Sang Pemandu

Sang Pemandu
Anggap Saja Ice Cream


__ADS_3

Natalia yang tersadar kalau saat ini ia tak memakai apa apa pun langsung melepaskan pelukannya dari Ricard.


"aaaaa........Bos cabul..."teriak Natalia sambil menutupi aset beharganya dengan kedua tangannya.


Mendengar teriakan Natalia Ricard pun langsung sadar dari lamunan cabulnya.Ia hanya tersenyum masam sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.


"Hehehe bukankah kau yang memelukku,aku hanya menikmati saja.Lagipula itu mu sangat empuk"ucap Ricard dengan cengengesan tapi pandangannya tak lepas dari tubuh polos Natalia.


"I.......tu....kenapa Bos masih melihatku lagi"ucap Natalia gugup karena Ricard masih memandangi tubuh polosnya tanpa berkedip.


Ricard pun tak menghiraukan ucapan Natalia.Ia berjalan ke hadapan Natalia lalu menempelkan tubuhnya sambil memeluk pinggangnya.


Cupp!


Ciuman Ricard pun sukses mendarat dibibir mungil Natalia,tapi ia Natalia belum membalas ciuman Ricard.


Mungkin karena ini ciuman pertamanya jadi ia belum mengetahui bagaimana membalas ciuman Ricard.


"keluarkan lidah mu sambil melilitkan lidahku"ucap Ricard saat ia melepaskan ciumannya dari bibir Natalia.


Ia yang mendengar suara Ricard pun seakan terhipnotis dengan suara dan wajah tampannya.Jadi ia pun langsung menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Cupp!


Ricard pun lagi lagi sukses menempelkan bibirnya dengan bibir mungil Natalia.


Natalia mulai membuka mulutnya perlahan,lalu ia melilit lidah Ricard yang mulai masuk kedalam mulutnya.


Eeeemmm....emm...


Natalia Pun mulai mengeluarkan suara merdunya saat tangan Ricard mulai meremas kuat pantat montok Natalia.


Setelah lima menit Ricard Melilit lidah Natalia dan Meremas pantatnya.Mereka pun mulai melepaskan hasrat panas dengan nafas yang tersengal sengal.


"Hah!hah!....hahh!.....bos ke...napa berhenti"ucap Natalia dengan nafas yang terengah engah.


Ia juga tak sadar kalau ucapannya itu terdengar seperti menginginkan lagi.


"Apa kau menginginkan lebih dari sebuah ciuman"ucap Ricard yang masih memeluk pinggang Natalia.


Mendengar itu,Natalia pun tersadar kalau ia sudah salah berbicara.


"aaa....i...tu..bukan bos....sa..ya ..i..tu"ucap Natalia dengan gugup sambil menahan malu.


Ia mengatakan itu sambil menundukkan dan menempelkan kepalanya didada bidang Ricard.


Ricard pun tak hanya diam saja,ia mulai mengendong Natalia dengan ala Bridestyle ke arah Sofa.


Ricard sudah tak tahan lagi,tongkat panjangnya sudah merontah ingin memakan lembah surga Natalia.


Ricard pun duduk disofa dengan posisi Natalia diatas pangkuannya.


Ia menarik kepala Natalia kearahnya Lalu menciumnya lagi.

__ADS_1


Cupp!


Mereka berdua pun berciuman dengan panas dan intens.Bahkan Natalia tak sadar kalau ia mulai memegang kedua pipi Ricard sambil menahannya.


Eeeeemmm..


emm....


Tangan Ricard juga tak tinggal diam,ia mulai menampar pantat montok itu dengan keras.


Karena tubuh Natalia agak miring atau condong kebawah,jadi Ricard mudah untuk menampar Pantat montoknya.


Plak!


Plak!


Plakk!


Natalia pun mulai merasa perih dan nikmat dibagian pantat montoknya,ia juga sudah seperti cacing yang kepanasan yang terans*ng.


Ricard pun mulai melepaskan ciuman mereka,terlihat juga air liur yang menempel dibibirnya dengan bibir Natalia dengan membentuk seperti jembatan.


"Sekarang kau harus menjilati Tongkatku yang sudah mengeras ini"ucap Ricard sambil membelai tongkatnya yang ditutupi kain celananya.


Natalia pun mengangguk,ia turun dari pangkuan Ricard dan berjongkok dihadapan tongkat Ricard.


Ia secara perlahan mulai membuka tali pinggang celana Ricard,setelah itu ia membuka celananya.


"Ini panjang dan tebal sekali.....Sangat berbeda dari buku pelajaran yang membahas tentang alat vit*l Pria"Pikir Natalia dalam hatinya sambil mengenggam tongkat Ricard.


Ia belum mengetahui apa apa bagaimana menyenangkan tongkat Pria,jadi ia hanya membelai sambil mengaduk naik turun tongkat Ricard.


Tapi Ricard paham kalau Natalia tidak memiliki pengalaman apa apa tentang menyenangkan Pria.


"Jalankan menyenangkan Pria,dekat dengan Pria saja mungkin ia tak pernah.Itulah kenapa ia sangat senang dekat denganku"ucap Ricard dalam hatinya.


"Sayang kau harus menjilatinya dengan lidahmu,lalu kau bisa juga memasukkan kedalam mulutmu.Anggap saja seperti Ice cream"ucap Ricard sambil mengelus bagian atas kepala Natalia.


Mendapat perlakuan dan ucapan sayang dari Ricard,hati Natalia pun langsung berbunga bunga dengan bahagia.


"Aku harus bisa menyenangkan Bos,Bos sudah sangat baik kepadaku"ucap Natalia dalam hatinya dengan penuh tekad.


Natalia pun mulai perlahan mencium unjung tongkat Ricard.


Setelah itu ia mulai menjilati dan melahap tongkat Ricard.


Tapi karena mulut Natalia sangat kecil dan masih pemula dengan level 1,apa lagi tongkat Ricard yang sangat panjang tiada banding.Ia hanya bisa memasuki seperempat saja tidak setengahnya.


Bahkan Natalia sesekali tak sengaja mengenai giginya.Untung Ricard tak ada bulu,kalau ada bayangkan saja bulunya tersangkut disela sela gigi Natalia dan tertarik.(rasanya...ah mantap👍)


Ricard juga paham kalau Natalia pemula pun tak mempermasalahkan itu.


"Anggap saja kalau dia sedang Training nanti kalau udah jago baru tongkat ini akan terbang keangkasa dengan kenikmatan"ucap Ricard dalam hatinya.

__ADS_1


Tapi tak lama kemudian,Natalia mulai mengerti cara melahap tongkat Ricard.


Ia bahkan mukai memasukkan Setengah tongkat Ricard kedalam mulutnya.


"Cepat juga ia paham...ohh...yeahh..."ucap dalam hatinya dengan mengelus bagian atas kepala Natalia sambil mengerang ringan.


Setelah 10 menit Natalia mengaduk dan melahap tongkat miliknya.Ricard sudah mulai mendapatkan tanda tanda kalau ia akan keluar.


Ricard pun memegang kepala Natalia sambil menganyunkan ditongkatnya.


"Lebih cepat sayang"ucap Ricard sambil memaju mundurkan kepala Natalia dengan cepat.


Setelah itu Ricard langsung menekan kepala Natalia dengan sangat kuat.Bahkan tongkatnya masuk semuanya dengan ujungnya menembus tenggorokan Natalia.


Croottt!


Croottt!


Crooootttt!


Ricard pun mengeluarkan cairan hangat dan kentalnya didalam mulut Natalia dan mulai mengeluarkan tongkat miliknya.


Glukk....glukk....uhukk...uhukkk..


Hah....hah...hah....


Natalia pun menelan semua cairan kental Ricard yang ada ditenggorokannya tadi sambil terbatuk ringan.


Terlihat juga wajahnya sudah memerah dengan nafas yang terengah engah.


"Ini terasa sangat hangat dan panas ditenggorokanku,tapi enak juga"ucap Natalia dalam hatinya.


"Terima kasih sayang,itu benar benar nikmat"ucap Ricard dengan mencium kening Natalia sambil membawanya kesofa duduk disamping dirinya.


Seketika saja wajah Natalia langsung bertambah memerah.Ia begitu senang dan bahagia karena Ricard memanggilnya dengan ucapan sayang lagi.


"Ke....napa Bos memanggilku sayang lagi"ucap Natalia dengan malu malu kucing.


Bahkan ia menjawab ucapan Ricard dengan menundukkan kepalanya kebawah.


"Karena kau sudah menjadi kekasihku maka aku harus memanggilmu sayang,begitu juga denganmu.Kau bebas memanggilku apa saja....."ucap Ricard sambil merangkul pundak Natalia yang berada disampingnya.


~


~


(Bersambung)


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman.Kucinta kalian semua muach😘🥰

__ADS_1


__ADS_2