
Disaat pantat Citra Kong sedang bergoyang,Ricard pun langsung merasakan kalau ia akan keluar lagi.
Ia pun sedikit mengangkat pinggulnya keatas untuk membantu memperdalam tongkatnya tenggelam dilembah sempit Citra Kong.
Kedua tangannya juga langsung meremas Buah Kenyal Citra Kong.
"Ahhh....akuu....mauu..pipiss lagi Tu..annn Mudaa..ahhhh.....ahhhh"Erang Citra Kong.
Ia juga sepertinya akan melakukan pelepasannya yang kesekian kalinya.
"Ayo Bibi kita keluarkan bersama,aku juga mau keluar"Ucap Ricard.
Ia pun sedikit menambah kecepatan pinggulnya bersamaan dengan goyangan Citra Kong yang semakin cepat juga.
Bahkan Tangan Ricard tak henti hentinya meremas buah kenyal Citra Kong dengan kuat.
Hingga waktunya pun tiba,Ricard langsung menembakkan Cairan hangatnya didalam lembah sempitnya bersamaan dengan Citra Kong melakukan pelepasan juga.
Cairan Bening Citra Kong pun langsung membasahi seluruh tongkat Ricard.
Ia lalu berbaring diatas dada Ricard dengan nafas yang sangat kelelahan.
Ia sudah tak kuat lagi jika ingin melanjutkan kegiatan panasnya itu.
Saat nafasnya sudah kembali normal,Citra Kong pun melihat Ricard dan menatapnya dengan sedikit sendu.
"Lagi lagi Tuan Muda mengeluarkannya didalam rahimku"Ucap Citra Kong dengan cemberut
Ricard pun mengelus kepalanya yang ada didadanya itu.
"Bukannya Bibi yang memimpin kegiatan panas kita ini,aku tak bisa mencabutnya saat Bibi diatas"Jawab Ricard dengan tersenyum.
Citra Kong pun tak membalas ucapan Ricard,kepalanya hanya berbaring dengan nikmat diatas dada Ricard.
Ia juga bisa mendengar detak jantung Ricard yang berdetak dengan tenang itu.
Tidak hanya itu saja,ia juga masih merasakan kalau tongkat Ricard masih mengeras didalam lembah sempitnya dalam keadaan berdunyut.
Sebenarnya,ia sedikit bingung dan bertanya tanya.Bagaimana bisa Ricard melakukan pelepasan tapi tongkat panjangnya masih berdiri tidak melemas.
Tidak hanya sekali,bahkan berkali kali Ricard melakukan pelepasan didalam dirinya,tongkatnya masih berdiri dan mengeras dengan sempurna.
Biasanya orang pria kalau sudah melakukan pelepasan,pasti tongkatnya akan mengkerut dan melemas.Tapi itu sepertinya tak berguna untuk Ricard.
Walaupun begitu,ia sangat puas akan keperkasaan tongkat Ricard.Apa lagi cairan hangatnya juga sangat hangat dan benar benar memenuhi rahimnya.
Tapi disisi lain,ia juga masih memikirkan bagaimana keadaan dirinya.Citra Kong takut kalau ia jadinya akan hamil,karena Ricard dari tadi mengeluarkan cairan hangatnya didalam rahimnya.
__ADS_1
Ia sangat yakin kalau dirinya pasti akan hamil nanti,karena sekarang adalah masa suburnya.
Tapi,saat dirinya lagi memikirkan tentang ia akan hamil atau tidak.Tiba tiba saja pinggulnya ditekan oleh Ricard dengan tangan tangannya.
Serta tangan kirinya mulai meraba kebagian pantat montoknya.Tidak hanya itu saja,jari tengah Ricard sukses masuk kelubang anu$nya.
Setelah itu Ricard langsung mengangkat pinggulnya sendiri dan mulai mengoyang Lembah sempit Citra Kong.
"Ahhh...Tu....annn...mudaa...apaa yang anda lakukann.....ahhh.....tubuhku sudah tak kuat lagi Tuan muda ahhh..."Erang Citra Kong dengan lembut,tapi ada jejak rasa lelah dari suaranya itu.
Tapi Ricard tak menjawab,ia hanya menambah kecepatan pinggulnya untuk menusuk keatas.
Citra Kong pun lagi lagi hanya bisa pasrah akan keinginan nafsu Ricard yang begitu besar.
Apa lagi tubuhnya juga langsung memanas saat jari tengah Ricard dari tangan kirinya,sedang menusuk nusuk dilubang anu$nya.
Ingin berontak pun tak bisa,tubuhnya juga sudah ditahan Ricard dengan sempurna oleh tangan kanannya.
Ia pun hanya bisa mengerang dengan lembut merasakan kenikmatan itu lagi,Citra Kong tak kuat lagi kalau ingin mengerang dengan keras.
"Bibi ayo cium aku..."pinta Ricard sambil mengoyangkan pinggulnya.
Jarinya tengahnya juga tak henti hentinya menusuk nusuk lubang anu$nya itu.
Citra Kong menurut saja.
Mereka berdua mulai bertukar air liur dengan intens dan menikmati kegiatan panas itu hingga beberapa saat lamanya.
~BEIJING,kota bawah Tanah dekat Taman.
Disebuah Taman yang cukup sepi karena lampu jalan sedang mati,terlihat seorang lelaki paruh baya sedang mengamati 5 orang pria paruh baya yang sedang berbicara sambil berdiri.
Ditempat mereka,tak ada satu orang pun yang terlihat disekitar taman yang cukup sepi itu,kecuali 5 orang itu.
"Apa dikota ini Keluarga Linu itu berada Pak Tua"Tanya salah satu orang itu ketemannya.
Orang yang dipanggil pak tua itu pun kesal dibuatnya.
"Sialan,kau juga seorang pak Tua idiot"ucapnya dengan marah.
"Aku tidak sepertimu yang sudah tua kakek"Jawab orang yang mengejek tadi.
Tapi,sebelum pertengkaran mereka berlanjut lebih parah,salah satu temannya pun melerai perdebatan mereka.
"Sudahlah.....Kita berlima mendapat tugas dari pemimpin untuk mencari Keluarga Linu dan mengambil Batu itu segera"Jawab salah satu pria paya itu,postur tubuhnya sangat kekar jika dibandingkan oleh keempat lainnya yang memiliki tubuh perut buncit.
"Benar,kita harus segera mengambil dari mereka dan kembali kedunia Kita lagi.Aku sudah sangat bosan dan Muak bersama mahluk fana dan idiot ini disini"Ucap Salah satu Pria paruh baya itu lagi.
__ADS_1
"Tapi apa kau yakin kalau Keluarga Linu memang disini adanya"Tanya Orang mengejek diawal tadi.
"Itu benar,aku mendapatkan informasi dari salah satu anak buahku kalau disini ada sebuah Keluarga yang bemarga Linu,dan parahnya lagi saudara ke10 tewas 3 tahun yang lalu dinegara ini bersama saudara ke9 yang juga menghilang dinegara ini"Ucap orang yang disebut saudara ke6.
"Itu tak salah lagi,pasti saudara ke10 dan ke9 hilang akibat ulah dari Keluarga Linu sialan ini"ucap saudara ke7 dengan marah.
"Jadi dimana letak persembunyian Keluarga bajingan ini"Tanya Saudara ke8.
Tapi,saat mereka sedang berbincang bincang.Saudara ke 4 dan ke5 yang dari tadi diam saja mulai merasakan kalau ada orang yang mengawasi mereka.
Ia pun menoleh kearah Tempat duduk yang cukup panjang.
Mereka semua pun terkejut karena mereka melihat seorang Pria paruh baya yang sedang duduk dengan tenang sambil merokok.
Mungkin merek rokoknya LM,laris manis.
Kelima orang itu yang sedang berbicara tadi memang tidak adanya merasakan adanya satu pun mahluk hidup disekitar mereka.
Jadi,melihat Orang itu duduk dengan tenang sambil merokok pun menjadi waspada terhadapnya.
"Dia sepertinya bukan orang sembarangan......"ucap saudara ke4
"Mungkin dia gelandangan pinggir jalan"ucap Saudara ke5 yang ngelawak.
Saudara ke6,ke7 dan ke8 pun langsung menahan tawa.
Tapi mereka kembali dengan wajah serius saat melihat orang yang duduk dibangku taman itu menoleh kearah mereka.
"Eh!aku sudah ketahuan ya"ucap Pria paruh baya itu sambil mematikan rokoknya yang sudah habis.
Ia sedikit menguap dan menatap kelima pria paruh baya itu dengan main main.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1