Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kenikmatan Lan Cang'yi


__ADS_3

Ricard yang sudah sangat puas dan nikmat saat tongkat panjangnya dilahap oleh Lan Cang'yi.


ia bahkan juga mengeluarkan beberapa kali cairan kentalnya dimulut Lan cang'yi.


Lan Cangyi juga menikmati cairan kental Ricard dimulutnya,ia bahkan sampai menelan semuanya tanpa tersisa satu tetes pun.


"Apa aku sudah bisa menikmati mu sayang"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Lan Cang'yi.


Lan Cang'yi yang masih sibuk menjilati sisa cairan kental Ricard ditongkat panjangnya pun menoleh.


"Tuan,tubuh ini milik anda.Jadi anda boleh melakukan apa saja terhadap tubuh ini"ucap Lan Cang'yi dengan tersenyum nakal sambil berbaring didada Ricard.


Ada kebahagiaan juga yang terpancar dikedua mata Lan Cang'yi.Ia sangat bahagia karena bisa menikmati kegiatan panas ini bersama Ricard.


Selama ini,ia hanya bisa melihat dan mendengar Ricard yang sedang bermain dengan para wanitanya dengan bergairah.


Ia sangat menginginkan hal itu,tapi apa daya dengan tubuhnya.Ia hanya sebuah Roh yang tinggal dijiwa Ricard.


Tapi semua berubah saat Ricard mendapatkan Pil pembentukan Tubuh,ia bahkan sangat gembira walau harus membayar setengah kekuatannya dengan Pil Itu.


Tapi yang penting,ia bisa menjadi manusia sepenuhnya lagi.Itulah yang ada dipikiran Lan Cang'yi.


Ricard yang mendengar ucapan nakal dari Lan Cang'yi pun tersenyum.


"Apa sekarang Sistemku sudah mulai nakal"ucap Ricard dengan mengelus kepala Lan Cang'yi lagi.


Lan Cang'yi pun tidak membalas ucapan Ricard.Ia hanya tersenyum dengan malu malu.


Melihat tak ada balasan dari Lan Cang'yi,Ricard kemudian berdiri dan membaringkan Lan Cang'yi dikasur tersebut.Ia melipatkan kaki Lan Cang'yi dilehernya dengan bentuk menyilang lalu memeluknya.


"Aku akan memulainya sayang"ucap Ricard dengan menatap Lan Cang'yi.


"Lakukalah Tuan,aku sudah tak sabar lagi...Tapi pelan pelan,aku belum pernah melakukan ini sebelumnya"ucap Lan Cang'yi dengan malu malu.


Ia bahkan menghadap kesamping untuk menghindar dari tatapan Ricard.


Ricard pun tersenyum dan mengangguk,ia mulai mendorong pelan pinggulnya.


Merasakan ada benda besar yang membelah dingding lembah surganya,Lan Cang'yi pun mengetahui kalau Ricard sudah memulainya.


"ahhh.....emm....sakit....Tuann...."erang Lan Cang'yi sambil menahan sakit disela sela lembahnya.


Terlihat juga darah segar yang sudah mulai menetes keluar dari area lembah surga Lan Cang'yi.


Ia bahkan memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sakit itu,tapi itu tak kunjung hilang juga.


Berbeda dengan Ricard,ia memejamkan matanya karena betapa sempit dan lembutnya lembah surga Lan Cang'yi.


"Sial....ini lembut dan sempit sekali ahhhh....sial...ahhhh"ucap Ricard dalam hatinya,ia begitu kenikmatan saat Tongkatnya menerobos kelembah sempit Lan Cang'yi.


Ricard melakukannya dengan memejamkan matanya sambil mendorong pinggulnya secara perlahan lahan.


Setelah 5 menit berlalu,Lan Cang'yi pun mulai merasakan nikmat surgawi lagi.ia pun mengerang dengan lembut dan meminta Ricard untuk lebih cepat.


"Ahh.....Emmm...ahhh..."

__ADS_1


"Tuan....ahh....Le....bih..ahhh....."


"Tuan....lebih cepat.....ahhh..."


Mendengar permintaan Lan Cang'yi,Ricard mulai mempercepat gerakannya.


"Ahh....iya...emmm.."


"ahh....lagi...ahhh....."erang Lan Cang'yi dengan keras.


Pikirannya pun sudah kosong karena kenikmatan yang Ricard berikan.


Lan Cang'yi juga merasakan kalau tongkat panjang Ricard sedah menembus dinding rahimnya.


Ia bahkan mengemgam seprei dengan kuat sambil mengerang dengan keras.


"oohhh....ahh...ya..."


"ahhh......lebih keras Tuan...."


Lan Cang'yi pun sudah mengerang beberapa kali,bahkan cairan beningnya juga sudah menetes keluar dengan banyak.


Ricard pun menurunkan kaki Lan Cang'yi lalu ia mulai menindih tubuhnya dan menghentakkan pinggulnya dengan kuat.


"Ahhh....Tuann.....lebih....."


"Ini....nik...mat....ahhh"Lan Cang'yi pun mengerang lagi sambil memeluk punggung Ricard.


"Sayang punyamu sangat lembut dan sempit"bisik Ricard dengan menjilati telinganya,Ricard juga mulai mengelus kepala Lan Cang'yi dengan lembut.


Lan Cang'yi pun mulai mengerang dengan keras lagi saat sentuhan nikmat Ricard ditelingannya.


"Ahh...emmm...Tu....ann...Tubuh ini hanya milik anda Tuan....ahhhh.."ucap Lan Cang'yi sambil mengerang.


Setelah puas bermain ditelinga Lan Cang'yi,Ricard mulai menundukkan kepalanya dan melahap put*ngnya dengan keras.


"ahhhh....Tu.....ann...."


"Ahhh....lagi......"Erang Lan Cang'yi sambil menjambak Rambut Ricard dengan kuat.


Lan Cang'yi merasa seolah olah seluruh tubuhnya terbakar dengan nikmat.


Setiap kali Ricard mendorong tongkatnya dengan kuat sambil mengigit put*ng pinknya.Ia juga merasa akan mau terbang karena kenikmatan.


"Ahh......lebih keras Tuan ahhh...."


"Emmm.....ahhhh......"Dengan suara yang nyaring dan tubuh bergetar,Lan Cang'yi mulai merasakan akan mau pipis lagi.


Ia mulai menlingkarkan kakinya dipinggul Ricard dengan kuat sambil kedua tangannya memeluk Ricard.


"Emm...Tuann....aku.....ahhh...."


"Tu.....ann....aku mau pipis......"erang Lang'yi dengan terputus putus.


Setelah beberapa saat,Ricard pun menghentikan gerakannya dengan tongkat yang masih tenggelam dilembah Lan Cang'yi.

__ADS_1


Ia juga mulai merasakan cairan Lan Cang'yi yang hangat sedang menjalar ditongkat panjangnya.


"Hah..Hahh.....Hahh..Tuan aku istirahat sebentar ya.."Ucap Lan Cang'yi dengan nafas yang terengah engah.


Tapi Ricard menghiraukan ucalan Lan Cang'yi,ia masih belum puas dan ingin merasakan kesempitan lembah Lan Cang'yi lagi.


Ia pun mulai mencabut Tongkatnya dari lembah Surga Lan Cang'yi,ia kemudian berdiri disamping kasur dan menarik tubuh Lan Cang'yi sambil membaringkan badannya dikasur dengan kakinya ditaruh dilantai.


Posisi Lan Cang'yi saat ini sedang menungging dan badannya berbaring dikasur.


Lan Cang'yi pun panik saat tubuhnya ditarik dan kakinya ditaruh dikantai.


Ia masih merasa lelah akibat gempuran tongkat panjang dan tebal Ricard tanpa henti dilembahnya.


"Tuan aku ma.....ahhh....."ucapan Lan Cang'yi pun terhenti saat ia merasakan tongkat panjang dan tebal Ricard menusuk lembah surganya lagi.


Plak!


Plak!


Plak!


Ricard pun mendorong pinggulnya perlahan sambil menampar pantat montok Lan Cang'yi dengan keras.


Ia sangat gemas dengan bentuk dan tonjolan pantat montoknya itu.


Lan Cang'yi pun mulai pasrah saat Ricard akan menggempur lembah surganya dengan habis habisan.


"emmm...ahhh...ahhh..."


Akhirnya Lan Cang'yi pun mengerang dengan pelan,ia tidak bisa mengerang dengan kuat karena masih lelah.


"Tu...an...pelan pelan.....sa...ja...."


"Ahhh....emmmm......ahhh...."erang Lan Cang'yi dengan lemas.


Lembah Lan Cang'yi juga sudah memerah karena gempuran tongkat Ricard yang terlalu kuat.


Lembahnya yang masih sangat sempit dan dimasukkan tongkat Ricard yang amat besar,itu membuat Lan Cang'yi lebih cepat lelah.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘**


__ADS_2