
Setelah menghabiskan waktu bercinta dengan Lan Cang'yi.Kini Ricard sudah berada dikamar Massionnya.
Ia sedang memakai baju karena sebentar lagi ia dan Paman Fei akan berangkat Kemassion Begal Linu.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 18:30,jadi ja harus bergegas karena tak ingin sampai dimassion Begal linu kemalaman.
~
Didunia Jiwa,Saat ini Lan Cang'yi sedang baring sambil senyum senyum sendiri dikasur tempat dirinya dan Ricard melakukan kegiatan panas tadi.
Perasaan hatinya sedang bahagia dan berbunga bunga karena ia akhirnya bisa mewujudkan salah satu keinginan hatinya untuk menjadi manusia seutuhnya lagi.
Ditambah lagi ia mendapatkan sesi bercinta,perasaan itu benar benar tak bisa terlukiskan lagi oleh apapun.
"Ratusan tahun aku menunggu dan bersama anda Tuan,akhirnya aku bisa seutuhnya menjadi manusia lagi...."
"Bahkan aku juga bercinta dengan Tuan...waaa...walaupun dengan ingatan Tuan yang tersegel,tapi itu juga sudah cukup membuatku bahagia"teriak Lan Cang'yi dengan kegirangan dan Ricard juga tak akan bisa mendengarnya.
Setelah itu,raut wajah Lan Cang'yi pun berubah menjadi lesu.
"Tapi aku harus cepat mengembalikan kekuatanku supaya bisa membuka segel Ingatan Tuan....."
"Tapi bagaimana kalau Tuan kembali seperti dulu lagi........tapi aku juga sudah berjanji dengan Tuan untuk mengatakan setengah rahasia besarnya"ucap Lan Cang'yi dengan lesu becampur bingung.
Setelah berfikir sebentar,ia pun memutuskan untuk mengembalikan dulu kekuatannya yang hilang dengan bermeditasi Didunia Jiwa.
~(kembali ke Ricard) Pukul 19:00
Setelah dirinya bersiap,ia pun menuju keruang tamu tempat semua orang berkumpul.
"Paman ayo kita berangkat sekarang"ucap Ricard yang baru tiba.
"mari Tuan Muda"ucap Paman Fei.
Tapi baru saja ingin pergi,Qin Sheila dan Meysa Zee memanggil mereka bersamaan.
Menyadari ucapan mereka bersamaan, mereka berdua pun langsung melotot satu sama lain dengan wajah kesal.
Sedangkan Ricard yang melihat tingkah Sheila dan Meysa pun hanya mengkerutkan keningnya.
"Aku sedang terburu buru,kalian berdua Dimassion saja dulu"ucap Ricard yang langsung mengajak Paman Fei pergi.
Dan itupun membuat Tibo Kep dan Tiba Kep tertawa dalam hatinya.
"Mampus kalian tidak diajak Tuan"pikir Tibo kep dan Tiba kep dengan terkekeh lalu pergi meninggalkan Sheila dan Meysa diruang tamu.
Sheila dan Meysa yang melihat kepergian Ricard pun langsung menatap satu sama lain lagi.
"Tikus kecil.....ini gara gara kau Tuan tidak mengajakku"ucap Sheila dengan kesal sambil menatap Tajam Meysa.
"Hey bau,kau jangan percaya diri begitu.Tadi Tuan ingin mengajakku,tapi karena melihat kau Tuan tak jadi"ucap Meysa dengan membalas menatap Sheila.
__ADS_1
Mereka berdua pun saling berdebat satu sama lain hingga mereka lelah sendiri.
~ Pukul 19:30 ~
Sedangkan Ricard saat ini,ia sudah sampai digerbang Massion Begal Linu dan ia langsung dihentikkan 5 penjaga gerbang.
Kemudian salah satu pengawal itu menghampiri bagian kiri jendela mobil.
"Ada perlu apa kalian kemari"ucap salah satu pengawal itu diluar jendela mobil Ricard.
Ricard yang mendengar seseorang bicara pun menurunkan Jendela mobilnya.
"Aku ingin menemui Begal Linu"ucap Ricard dengan datar.
"Apa kalian sudah membuat janji"ucap Pengawal itu lagi.
"Belum,karena aku pribadi yang berniat menemuinya.Kau bisa pergi melapor dan mengatakan kalau Ricard ingin menemuinya"ucap Ricard.
Pengawal tersebut yang mendengar ucapan Ricard pun mengangguk dan pergi.
"Baiklah,tunggu disini sebentar"ucap Pengawal itu dengan dibalas anggukan Ricard.
Pengawal itu pun mulai menelepon seseorang kemudian menunggu untuk mendengar jawaban darinya.Setelah mendapat jawaban,ia pun bergegas kearah mobil Ricard.
"Baiklah Tuan Muda bisa menemui Tuan Begal Linu sekarang"ucap Pengawal itu dengan hormat Kemudian ia menyuruh temannya untuk membuka gerbang.
Setelah gerbang terbuka,Paman Fei pun mulai memajukan mobil Ricard dan memarkirkan mobil tersebut diarea parkiran Massion.
Ricard awalnya memang tidak merasakan adanya aura Qi bila diluar gerbang.Tapi saat mereka memasuki area maasion,Ricard bisa merasakan adanya Qi yang lumayan pekat disini.
Setelah memandangi area sekelilingnya, mereka berdua memasuki Massion tersebut dan menemukan Begal Linu sedang duduk disalah satu sofa dengan ditemani 2 bawahannya yang berdiri disampingnya.
Dua bawahan tersebut bernama Dedi yang berumur 35 tahun,ia berfrofesi sebagai Asistennya Begal Linu.
Sedangkan satunya lagi bernama Coopet lee yang berfropesi sebagai pengawal Begal linu.
"Lama tak berjumpa Paman Begal Linu"ucap Ricard dengan tersenyum.
Begal Linu pun berdiri dengan tersenyum dan menyuruh Ricard untuk duduk disalah satu sofa.
"Silakan duduk nak Ricard....oh ya ada keperluan apa nak Ricard kemari.Apa itu tentang bisnis kita atau hal lainnya"ucap Begal Linu dengan santai.
Ia sepertinya tidak tau apa tujuan Ricard jauh jauh dari Provinsi Ngadiang ke Beijing ini.
Sedangkan Ricard yang mendengar ucapan Begal linu pun tersenyum sambil menyenderkan tubuhnya disofa empuk itu.
"Aura Qi disini lumayan baik ya Paman"ucap Ricard sambil memejamkan matanya.
Setelah mendengar ucapan Ricard,Begal Linu langsung melepaskan Aura membunuhnya dengan kuat.Hal itu juga membuat semua orang ada dimassion itu menjadi gemetar ketakutan,kecuali Ricard dan Paman Fei.
Mereka juga tidak akan terpengaruh dengan aura sekecil itu,apalagi tingkatan mereka berdua diatas Begal Linu.
__ADS_1
Begal Linu yang melihat Ricard dan Paman Fei tidak terpengaruh pun menjadi yakin dengan pemikirannya.
"Tingkatannya pasti diatas ku,dan ia juga pasti orang suruhan yang sedang mencariku dan keluargaku........"
"Tapi bagaimana bisa ia datang kedunia ini sedangkan dunia ini sudah tersegel kuat........"
"Aku bisa kedunia ini karena harus mengorbankan salah satu artefak Dunia yang sangat langka,dan itupun hanya ada satu"pikir Begal Linu dengan Bingung
Melihat Begal Linu yang hanya diam,Ricard pun langsung mengatakan niat awalnya kesini.
"Tenanglah Paman,aku bukan musuhmu.aku hanya bingung saja bagaimana seorang kultivator bisa sampai kedunia ini......"
"Yang kutau,dunia ini tidak bisa lagi dimasuki oleh para kultivator karena adanya segel dan disini juga tak ada aura Qi sama sekali"ucap Ricard dengan santai.
Begal Linu yang mendengar ucapan Ricard pun sedikit lega,tapi ia tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap Ricard.
Ia pun duduk dan mulai menjelaskan maksud dan tujuannya kedunia ini.
Ia pun meminta kedua bawahannya untuk meninggalkan mereka bertiga.
Awalnya bertiga bingung mengapa Tuan mereka tiba tiba mendadak Marah lalu tiba tiba menyuruh mereka pergi.
Tapi mereka tak menghiraukan itu dulu.Mereka secepatnya dulu pergi karena takut Kalau Begal Linu marah terhadap mereka.
"Baik Tuan kami pergi dulu"ucap Serempak kedua bawahan Begal Linu.
Setelah sampai didepan pintu massion Dedi sang Assisten Begal Linu pun bertanya kepada Coopet Zee dengan bingung.
"Coopet kenapa Tuan tadi tiba tiba marah kepada orang itu,padahal orang itu hanya mengatakan Aura disini baik"tanya Dedi dengan bingung.
"Mana kutau bodoh,Tapi itu pasti menyangkut dengan rahasia Tuan,dan itu membuat Tuan marah"ucap Coopet dengan sedikit berfikir.
"Sepertinya begitu....."ucap Dedi dengan mengangguk Paham.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**
__ADS_1
( Ilustrasi Massion Begal Linu )