Sang Pemandu

Sang Pemandu
Menguping


__ADS_3

Ricard dan Clara masih terus melakukan kegiatan panas mereka didalam kelas.


Namun,tanpa diketahui mereka berdua saat ini,ada seorang wanita yang sedang mendengar suara erangan Clara yang keras itu.


Wanita itu menempelkan telingannya disamping pintu sambil mendengar dengan jelas.


Ia sangat penasaran siapa yang lagi melakukan kegiatan panas itu.


Awalnya ia berniat untuk membuka pintu,tapi ia tidak bisa melakukannya karena pintu sedang terkunci dari dalam.


Jadi ia pun hanya bisa mendengarkan saja dari balik pintu tanpa melihatnya.


Sementara Ricard,mungkin sanking ia menikmati lembah sempit Clara,jadi ia tak menyadari kalau ada seorang gadis yang mendengar erangan Clara.


Setelah beberapa saat,Ricard pun menyudahi kegiatan panasnya bersama Clara.


Ia sedikit kasian melihat Clara yang sudah tampak kelelahan,kalau ia tak melihat Clara kelelahan mungkin ia masih melanjutkan kegiatan panasnya ini sampai benar benar puas.


Nafasnya juga sudah tersengal ditambah bulir bulir keringat yang membanjiri tubuhnya.


Clara juga menatap Ricard dengan mata sayu tapi sambil tersenyum.


Setelah itu,Ricard membaringkan Clara diatas meja untuk dirinya istirahat,lalu ia pun memakai bajunya kembali dengan rapi.


"Kenapa kau menyudahinya sayang"Tanya Clara saat ia melihat Ricard memakai bajunya kembali.


Ricard pun tersenyum lalu menarik kursi untuk duduk disamping Clara yang lagi diatas meja dengan terbaring lelah.


"Tubuhmu telah lelah,aku tak mau menyakiti dirimu terlalu lama"Jawab Ricard dengan lembut,ia juga mengelus kepala Clara sambil tersenyum.


Clara pun merasakan perasaan hangat saat mendapatkan perlakuan lembut dari Ricard.


Ia tersenyum lalu turun dari atas meja untuk duduk dipangkuan Ricard sambil menatapnya dan memeluknya,tapi ia tak melanjutkan kegiatannya.


Ia hanya ingin bersandar didada Ricard.


"Aku merasa beruntung bisa ada disisimu sayang"ucap Clara dengan tulus.


Ricard pun melingkarkan tangannya dipinggul Clara.


"Aku juga beruntung bisa bersamamu lagi"Jawab Ricard dengan tersenyum juga.


Setelah beberapa saat menikmati momen indah mereka,Ricard pun berniat untuk mengantar Clara pulang ke Mansionnya.


Tapi Ricard langsung melepaskan jaketnya untuk menutupi area belakang gaunnya yang disobeknya tadi.


Tak mungkin ia membiarkan Clara berjalan dengan keadaan gaun seperti itu.


Untung Ricard memakai Jaket,jadi ia akan merasa aman dengan penampilan Clara saat ini.

__ADS_1


Clara tentu menerima jaket Ricard itu,ia langsung menutupi area belakangnya dengan mengikatnya area kain lengan diperutnya.


setelah itu mereka berdua bergegas keluar dari kelas,namun Clara berjalan dengan sedikit mengang.kang karena harus menahan perih diarea lembah sempitnya.


Ricard tentu menyadari cara berjalan Clara yang lagi menahan perih itu.Ia pun menahan tangannya sebentar.


"Apa perlu aku mengendongmu"Tanya Ricard dengan lembut.


"Tak perlu,aku ingin berjalan sendiri saja lagi pula ini tak terlalu menyakitiku"ucap Clara dengan lembut,ia tak ingin terlalu membebani Ricard.


Namun hatinya tetap merasa hangat.


"Apa kau yakin sayang"Tanya Ricard,ia juga tak tega melihat Clara seperti itu.


"Tak apa kok sayang"Jawab Clara,dan Ricard pun hanya mengangguk pasrah saja akan keinginan Clara.


Ia pun membuka pintu yang lagi terkunci itu.Tapi,saat pintunya telah terbuka sosok wanita cantik langsung terlihat.


Ricard dan Clara pun terkejut karena melihat seorang wanita cantik yang sedang membungkuk dibalik pintu.


Ia seperti sedang menempelkan telinga disamping Pintu dan menguping semua kegiatan dirinya.


Tentu Ricard sedikit kesal karena ada orang yang lagi menguping kegiatan panasnya bersama Clara tadi.


Tapi Clara mengenal wanita cantik itu,ia dan wanita yang lagi menguping itu juga berteman baik.


"Kenapa kau disini Karina,apa kau juga tadi menguping semua yang kami lakukan didalam kelas"Tanya Clara dengan ekspresi terkejut.


Ia sangat malu dan merasa ingin pergi sekarang.


"Tadi aku tak sengaja mendengar suara aneh,jadi aku pun memutuskan untuk mengupingnya"Jawab Karina dengan malu malu.


Tentu ia paham apa yang lagi dilakukan sahabatnya itu.Awalnya ia mengira kalau itu adalah orang lain,makanya ia menguping dengan penasaran.


Namun itu ternyata dilakukan oleh Clara dan kekasihnya.


Ia juga tak menyangka kalau sahabatnya ini ternyata sudah punya kekasih dan berani melakukan kegiatan panasnya didalam kelas.


Sebelumnya,ia tak mendengar kalau Clara sudah punya kekasih yang sangat tampan menurutnya.


Clara pun menjadi malu dan tersipu karena ada orang lain yang mendengar kegiatan panasnya.Apa lagi orang itu adalah sahabat dekatnya.


"Ja..dii kau sudah mengetahui semuanya ya"Tanya Clara dengan gugup,dan Karina pun mengangguk dengan gugup juga.


Ricard yang awalnya jengkel pun akhirnya menjadi pasrah saja.Andai itu orang lain yang menguping,tentu Ricard langsung membunuhnya ditempat.


"Clara ayo kita pergi"Ucap Ricard,ia bosan mendengar percakapan kedua gadis yang lagi malu malu itu.


Clara pun dengan cepat mengangguk.

__ADS_1


"Karina aku akan pulang dulu,apa kau mau pulang bersama kami"Tanya Clara.


"Tidak perlu,sudah ada supir yang menjemputku didepan"Jawab Karina dengan cepat.


"Baiklah...Tapi jangan lupa nanti siang jam 02 kau main kerumahku ya"Ucap Clara.


"Iya aku tak akan lupa"Jawab Karina sambil tersenyum.


Ricard dan Clara pun akhirnya pergi menuju parkiran kampus.Mereka pergi dengan mobil Lamborghini Ricard menuju Mansion Clara dengan tenang.


"Apa itu tadi teman dekatmu"Tanya Ricard sambil mengemudikan mobilnya.


"Iya,apa ada yang salah dengannya"Tanya Balik Clara.


"Tidak,tapi ia ternyata memiliki hobi yang sangat aneh menurutku"Ucap Ricard.


Clara pun sedikit penasaran.


"Hobi aneh gimana"Tanya Clara.


"Ia tadi tau apa yang kita lakukan didalam kelas,tapi ia tetap mendengarkan sampai kegiatan kita selesai dan keluar.Bukankah menurutmu itu sangat aneh dan terlalu Konyol"Jawab Ricard sambil terkekeh.


Clara pun mengeleng gelengkan kepala sambil tersenyum,menurutnya ucapan Ricard ada benarnya.


"Benar juga,tapi bagaimana pun ia adalah teman dekatku.Aku dan ia berteman dari kami kecil"ucap Clara.


"Apa dia juga dari generasi kaya"Tanya Ricard,ia sedikit penasaran dengan indentitas teman Clara itu.


"Benar,ia berasal dari keluarga Chaper keluarga terkaya No 03 diprovinsi Ngadiang ini.Sekaligus salah satu bunga kampus ini"Jawab Clara.


Ricard pun mengangguk paham,untuk julukan bunga kampus.Tentu ia tak tertarik lagi,karena ia juga sudah banyak memiliki kekasih yang lebih cantik darinya.


Tapi kalau ia mau dengannya,pasti Ricard tak akan sungkan.


"Ternyata ia juga berasal dari salah satu keluarga besar"Pikir Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2