Sang Pemandu

Sang Pemandu
Sistem Istirahat Sebentar


__ADS_3

Setelah itu,Ricard langsung menyuruh Mei'er untuk menjaganya sebentar.Karena Ricard akan berendam di air kolam sambil menyatukan Artifak Jiwa itu.


"Mei'er jika terjadi apa apa kepadaku,kau tak perlu khawatir.Sekarang aku ingin berendam dikolam itu sambil menyatukan Artifak jiwa itu kedalam jiwaku"ucap Ricard sambil menujuk batu Hitam dengan garis biru muda yang sedang mengapung dikolam itu.


"Apa itu memang Artifak jiwa Tuan"ucap Mei'er dengan terkejut.


"Iya...itu memang artifak jiwa dan sekarang aku ingin menggabungkan jiwaku dengan Artifak jiwa itu"ucap Ricard.


"Tuan tenang saja aku akan menjaga Tuan"ucap Mei'er.


Sebenarnya Ricard ingin bertanya soal Artifak Jiwa kepada Mei'er,karena sepertinya Mei'er mengatahui tentang Artifak jiwa itu.


Tapi karena Ricard ingin secepatnya melihat wajah Sistem,jadi ia mengurung kan niatnya untuk bertanya tentang Artifak jiwa kepada Mei'er.


Lagi pula Sistem akan menjelaskan apa saja fungsi Artifak Jiwa itu nanti itulah yang dipikirkan Ricard.


Setelah itu,Ricard mulai membuka seluruh bajunya termasuk celana dal*mnya untuk berendam dikolam itu.


Sehingga Ricard sekarang benar benar telanjang bul*t.Bahkan Mai'er yang melihat Ricard telanjang bul*t pun harus membulatkan matanya sambil menelan ludahnya dengan kasar.


Mei'er sudah tidak sabar ingin melahap tongkat super panjang dan tebal itu dengan mulutnya.


"Tenang Mei'er nanti kita lanjutin kegiatan kita yang tertunda tadi"ucap Ricard yang melihat Mei'er terpesona dengan tongkatnya.


"Baik Tuan"ucap Mei'er dengan malu malu karena ia kedapatan memandangi tongkat Ricard.


Ricard pun perlahan lahan mulai memasuki kolam tersebut.Ricard kemudian duduk bersila sambil menggenggam Artifak Jiwa ditangan kanannya.


Cahaya emas pun mulai keluar dari Artifak Jiwa memasuki tubuh Ricard.


Arrrghhh


arrgghhhh


Teriakan Ricard manahan rasa sakit pun terdengar sampai seisi goa tersebut.

__ADS_1


"Sistem ini kenapa sakit sekali"ucap Ricard dalam pikirannya sambil menahan rasa sakit.


"Tuan tahan lah sebentar,jangan sampai Tuan kehilangan kesadaran.Kalau sampai Tuan kehilangan kesadaran,itu bisa merusak jiwa Tuan bahkan bisa membuat Tuan mati"ucap Sistem memperingati.


Mendengar perkataan Sistem,Ricard hanya mengangguk dan menggigit lidahnya supaya ia tidak kehilangan kesadarannya.


"Apa Tuan baik baik saja.........Semoga Tidak terjadi apa apa terhadap Tuan"pikir Mei'er dengan khawatir setelah melihat Ricard berteriak keras sambil menahan rasa sakit.


Waktu pun terus bergerak sampai 30 menit.Selama 30 menit itu Ricard terus menahan Rasa sakit.


Terkadang Ricard juga berteriak keras lalu mengigit lidahnya kembali untuk membuat ia tetap sadar.


Setelah itu,Cahaya yang keluar dari Artifak jiwa itu pun sudah mulai hilang dan warna kolam yang awalnya Putih Susu pun sekarang bewarna putih bening.


Tak tau apa yang terjadi,tapi pastinya Ricard perlahan mulai tenang.


Ricard yang dari tadi menahan rasa sakit pun,kini tidak merasakan rasa sakit lagi.


"Ternyata Pemasangan Artifak Jiwa terhadap Tuan sangat menguras kekuatannku.Aku harus beristirahat sebentar supaya kekuatanku pulih kembali"ucap Sistem tapi hanya Sistem yang bisa mendengarnya.


"Apa pemasangan Artifak Jiwa sudah selesai Sistem"ucap Ricard dalam pikirannya sambil terengah engah.


"Pemasangan sudah selesai Tuan.Tapi Sistem harus beritirahat sebentar,karena itu sangat menguras kemampuan Sistem Tuan"ucap Sistem yang juga sepertinya kelelahan.


"Tidak apa apa lagian aku juga tidak terburu buru.Berapa lama Kau harus beristirahat emangnya Sistem"Tanya Ricard dengan suara yang kelelahan.


"Terimah kasih Tuan.soal itu mungkin Sistem memerlukan waktu sekitar seminggu Tuan.Setelah Sistem tidak ada,Tuan tidak akan bisa mengakses Status dan Toko.Tuan hanya bisa mengakses Inventory saja"ucap Sistem sambil menjelaskan apa saja yang bisa diakses ketika Sistem tidak ada


"Lalu untuk Artifak Jiwa,mungkin setelah Sistem kembali baru bisa menjelaskan apa itu Artifak Jiwa,fungsi dan kegunaannya Tuan"ucap Sistem lagi.


"Baiklah soal itu tidak apa apa.Pulihkan saja dirimu dulu,aku juga akan pulang kevila sekarang"ucap Ricard.


"Baik Tuan......"ucap Sistem.


Setelah mengucapkan kata itu,kini Ricard tak lagi mendengar suara Sistem dipikirannya.

__ADS_1


Ricard pun perlahan berdiri dan memakai bajunya.Tapi belum selesai Ricard memakai bajunya kembali.


Mei'er bergegas kearahnya dan memeluknya sangat erat,seakan akan telah terjadi sesuatu terhadap Ricard.


"Tuan anda tidak apa apa kan,Mei'er khawatir melihat Tuan berteriak sambil menahan sakit tadi"ucap Mei'er khawatir sambil memeluk Ricard sangat erat.


"Tenang Mei'er.seperti yang kau lihat aku tidak apa apa.Hanya saja aku harus menahan rasa sakit sedikit untuk penggabungan Artifak Jiwa itu"ucap Ricard sambil membalas pelukan Mei'er.


Mei'er memeluk Ricard telanjang itu selama 5 menit lamanya.


"Mei'er kita pulang saja dulu aku lelah sekali"ucap Ricard sambil melepaskan pelukannya dari mei'er.


"Baik Tuan"ucap Mei'er yang tidak kecewa sama sekali.


Ia paham sekarang Ricard pasti sangat kelelahan,makanya ia tidak meminta Ricard untuk melakukan kegiatan panas bersamanya.


Ricard perlahan mulai memakai bajunya dan keluar dari goa itu.


Setelah keluar dari goa itu,Ricard menaiki Jurang terjal tersebut ke arah mobil Lamborghininya yang diparkir pinggir kaki gunung sodoki.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2