
Krystal mengedarkan pandangannya, penampakan kamar yang dia tempati kini terlihat sangat berbeda.
“Kita masih di Midland, Anda tidak sadarkan diri selama dua hari, jadi kami memutuskan untuk menetap di sini sampai Anda sadar,” jawab Shion.
“Lalu mana yang lain? Kenapa hanya ada kalian berdua saja di sini?”
Kemudian Julian dan Shion menjelaskan situasi terkait Kekaisaran Midland yang belum diketahui oleh Krystal.
“Yang Mulia, sebenarnya segala masalah yang terjadi di Midland adalah ulah dari penyihir. Mereka menginginkan kehancuran Midland dengan menyembunyikan seluruh orang-orang berbakat, lalu mereka menyebarkan rumor bahwasanya Julian membawa kesialan bagi kekaisaran ini. Pihak istana pun mempercayai hal itu, sebab segala masalah yang melanda bertepatan terjadi pada hari lahirnya Julian.”
“Anda juga sebelum pingsan kehilangan kontrol emosi sehingga seluruh bangsawan, beberapa orang penyihir hingga keluarga Julian mati di dalam kehancuran akibat kekuatan Anda. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tapi hal inilah yang membuat Anda tidak sadar selama dua hari. Dan lagi sekarang yang lain sedang membereskan penyihir yang tersisa. Kami berdua di sini menjaga Anda, takut sesuatu yang buruk akan terjadi nanti,” jelas Shion secara detail.
Krystal membeku, bukan masalah kematian bangsawan atau penyihir tapi dia secara tidak sengaja telah membunuh keluarga Julian. Krystal menoleh sendu ke arah Julian, rasa bersalah di hatinya sangat mengganjal untuk saat itu.
“Julian, aku minta ma—”
“Anda tidak perlu minta maaf, Yang Mulia,” potong Julian, “Saya juga tahu Anda memutar waktu untuk menyelamatkan saya, seharusnya saya yang meminta maaf karena kabur tanpa menjelaskan situasi saya kepada Anda. Saya minta maaf Anda harus mengalami semua ini demi saya, maafkan saya, Yang Mulia, tolong maafkan saya.”
Julian menundukkan wajah sembari menggenggam erat tangan Krystal, air mata yang menggenang di matanya seketika turun berjatuhan.
“Julian, apa kau bersyukur masih hidup?” Krystal bertanya sambil tersenyum tipis dan menatap lekat Julian.
“Saya bersyukur masih hidup, bahkan sangat bersyukur,” jawab Julian.
“Oke, itu saja cukup bagiku, aku tidak memerlukan maafmu melainkan rasa syukurmu yang sudah diberi hidup lebih panjang lagi. Jangan merasa bersalah, sebab aku melakukan semua ini murni karena keinginanku sendiri. Aku tidak menyesal telah sampai sejauh ini demi menyelamatkanmu,” ungkap Krystal seraya mengusap air mata Julian.
“Terima kasih, terima kasih karena Anda mengizinkan saya masuk ke hidup Anda. Terima kasih, Yang Mulia….”
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, mereka terkejut sesaat mendengar sorakan dan teriakan keributan dari luar istana. Shion segera memeriksanya, rupanya seluruh rakyat telah berkumpul di depan istana, mereka bersikeras untuk bertemu dengan Krystal yang telah menyelamatkan hidup mereka dari kehancuran akibat para bangsawan serta pemimpin yang tidak kompeten.
“Yang Mulia, orang-orang itu ingin bertemu dengan Anda,” ujar Shion.
“Ya sudah, kita temui saja mereka.”
Krystal langsung turun dari tempat tidur, Julian dan Shion menuntun jalan Krystal yang masih belum bisa mengencangkan langkah kakinya. Mereka menuju ke depan halaman istana lalu berdiri di hadapan seluruh rakyat.
“Apakah Anda adalah Putri Krystal?” tanya salah seorang rakyat.
“Ya, itu aku, ada apa kalian ingin menemuiku?”
Kemudian seluruh orang yang berada di sana bersujud sembari menangis bahagia di hadapan Krystal, situasi tersebut membuat Krystal kehilangan kata-kata.
“Apa yang kalian lakukan? Cepat berdiri!”
“Ya, aku mengerti, tapi kalian tidak perlu sampai bersujud di bawah kakiku. Cepatlah bangkit, tegakkan kepala kalian, kebebasan ini milik kalian sekarang. Aku hanya ingin melihat kalian membangun kembali Midland sekaligus menikmati kebebasan yang kalian miliki saat ini,” tutur Krystal.
“YANG MULIA, ANDA SUDAH BANGUN?!” Dari kejauhan tampak Austin, Lucio, Ash, Heros, dan Vicenzo. Mereka membawa beberapa orang penyihir yang masih tersisa, lalu di belakangnya ada orang-orang yang selama ini disembunyikan oleh para penyihir tersebut. Orang-orang yang dulunya membawa kemakmuran bagi Midland, kini telah keluar dari tempat persembunyian mereka.
“Aku baru saja bangun,” balas Krystal.
Kemudian orang-orang yang menghilang itu mendatangi keluarga mereka satu persatu, pemandangan haru terjadi kala itu. Betapa besarnya rasa syukur serta kebahagiaan yang mereka peroleh secara bersamaan. Ash dan Vicenzo mendorong kasar para penyihir ke hadapan Krystal, mereka berlutut dalam keadaan tubuh yang terikat tali.
“Aku pikir kalian tadi membunuhnya langsung di tempat,” ucap Krystal.
“Sebenarnya kami ingin membunuhnya langsung, tapi alangkah baiknya kalau kau juga menyaksikan wajah orang-orang yang tidak tahu diri ini,” kata Vicenzo.
__ADS_1
Krystal menghela napas disertai tatapan membunuh ke arah para penyihir, “BAIKLAH, DENGARKAN AKU SEBENTAR,” seru Krystal ke seluruh rakyat, “MEREKA INI ADALAH DALANG DARI PENDERITAAN KALIAN SELAMA INI, BUKA MATA KALIAN LEBAR-LEBAR KARENA AKU INGIN KALIAN MENYAKSIKAN BAGAIMANA ORANG-ORANG INI BERAKHIR.”
Krystal mengisyaratkan Austin mengambil tempat untuk segera mengeksekusi mereka, semua rakyat turut menyaksikan ini dengan hati dongkol dan merah melihat wajah para penyihir yang sudah pasrah dengan hidupnya. Austin pun mengayunkan pedangnya, dalam sekali tebas, ia dapat membunuh para penyihir itu dengan cepat.
“Kita bebas… KITA BEBAS! SEKARANG KITA TELAH BEBAS!”
Sorak sorai bahagia dari rakyat membuat Krystal juga ikut lega dan senang, mereka berhasil membebaskan rakyat dari belenggu penderitaan akibat pemimpin sendiri.
“Mulai sekarang, Kekaisaran Midland akan berada di bawah perintahku dan juga Julian, aku akan membantu kalian untuk membangun kekaisaran ini kembali. Sampai masalahnya selesai, aku memberi kuasa kepada Julian sebagai Pangeran ketiga untuk memutuskan siapa pemimpin yang pantas untuk negeri ini. Aku harap kalian dapat bersabar sebentar dan mari membangun negeri ini bersama-sama,” seru Krystal disetujui oleh seluruh rakyat.
Selepas itu, saat Krystal hendak berbalik badan, tiba-tiba saja Cherry bersama Bleas muncul di hadapan mereka dalam keadaan terluka parah. Alangkah paniknya Krystal saat melihat kondisi mereka yang berada di ambang kematian.
“CHERRY! BLEAS! Apa yang terjadi dengan kalian?” Krystal langsung menaruh mereka berdua di telapak tangannya, kedua spirit kesayangannya sedang kesulitan untuk mempertahankan hidup masing-masing. Krystal segera berlari masuk ke istana dan membawa keduanya ke dalam kamar untuk mendapatkan perawatan langsung dari Krystal.
Krystal meletakkan mereka pelan-pelan ke atas tempat tidur, lalu memulai pemulihan diri kedua spirit itu. Untungnya, mereka masih sempat untuk selematkan, bila terlambat beberapa detik saja, mereka pasti sudah mati.
“Yang Mulia…,” lirih keduanya mendapati Krystal di depan mata mereka.
“Istirahatlah, nanti kita bicarakan lagi masalah ini,” tutur Krystal.
“Tapi, kami harus mengatakan ini kepada Anda bahwa ada pengkhianat yang berkeliaran di sekitar Anda. Kami tid—”
“Aku tahu itu,” potong Krystal.
“Apa maksud Anda?”
“Aku tahu kalau Cleon dan Olin pekhianat karena sejak awal mereka bekerja di bawah kelompok berjubah putih. Jadi, mereka berdua yang membuat kalian seperti ini?”
__ADS_1