
Krystal menghentikan langkah kakinya, ia berbalik untuk melihat siapa gerangan wanita yang berani membuat masalah di pagi hari ini. Seorang wanita berkacamata bersurai ungu tengah berdiri dengan angkuh di hadapannya. Krystal hanya menyeringai sembari meregangkan jemarinya, dia tahu kalau wanita itu adalah salah satu profesor di Akademi Parthevia yang bernama Tesya. Dia bukan profesor yang baik, ia salah satu orang yang ikut campur dalam masalah penyiksaan Krystal di akademi ini.
Krystal dirisak habis-habisan oleh para gadis bangsawan, kala itu dia meminta tolong kepada Profesor Tesya, namun yang ia dapatkan hanyalah kata-kata hinaan. Krystal tahu bahwa Profesor Tesya banyak menerima uang dari wali murid sebagai uang sogokan supaya anak-anak mereka mendapat nilai terbaik di akademi. Bahkan, yang lebih parahnya lagi, dia dengan tega menjual-jualkan soal ujian akademi secara illegal kepada siswa atau pun kepada wali murid.
“Kau bertanya kepadaku?” tanya Krystal.
“Tentu saja, aku berbicara padamu. Tidak bisakah kau membaca yang tertulis di surat? Kenapa kau baru masuk ke akademi hari ini?”
Krystal sangat geram, padahal banyak anak-anak bangsawan terpandang baru masuk ke akademi hari ini, tapi wanita itu menargetkan Krystal hanya karena Krystal tidak memiliki posisi yang kuat seperti mereka yang lain. Mengingat betapa tidak adilnya Profesor Tesya terhadap si pemilik tubuh, amarahnya bergejolak dan seakan meledak saat itu juga.
“Terserah aku mau masuk kapan saja, apa ada untungnya bagi kau aku masuk atau tidak? Melihatmu di pagi-pagi seperti ini rasanya membuat sarapanku keluar lagi dari perut,” balas Krystal secara tidak langsung menghina Profesor Tesya.
“Apa? Harusnya kau tahu peraturan akademi ini! Kau akan dihukum nanti akibat melanggar peraturan akademi dan berani bersikap kurang ajar kepada Profesor.”
Krystal tertawa kecil mengejek Profesor Tesya, dia tidak habis pikir akan mendapat hukuman ketika baru saja menapaki kakinya di akademi ini.
“Kalau begitu, kau juga berikan hukuman kepada anak-anak bangsawan yang baru masuk hari ini biar adil. Kenapa? Kau tidak berani bukan? Sebenarnya kau diberi uang seberapa banyak sampai berani bersikap tidak adil kepadaku?”
__ADS_1
Seketika itu, orang-orang mulai mengerumuni mereka untuk menyaksikan perseteruan di antara Krystal dan Profesor Tesya. Sebagaimana yang semua orang ketahui, beredar rumor tentang bagaimana beringasnya Krystal di saat pesta kedewasaan Putra Mahkota. Mereka ingin menyaksikan secara langsung apa rumor tersebut benar atau salah.
Raut muka Profesor Tesya berganti sesaat dengan ekspresi murka, rahangnya menegang menatap Krystal, kini dia tahu kalau Krystal sungguh berubah menjadi orang yang berbeda. Sebelumnya, Krystal tidak memiliki keberanian untuk memandang langsung matanya, tapi hari ini pandangannya bahkan lebih menusuk daripada Kaisar.
“Omong kosong apa yang kau katakan? Jangan kelewatan! Kau mencoba memfitnahku menggunakan berita bohong. Apa kau tahu resikonya apabila kau melayangkan tuduhan tanpa bukti kepada seorang Profesor?”
Krystal menertawakan Profesor Tesya sekali lagi, Krystal dapat membaca sekilas raut kekhawatiran di balik wajah tenang itu. Jika berita ini sampai kepada kepala akademi, maka sudah dipastikan posisinya sebagai Profesor akan bergeser lalu ia akan diusir dari sini.
“Tuduhan tanpa bukti? Bagaimana ya? Aku tinggal mencari buktinya saja kan? Gampang, nanti aku akan mencari bukti yang valid agar kau sadar di mana posisimu saat ini. Aku akan membongkar seluruh realita tersembunyi di balik topeng sok tenangmu itu. Tidak tahu berapa jumlah uang sogokan diberikan Permaisuri untukmu, tapi yang jelas kau tidak akan mendapat perlindungan setelah semua fakta tentangmu terungkap.” Krystal menggertak Profesor Tesya hingga membuat sekujur badannya bergetar seusai gertakan itu dilayangkan padanya.
“Apa kau sedang mencoba memberi peringatan padaku? Aku tidak takut sama sekali dengan gadis bodoh sepertimu. Coba saja kau buktikan sendiri, aku dikenal sebagai Profesor paling jujur dan paling jenius di sini. Mana mungkin seseorang sepertiku melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu,” sangkal Profesor Tesya.
Kemudian Krystal belalu pergi dari hadapan Profesor Tesya, dia tidak ingin menggubris lebih jauh lagi tentang masalah yang melibatkan banyak bangsawan itu. Krystal puas memberi peringatan dan gertakan tegas untuk Profesor Tesya, menonton mimik paniknya membuat Krystal tidak bisa menahan tawa lebih lama. Profesor Tesya telah mencari masalah dengan orang yang salah, Krystal bukan gadis pengampun, dia tidak akan membiarkan mangsanya kabur begitu saja dari genggamannya.
Krystal tiba di depan kelasnya, di kelas ini rata-rata diisi oleh anak-anak bangsawan tingkat tinggi. Mereka merupakan orang yang berada di belakang Emilia dan Arsen, itulah sebabnya mengapa mereka bisa merundung Krystal seenak hatinya tanpa harus mengkhawatirkan hukuman yang akan mereka dapatkan setelah berani mengusik keturunan Kaisar. Krystal berjalan masuk ke dalam kelas, ekspresi dingin di muka Krystal menusuk setiap orang yang dilaluinya di kelas. Keributan di dalam kelas berubah hening saat Krystal masuk, mereka sengaja menghentikan segala jenis aktivitas.
Krystal duduk di bangku paling sudut dekat jendela, dia membanting begitu saja tasnya ke atas meja. Tidak peduli bagaimana tanggapan orang lain tentangnya, yang jelas yang dia inginkan kini hanyalah ketenangan tanpa masalah. Krystal menelungkupkan kepalanya ke atas meja, merilekskan sejenak dirinya sebelum memulai memerangi orang lain yang berani menyentilnya.
__ADS_1
“Selamat pagi semuanya, hari ini kita akan melaksanakan ujian sejarah kekaisaran. Untuk itu, segala hal yang dirasa akan mengganggu ujian harap disingkirkan dari atas meja.”
Seorang pria paruh baya masuk ke dalam kelas, dia langsung menyuruh para murid untuk menyingkirkan segala jenis penghalang di atas meja. Pagi ini diawali oleh ujian sejarah kekaisaran, seluruh murid terlihat tenang sebab mereka telah membeli soal ujian dari Profesor Tesya sehingga mereka tidak perlu susah-susah belajar demi ujian kali ini.
“Kita lihat, bagaimana kalian akan menangani ujian ini,” gumam Krystal sambil menatap ke luar jendela.
Soal ujian dibagikan kepada mereka disertai dengan lembar jawaban yang akan mereka jawab. Sebelum itu, Krystal menggunakan kekuatannya untuk mengganti semua soal-soal ujiannya guna mempersulit mereka dalam ujian kali ini dan agar Profesor Tesya diserang setelah ini oleh banyak orang.
“Kenapa soalnya berbeda? Tidak ada soal yang sama persis.”
“Apa yang terjadi? Biasanya tidak pernah melenceng dari soal yang diberikan Profesor Tesya.”
“Ahh sialan! Kalau begini, bisa-bisa aku dimarahi oleh Ayah karena mendapat nilai rendah.”
“Apa Profesor Tesya menipuku? Bagaimana bisa semua soalnya berbeda jauh?”
Kelas yang senyap menjadi heboh, mereka mempertanyakan tentang soal yang tiba-tiba melenceng jauh dari soal yang mereka beli dari Profesor Tesya. Krystal tersenyum licik, dia berhasil menjalankan rencana pertamanya untuk mengusir Profesor Tesya dari Akademi Parthevia.
__ADS_1
“Diam! Kerjakan ujiannya dengan tenang. Jangan ada yang ribut lagi.”