Sang Pemandu

Sang Pemandu
Pesta Berdarah


__ADS_3

Setelah cukup memperhatikan semua bawahannya,ia pun masuk kedalan gedung Perusahaan BodyStell bersama Mei'er.


Ia menuju kesalah satu Ruangan rapat tempat mereka sedang berkumpul.Ricard juga tadi sudah memberi tau mereka akan kedatangannya Keperusahaan.


Saat tiba didepan sebuah pintu,Ricard masuk bersama Mei'er dan menemui para petinggi Perusahaanya sudah berdiri tegap untuk menyambut Ricard.


"Selamat datang Tuan Muda...."ucap mereka semua dengan serempak.


Ricard pun menganguk dan tersenyum melihat kemajuan para petinggi Perusahaanya itu dalam kemapuan beladiri.


Itu terlihat dari aura mereka yang terlihat cukup kuat.


"Bagus....Kemajuan kalian semua sangat baik...."


"Dan untuk merayakan kemajuan kalian semua,aku berniat ingin membuat sebuah pesta berdarah"ucap Ricard dengan tersenyum.


Mereka semua pun menjadi bingung dengan ucapan Ricard.


Natalia Wang sebagai wakil Direktur Perusahaan.


Natasha sebagai Assisten Wakil Direktur Perusahaan.


Riki Feng sebagai Kepala Staf Pelayanan Sebuah Misi Perusahaan.


Roko Feng sebagai Manager Keuangan Perusahaan.


Fleer Vanjang sebagai Kapten semua Bodyguard (jumlah 100 orang).Ketiga Pria paruh bayu berumur 40 tahunan keatas.


"Salam Tuan Muda,Pesta apa itu maksudnya Tuan Muda"Tanya Riki Feng.


"Aku senang kau bertanya....Pestanya sebuah pembantaian Mafia Kertas Tipis"ucap Ricard dengan lantang.


Ketiga Paruh baya itu pun menjadi senang mendengar ucapan Ricard,mereka sungguh sedikit bosan karena sehari hari mengatur para bawahan Ricard berlatih.


Tapi kedua saudari kembar itu sedikit tak senang,mereka tidak menyukai yang namanya pembantaian.


"Tuan emang ada masalah apa dengan mereka"Tanya Natalia,tapi Ricard terdiam sebentar untuk melihat wajah Natalia.


Terlihat kalau diwajah Natalia semakin cantik karena menerima Pil pemberian Ricard waktu itu.


Bahkan ketiga Paruh baya dan adik kembarnya Natasha sangat terkejut karena perubahan wajah Natalia waktu itu.


Bagaimana tidak,waktu itu wajah Natalia sudah terbakar parah dan sudah diyakini tidak akan sembuh.


Tapi sekarang mereka semua melihat kalau wajah Natalia telah sembuh total.Tidak hanya itu saja,ia bahkan bertambah sangat cantik.


Natasha juga sedikit iri dengan kakaknya itu,tapi disisi lain ia juga bahagia karena melihat wajah ceria dan tersenyum kakak telah kembali seperti dulu.


Tak ada lagi wajah cemberut dan kemurungan diwajah Natalia.Terkadang juga dimalam hari,ia akan selalu membawa Foto Ricard untuk tidur bersama dirinya.


Tapi Natasha juga punya inisiatif sendiri ingin meminta Pil yang bisa percantik dirinya oleh Ricard.


Tak lama kemudian,suara Ricard terdengar ditelinga mereka semua.


"Mafia Kertas Putih sudah berani bermain api dengan Perusahaanku.Itu artinya mereka semua ingin bertemu dengan para leluhur mereka"Ucap Ricard dengan dingin.

__ADS_1


Semua yang ada ruangan itu pun sedikit meneguk ludah mereka dengan kasar.


"Tapi....Yang berangkat hanya aku dan ketiga Paman beserta para Prajurit Perusahaan kita.Selebihnya hanya disini berjaga keamanan....."


"Aku tak mau ada beberapa semut nanti yang ingin menganggu disini"Ucap Ricard.


Mendengar ketegasan Ricard,mereka semua pun mematuhinya.


"Baik Tuan Muda...."ucap mereka dengan serempak.


"Kalian bertiga kuberi waktu 10 menit untuk bersiap siap"ucap Ricard kepada ketiga Pria Paruh baya itu.


"Siap Tuan Muda"ucap mereka dengan serempak.


Setelah itu,ketiga Pria paru baya itu pun keluar meninggalkan Ricard dengan tiga gadis cantik.


Ricard lalu duduk disebuah Sofa yang terletak dipinggir Ruangan.


Tapi Natalia dan Mei'er langsung duduk disamping kiri kanan Ricard.


Hanya Natasha yang duduk dikursi meja rapat.Tapi ia menganga saat melihat kakaknya duduk sambil menyenderkan kepalanya dibahu Ricard dengan manja.


Tidak hanya itu saja,bahkan Mei'er juga ikut menyender sambil merangkul lengan Ricard.


"Humm....Tampan doang,semua gadis diembat....Dasar para buaya darat"ucap Natasha dalam hatinya sambil memalingkan mukanya kesamping.


"Sayang,apa nanti kau tak apa apa membunuh mereka"ucap Natalia dengan manja.


Ia bahkan berkata sambil memeluk erat lengan Ricard.Ricard juga tak mempermasalahkan itu,ia memahami kalau Natalia tak pernah dekat dengan seorang Pria.


Itu juga salah satu alasan kenapa ia selalu memakai topeng kemana pun ia pergi.


"Apa kau mengkhawatirkan aku"Tanya Ricard tersenyum lembut.


"Tentu saja...."Jawab Natalia.


"Kau tak perlu khawatir,untuk meratakan para semut itu sangat mudah bagiku yang kuat ini"ucap Ricard dengan sombong.


Walaupun ucapan Ricard terdengar sangat sombong,tapi Natalia tetap mengangguk sambil tersenyum.Ia percaya kalau Ricard bisa membunuh mereka semua.


"Apa hanya saudari natalia saja yang diperhatikan,aku juga mau"ucap Mei'er dengan manja.


"Kau tak perlu cemberu begitu sayang,kau juga akan selalu ada dihatiku"Jawab Ricard dengan lembut.


Melihat kemesraan Ricard dengan Kakaknya dan Mei'er,Natasha sudah tak tahan lagi.


Ia pun ingin pergi dengan cemberut karena merasa menjadi obat nyamuk.


"Tuan,aku akan keluar saja"ucap Natasha tanpa memperdulikan jawaban dari Ricard.


"Kenapa dengan gadis kecil itu"Tanya Ricard dengan bodoh.


"Biasalah sayang,dia kan jomblo"Jawab Natalia.


"Natasha,kau sekalian jemput Sara Diperusahaan Hotela Com untuk kesini"Teriak Ricard sebelum Natasha pergi jauh.

__ADS_1


"Ya Tuan...."ucap Natasha dengan suara yang terdengar cemberut.


Mereka bertiga pun hanya mengeleng gelengkan kepala saja melihat kelakuan Natasha itu.


1 JAM BERLALU.......


Setelah berbincang dengan kedua gadisnya,Ricard pun berniat untuk berangkat sekarang.Ia juga kelupaan kalau ia sudah membuat bawahannya menunggu sangat lama.


Ricard pun pergi kehadapan semua para bawahannya.Ia berdiri didepan semua para bawahannya dengan gagah bersama Sara disampingnya.


"Apa kalian semua telah siap berpesta malam ini"Teriak Ricard dengan lantang.


"Uraaa......Uraaa....."Jawab semua bawahannya dengan lantang juga.


Ricard pun memanggil Cang'yi lewat pikirannya untuk membuka gerbang teleportasi menuju Shanghai.


Ricard tidak mau membawa semua bawahannya menaiki bis atau pesawat,itu akan memakan waktu yang cukup lama pikirnya.


"Cang'yi buka gerbang teleportasi menuju Shanghai"Ucap Ricard lewat pikirannya.


"Baik Tuan.....Teleportasi akan terbuka dalam 5 detik"


1......2.......3.......4.....5.


"Teleportasi telah terbuka"


Swoshh.......


Setelah ucapan cang'yi selesai,tiba tiba saja angin berhembus dan membentuk sebuah pusaran lingkarang bercahaya.


"Kalian masuklah kedalam pusaran angin itu,kalian juga perlu khawatir"ucap Ricard dengan keras.


Semua bawahannya pun langsung masuk kedalam pusaran angin itu,mereka mempercayai ucapan Ricard kalau pusaran itu tidak berbahaya bagi mereka.


Setelah semua bawahannya masuk kedalam pusaran angin itu,Ricard pun memegang tangan Sara untuk masuk juga.


"Ayo kita masuk"Ucap Ricard yang langsung dibalas anggukan oleh sara.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2