Sang Pemandu

Sang Pemandu
Dimulainya Sebuah Kenikmatan I


__ADS_3

Ricard pun langsung memasang wajah yang sangat kesal saat suasana indahnya diganggu lagi.


Berbeda dengan Citra Kong,ia panik dan langsung turun dari pangkuan Ricard dengan tergesa gesa.


Setelah itu ia berjongkok dibawah kolong meja untuk bersembunyi.


"Siapa?"Tanya Ricard sambil menahan kekesalannya.


Pintu pun terbuka sedikit dengan menampilkan wajah Anton Lholo,ia tak masuk kedalam dan hanya berdiri saja didekat pintu.


"Tuan Muda,jika Istri saya nanti kesini Tolong sampaikan untuk keruangan saya.Hanya itu saja Tuan Muda,maaf telah mengganggu kelau begitu saya permisi dulu"Ucap Anton Lholo dengan sedikit canggung.


"Baik Paman,nanti saya akan langsung menyampaikannya saat melihat Bibi Kong"Jawab Ricard dengan ramah.


Tapi hatinya seakan mau meledak karena kesal,waktu beharganya terus terusan diganggu oleh Anton Lholo.


"Situa bangka sialan ini terus saja menggangguku"ucap Ricard dalam hatinya.


Setelah melihat Anton Lholo pergi,Ricard bergegas kearah pintu tanpa memakai celananya,lalu ia mengunci pintunya agar saat ada orang mengetuk pintunya,ia bisa diam saja.


"Kuharap situa bangka itu tidak mengangg waktuku bersama Bibi Milf Ini"ucap Ricard dalam hatinya.


Ia pun kembali kekursinya sambil menarik Citra Kong keluar dari kolong meja.


Citra Kong juga merasa lega saat suaminya itu telah pergi.Ia tadi sangat panik becampur kesal karena suaminya itu terus datang.


"Suami Bibi benar benar menjengkelkan sekali"ucap Ricard sambil mendudukan Citra Kong diatas mejanya.


Citra Kong mulai tersenyum melihat Ricard kesal begitu,ia pun melingkarkan tangannya dileher Ricard.


"Aku juga sedikit kesal tadi,tapi karena dia telah pergi dan Tuan Muda sudah mengunci pintu.Ini waktu yang tepat untuk kita bersama Tuan Muda"Ucap Citra Kong yang mulai menampilkan senyum menggodanya.


"Bibi anda sangat nakal"Ucap Ricard sambil kedua tengannya memeluk pinggul Citra Kong.


Ia mulai mencium bibir Citra Kong dengan lembut dan menjelajahi kedalaman mulutnya.


Kedua lidah mereka langsung saling melilit dan menghisap air liur.


"Emm......emmm..."erangan merdu yang sedikit tertahan dari mulut Citra Kong pun langsung terdengar.


Nafasnya sudah sangat memburu,bahkan tubuhnya juga langsung memanas.


Ia memegang bagian belakang kepala Ricard dan menekannya dengan kedua tangannya.


Setelah beberapa saat.


Ricard tak bisa lagi menahan nafsunya pun langsung menghentikan ciumannya.


Ia melepaskan ikat pinggang yang ada dirok Citra Kong dengan cepat.


Karena Roknya hanya sepanjang selutut,Ricard pun dengan mudah menggulungnya roknya keatas perut Citra Kong.


Kemudian ia menarik kebawah Celana pendek dan Cd Citra Kong sebatas paha.

__ADS_1


Setelah itu ia menaruh kaki Citra Kong diatas bahunya dan mulai memposisikan Tongkat panjang dan tebalnya didepan lembah sempit Citra Kong.


Sedangkan Citra Kong,ia juga langsung tersenyum cerah saat Ricard akan memulainya.Ia tak sabar lagi merasakan keganasan tongkat Ricard dilembah sempitnya.


Kedua tangannya pun langsung memegang leher Ricard supaya dirinya bisa menjaga keseimbangan saat Ricard akan memajukan pinggulnya.


Akhirnya,waktu yang dinanti natikan dirinya selama ini pun tiba,ia sudah merasakan tongkat Ricard telah masuk kedalam lembah sempitnya dengan pelan.


"Aahhh.....iyaa.....Nikmat ini benar benar enak....ahhhh....."Erang Citra Kong saat ia merasakan surga dunia lagi.


Mendengar Citra Kong sudah mengerang dengan nikmat,Ricard pun sedikit menambah kecepatan pinggulnya.


Ia memegang kedua paha putih halus dan mulus itu bersamaan dengan pinggulnya yang bergoyang.


"Ahh.....terus Tuan muda ini nikmat...ahhh iyaa.....Ahh...."Erang Citra Kong dengan sedikit keras.


Ia sangat ingin Ricard terus mempercepat goyangannya.


"Bibi anda sangat nakal ya,padahal suami Bibi menyuruhmu untuk segera menemui dirinya.Apa Bibi tak berniat menemuinya saat ini"Tanya Ricard sambil memajukan pinggulnya.


Citra Kong sedikit cemberut mendengar ucapan Ricard.


"Ahh...Tu....ann....Mudaaa......Jangan bicarakan dia saat ini ahhh...."Jawab Citra Kong sambil mengerang.


"Kenapa Bibi?"Tanya Ricard dengan tersenyum.


Ia ingin sedikit menggoda Citra Kong lagi.


"Tapi bukannya perbuatan kita ini salah Bibi"Tanya Ricard.


"Ahh.....A..kuu...Tauu....Perbuatan kita ini salah....Tapi kenikmatan ini tak bersalah Tuan Muda....ahhh....emmm..ahhh"Jawab Citra Kong dengan Jujur.


Ia memang sangat menikmati setiap sentuhan dari Ricard,berbeda dengan suaminya yang tak bisa memuaskan dirinya.


Itulah mengapa ia tak ada sedikit pun merasa bersalah sekarang.


Awalnya ia sangat merasa bersalah karena menghianati suaminya lewat pemerkosaan Ricard.Tapi lambat laun rasa itu hilang berganti dengan kerinduan terhadap Tongkat Ricard yang sangat memuaskan itu.


"Apa artinya Bibi sangat menginginkan Tongkat panjangku dimasa depan"Tanya Ricard,ia sangat puas akan jawaban yang diberikan oleh Citra Kong.


Citra Kong menjadi tersipu malu mendengarnya,tapi ia tetap menjawabnya dengan jujur


"Ahhh...iyaa,aku sangat menginginkannya lagi Tuan Muda...ahhh.."Jawab Citra Kong.


Ricard pun tersenyum.


"Tu...ann...Mudaa..lebihh keras lagi ahhh"Ucap Citra Kong lagi.


"Bermohonlah Bibi untuk aku melakukan lebih keras lagi"Ucap Ricard.


"Ahhh.....Tu...aann....Mudaa..lebih keras ahh.....emmm...aahhh..."Jawab Citra Kong dengan mengerang lebih merdu.


"Aku tak mendengarnya dengan jelas Bibi"Ucap Ricard ia pun sedikit memperlambat goyangan pinggulnya.

__ADS_1


"Ahhh....Kumohon lebih keras Tuan Muda ahhh....emm"Jawab Citra Kong dengan menampilkan wajah menggodanya.


Ricard pun tersenyum senang,ia langsung menambah kecepatan kegoyangannya dan lebih dalam.


Itu pun langsung membuat Citra kong mengerang sangat keras.Ia merasakan kalau ujung tongkat Ricard telah menembus rahimnya.


Walaupun suara Citra Kong mengerang dengan keras,tidak akan ada orang yang bisa mendengarnya.Itu karena ruangan Pribadi Ricard kedap suara.


Jadi Citra Kong pun menjadi leluasa mengerang.


"Ahhh....iyaaa..ini sangat Nikmat....ahhh lebih dalamm Tuan Muda ahhhh..."Erang Citra Kong.


Ricard pum terus memacu pinggulnya dengan cepat.


Hingga beberapa saat,ia pun mulai merasakan kalau cairan hangatnya akan segera keluar lagi.


"Bibi aku akan keluar,tapi aku akan mengeluarkannya didalam"Ucap Ricard tersenyum.


Citra Kong yang lagi menikmati genj0tan Ricard pun langsung panik.


Ia sangat takut jika Ricard mengeluarkan cairan hangatnya didalam.


"Ahh....Tu...annn....Mudaa jangan didalam ahhh....Itu akan bahayaa...aahh...."Erang Citra Kong disertai sedikit panik.


"Bibi aku tak bisa mencabutnya saat ini"Jawab Ricard,ia pun menambah kecepatan genj0tannya dengan sedikit kuat.


"Ahhh.....jaa....ngann....dida...lamm..aahh Tuann....mudaa..."Erang Citra Kong dengan memohon untuk tidak didalam.


Tapi Ricard tak mendengarnya,ia pun langsung menembakkan Cairan hangatnya didalam Lembah sempit Citra Kong.


Cro.ot....


Cro.ott....


"Sangat banyak dan hangat"ucap Citra Kong dengan kelelahan.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2