
Setelah berbincang bincang cukup lama dengan Lholo,secara tiba tiba saja Lholo menghentikan kapal Pesiarnya.
Ricard sedikit bingung kenapa Lholo berhenti ditengah tengah lautan.
"Apa kita telah tiba ditempat mereka Paman,tapi bukannya ini masih ditengah laut"Tanya Ricard dengan bingung.
"Itu benar Tuan Muda,kita telah tiba dimarkas mereka.....Sekarang aku hanya perlu menghilangkan Formasi Ilusi ini agar kita bisa masuk"Jawab Lholo.
Ia pun keluar dari kemudi Kapal sambil di ikuti oleh Ricard menuju ujung kapal.
Saat tiba diujung kapal,Lholo langsung membuat gerakan gerakan tangan yang sangat aneh,setelah itu merentangkan kedua tangannya keatas.
"Formasi Ilusi Hilang"
Swossh......
Setelah Lholo mengucapkan kata kata itu,secara tiba tiba saja angin berhembus cukup kencang disekitar mereka.Setelah itu muncul sebuah Pulau yang cukup indah didepan mata mereka.
( Ilustrasi Pulau Misterius )
**Ricard pun kagum dengan keindahan pulau itu.Bahkan ia juga merasakan adanya Aura Qi yang cukup Tipis disekitar Pulau itu.
Meskipun Aura dipulau itu cukup tipis,namun itu sudah sangat bagus dan baik bagi para Kultivator Pemula seperti dirinya.
"Apa dipulau ini Ketua itu tinggal Paman"Tanya Ricard.
Lholo pun mengangguk.
"Itu benar Tuan Muda,Pulau ini lah tempat mereka untuk dijadikan Markas"Jawab Lholo.
Tiba tiba saja Begal Linu datang kearah mereka,ia keluar karena merasakan adanya Aura Qi yang cukup tipis disekitar sini.
"Apa ini di Pulau ini Markas mereka"Tanya Begal Linu sambil memandangi Pulau itu.
"Itu benar......Lebih baik sekarang kita bergegas kepulau itu.Sepertinya kita juga sudah ditunggu oleh beberapa orang disana"Ucap Lholo dengan tersenyum.
Ia tak sabar untuk menghajar beberapa orang disana.
Ricard dan Begal Linu pun mengangguk.
Setelah itu,Lholo kembali mengemudikan kapal dan bergegas kearah Pulau.
Setelah menghabiskan waktu 10 menit,akhirnnya mereka semua tiba dipinggiran pulau.
Ricard dan Begal Linu pun turun dari atas kapal dengan diikuti oleh Lholo.
Ricard turun sambil membawa pedang Merah Pekat milik Paman Fei yang berada dipunggungnya.
Karena Pertempuran Paman Fei dan Paus Darah Guana,Pedangnya tak sempat untuk disimpan oleh Paman Fei.
Akhirnya Ricard membawanya sebagai senjata untuk menghadapi Ketua.
__ADS_1
"Ayo jalan...."Ucap Ricard dengan berjalan kedepan sambil di ikuti oleh Begal Linu dan Lholo.
Tapi,saat mereka berjalan beberapa langkah.Tiba tiba saja muncul 2 orang menghadang mereka dengan tersenyum senang.
Kedua orang itu adalah Saudara Ke 8 dan Ke 9.Mereka memandangi Ricard,Begal Linu dan Lholo dengan pandangan yang mengejek dan niat membunuh.
Awalnya,Saudara Ke 8 dan Ke 9 tidak berani menemui Ricard karena kedua orang itu masih mengingat dengan jelas bagaimana kehebatan Paman Fei dalam bertarung.
Tapi,saat mereka tidak melihat adanya Paman Fei.Mereka pun muncul dan melihat kearah Ricard dengan senyum meremehkan.
Namun dimata Ricard,kedua orang itu seperti orang gila karena tersenyum tak jelas didepan mereka.
"Apa kedua orang ini sudah gila Paman,kenapa mereka senyum senyum sendiri"Tanya Ricard dengan bingung.
Begal Linu dan Lholo pun tertawa.
Tapi Saudara Ke 8 dan Ke 9 marah karena mendapat ejekan dari Ricard.
"Mulutmu cukup tajam juga Bocah.Tapi kau sudah salah berbebicara,aku akan mengebiri bibirmu itu dan menyuruh buaya untuk memakannya"ucap Saudara Ke 9 dengan menahan kemarahan.
Ricard pun merasa akan tertawa mendengar ucapan saudara ke 9.
"Paman Begal Linu dan Paman Lholo,biar aku saja menghadapi kedua kecoak idiot ini"ucap Ricard dengan santai.
Saudara ke 8 dan Ke 9 pun seketika menjadi marah lagi,tapi mereka mencoba untuk tenang dulu.
Saudara ke 8 melirik kearah Begal Linu dan Lholo.
"Kabarku baik baik saja,seharusnya kalian berdua mengkhawatirkan diri kalian sendiri karena sebentar lagi leher kalian akan terpisah"Jawab Begal Linu dengan santai.
"Itu benar,apa kalian berdua telah mencuci leher kalian supaya bisa ditebas dengan sempurna"ucap Lholo dengan tersenyum.
Kemarahan kedua Bersaudara itu pun tidak terbendung lagi.
"Kalian Bertiga cari mati rupanya"ucap Saudara Ke 9 dengan marah.
"Lebih baik kita bunuh saja mereka"ucap Saudara ke 8,dan saudara Ke 9 pun mengangguk.
Kedua orang itu langsung mengeluarkan Sebuah pedang tajam dengan Aura yang cukup menakutkan.
Tapi Ricard tak takut dengan Aura kecil itu.Baginya Aura pedang Paman Fei lah yang memiliki Aura yang sangat besar.
Ia pun langsung melesat duluan untuk menyerang mereka.
Ricard tak punya banyak waktu untuk bermain main dengan kedua orang idiot itu.
Saat Ricard tiba didepan mereka,ia menarik Pedang Merah yang ada dipunggungnya dan menebas kearah Saudara Ke 8.
Trangg....
Saudara ke 8 menyadari akan adanya sebuah serangan,ia memblokir serangan itu dengan pedangnya juga.
"Cukup licik juga kau bocah"ucap Saudara Ke 8 dengan tersenyum menghina.
__ADS_1
Tapi Ricard tak menjawabnya.
Sementara Saudara Ke 9 yang melihat saudara ke 8 sedang menahan pedang Ricard.
Ia pun langsung melesat dan berniat menusuk kearah jantung Ricard dengan pedangnya.
Tapi Ricard tersenyum,saat pedang saudara ke 9 hampir mengenai dadanya.
Ricard langsung menggunakan Skil Langkah Bayangan melesat kebelakang Saudara Ke 9.
Tapi dimata Kedua Bersaudara itu,Ricard seperti menghilang secara tiba tiba.Hal itu pun membuat mereka berdua sangat terkejut.
Tak lama kemudian,terdengar suara tebasan pedang dibelakang Saudara ke 9.
Sringgg......
Bukkk.....
Bersamaan dengan suara tebasan itu,kepala Saudara Ke 9 telah jatuh ketanah dengan mata yang melotot,dan setelah itu tubuhnya juga ikut ambruk ketanah.
Bruukk....
Matanya yang melotot Itu seperti menjelaskan bahwa ia tak tau kapan serangan itu muncul.
Saudara ke 8 pun sekarang sudah ketakutan setengah mati,bahkan ia melihat kearah Ricard dengan gemetar.
"Tii......dakk...ini tidak mungkin,bagaimana bisa kau punya kemampuan seperti itu"ucap Saudara Ke 8 dengan ketakutan.
Ia melihat Ricard seperti manusia yang sangat lemah,jadi wajar jika ia tak percaya kalau Ricard membunuh Saudara Ke 9 dengan sangat mudah.
"Sudah kubilang,kalian berdua itu hanyalah seekor kecoak yang sangat menjijikkan"ucap Ricard dengan sinis.
Tapi Saudara Ke 8 menjadi sangat marah mendengarnya,ia langsung melupakan ketakutannya dan secara gelap mata maju kehadapan Ricard.
Ricard pun menggeleng gelengkan kepala saat melihat kebodohan dari Saudara Ke8.
"Benar benar idiot..."ucap Ricard dengan tenang.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1