
Saat ini mereka hanya saling menatap saja.
Ricard dan Mei'er menatap beruang Api Darah dengan penuh kewaspadaan sedangkan Beruang Api Darah menatap mereka berdua dengan penuh kemarahan.
Beruang Api Darah itu marah karena Ricard dan Mei'er masuk kegoa tempat dimana ia menjaga salah satu barang istemewa,dan ia juga seperti mengisaratkan kepada Ricard dan Mei'er untuk pergi dari goa ini.
"Ini terlalu lama,apa beruang jelek ini tidak mau menyerang duluan"pikir Ricard dalam hatinya.
Karena sudah bosan menunggu beruang itu,Ricard mulai melesat dengan Skil Langkah Bayangan ke arah beruang itu.
"Tuan Tunggu......"ucap Mei'er yang melihat Ricard maju duluan.
Tringg!
Ricard menebas langsung ke arah leher beruang itu.
tapi saat ia melihat kondisi pedangnya. Ricard hanya bisa membulatkan matanya saat melihat kejadian didepan itu.
Pedang yang ia gunakan untuk menebas leher beruang itu langsung patah menjadi dua.
Bukkk!
booommmmm!
Beruang Api Darah yang melihat Ricard melamun karena pedangnya patah pun langsung memukul ke arah dada Ricard.
Hasilnya pun Ricard terkena pukulan Beruang itu dan ia langsung terkirim terbang ke arah dinding batu tepat disamping ia berdiri tadi.
Ricard pun menahan sakit yang amat luar biasa didadanya karena ia mendapat pukulan keras dari beruang itu.
Ricard juga langsung memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Uhukk.......Sialan kulitnya ternyata sekeras baja uhukk....uhukk...."ucap Ricard yang menahan sakit sambil terbatuk.
"Tuan apa anda tidak apa apa"ucap Mei'er khawatir karena ia melihat Ricard terkena pukulan dari beruang itu.
"Aku tidak apa apa"ucap Ricard sambil menahan sakit.
"Tuan tenang saja akan ku tebas leher beruang jelek itu Tuan"ucap Mei'er dengan kemarahan.
"Tenang kita harus berhati hati,beruang itu sangat kuat dan kulitnya juga ternyata sangat keras seperti baja"ucap Ricard yang mulai berdiri.
"Aku tau Tuan,itulah kenapa aku tidak maju duluan.Aku menunggu beruang itu maju supaya bisa melihat pergerakannya dan titik lemahnya.Tapi malah Tuan yang maju duluan"ucap Mei'er dengan cemberut tapi ia juga khawatir dengan keadaan Ricard.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak bilang sejak awal"ucap Ricard dengan cemberut.
"Didalam pertempuran kita harus bisa menilai lawan Tuan"ucap Mei'er sambil memperingatkan Ricard.
"Lagipula Beruang itu mempunyai pergerakan yang lambat,tapi beruang itu juga memiliki insting yang tinggi,apalagi pukulannya juga sangat kuat.Itu bisa terlihat saat beruang sialan itu memukul Tuan"ucap Mei'er lagi.
"Kita harus memikirkan sebuah Rencana Mei'er,kalau kita menyerang secara terbuka lagi,itu tidak akan ber efek untuknya.Karena ia memiliki Kulit dan insting yang tinggi"ucap Ricard.
"Dan sepertinya beruang jelek itu tidak akan menyerang kalau kita tidak menyerang"ucap Ricard lagi sambil memperhatikan beruang api darah.
Ricard melihat Beruang Api Darah hanya berdiri saja sambil menatap mereka.
Padahal Beruang Api Darah bisa menyerang lagi saat mereka Ricard terbaring tadi dan saat mereka berdua sedang berbicara.
"Bener Tuan"ucap Mei'er.
"sepertinya aku mempunyai rencana hehehe"ucap Ricard dengan kegirangan.
"Apa itu Tuan"Tanya Mei'er.
"Aku hanya perlu menyerang nya dan menghalangi penglihatannya.Lalu kau harus menebas ke arah lehernya dengan kekuatan penuhmu saat kau sudah tiba disampinya"ucap Ricard dengan penuh keyakinan.
Ricard tau kalau Tingkatan Mei'er dan dirinya sama sama berada ditingkat Qi tubuh *9.
Tapi Mei'er memiliki daya serang yang kuat karena ia sebenarnya berada diatas tingkat dirinya.
Itulah kenapa Ricard mengatakan kalau dirinya akan mengelabui Beruang Api Darah,kemudian Mei'er yang akan mengeksekusinya dengan daya serang terkuatnya.
"Rencana bagus Tuan"ucap Mei'er sambil tersenyum.
Mei'er tersenyum seperti ia sedang menyembunyikan sesuatu dari Ricard.
"Aku serang ia duluan,Mei'er bersiap siaplah"ucap Ricard maju kearah Beruang Api Darah sambil membawa pedang patahnya.
"Iya Tuan"ucap Mei'er sambil memperhatikan Ricard dari tempatnya.
Saat Ricard sudah didepan Beruang Api Darah.Ricard langsung mengayunkan pedang patahnya ke arah kepala beruang itu.
Hal itu dilakukan untuk mengelabui penglihatan Beruang Api Darah.
Trangg!!
Suara benturan cakar dan pedang patah Ricard pun terdengar.
__ADS_1
Beruang Api Darah menahan pedang patah Ricard dengan cakar tangan kirinya dan mulai mengayunkan cakar tangan kirinya.
Tapi Ricard langsung menghindar dengan menarik kembali pedang patahnya dan melompat kebelakang.
Ricard maju lagi dan menebas dengan pedang patahnya lagi.
Ia melakukan gerakan yang sama seperti sebelumnya yaitu menebas dan mundur.
Ricard sudah melakukan gerakan yang sama selama 10 menit,dan itu berhasil membuat Beruang Api Darah hanya fokus ke Ricard dan melupakan keberadaan Mei'er yang akan siap menyerang kapan saja.
Trangg!
Swushhh!!!
Ricard menebas dengan seluruh kemampuannya dan itu berhasil membuat hembusan angin yang lumayan kuat.
Beruang Api Darah yang melihat Ricard menebas dengan semua kemampuannya pun harus menahan pedang patah itu dengan kedua cakarnya.
"Mei'er sekarang"ucap Ricard melompat mundur kebelakang dan membiarkan pedang patahnya di cakar beruang api darah.
Mei'er sudah berada disamping Beruang Api Darah saat Ricard sudah mengeluarkan semua kemampuannya.
"Matilah kau beruang Sialan......Tebasan Api Neraka...."ucap Mei'er dengan mengeluarkan teknik yang lumayan kuat.
Swosh!
Bommmmm!
"Hah..hah..hah..... apa berhasil"ucap Ricard dengan kelelahan.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš