Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kepolosan Sheila Lagi


__ADS_3

Pukul 06:30 malam,saat ini Ricard sedang didalam mobil Lamborghininya untuk pulang ke Mansionnya.


Namun,ditengah perjalanan ia mendapat telepon dari Paman Fei.


Paman Fei memberitahu kepada Ricard tentang 5 orang yang ia lawan ditaman sekitar jam 4 sore.


Ia juga memberitahu kalau dirinya telah membunuh 3 orang dari kelima orang itu.


Paman Fei juga mempunyai firasat kalau kelima orang tadi adalah musuh yang mengejar Keluarga Linu dari dunia Kultivator.


Karena yang ia tau hanya musuh Keluarga Linu lah yang mengejarnya sampai kedunia ini.


Walaupun kelima orang tadi tidak terlalu hebat dalam kemampuan,paman Fei yakin jika pemimpin mereka pasti cukup kuat.


Itulah sebabnya ia langsung memberitau Ricard tentang kejadian tadi.


Sementara Ricard,ia sedang memikirkan orang yang dilawan Paman Fei dan kontrak budaknya.


Karena sampai hari ini kontrak budaknya belum memberitau apa apa tentang temannya dan lokasi persembunyian pemimpin mereka.


"Pasti ada sesuatu yang Paman begal Linu pegang saat ini,dan hal itulah yang membuat dirinya menjadi buronan oleh mereka......"


"Aku harus memanggil kontrak budak itu untuk memberitahu apa yang sebenarnya mereka cari dari paman Begal Linu"Pikir Ricard dengan serius.


Ricard merasa ada sesuatu yang besar disembunyikan oleh Keluarga Linu,karena tak mungkin mereka mengejar Keluarga Linu kedunia yang miskin akan Qi hanya untuk dibunuh saja.


Pasti ada sesuatu yang mereka cari,dan Ricard ingin tau itu dari kontrak Budaknya apa yang mereka inginkan.


Karena menurutnya,pasti kontrak budaknya itu mempunyai rahasia dari orang yang mengejar keluarga Linu.


Ricard pun memanggil Kontrak budaknya lewat pikiran untuk segera menemuinya diprovinsi Ngadiang.


Karena jiwa budak itu telah dikontrak Ricard,jadi ia pun bisa memanggilnya hanya lewat pikiran saja.Itu akan langsung masuk kepikiran kontrak budaknya.


Saat dirinya telah mendapat jawaban dari kontrak budaknya,Ricard pun bergegas kembali ke Mansionnya.


Karena Kontrak budaknya sekarang ada di provinsi Shanghai,jadi itu akan memakan waktu 3 jam menuju provinsi Ngadiang dengan menggunakan pesawat.


Setelah menghabiskan waktu 10 menit diperjalanan,Ricard pun akhirnya tiba di Mansionnya.


Ia turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam Mansion,ia tak sabar untuk bertemu semua kekasihnya dan melakukan kegiatan panas ramai ramai.


Tapi tak lama kemudian,Ricard langsung cemberut dan lesu.


Ia ingat kalau ibunya masih disini,tak mungkin ia berani melakukan hal itu kepada gadisnya.

__ADS_1


"Huft....Aku ingat kalau ibu masih tinggal dimansionku"Pikir Ricard dengan lesu.


Ia lalu membuka pintu mansionnya dan melihat kalau ibunya sedang berbincang diruang tamu bersama semua gadisnya.


"Aku pulang...."ucap Ricard dengan tersenyum,tapi hatinya sedikit luka karena tak bisa melakukan kegiatan panas.


Mendengar suara putranya,Mery Card hanya melihat sekilas saja,setelah itu ia langsung membuang mukanya dengan kesal saat melihat Ricard.


Semua wanita Ricard pun sedikit canggung,mereka tau kenapa Mary Card terlihat kesal dengannya


Itu dikarenakan Ricard telah memakan Qin Sheila,gadis kesayangan ibunya itu.


Namun Ricard tak tau apa apa,ia bingung kenapa ibunya terlihat kesal dengannya.


Apa lagi ia melihat kalau Sheila hanya menunduk gugup,sedangkan semua wanitanya terlihat canggung.


Hanya Ling'er dan Siao May yang terlihat biasa biasa saja,mereka berdua sedang asik menonton televisi.Mungkin mereka cepat akrab karena memiliki sifat yang sama,yaitu seorang Psikopat.


"Kenapa ibu terlihat cemberut dan kesal begitu.Apa ada sesuatu yang di inginkan ibu sekarang"Tanya Ricard dengan lembut.


Ia duduk disamping Mary Card sambil memegang tangannya.


Walaupun Ricard seorang pencabul yang ulung dan terlihat tak peduli akan wanitanya karena suka mengoleksi gadis cantik.


Padahal ini semua ulahnya sendiri,tapi Ricard tak peka.


Sedangkan Mary card,ia malah bertambah kesal dan jengkel karena Ricard masih tak tau apa kesalahan yang telah ia perbuat.


"Apa kau akan berpura pura tak tau atau hanya akting saja"Tanya Mary Card yang masih terlihat kesal.


Ricard pun bertambah bingung,ia benar benar tak tau apa kesalahannya.


"Itu,aku tau apa maksud ibu.Aku merasa tak melakukan kesalahan apapun bu"Jawab Ricard dengan bingung.


Mary Card pun langsung menarik telinga Ricard karena kesal.


"Apa yang kau lakukan tadi malam dengan gadis kecilku.Hah!"Tanya Mary Card dengan marah.


Ricard pun akhirnya menyadari kesalahan dirinya,apa lagi saat melihat Sheila yang menunduk dengan sedih.


Ia yakin kalau ibunya sudah tau kalau dirinya telah memakan Sheila tadi malam.


"Ibuu...Sepertinya ini hanya salah paham saja bu.Aku tak mungkin berani malakukan itu kepadanya"Jawab Ricard dengan mengelak.


Sebenarnya yang dikatakan Ricard ada benarnya.Ia tak mungkin berani memakan Sheila jika ada ibunya,tapi semalam sheila lah yang datang kekamarnya.

__ADS_1


Jadi Ricard tak mungkin menolak keindahan dari gadis polos ini,ia saja juga sangat penasaran bagaimana erangan merdu dari gadis polos.


Mary Card pun bertambah marah karena Ricard tak mengakui perbuatannya.


"Gadis kecilku ini akan ibu hukum untuk tetap didalam kamarnya selama seminggu penuh.Jika ia melanggarnya,itu artinya kau harus bersiap siap untuk kehilangan tongkatmu"Ucap Mary Card.


Gluk....


Ricard pun menelan ludahnya dengan kasar,ia juga bingung kenapa jika yang melanggar Sheila jadi dirinya yang dihukum.


"Bukannya itu tak adil bu,bagaimana nanti Sheila akan melanggarnya.Apa ibu benar benar melakukannya"Tanya Ricard dengan ketakutan.


Sementara semua gadis Ricard hanya tersenyum,mereka bisa melihat wajah Ricard yang ketakutan itu saat ini.


Apa lagi Mei'er,Bella dan Mita.Merekalah yang paling lebar senyumannya.


Tapi Sheila malah panik,ia takut kalau Ricard tak mempunyai tongkatnya lagi.


Gadis Polos ini sudah menyukai tongkat Ricard yang besar itu,apa lagi yang ia sudah tau kalau tongkat Ricard berfungsi untuk membuat anak.


"Ibu bukannya itu terlalu kejam,nanti Tuan tak bisa punya anak jika tongkatnya ibu potong,dan Tuan pasti jadi seorang wanita nantinya"ucap Sheila dengan polos,tapi ia juga mengatakan itu dengan gugup.


Ia khawatir kalau Mary Card bertambah marah dengannya.


Sementara Ricard,ia tak tau harus senang atau menangis mendengar pembelaan dari Sheila.


"Apa dia pikir kalau seorang wanita itu terbuat dari tongkat pria yang dipotong"Pikir Ricard dengan lesu.


Sedangkan semua wanita Ricard,mereka hanya mengeleng gelengkan kepalanya saja dengan tersenyum lucu,mereka tak tau apa penyebab dari Saudari mereka itu terlihat sangat Polos.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2