Sang Pemandu

Sang Pemandu
Hati Yang Bedebar


__ADS_3

Ricard pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan dari Citra Kong.


"Sudahlah Bibi tak usah dipikirkan lagi,dan untuk Pihak Amerika aku akan mengirim jawaban penolakan untuk mereka besok.Tugas BIbi hanya terus memasarkan produk kita hingga keluar luar negeri"Ucap Ricard.


Citra Kong pun hanya mengangguk.


"Tapi bukannya bagus kalau kita menjual Resep kita Tuan Muda,harganya juga sangat fantastik.....Lagi pula merekakan hanya membeli salinan resepnya saja,kita masih bisa untuk membuat produknya lagi"ucap Citra Kong dengan sedikit bingung kenapa Ricard tak menjualnya saja.


"Bibi salah,kita memang masih bisa membuat Produknya.Tapi,saat mereka membuat produk yang sama dengan kita.Maka produk kita akan kalah dalam penjualan....."


"Bibi harus tau kalau Brand mereka sudah banyak dikenal oleh masyarakat,apa lagi mereka nama mereka juga terkenal dimana mana.Jadi kita akan kalah dalam segi penjualan"Jawab Ricard.


Citra Kong pun akhirnya mengerti kenapa Ricard tak menjualnya.


"Jadi itu sebabnya kau tak mau menjual resepnya dengan mereka,secara tak langsung kau ingin produk kita ini dikenal oleh banyak orang.Baru nanti kita akan bersaing besar dengan mereka"Ucap Citra Kong.


Ricard pun tersenyum.


"Tidak hanya cantik,Bibi juga sangat cerdas menilai pemikiran seseorang"ucap Ricard dengan lembut.


Citra Kong pun menjadi tersipu malu,ia entah kenapa sangat menyukai kalau Ricard memujinya.


"Tuan Muda bisa saja,menurutku Andalah yang paling cerdas dan tampan"Jawab Citra Kong dengan malu malu.


"Apakah Bibi mengagumi wajah tampan ku ini"Tanya Ricard dengan tersenyum main main.


Lagi Lagi Citra Kong menjadi salah tingkah dan tersipu malu.


"Itu tidak benar Tuan Muda"Jawab Citra Kong dengan cepat dan sedikit malu.


Mendengar jawaban Citra Kong,Ricard pun berpura pura cemberut.


"Huft...Kukira Bibi menyukaiku,ternyata Tidak"ucap Ricard cemberut.


Citra Kong pun sedikit merasa bersalah karena telah membuat Ricard cenberut


"Bukan Begitu maksudku,aku..."Ricard pun langsung memotong ucapan Citra Kong.


"Bibi,bisakah aku merasakan bibir Bibi lagi.Aku merindukan rasa manis yang ada dibibirmu"Tanya Ricard dengan sedikit memohon.


Citra Kong pun tersenyum malu malu,ia tak menyangka kalau Ricard meminta hal cabul itu didalam Perusahaan.


Tapi ia juga ingin merasakan Bibir Ricard lagi,ia pun akhirnya mengangguk dengan tersenyum.


"Kalau Tuan Muda mau,aku tak masalah Kok"Jawab Citra Kong dengan menunduk malu malu.


Terlihat juga kalau senyumannya semakin lebar,itu menandakan kalau ia sangat senang akan penawaran dari Ricard.

__ADS_1


"Bibi Kemarilah,duduk saja dipangkuanku ini"Ucap Ricard dengan tersenyum lembut.


Ia pun berdiri dan mulai berjalan dengan hati yang sangat bedebar.Setelah itu,ia mulai naik dan duduk diatas paha Ricard.


Mereka berdua saling memandang,tapi Citra Kong memandang Ricard dengan malu malu sementara Ricard memandang dengan penuh nafsu.


"Apa kita akan memulainya sekarang Tuan Muda"Tanya Citra Kong dengan tak sabar lagi.


Ricard pun tersenyum dan sedikit ingin menggodanya.


"Apa Bibiku yang cantik ini sudah tak sabar lagi"Tanya Ricard sambil membelai wajahnya dengan lembut.


Citra Kong pun semakin bahagia,tapi ia juga semakin salah tingkah.


"I....tuuu....Aku hanya bertanya Saja Tuan Muda"Jawab Citra Kong dengan gugup karena malu.


"Apa Bibi tak membenciku karena waktu itu aku pernah memperkosa Bibi,tapi aku ingin Bibi menjawabnya dengan Jujur"ucap Ricard yang masih terus membelai wajah Citra Kong.


Citra Kong pun sangat bingung mau menjawabnya dengan apa.Awalnya ia memang sangat membenci Ricard karena telah memperkosa dirinya disamping suaminya yang lagi tertidur mabuk.


Tapi,karena pemerkosaan itu sangat nikmat ia rasakan.Dirinya pun semakin lama semakin merindukan Tongkat Ricard yang besar itu.


Rasa bencinya pun terganti dengan rasa rindu penuh nafsu.


Namun,apa ia harus mengucapkan perasaan rindunya dengan Ricard.


Tak lama kemudian,akhirnya ia pun mulai memutuskan untuk menjawab pertanyaan Ricard dengan jujur.


"Awalnya aku memang membencinya waktu itu,tapi lama kelamaan aku menjadi rindu dengan tongkat panjang dan besar Tuan Muda.Rasa Nikmat itu benar benar telah merusak pikiran jernihku"Jawab Citra Kong,tapi dengan wajah yang malu malu.


Sementara Ricard,ia pun sangat senang akan jawaban yang diucapkan dari Citra Kong.


"Ternyata Bibiku ini sudah berubah menjadi cabul ya.Apa Bibi juga ingin merasakan Tongkatku sekarang"Tanya Ricard dengan lembut.


Citra Kong pun bertambah malu lagi.


"Aku akan menjadi wanita cabul untuk Tuan Muda,asal aku bisa merasakan nikmat itu lagi"Jawab Citra Kong dengan malu malu.


Wajahnya bahkan sudah sangat merah padam,ia seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta sekarang.


"Tapi bagaimana Jika Paman Anton Lholo mengetahuinya Bibi,ia pasti marah besar nantinya"Tanya Ricard yang masih ingin menggoda Citra Kong.


"Maka jangan sampai tau kalau begitu"Jawab Citra Kong dengan cepat.


Ia sedikit menjadi cemberut karena Ricard terus saja menggodanya,padahal lembah sempitnya sudah sangat basah minta digempur.


"Bibi memang sangat cabul"ucap Ricard.

__ADS_1


Tangannya juga sudah mulai turun kearah pinggul lembut Citra Kong.


"Bibi cium aku"Ucap Ricard dengan tersenyum cabul.


Citra Kong pun menjadi tersipu lagi,ia memang sangat ingin tapi ia masih malu jika memulainya duluan.


Ia pun memajukan bibirnya kearah bibir Ricard dengan pelan sambil memejamkan matanya.


Saat bibinya telah bersentuhan dengan Bibir Ricard,ia pun hanya mendiamkannya karena bingung mau melakukan apa lagi.


Tapi Ricard dengan cepat mengigit bibir bawah Citra Kong.Setelah bibirnya terbuka penuh,ia mulai melilit lidahnya dengan lidah Citra Kong.


Citra Kong juga hanya mengikuti alur yang diberikan Ricard dengan mata terpejam,ia masih sedikit malu jika ingin menatap mata Ricard.


Mereka berdua pun saling melilit dengan lembut.


Namun,Citra Kong pun semakin lama semakin panas tubuhnya.


Ia pun memegang pipinya Ricard dengan kedua tangannya sambil menekannya dengan kuat.


Ia menjadi lebih intens dan sangat nafsu sekarang,bahkan ia melilit lidah Ricard sekalian menghisapnya.


Sangking kuatnya hisapan Citra Kong,air liur Ricard juga ikut terhisap.


Ricard juga tak mau kalah,ia menjadi lebih intens lagi dan mulai meremas kedua buah kenyal Citra Kong dengan kuat.


Karena remasan Ricard diarea sensitifnya itu,Citra Kong pun semakin merasakan nikmat dan panas.


"Emmm.....emm...."Erangan tertahan dimulutnya pun terdengar.


Mungkin jika mereka sedang tak birciuman,erangan Citra Kong akan terdengar cukup keras dan merdu.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2