Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perasaan Seorang Loli


__ADS_3

Tapi,saat hendak membuka kancing kamejanya.Tangannya ditarik oleh Ricard untuk duduk dipangkuannya.


Ia pun seketika menjadi gugup dan tersipu malu,ia tak menyangka kalau Ricard akan melakukan ini.


"A...paa..yang Tuan Muda lakukan"Tanya Cici dengan gugup akan posisinya saat ini.


Ia juga sudah mulai merasakan adanya benda besar yang sedang berdenyut kencang disekitar sela sela lembah sempitnya.


Ia tau benda apa itu,namun dirinya juga sedikit terkejut karena Ricard bernafsu dengan tubuhnya.


Biasanya orang akan memandangnya dengan pandangan anak kecil.Itu juga yang membuat dirinya tak memiliki kekasih karena postur tubuhnya layaknya seorang anak anak.


Walaupun ia memiliki buah kenyal yang cukup besar dan pantat montok,itu bakal tertutup karena dirinya sangat suka dengan pakaian tertutup.


Apa lagi ia memiliki wajah yang cantik dan imut,itu membuat kebanyakan orang sangat yakin kalau ia masihlah anak anak.


Tapi,saat mengetahui Ricard menyukai tubuhnya,ia pun sangat bahagia karena masih ada orang yang mau dengan dirinya.


Selama ini ia juga sedikit minder dengan kondisi tubuhnya itu.


"Menurutmu apa yang harus kulakukan saat ini"Tanya Ricard dengan membelai lembut wajah Cici.


Cici sangat bahagia dengan perlakuan lembut Ricard,ia sudah sangat yakin kalau Ricard menyukainya.


"Akhirnya aku bisa menemukan laki laki yang menyukaiku dengan apa adanya, tanpa mempermasalahkan bentuk dari tubuhku.Apa lagi ia juga sangat tampan dan kaya"pikir Cici dengan sangat bahagia.


Dipikirannya,Ricard membelai wajahnya itu pasti karena menyukainya.


Ia pun menjawab ucapan Ricard dengan senyum malu malu.


"Apa yang ingin Tuan Muda lakukan terhadap tubuhku,aku akan menerima dengan sepenuh hati"ucap Cici dengan malu malu,ia juga sudah yakin dengan pilihan hatinya.


Padahal Ricard hanya ingin menggodanya sambil mencicipi lembah sempitnya.


Tapi Ricard sedikit merasa aneh karena Loli ini sangat mudah luluh hatinya.


"Kenapa kau begitu mudahnya untuk menyerahkan tubuhmu kepadaku"Tanya Ricard dengan penasaran.


Cici pun menatap Ricard dengan lembut.


"Aku sangat yakin kalau Tuan Muda juga mencintaiku dengan tulus.Biasanya orang akan memandangku dengan pandangan anak kecil,tapi Tuan muda malah bernafsu dengan tubuhku.Itulah kenapa aku sangat bahagia dan mau menyerahkan tubuhku dengan Tuan Muda"Jawab Cici dengan tersipu malu.


Tapi Ricard malah mau muntah darah mendengar jawaban konyol Loli itu.


"Apa ia memang kesulitan untuk mencari kekasih karena tubuhnya kecilnya, makanya ia dengan mudahnya langsung jatuh hati denganku"Pikir Ricard dengan mengeleng gelengkan kepalanya.


"Dari mana kau tau aku bernafsu dengan tubuhmu"Tanya Ricard.


Cici pun sedikit gugup dan menjadi sangat malu.

__ADS_1


"I..tuu..Punya Tuan Muda sudah mengeras dibawah"Jawab Cici dengan gugup sambil menunduk.


Ricard pun tersenyum kecut,ia memang sedikit bernafsu dengan keindahan buah kenyal dan wajah imut Loli itu.Tapi tak menyangka kalau Loli ini sampai merasakan tongkatnya yang sudah mengeras.


"Jadi,apa boleh aku menikmati tubuhmu ini"Tanya Ricard dengan tersenyum.


Cici pun mengangguk dengan menunduk.


Mendapat persetujuannya,Ricard pun senang dan langsung mengangkat dagunya.


Ia menatap matanya sebentar lalu mulai mencium bibirnya dengan lembut.


Cici tak menolak ciuman dari Ricard malah ia sangat bahagia karena ciuman pertamanya diambil oleh Ricard,sekaligus pria yang sudah ia cintai untuk pertama kalinya.


Mereka berdua menikmati momen ciuman itu dengan cukup lama.


Bosan dengan ciuman biasa,Ricard pun sedikit menggigit bibir bawah Cici untuk memasukkan lidahnya.


Setelah bibirnya telah diangkat,lidah Ricard dengan cepat menerobos kedalam dan melilit lidahnya dengan lidah Cici.


Mereka berdua langsung bertukar lilitan dan air liur.Cici hanya mengikuti alur dan nalurinya saja,makanya ia sedikit lihai tapi terkadang juga sedikit kaku.


Ciuman mereka berdua semakin lama semakin memanas.


Cici sangat menikmati sensasi ciuman pertamanya itu,ia tak menyangka kalau ciuman bisa senikmat ini.


Ia seakan tak ingin melepaskan ciuman itu dan berharap sensasi nikmat ini bisa ia terus rasakan dan nikmati.


Tangan Ricard pun mulai sedikit nakal,ia mulai meraba raba perutnya hingga menjalar keatas bagian buah kenyal Cici.


Setelah berhasil menggenggam buah kenyalnya itu,ia pun mulai meremasnya dengan sangat lembut.


"Emmm..emm..."Erangan nakal yang sedikit tertahan dari Cici pun langsung terdengar ditelinga Ricard.


Tubuhnya sudah sangat panas seakan minta lebih,ia bahkan melupakan dimana mereka berdua melakukan kegiatan panas mereka itu.


Puas dengan sensasi ciuman itu,Ricard mulai menciumi leher jenjang yang putih itu sambil menghisapnya dengan kuat.


"Emmm.....Tu....annn....geli ahhh"Erang Cici sambil terus menjambak rambut Ricard.


Ia sangat menikmati sentuhan dari Ricard itu.Bahkan tanpa ia sadari,cairan beningnya sudah mulai keluar dengan sangat banyak,dan cairan beningnya juga membasahi seluruh tongkat Ricard.


Ricard memang sudah menyadari akan semburan cairan bening itu,tapi ia tak peduli dan membiarkan tongkatnya merasakan kehangatan dari cairan Cici itu.


Ia terus menghisap lehernya itu dan sesekali ia juga mengecup daun telinga Gadis Loli itu.


Erangan dengan kenikmatan pun terus menggema seisi ruangan.Beruntung ruangan itu kedap suara,jadi sekeras apa pun Cici mengerang,tak akan ada orang mendengarnya.


"Emm...ahhh Tuan ini nikmat sekali"Erang Cici sambil terus menjambak rambut Ricard.

__ADS_1


Ricard pun akhirnya menyudahi sesi ciuman itu,ia segera menatap buah kenyal Cici dan berniat untuk menghisapnya juga.


"Tuan....lakukanlah yang ingin anda lakukan"Ucap Cici dengan malu malu,ia juga menyadari arah tatapan mata Ricard.


Mendengar itu,Ricard pun dengan cepat menggerakkan tangannya untuk membuka kancing kameja Cici.


Namun,saat hendak membuka kancing kamejanya.Terdengar suara ketukan dari balik pintu.


Tok....


Tok...


Ricard pun menjadi kesal karena ada yang berani menganggu momen beharganya itu.Ia pun mau tak mau harus menyudahi sesi panas mereka berdua itu.


"Kita akan melanjutkannya nanti sayang"ucap Ricard dengan lembut.


Cici sangat bahagia mendengar panggilan sayang dari Ricard,ia pun mengangguk dengan tersipu malu.


Ia turun dari pangkuan Ricard dan sambil merapikan rambut dan kamejanya yang sedikit berantakan.


Setelah itu ia kembali ketempat duduknya semula.


Sementara Ricard,ia berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Ada apa kau menemuiku"Tanya Ricard tanpa basa basi,orang yang menemuinya itu adalah kepala Staf yang Ricard tanya tadi.


Gadis kepala Staf itu pun sesikit gugup saat mendengar suara dingin Ricard.


"Ini ada 2 berkas orang yang melamar pekerjaan Tuan Muda"Jawab Gadis Kepala Staf itu dengan gugup.


"Tolak saja,aku sudah menemui kandidat yang cocok untuk mengisi Manager Keuangan"Ucap Ricard lalu menutup pintunya kembali tanpa mendengar jawaban dari Gadis kepala Staf itu.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2