baju Richard, “Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang menyakiti Yang Mulia.” Julian menekan Richard untuk segera menjawab. Krystal tertegun melihat kemarahan Julian, dia tidak pernah menyaksikan Julian semarah ini sebelumnya.


“Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, Permaisuri tidak ad—”


Plaakkk


“Jawab saja pertanyaan dari Yang Mulia dengan jujur! Jangan berbohong lagi! Kau menerima jumlah yang sangat besar kan? Karena itu Yang Mulia Putri tidak diluluskan dari ujiannya, tapi kalian malah meluluskan siswa yang tidak pantas untuk diluluskan. Apa kalian gila? Jangan memancing kemarahan Yang Mulia lagi.”


Julian semakin menggebu-gebu, Krystal hanya menunggu sampai Richard membuka suara. Di sisi lain, Profesor Tesya tidak ingin ikut campur ke dalam masalah ini, diam-diam ia mencuri kesempatan untuk kabur dari ruangan. Namun, Krystal berhasil menahannya sebelum ia melangkahkan kaki ke luar pintu.

__ADS_1


“Mau ke mana kau? Apa aku mengizinkanmu untuk keluar?”


__ADS_2