Sang Pemandu

Sang Pemandu
Dimulainya Sebuah Kenikmatan II


__ADS_3

Citra Kong sangat panik sekarang,ia takut nanti dirinya akan hamil anak Ricard,dan itu membuat perselingkuhannya akan ketahuan oleh Anton Lholo.


Walaupun dalam hatinya ia sangat ingin mengandung anak Ricard juga.Tapi untuk sekarang ia belum siap menerimanya.


Meskipun hatinya lagi panik,tubuhnya tetap merasakan nikmat dari hangatnya cairan kental Ricard dirahimnya.


Ricard pun langsung duduk dikursi bersamaan tubuh lelah Citra Kong yang lagi menyender didadanya.


Tongkat Panjangnya juga masih menancap dengan sempurna dilembah sempit Citra Kong.


"Tu..ann.....Muda hahh.....Kenapa anda mengeluarkan cairan hangat itu didalam rahimku.Bagaimana nanti kalau aku akan hamil"Tanya Citra Kong dengan suara yang kelelahan.


Ricard pun menjawabnya dengan tenang.


"Bibi aku tak bisa mencabutnya,lagi pula kalau aku mengeluarkannya diluar,itu sangat tak nikmat"Jawab Ricard.


Ia pun mulai mengangkat tubuh Citra Kong kearah Sofa dan berniat untuk melanjutkan kegiatan panasnya lagi.


Citra Kong seketika langsung panik,ia sudah sangat kelelahan dan ingin beristirahat dulu.


"Tuan muda,tubuhku sangat lelah sekali sekarang.Nanti saja kita lanjutkan"Ucap Citra Kong dengan memohon.


Tapi Ricard diam saja dan malah tersenyum cabul,ia belum puas kalau hanya sekali cro.ott.


Sesampainya diatas sofa,Ricard langsung mendudukan tubuh Citra Kong dan mulai melepaskan seluruh celana dan Cd yang masih diatas pahanya itu.


Setelah celana pendek dan Cd Citra Kong terlepas,ia melemparkan itu keasal tempat dan menaruh kakinya diatas bahunya.


Ia memeluk paha mulus Citra Kong dan bersiap untuk menusuknya kembali.


Citra Kong juga dengan sigap memegang tangan Ricard yang ada dipahanya sambil menunjukan ekspresi memohon.


"Tuan Muda nanti sa.....ahhhh.....ahhh inii mas..sukk.."erang Citra Kong saat Tongkat Ricard telah masuk kedalam lembah sempitnya.


Ia pun merasakan nikmat dunia itu lagi disaat tubuhnya sedang terlelah.


Dirinya pun tak bisa menolak lagi kenikmatan yang Ricard berikan,ia pun pasrah akan tubuh lelahnya dirudal lagi.


Ricard pun menambah kecepatan goyangan dan sedikit lebih kuat,ia sangat ingin mendengar erangan merdu Citra Kong yang keras.


Plakk...


Plakk....


Bersamaan dengan goyangannya,Ricard menampar paha mulus Citra Kong untuk menambah sensasi nikmat.


"Ahh...Tu...ann....Mudaa...jangannn..keras kerasss...ituu sedikit sakit dipahaku"erang Citra Kong.


Walaupun ia mengatakan untuk tidak keras,tapi tubuhnya merespon dengan panas karena goyangan dan tamparan Ricard itu.


"Bibi anda sudah pandai berbohong ya"ucap Ricard lalu menampar paha mulus Citra Kong lagi.


"Ahhh......inii....sangat nikmat,lebih dalam lagi ahhhh.....kumohon lebih dalam lagi Tuan Mudaa......ahhh....ahhhh"erang Citra Kong dengan keras.


Ia sudah kehilangan akal sehatnya karena merasakan sentuhan Ricard yang sangat nikmat itu.

__ADS_1


Bahkan ia juga sudah melupakan semua rasa lelahnya sekarang,ia hanya ingin menikmati kegiatan panas itu lebih gila lagi.


Ricard juga langsung menurunkan kaki Citra Kong yang ada dibahunya dan memposisikan kakinya itu dipinggiran Sofa.


Melihat kakinya telah membentuk huruf M,Ricard dengan sigap mulai melepaskan kancing baju kameja Citra Kong.


Citra Kong hanya membiarkan tangan Ricard yang mulai melepaskan kancing bajunya itu.Ia ingin merasakan sensasi lebih panas lagi.


Setelah kancing bajunya telah terlepas sempurna,tapi Ricard sedikit kesal karena ternyata Citra Kong masih memakai baju dalaman lagi.


Padahal ia berniat untuk menyedot air susu Citra Kong tadi.


"Bibi,kenapa banyak sekali baju yang Bibi pakai"Tanya Ricard dengan meremas buah kenyal Citra Kong.


"Ahhh....ittuu.....aku hanya tidak mau kalau tubuhku dilihat orang lain walau hanya seinci...ahh...ahhh....Aku hanya mengizinkan Tuan Muda untuk melihat dan menikmati ini semua...ahhhh"Jawab Citra Kong sambil mengerang dengan keras.


Ricard terdenyum senang akan jawaban Citra Kong.


Ia pun langsung mempercepat goyangan pinggulnya sambil merobek baju dalaman Citra Kong.


Sroekk....


Bajunya pun langsung tersobek dengan sempurna.


Baju itu terbelah dan langsung menampilakan Bra Hitam yang sedang membungkus Buah kenyalnya.


Ricard menjadi senang,ia memutuskan tali Bra diatas bahu Citra Kong,dan langsung menarik Bra itu kebawah buah kenyalnya.


Dengan nafas yang sudah memburu,ia memasukkan pu.ting yang bewarna pink itu kedalam mulutnya.


Air susunya pun langsung mengalir cukup deras kedalam mulut Ricard.


"Ahhh....lebih da...llamm....Tuan....lebih kuat juga sedott.....ahhh...sedooott....ahh teruss.....Tuan mudaa....ahhhh"Erang Citra Kong dengan keras.


Ia pun semakin gila akan belaian dan sedotan yang Ricard lakukan.


Bahkan Lembah sempitnya sudah menyemburkan cairan bening saat Ricard masih memompa tongkatnya.


Ricard juga merasakan nikmat saat tongkat panjangnya dibasahi cairan hangat Citra Kong,ia pun semakin afresif menggenj0t lembah sempit Citra Kong.


"Ahhh.....Tuann....nikmat.....ini sangat enak ahhh...."Erang Citra Kong.


Kakinya pun mulainmelingkar dipinggul Ricard bersamaan dengan tangannya menjambak rambut Ricard yang sedang menyedot Buah kenyalnya.


"Ini enakk....buat aku semakin gilaa...Tuan akan kenikmatan ini ahhhh...iyaa..ahhh...."


"Teruss....aahhhh....lebih cepat....."


"Ahhh.....emm...ahhhh....."


Hingga waktu tak terasa,mereka berdua pun telah melakukan kegiatan panas itu hingga 2 jam lamanya.


"Bibi aku akan keluar lagi"ucap Ricard sambil meremas dengan kuat buah kenyal yang besar itu dari belakang.


Posisi mereka berdua saat ini Citra Kong sedang menungging diatas sofa dan Ricard menusuknya dari belakang.

__ADS_1


Citra Kong hanya terus mengerang sambil memegang sofa untuk menahan dirinya,ia tak menghiraukan ucapan Ricard.


Ia hanya ingin terus menikmati genj0tan tongkat panjang dan besar itu dari belakang tubuhnya.


Lagi pula Ricard sudah mengeluarkan cairan hangatnya berkali kali didalam lembah sempitnya.


Ricard terus memacu pinggulnya dengan cepat bersamaan ia remas buah kenyalnya dengan sangat kuat.


Cro.ttt......


Cro.ttt....


Ricard pun akhirnya menembakkan cairan hangatnya didalam rahim Citra Kong untuk kesekian kalinya.


Ia lalu bebaring diatas sofa bersama Citra Kong diatas tubuhnya.


Keringat mereka berdua telah membasahi seluruh tubuh mereka dan langsung menyatu.


Citra Kong juga terlihat sudah sangat kelelahan,ia benar benar tak memiliki tenaga lagi untuk bergerak maupun berbicara.


Ia pun hanya bebaring diatas tubuh Ricard dengan pasrah dan menikmati suara detak jantung Ricard.


Beberapa saat kemudian,Citra Kong mengangkat kepalanya sedikit dari dada Ricard dan menatapnya.


"Tuan Muda.....bagaimana nanti aku hamil anakmu,anda telah 5 kali mengeluarkan didalam rahimku.Apa lagi hari ini adalah masa suburku"ucap Citra Kong dengan nafas tak beraturan.


Ia sedikit panik kalau ia hamil,ia memang ingin memiliki anak dari Ricard.Tapi statusnya saat ini masihlah istri orang.


Makanya ia belum siap.


Ricard pun tersenyum dan mengelus kepala Citra Kong.


"Apa kau tak berniat memiliki anak dariku Bibi"Tanya Ricard dengan lembut.


Citra Kong pun bahagia dan merasakan perasaan hangat dengan perlakuan Ricard itu.


Tapi ia sedikit bingung bagaimana mau menjawab pertanyaan dari Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2