
Dipagi harinya sekitar pukul 06:30,Ricard sudah bangun dari tidur lelahnya sambil melihat keadaan Bella dan Mita.
keadaan mereka berdua kini sedang telanj*ang dengan posisi memeluk Ricard dari kiri dan kanan.
mereka menghabiskan kegiatan panas yang melelahkan tersebut dengan waktu 4 jam dan tidur dijam 03:00 subuh.
Terlihat juga wajah mereka sedang tersenyum puas sambil memeluk Ricard dengan erat.
Ricard pun melepaskan pelukan mereka berdua secara perlahan dan berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah 30 menit Ricard mandi,ia memilih baju dan mengambil beberapa baju yang biasa biasa saja untuk berangkat ke Beijing.
Ia tidak mau lagi memakai pakaian mewah karena tak ingin para wanita meliriknya atau menggodanya.
Padahal kalau dipikir pikir,Ricard lah yang menggoda para wanita,bukan para wanita yang menggodanya.
Ricard juga merasa sudah cukup dengan kehadiran 5 wanitanya disisinya.Ia tak mau lagi menambah wanita lagi.
Sedangkan untuk Clara dan Dosen Nita,Ricard tak peduli lagi.Ricard setelah merasa dihianati Clara pun sekarang tak mau lagi berurusan dengan para wanita kecuali para kekasihnya.
Setelah mengambil dan mengumpulkan pakainnya yang terlihat biasa saja,ia langsung menaruhnya didalam koper.
Ricard juga ingat kalau ia belum memberi tau Bella dan Mita kalau ia akan pergi kebeijing.
Ia pun menghampiri mereka dan mencoba membangunkannya.
"Mereka ini sedang telanj*ang tapi asik berpelukan sambil tidur"pikir Ricard dengan mengeleng gelengkan kepalanya.
"Sayang bangun sebentar,ada yang ingin aku sampaikan"ucap Ricard sambil mengoyangkan pundak mereka berdua.
Bella dan Mita yang merasa terganggu tidurnya pun bangun.
"Hoamm....Ada apa sayang,ganggu aja"ucap Mita lalu duduk dengan mata terpejam.
Sedangkan bella masih tidur tapi tangan nakalnya sambil menyentuh lembah surga Mita yang berbulu tipis.
"Bangunkan dulu putri tidur itu"ucap Ricard terkekeh dengan posisi Bella tidur.
Mita pun mengangguk cepat dan mulai menggoyangkan pundaknya,ia juga merasa geli dengan lembahnya.
"Emm...Saudari Bella bangun...."ucap Mita dengan suara keras karena tak tahan saat tangan Bella berada diarea Lembahnya.
Bella pun langsung terbangun karena mendengar suara keras Mita.
"Ada apasih....pagi pagi udah teriak teriak kek harimau"ucap Bella cemberut.
Sebelum Mita menjawab,Ricard sudah berbicara dulu.
"Sayang aku akan pergi kebeijing sekarang,ada urusan sedikit disana bersama Paman Fei"ucap Ricard.
Bella dan Mita pun membulatkan matanya saat Ricard mengatakan akan pergi kebeijing.
"Hah?Aku ikut boleh ya"ucap Mita dengan memelas.
__ADS_1
"Iya aku juga ikut ya"ucap Bella yang saja langsung duduk dan menatap Ricard.
"Tidak bisa sayang,nanti siapa yang akan menjaga Perusahaan kalau kalian ikut,aku juga disana karena urusan bisnis dengan Paman Fei"ucap Ricard.
Mereka yang mendengar itu pun merasa sedih,tapi mereka tetap mengangguk dengan patuh.
"Baiklah cepat kembali nantinya,lalu kalau sudah pulang bawa oleh oleh untuk kami nantinya"Ucap Mita dan Bella pun hanya mengangguk saja.
"Pasti,nanti aku akan bawa oleh oleh yang istimewa kekalian dan juga sampaikan kesara dan dinda kalau aku pergi kebeijing"ucap Ricard lalu mengelus kepala mereka berdua.
"Iya nanti aku akan keperusahaan jam 09:00 dan menyampaikannya,Sekarang kami mau tidur aja dulu"ucap Mita dengan memajukan bibirnya.
Ricard yang melihat tindakan Mita pun merasa lucu,ia langsung mencium bibirnya.
"Aku berangkat dulu"ucap Ricard dan tak lupa ia mencium Bibir Bella juga.
"Apa kami boleh ikut mengantar mu bandara"Tanya Bella.
"Tidak usah,kami juga akan keperusahaan Pencitra Skin dulu"ucap Ricard.
Bella dan Mita yang mendengarkan kata kami pun mengkerutkan keningnya.
"Kami?sama siapa kau akan pergi sayang"Tanya Mita dengan bingung.
Ricard yang melihat Bella dan Mita bingung pun memberi tau siapa yang akan pergi dengannya.
"Dia salah satu bawahan baruku.Namanya Qin Sheila.Kemampuan beladiri juga setara dengan Mei'er dan Ling'er"Jawab Ricard.
Ricard yang melihat bella dan mita mengerti pun akhirnya pamit pergi.
Saat ini Mei'er dan Ling'er sedang berada Diperusahaan Hotela Com karena Ricard menyuruh mereka untuk menjaga Sara dan Dinda sementara.
sedangkan Bella dan Mita,disini sudah ada Paman Fai yang menjaga.
Setelah sampai dimobil,Ricard melihat kalau Sheila sudah ada disamping mobil.
"Pagi tuan"ucap Sheila.
"Pagi....Apa kau tidak membawa beberapa baju"tanya Ricard karena ia tak melihat kalau Sheila tidak membawa koper.
"Tuan saya belum ada baju"ucap Sheila dengan sedikit malu.
Ricard yang mendengar itu pun baru sadar kalau Sheila baru tiba didunia ini.
"Baiklah kalau begitu kita belanja dulu Dimall Company"ucap Ricard.
"Baik Tuan"ucap Sheila dengan semangat.
Mereka pun mengendarai Mobil ke Mall Compony.Mall tersebut memang buka jam 06:00 pagi dan akan tutup jam 10:00 malam.
Apalagi itu Mall milik Ricard,jadi ia tak akan pusing mau datang jam berapa pun.
Sedangkan sekarang sudah jam 07:00 pagi,jadi ia masih sempat untuk belanja dan pergi keperusahaan Pencintra Skin.
__ADS_1
Setelah memakan waktu 20 menit,Mereka akhirnya tiba dimall Compony dan bergegas mencari beberapa baju wanita untuk Sheila.
"Carikan baju yang pas untuknya"Ucap Ricard tanpa bertele tele.
Sedangkan disisi pelayan tersebut,ia mengkerutkan keningnya karena melihat penampilan Ricard yang biasa biasa saja walau wajah Ricard sangat tampan.
"Maaf Tuan,apa anda nanti bisa membayarnya"tanya pelayan tersebut datar.
Ricard yang mendengar ucapan pelayan tersebut sebenarnya sangat jengkel.Mall ini miliknya,kenapa ia harus bayar.
"Huft.....ternyata banyak juga wanita yang menilai seseorang dari penampilan"pikir Ricard.
Sedangkan Qin Sheila yang mendengar perkataan pelayan tersebut pun marah.
"Hey sialan......Kau cari saja baju untukku"ucap Sheila dengan marah sambil melotot kearah pelayan tersebut.
"Apa kalian bisa membayarnya nanti, penampilan kalian saja terlihat biasa biasa saja"ucap pelayan tersebut dengan datar dan dingin.
Ia juga sangat iri dan cemburu dengan kecantikan yang Qin Sheila miliki.
Akhirnya,keributan mereka pun menarik perhatian pelanggan lainnya.Bahkan ada seorang pemuda gendut dan jelek yang tersenyum kearah Sheila.
Pemuda gendut dan jelek itu pernampilan mewah dengan memakai jam dan kalung emas dilehernya.
Bahkan ada seorang wanita yang lumayan seĆsi sedang memeluk lengan kanan pemuda jelek itu.
Pemuda jelek itu pun berjalan bersama wanitanya kearah Qin Sheila.
"Nona cantik,daripada anda bersama pemuda miskin itu lebih baik anda bersama saya.Jangankan baju,Nona bisa memikiki barang mewah lainnya......."
"Tapi anda hanya perlu tidur dan membuka kaki anda selebar lebarnya dengan saya nanti"ucap Pemuda gendut dan jelek itu dengan Narsis dan percaya diri.
Sedangkan Ricard yang mendengar ucapan Pemuda gendut dan jelek itu hanya tertawa keras dalam hatinya.
"Ini pasti seru....hahaha"pikir Ricard dalam hatinya dengan tertawa.
Walaupun Qin Sheila selalu menunjukkan wajah Dingin dan datar,tapi ia bisa juga mengeluarkan ucapan yang pedas bahkan mereka yang mendengarnya seperti tertusuk ribuan jarum.
Dan juga Qin Sheila sebenarnya orang yang pemarah jika Ricard dihina.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**