Sang Dewi Pembalasan

Sang Dewi Pembalasan
Selir Shuria


__ADS_3

“Aku tidak bercanda, satu-satunya yang pantas untuk menjadi Kaisar selanjutnya hanyalah Tuan Putri Krystal, bahkan kemampuannya melebihi Kaisar saat ini. Kemudian tidakkah Anda sekalian merasa aneh atas perlakuan berbeda Kaisar terhadap Tuan Putri?”


Setiap pandangan mata mengarah pada Grand Duke Marvelo, perkataannya menyadarkan mereka tentang kejanggalan perlakuan Fred terhadap Krystal. Sebelumnya, mereka tidak pernah memikirkan soal ini, hanya saja pemikiran Grand Duke Marvelo yang saat ini juga tidak dapat dielakkan.


“Setelah dipikir-pikir lagi, perlakuan Kaisar kepada Tuan Putri Krystal berbeda jauh seolah Tuan Putri bukan anak kandungnya,” ujar Duke Salvatore.


“Itulah mengapa saya menaruh mata-mata di istana untuk membuktikan kejanggalan pikiran saya, apabila Tuan Putri Krystal memang bukan anak kandung Kaisar, ini akan menjadi masalah serius,” tutur Grand Duke Marvelo.


Seluruh bangsawan yang berada di ruangan tersebut mulai menduga-duga kemungkinan yang akan terjadi setelahnya. Mereka ribut satu sama lain mengeluarkan suara tentang berbagai macam prediksi bila kejanggalan Grand Duke Marvelo itu terbukti benar.


“Yang jelas sekarang kita harus memastikan mengenai hal ini lebih dulu agar kita dapat mencegah kemungkinan terburuk ke depannya. Jangan lupa juga kita harus mengerahkan segala kemampuan kita untuk membantu Tuan Putri, harapan satu-satunya memperoleh kedamaian hanya berada di tangan Tuan Putri Krystal. Kerahkan semua kekuatan kita untuk melindungi beliau, walaupun beliau tidak butuh dilindungi, tapi kita tak tahu kapan saja bahaya besar akan menghadang,” kata Duke Salvatore.


Mereka pun menyudahi pertemuan tersebut beberapa menit setelahnya, pertemuan yang hanya dijadikan tempat untuk bertukar pikiran, dugaan, serta urusan-urusan lain yang dianggap penting.


...***...


Pada hari berikutnya, Krystal berencana untuk turun ke seluruh daerah Albertine, ia ingin mengamati langsung kondisi kesehatan rakyat yang diabaikan oleh Kaisar selama ini. Sekaligus Krystal ingin memberi pengobatan bila ada rakyat yang terjangkit penyakit serius. Tidak lupa juga Krystal menyiapkan sejumlah uang dan makanan untuk nanti ia bagikan. Sementara itu, Krystal menyuruh Cherry dan Bleas untuk bersembunyi dari Cleon serta Olin, mereka dilarang menampakkan diri demi mencegah terjadinya hal yang tidak diingin. Lalu Krystal bersikap senatural mungkin di depan keduanya supaya dia bisa mendapatkan info penting nantinya.


“Austin, Ash, kalian berdua ikut denganku, kemudian yang lain pantau situasi di istana dan di daerah-daerah terpencil Albertine. Segera laporkan padaku apabila ada kejanggalan,” ujar Krystal.


Meskipun diwarnai sedikit protes dari para selir karena yang diajak Krystal untuk pergi bersamanya hanyalah Austin dan Ash. Mereka semua ingin ikut dengan Krystal, tapi ia melarangnya sebab dia hanya butuh dua orang untuk pergi menyaksikan langsung kondisi rakyat biasa. Terpaksa mereka menuruti Krystal dengan berat hati, segera saja masing-masing mereka berangkat ke setiap tempat yang berbeda.


Daerah pertama yang ingin dikunjungi Krystal yaitu pemukiman kecil di sisi selatan kota, Krystal mendapat laporan bahwasanya banyak gelandangan yang hidup di pemukiman tersebut, tidak sedikit juga di antara mereka yang menderita sakit serius. Sesampainya di sana, Krystal sangat terkejut melihat pemandangan yang tidak biasa. Ini hanya pemukiman kecil, namun kondisinya terlalu buruk. Di sepanjang badan jalan, tidak sedikit anak-anak yang terkapar dalam keadaan lapar, sampah juga bertebaran sana sini, orang-orang dewasa tampak menahan sakit di dada, lalu tempat tinggal mereka tidak layak huni.


“Apakah ini benar-benar bagian dari Albertine yang dielu-elukan sebagai kekaisaran paling makmur?” Ash tertegun sekaligus merasa prihatin terhadap pemandangan yang ia saksikan kini.


“Kondisinya sangat buruk, mereka keterlaluan sekali menelantarkan rakyat kecil,” tutur Austin.

__ADS_1


Krystal mendekat membawa banyak makanan, anak-anak yang memiliki penciuman sensitif langsung menyadari ada makanan di sekitar mereka. Kemudian anak-anak tersebut berlari ke arah Krystal sambil menadahkan tangannya.


“Tolong beri kami makan, Anda bawa makanan, bukan? Kami belum makan berhari-hari,” pinta anak-anak itu.


Krystal berjongkok di hadapan mereka disertai ekspresi sendu, ia mengeluarkan satu persatu makanannya dan membagikan makanan itu kepada mereka.


“Ini, makanlah yang banyak, kalau kurang kalian boleh minta tambah lagi,” ucap Krystal.


“Benarkah kami boleh minta tambah lagi?” tanya salah satu anak perempuan dengan sumringah.


“Ya, kalian makanlah dulu makanan ini.”


Mereka melahap habis makanan tersebut dalam waktu singkat, kemudian yang lain mulai menyadari kedatangan Krystal. Dalam sekejap Krystal dikerumuni oleh banyak orang yang meminta makanan, Austin dan Ash membantu membagi-bagikan makanan itu kepada mereka. Hati Krystal terasa sakit menyaksikan penampakan yang begitu pilu. Para pemimpin yang serakah mengakibatkan kerugian terhadap manusia tak bersalah.


“Tolong! Tolong!” Seorang pria berteriak meminta tolong, Krystal bergegas menuju arah suara itu.


“Ada apa?” tanya Krystal pada seorang pria yang terlihat panik dan menangis.


“Baiklah, bawa aku ke sana segera.”


Pria itu membawa Krystal masuk ke dalam gubuk kecil, istri pria itu tengah merintih sakit, di sampingnya ada dua orang anak mereka yang sedang menangis khawatir oleh keadaan sang Ibu. Tanpa berlama-lama, Krystal langsung memeriksa keadaannya, ternyata istri pria itu mengidap magh akut. Krystal pun mengeluarkan kekuatan suci demi menyelamatkan hidupnya, tak butuh waktu lama, kini penyakit istri pria itu telah sembuh sepenuhnya.


Sorak bahagia terdengar dari mulut mereka, ucapan terima kasih berkali-kali dilontarkan kepada Krystal. Lalu Krystal beranjak keluar dan menyembuhkan orang yang juga menderita sakit, lebih dari lima puluh orang memiliki penyakit yang sama. Akan tetapi, Krystal mengobati sakit mereka hanya dalam waktu singkat. Kedatangan Krystal menjadi anugrah besar untuk mereka, ditambah Krystal meninggalkan sejumlah uang untuk mereka belanjakan nantinya.


Setelah itu, Krystal menuju ke daerah selanjutnya yang terletak dekat dengan hutan Albertine. Di tempat ini hanya ada sebuah desa kecil nan kumuh, kondisi rakyat di sini kurang lebih sama dengan pemukiman sebelumnya. Hanya saja, di tempat ini terlihat gersang sebab tak ada sumber air bersih yang mengalir.


“Cherry, bisakah kau kemari?” panggil Krystal, beberapa detik kemudian Cherry muncul di hadapan Krystal.

__ADS_1


“Ada apa, Yang Mulia?” tanya Cherry.


“Maaf aku memanggilmu tiba-tiba padahal kau sedang bersembunyi. Aku ingin meminta tolong padamu untuk mencarikan sumber air bersih, apakah kau bisa melakukannya?”


“Tenang saja, itu hal yang mudah bagi saya,” kata Cherry langsung berangkat mendeteksi keberadaan sumber air bersih.


Tiba-tiba saja saat Krystal akan melangkah masuk lebih dalam lagi, seorang anak kecil laki-laki menghampiri Krystal, dia menangis tersedu-sedu seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.


“Kakak, apa kakak seorang bangsawan? Bisakah kakak menolong Ibuku? Ibuku sedang kesakitan di rumah.”


Krystal, Austin, dan Ash tercengung melihat wajah anak kecil itu yang mirip sekali dengan Fred. Rambut hitam, lalu mata violet yang hanya dimiliki oleh anggota kekaisaran, tidak bisa dipungkiri lagi kemiripan di antara keduanya.


“Yang Mulia, anak ini….”


“Ya, mari kita pikirkan nanti, yang jelas sekarang kita harus menyelamatkan Ibunya.”


Anak itu menarik tangan Krystal menuju sebuah rumah kecil, di atas tempat tidurnya terbaring seorang wanita muda berambut ungu gelap. Detak jantungnya terdengar memelan, deruan napas juga terputus-putus, sakit di bagian dada wanita itu terus menjalar ke sekujur badan. Krystal bersegera menyembuhkannya, sekarang wanita itu pun berangsur membaik. Ketika Krystal duduk di samping tempat tidurnya, wanita itu membuka kedua matanya. Namun, ekspesinya tampak terkejut di saat melihat Krystal.


“Yang Mulia Putri Krystal, mengapa Anda bisa berada di sini?” tanya wanita tersebut.


“Anda mengenal saya? Siapa Anda sebenarnya? Lalu anak ini, apakah anak Kaisar?” terka Krystal memastikan.


“Apakah Anda tidak ingat dengan saya? Saya Shuria – selir Kaisar.” Krystal terdiam beberapa saat, nama Shuria timbul di ingatan si pemilik tubuh. Sebuah gambaran di mana Shuria sebagai selir kesayangan Kaisar yang memperlakukan Krystal sangat baik, tapi tiba-tiba saja dia menghilang tujuh tahun lalu.


“Saya mengingat Anda, selir Shuria. Mengapa Anda berada di sini? Anak ini—”


“Yang Mulia, dengarkan saya! Sudah lama saya ingin mengatakan hal ini kepada Anda tentang kebenaran yang harus Anda ketahui.” Shuria terlihat menyimpan suatu rahasia besar tentang Krystal, kali ini dia ingin membeberkan rahasia itu kepada Krystal.

__ADS_1


“Kebenaran apa?”


“Kebenaran tentang bahwa sebenarnya Anda bukanlah anak kandung Kaisar saat ini, melainkan Anda adalah anak dari Kaisar dan Permaisuri sebelumnya.”


__ADS_2