
Krystal menghabisi para dewa itu dalam sekejap, mereka tenggelam di lautan amarah Krystal. Tidak terhitung entah berapa jumlah dewa yang mati di tangannya kala itu, semakin besar rasa marahnya maka akan semakin besar dampak kerusakan yang ditimbulkannya. Ketika Krystal memastikan bahwa dewa yang menghadangnya telah mati, Krystal pun beranjak pergi dan berencana untuk meninggalkan Kekaisaran Langit.
Krystal terus berlari dan berlari, dia terbang ke sana kemari menyusuri tempat yang tidak dia kenali. Di luar Kekaisaran Langit, tidak ada siapa pun yang bisa dia temui, hanya ada ruang jalan yang kosong disertai tumbuhan, bahkan suara hewan saja tidak terdengar olehnya. Kemudiaan saat Krystal hampir mencapai ujung dari wilayah langit ini, segerombol dewa tingkat tinggi yang kekuatannya di bawa satu tingkat dari dewa agung, datang mengejar Krystal. Jumlah mereka yang mengejar Krystal ada sekiranya enam belas orang.
“Kau tidak akan bisa lari ke mana-mana, pembunuh!”
Mereka berhasil mengepung Krystal, tidak ada jalan lain lagi bagi Krystal melarikan diri. Krystal ingin melawan mereka, tapi ketika ia hendak mengerahkan serangan, sebuah rantai membelit tubuh Krystal. Rantai tersebut diisi oleh kekuatan aneh yang pada akhirnya menyakiti tubuh Krystal, jeritan kesakitan bergaung dari mulut Krystal.
“AARRRGHHHH!”
Dari arah lain, Morgan datang membawa senyum kemenangan di wajahnya, Krystal samar-samar melihat bagaimana ia tersenyum saat menyaksikan Krystal kesakitan.
“Hahaha, Krystal! Ini adalah akhir darimu. Mulai sekarang kau akan berada di bawah kendaliku, jadi jangan pernah berharap kalau kau bisa hidup bebas seperti dulunya. Nikmatilah penderitaanmu karena kau sudah berani menolak cintaku,” ujar Morgan tertawa lepas.
Rantai tersebut semakin melilit badan Krystal hingga pada akhirnya Krystal tidak mampu lagi menahan rasa sakit dari rantai itu. Tubuhnya perlahan melemah dan tumbang tidak sadarkan diri, sebelum kesadarannya terambil sepenuhnya, Krystal mendengar sebuah kalimat dari Morgan.
“Rantai pengikat iblis hanya bisa digunakan satu kali, jika gadis ini kabur lagi maka aku takkan bisa menangkapnya semudah ini,” gumam Morgan.
Krystal tidak paham apa maksud dari rantai pengikat iblis, dia hanya tahu bahwa dirinya adalah seorang dewi kematian dan bukan seorang iblis.
‘Rantai pengikat iblis? Mengapa rantai ini bisa mengikatku yang bukan seorang iblis? Aku masih tidak mengerti.’
__ADS_1
Setelah Krystal dipastikan tidak sadar, mereka membawa Krystal ke istana kekaisaran. Di sana Killian dan Fine, mereka ialah orang yang membawa luka bagi Krystal. Killian yang dia cintai selama ini berkhianat dan memilih menikah dengan seorang asisten dewi. Akhirnya, Killian memutuskan untuk memasukkan Krystal ke dalam sangkar penghakiman.
Sebuah sangkar berwarna emas yang biasa digunakan untuk mengurung dewa atau dewi yang mempunyai kesalahan besar terhadap kekaisaran. Di sangkar tersebut, mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka seenak hati, kekuatan mereka seolah terkunci sehingga takkan ada yang bisa melarikan diri dari sana.
Krystal berada di dalam sangkar penghakiman selama berbulan-bulan, sesekali Killian datang melihat keadaannya dan memintanya menurut untuk menjadi seorang selir. Akan tetapi, Krystal menolaknya lagi, lagi, dan lagi. Killian muak mendengar penolakan dari Krystal, di sisi lain dia tidak ingin melepaskan Frine, tapi di sisi lainnya lagi dia mencintai Krystal.
‘Meskipun aku mati di sini, aku takkan sudi menjadi selirnya. Dia pikir aku seorang dewi yang mudah ditaklukkan? Jangan mimpi! Aku lebih memilih untuk keluar dari Kekaisaran Langit daripada harus menjadi selirnya dan bersanding dengan posisi lebih rendah dari wanita itu,’ gerutu Krystal dalam hati.
Di sela gerutuannya, Morgan datang mengunjungi Krystal, dia datang membawa pengancaman untuk Krystal. Morgan menganggap bahwa dia berhasil menaklukkan Krystal, tapi sebenarnya Krystal berubah menjadi orang yang lebih keras daripada sebelumnya. Pandangan Krystal tak pernah ramah ketika Morgan datang menghampirinya dengan senyuman palsu yang terukir di bibirnya.
“Krystal, apa kau masih tidak membuka hatimu untukku? Kau masih bersikeras tidak akan menjadi istriku? JAWAB, KRYSTAL!” teriak Morgan dari luar sangkar.
“Jadi, kau masih menolakku? Baiklah, lebih baik kau mati saja daripada aku harus melihat kau bersanding dengan pria lain,” gertak Morgan.
Krystal tersenyum miring, dua pria yang berada di sekitarnya tidak ada yang benar, mereka semua terlalu terobsesi pada dirinya.
“Ya sudah, kalau begitu cobalah untuk membunuhku,” tantang Krystal.
“Kau lebih memilih dibunuh daripada menjadi istriku? Sungguh kau wanita yang keras kepala. Nanti malam aku pastikan kau mati di dalam sangkar ini.”
Morgan berlalu pergi dari hadapan Krystal, terlihat jelas bahwa ancamannya barusan bukanlah sebuah ancaman main-main. Dia serius ingin membunuh Krystal, namun sayangnya Krystal tidak takut sedikit pun dengan ancamannya itu. Hingga tibalah di malam hari, sebentar lagi Morgan akan membawa senjata untuk menebas tubuh Krystal.
__ADS_1
“Sialan! Apa aku harus berakhir dalam keadaan menyedihkan ini? Sejak awal hidupku tidak pernah berjalan sempurna sebagaimana mestinya. Aku membenci hidupku, aku juga benci diriku yang terlalu percaya akan cinta yang dilimpahkan Killian padaku. Alhasil, sekarang hanya aku yang sengsara, sedangkan pria itu tidak mendapat penyesalan apa pun.”
Krystal meringkuk di sudut sangkar, ia merenungi hidupnya yang diwarnai oleh penderitaan. Krystal merasa prihatin atas hidupnya sendiri, rasanya dia ingin membuat dunianya sendiri tanpa harus merasakan rasa sakit seperti ini.
“Kau tidak boleh mati, Krystalia!”
Suara seorang pria tiba-tiba melintas di pendengaran Krystal, sontak ia mengangkat wajah untuk mencari sumber suara tersebut.
“Siapa? Siapa yang berbicara padaku?” tanya Krystal mengedarkan seluruh pandangannya, tapi tidak dia temukan siapa-siapa di sana.
Kemudian sangkarnya bereaksi aneh, mendadak saja sebuah jalan keluar terpampang nyata di sangkar tersebut. Krystal semakin bingung siapa yang membuat sangkarnya seperti demikian, ia masih saja mencari asal suara itu.
"Cepat keluar dari tempat itu! Kau belum boleh mati sekarang karena nasib dunia berada di tanganmu,” seru suara itu sekali lagi.
“Tapi, kau siapa? Tolong jawab aku lebih dulu,” sahut Krystal masih menanyakan hal yang sama.
“Kau tidak perlu tahu siapa aku karena nanti kita akan bertemu kembali, tolong cepat pergi dari sangkar itu karena sebentar lagi Morgan akan datang menemuimu.”
Krystal tidak berpikir panjang lagi, tanpa langkah ragu-ragu ia keluar dari sangkar tersebut. Sebuah cahaya yang menjadi jalan keluar bagi Krystal dan membawanya ke dunia di mana tempat manusia tinggal. Krystal terperangah menyaksikan ada banyak manusia berlalu lalang di hadapan matanya, ia menatap bingung merasakan ada banyaknya kehidupan di sekitarnya. Selama ini Krystal tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa masuk ke dunia manusia, dia hanya pernah mendengar beberapa penggal cerita dari Killian dulunya soal manusia.
‘Dunia manusia … apakah mulai sekarang aku akan tinggal di dunia manusia? Baiklah, ini lebih baik daripada harus mendekam di balik sangkar busuk itu. Mari mulai segalanya dari sini dan sembunyikan baik-baik diriku dari mata para dewa kepar*t itu!’
__ADS_1