Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Memojokkan Pengkhianat


__ADS_3

Setibanya di istana, kedatangan Krystal disambut oleh para selir, di sana juga ada Cleon dan Olin. Hati Krystal sudah sepanas bara api, lalu sekarang dia harus melihat wajah-wajah pengkhianat berkeliaran di sekitar mereka. Kemudian Krystal mengantarkan Shuria dan Adrian ke kamar mereka, Adrian terlihat begitu bahagia mendapat kamar yang super luas dan mewah.


“Kalau ada apa-apa, tolong segera beritahu saya,” pesan Krystal diangguki oleh Shuria.


Krystal pun meninggalkan mereka di kamarnya, saat ini langit menunjukkan kegelapan yang tak biasa. Cahaya rembulan yang bersinar ditutupi oleh awan mendung, pertanda sebentar lagi akan turun hujan. Menjelang beranjak masuk ke kamar, Krystal berhenti sejenak di teras sembari mendongakkan kepala ke atas langit. Krystal merasakan bahwa hidupnya akan lebih berat seusai balas dendam ini terselesaikan.


“Apa yang Anda lakukan di sini, Yang Mulia?” Ash datang menghampiri Krystal yang sedang sendirian.


Krystal menoleh ke arah Ash sembari mengembangkan senyum, “Aku hanya sedang menenangkan pikiran sebentar,” jawab Krystal.


Ash pun ikut berdiri di samping Krystal, “Saya tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tua saya,” ucap Ash tiba-tiba curhat.


“Apa kau ingin menceritakan dirimu padaku?” tanya Krystal.


“Ya, saya sudah lama tidak pernah membicarakan diri saya kepada orang lain, sebab saya sejak dulu dipenuhi oleh kebencian dan mempunyai rasa percaya terhadap manusia. Saya lahir sebagai salah satu anak bangsawan terpandang di Kekaisaran Drazik, tapi karena ledakan sihir di diri saya akhirnya tanpa sengaja saya membunuh keluarga saya sendiri. Walau sebelumnya saya juga tidak diperlakukan dengan adil, karena saya adalah anak di luar nikah.”


“Begitu keluarga itu lenyap, saya ditahan oleh Kaisar dan dijatuhi hukuman mati, namun saya berhasil kabur dari hukuman itu. Saya akhirnya menjalani kehidupan yang sangat sulit sampai saya berhasil membentuk kelompok pembunuh bayaran yang bernama Black Scorpion. Akan tetapi, saya masih bergantung pada obat-obatan untuk menekan ledakan sihir di tubuh saya, sampai akhirnya saya bertemu dengan Anda yang membuat tubuh saya membaik ketika berada di samping Anda seperti sekarang ini.”


Ash menatap dalam Krystal, keberuntungan serta rasa syukur berulang kali ia haturkan, Krystal adalah orang yang paling ingin dia lindungi sampai kapan pun itu. Ash telah bersiap untuk mengorbankan nyawa demi Krystal, tak peduli siapa pun nanti musuhnya, Ash menjadikan nyawanya sebagai tameng pelindung Krystal.

__ADS_1


“Ternyata kalian semuanya mempunyai kisah kelam, sama sepertiku yang juga tak punya celah untuk bahagia. Tapi, sekarang setidaknya kalian bahagia bersamaku, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Karena itulah, Ash, seberapa sepi dan sakit hidupmu, pasti akan datang seseorang yang membuatmu menjadi lebih baik. Mungkin alasanku bertemu kalian juga seperti itu, aku menjadi obat untuk luka di hati kalian, menjadi alasan untuk kalian tersenyum, dan menjadi penguat di kerapuhan diri kalian.”


Ash menggenggam jemari Krystal, tatapan mereka bertemu, entah mengapa Ash merasakan kelelahan di setiap kata yang diucapkan Krystal. Kelelahan atas dunia yang dia jalani saat ini, kelelahan akan masalah yang ia hadapai terus menerus. Krystal memikul beban itu ke mana-mana, meski kelihatannya dia bahagia, tapi sebenarnya bukan seperti itu. Krystal hanya pintar bersandiwara serta membohongi diri sendiri.


“Anda juga berbahagialah, Yang Mulia, bahagia dengan tulus bukan berpura-pura,” ucap Ash.


“Aku bahagia, bahagia bertemu dengan kalian.” Krystal mengecup singkat bibir Ash, Krystal tak ingin siapa pun mengkhawatirkan dirinya, walau seberat apa pun beban yang ditanggung, Krystal tidak akan memberatkannya kepada orang lain.


Selepas itu, mereka merasakan kehadiran yang tak asing di dekat istana, lalu mereka memutuskan untuk mengikuti arah kehadiran itu berasal. Ash enggan untuk melepaskan genggamannya dari Krystal, dia takut Krystal akan disakiti atau mengalami penyerangan saat ia lengah. Mereka tiba di belakang istana, di sana mereka melihat ada Cleon dan Olin tengah berbicara dengan seseorang berjubah putih.


“Bagaimana? Apa kalian mendapat info baru?” tanya pria berjubah itu.


“Kalau begitu, sebaiknya kalian sudahi saja misi kalian menjadi mata-mata, akan sangat berbahaya jika wanita itu tahu nantinya. Meskipun kekuatannya sedang lemah, tapi jangan pernah meremehkannya, kalian berdua masih belum bisa menandinginya. Cepat kalian berkemas, lalu pergilah dari tempat ini segera,” kata pria itu.


“Apa tidak bisa ditunda? Kau tahu sendiri Yang Mulia orangnya bagaimana, aku tidak bisa pulang tanpa membawa hasil. Kedua spirit itu juga belum ditemukan keberadaannya, bisa-bisa nanti mereka malah membocorkan rahasia kita kepada wanita itu,” ujar Olin.


“Tidak bisa, kalian harus segera kembali, karena kami sedang sibuk memperkuat lingkaran sihir untuk membunuh wanita itu. Jika kalian dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan, takutnya kalian malah ketahuan oleh wanita itu nanti,” tolak pria berjubah itu.


Krystal yang bersembunyi di balik semak bersama Ash, tidak bisa lagi menahan kegeramannya terhadap mereka. Pada akhirnya, Krystal memutuskan untuk muncul di hadapan mereka dan berniat melayangkan serangan ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


“Apa kalian berpikir kalian bisa kabur dariku?”


Suara Krystal membuat ketiganya terperanjat kaget, sontak mereka kehilangan kata-kata saat melihat Krystal berhasil memergoki mereka.


“Sudah lama aku menahan diri untuk tidak menghajar kalian, tapi tampaknya kalian semakin dibiarkan semakin kurang ajar ya,” tutur Ash.


“Oh jadi benar kalian sudah mengetahuinya, dugaan kami tidak salah memang, sejak awal kami tidak pernah berada di pihak kalian,” balas Cleon, wajah imutnya yang biasanya berlari memanggil Krystal dengan sebutan ‘Kakak’ menghilang seketika. Ekspresi Olin dan Cleon tampak lebih berbeda, biasanya mereka berpura-pura baik, tapi kini muka aslinya dinampakkan kepada Krystal.


“DASAR PENGKHIANAT!” Krystal mengamuk dan mengayunkan kipasnya ke arah mereka bertiga, angin yang tajam berhasil menggores permukaan kulit mereka, “Padahal aku sudah berbaik hati kepada kalian, tapi balasan apa yang berikan padaku? Kalian sungguh menggelikan!”


Ketika Krystal akan menerjang, tiba-tiba saja Ash menahan Krystal, “Biar saya saja, Yang Mulia, saya tidak ingin Anda membuang tenaga demi menghadapi mereka,” ujar Ash.


Krystal pun beringsut ke belakang, dan membiarkan Ash yang menghadapi mereka untuk saat ini. Ash memasang penghalang dari sihir benangnya, benang Ash sangat kuat bahkan tak bisa ditebas menggunakan pedang.


“Kalian tidak akan bisa lari ke mana-mana.”


Dari ujung jemari Ash berkeluaran benang berwarna putih, benang itu melaju cepat, anehnya mereka tak bisa menggerakkan badan untuk menjauh.


“Apa yang terjadi? Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?” tanya si pria berjubah putih.

__ADS_1


“Tentu saja kalian tidak bisa bergerak, aku menahan bayangan tubuh kalian menggunakan kekuatanku.”


__ADS_2