Sang Pemandu

Sang Pemandu
Ricard yang Dermawan


__ADS_3

Meysa yang tidurnya terasa terganggu pun mulai membuka matanya.


"Hoamm.....Ada apa sih,kok kalian berisik sekali"Tanya Meysa yang masih sedikit mengantuk.


"Itu saudari Yin Shi tadi terpeleset dilantai kamar mandi.Kebetulan Tuan juga ada disitu,jadi Tuan menolongnya dan membawa kemari"Jawab Sheila dengan cukup rinci.


Meysa pun membuka matanya dengan lebar,ia melihat Yin Shi yang sedikit gugup sambil menunduk.


Sedangkan Ricard hanya berbaring dikursi sambil memejamkan matanya.


"Sepertinya ada yang janggal disini"Pikir Meysa dengan sedikit curiga.


Tapi ia menghapus kecurigaan itu dan mulai tidur lagi.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,30 menit dipesawat akhirnya mereka sampai dibandara Ngadiang.


Mereka berempat bergegas untuk turun dari pesawat,Ricard juga mengeluarkan Teleponnya dan menelepon Mei'er agar segera menjemputnya dibandara.


Sambil menunggu Mei'er menjemput mereka,Ricard mengajak ketiga gadisnya untuk pergi kesebuah cave yang terdapat diluar bandara.


"Masih Pukul 04:00 sore,lebih baik kita kecave sambil menunggu Mei'er"Ucap Ricard sambil melirik jam tangannya.


Ketiga gadis itu pun dengan cepat mengangguk.


Meysa Zee dan Chu Yin Shi mengangguk karena tidak mengenal siapa itu Mei'er.Sedangkan Sheila sudah mengetahui siapa itu Mei'er.


Mereka berempat berjalan menuju cave yang terdapat diluar bandara.Banyak orang yang memandang kearah mereka.


Mereka kagum akan ketampanan Ricard dan kecantikan ketiga gadisnya.


"Sicantik memang milik sitampan"ucap pengunjung 1


"Aku menyebutnya Tampan dan Pemberani"ucap pengunjung 2 dengan kagum karena Ricard memiliki 3 kekasih.


Sedangkan orang dibicarakan hanya diam saja dan acuh.Mereka berjalan dengan wajah dingin tapi terlihat layaknya Tuan dan Nona Muda dari keluarga kaya.


Sesampainya dicave itu,mereka berempat duduk disebuah meja yang terdapat 4 kursi.Cave itu cukup besar dan sangat mewah.


"Mau pesan apa Nona dan Tuan"Tanya pelayan Cave dengan sopan.


Pelayan itu mengira kalau Ricard adalah seorang Tuan Muda dari keluarga kaya jauh.Karena ia tak mengetahui Ricard berasal dari keluarga kaya mana.


Meysa pun mengambil buku menu dari Pelayan itu.


"Tuan,saudari Sheila,saudari Yin Shi...Kalian mau pesan apa"Tanya Meysa.


"Aku samakan saja denganmu Meysa"ucap Ricard.


"Aku juga saudari Meysa....."Ucap Sheila dengan lembut.


"Aku juga samakan saja"ucap Yin Shi dengan sedikit gugup.


Ia sebenarnya tak pernah pergi kecave mewah,itu sebabnya ia sedikit gugup.

__ADS_1


"Baiklah........Kami Pesan anggur dengan dicampur es dan cemilan yang ini"ucap Meysa.


"Baik Nona.....Mohon tunggu sebentar pesanannya"ucap Pelayan itu dengan ramah.


Tapi,belum selangkah pelayan itu pergi dari meja mereka.Ricard memanggil Pelayan itu."Tunggu sebentar......"


"Ya Tuan......Apakah ada pesanan lagi"Tanya Pelayan itu.


"Tidak ada.....Bisa kau panggilkan pemilik Cave ini,ada hal yang ingin kubicarakan dengannya"Ucap Ricard.


Mendengar ucapan Ricard,pelayan itu sedikit berfikir sebentar.Lalu ia pun menyetujui permintaan Ricard.


"Baiklah Tuan....Saya akan penggilkan Pemilik Cave ini"ucap Pelayan itu,Ricard pun dengan cepat mengangguk.


"Kenapa Tuan ingin bertemu dengan pemilik ini"Tanya Meysa.Sheila dan Yin Shi pun juga seperti ingin mengetahui alasan Ricard memanggil Pemilik Cave.


"Nanti kalian akan tau sendiri"ucap Ricard sambil tersenyum.


Ketiga gadis itu pun hanya mengangguk saja.Bagi mereka juga mau tau sekarang atau nanti itu sama saja.


Tak lama kemudian,pesanan mereka pun akhirnya datang bersamaan Seorang Pria paru baya berumur sekitar 35 tahun.


Saat pesanan mereka telah dihidangkan diatas meja oleh pelayan.Pria paruh baya itu pun mulai bertanya.


"Apakah ada keperluan penting hingga Tuan Muda ingin bertemu dengan saya"Tanya Pria Paruh baya itu dengan sopan.


"Duduklah dulu....."ucap Ricard dengan datar.


Tapi Pria paruh baya itu sedikit bingung mau duduk dimana.Meja mereka hanya punya 4 kursi,itupun telah diduduki semuanya.


Ricard pun sedikit mengkerutkan keningnya,ia tak menyangka kalau orang ramah akan sangat bodoh.


"Kau bisa duduk diatas meja....."


Meysa dan Yin Shi pun langsung menahan tawanya.Berbeda dengan Sheila,ia tak peduli dengan pria paruh baya itu,ia tetap melanjutkan kegiatannya meminum anggur dingin yang telah tersedia.


Pria paruh baya itu juga sedikit malu dengan ucapan Ricard.


"Apakah kau pikir aku babumu yang akan mengambil kursi untuk kau duduki......"


"Dibelakangmu ada kursi kosong didekat meja itu,ambil dan duduklah "ucap Ricard sambil menunjuk meja kosong yang terdapat kursi.


Pria paruh baya itu pun bergegas mengambil satu kursi dan duduk disamping Ricard.


Pria paruh baya itu juga baru menyadari akan kebodohannya tadi.


Melihat Pria paruh baya itu telah duduk disampingnya.Ricard pun mulai menjelaskan maksud dari ia memanggilnya.


"Aku tertarik dengan cave mu ini,dan aku berniat untuk membelinya...Kau sebutkan harganya dan aku akan langsung mentransfer uangnya sekarang juga"ucap Ricard tanpa basa basi.


Ia juga menyodorkan tanda pengenalnya kearah Pria paruh baya itu.


Baru sebentar melihat tanda pengenal Ricard,pria paruh baya itu langsung melotot dan ketakutan.

__ADS_1


Bagaimana tidak,disitu tertulis kalau Ricard adalah pemilik Perusahaan Hotela Com.


Seluruh orang diprovinsi Ngadiang ini telah mengetahui kalau Perusahaan Hotela Com adalah Perusahaan No 1 diprovinsi Ngadiang ini,dan telah memasuki Perusahaan terbesar no 10 dinegeri China ini.


Apalagi mereka telah mendengar anak Perusahaan Hotela Com telah berkembang pesat,Pele Company dan Pencitra Skin


Hanya orang bodoh yang mau menyinggung Pemilik dari Perusahaan raksasa itu.


"Pertama Perkenalkan nama saya Joni Fanjang Tuan Muda,saya akan menjualnya dengan harga 30 Miliar saja dengan perabotan lengkap Tuan Muda"Ucap Joni Fanjang dengan sangat ramah.


Tapi Ricard sedikit terhina mendengar ucapan Joni Fanjang.Harga Rumah kosong saja sudah hampir 200 juta,itu hanya berukuran setengah lapangan basket.


Cave ini seluas 2 kali lipat dari lapangan basket dan memiliki 2 lantai.Apalagi Joni Fanjang menjualnya beserta perabotan lengkap.


Yang dijual ini sebuah bisnis jangka panjang,bagaimana bisa joni Fanjang menjualnya dengan harga 30 miliar.


Menurut perkiraan kasar Ricard,setidaknya Cave ini harus dihargai dengan harga 50 milir lebih dikit.


"Apa Paman sedang menghinaku,aku bukan orang miskin paman....Aku akan membelinya 100 miliar"ucap Ricard dengan datar.


Joni Fanjang pun hampir menganga dibuat Ricard,ia menjual lebih murah karena ingin berhubungan baik dengan Ricard.


Joni Fanjang hanyalah pebisnis kecil.Makanya ia ingin mengenal Ricard dengan baik.Tapi Ia tak menyangka kalau Ricard begitu dermawan karena mau membeli Cave ini dengan harga 2 kali lipat.


"Apakah itu tak kemahalan Tuan Muda"Tanya Joni Fanjang yang ingin memastikan ucapan Ricard.


"Berikan Rekening Paman dan aku akan langsung mentransfernya sekarang"ucap Ricard dengan santai.


Joni Fanjang pun memberikan No Rekeningnya ke Ricard.Tak lama kemudian,sebuah pesan masuk yang menandakan kalau Ricard telah selesai mengirim uangnya.


Ia begitu senang karena mendapatkan uang sebesar itu.Ia sebenarnya Punya satu Cave lagi,tapi itu belum maju.


Dengan adanya uang Ricard ini,ia pun bersemangat untuk merenovasi Cave miliknya satu lagi.


"Kalau begitu saya akan mengurus surat surat tanda kepemilikan Tuan Muda"ucap Joni Fanjang dengan semangat,dan Ricard pun langsung mengangguk


Melihat Ricard telah mengangguk,Joni Fanjang pun bergegas pergi untuk mengurus dokumen tanda kepemilikan.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan Kalian semangatku😘


__ADS_2