
Melihat tak ada yang memulai pembicaraan,Ricard pun berinisiatif untuk memulainya dengan sedikit basa basi.
"Sudah berapa lama kau berlatih beladiri"Tanya Ricard.
Gisel Linu yang mendengar pertanyaan Ricard pun menjadi gugup,ini adalah hal pertama kalinya ia berbicara dengan seorang pemuda tampan.
"A...kuuu berla...tih.....sa.....aatt...berumur 10 ta.....hunnn"Jawab Gisel Linu dengan terbata.
Ricard pun juga menyadari kalau Gisel Linu belum sempurna berbicara.Ia pun meminta Sistem atau Lan Cang'yi lagi Sebuah Pil yang bisa mempelancar Seseorang berbicara.
(sekarang Ricard memanggil Sistem dengan namanya.Lan Cang'yi)
"Cang'yi,apa kau bisa memberitahuku sebuah Pil untuk memperlancar seseorang berbicara"Tanya Ricard dengan Lan Can'yi lewat pikirannya.
"Emm....Tuan bisa memberinya Pil Penyegar Tubuh.Pil itu akan......."
"Langsung saja minta 1"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Cang'yi.
"Tuan bikin kesal saja....."ucap Cang'yi dengan suara yang terdengar cemberut dan kesal.
Walaupun ia kesal,tetap saja Cang'yi memberikan Pil itu kepada Ricard.
"Terima kasih sayang.....Kau jangan cemberut begitu.Nanti aku akan mengunjungimu didunia jiwa.Kita bisa melakukan kegiatan panas lagi"ucap Ricard dengan menggoda Cang'yi.
"Awas aja Tuan bohong"ucap Cang'yi dengan malu malu.
"Tenang saja sayang,aku tidak akan berbohong"ucap Ricard.
Setelah itu,ia memberikan Pil yang ia minta dari Cang'yi ke Gisel Linu.
"Telan Pil ini,Pil ini berguna untuk memperlancar kau berbicara"ucap Ricard sambil memberikan Pil itu.
Gisel pun hanya mengangguk dengan tersenyum sambil menelan Pil pemberian Ricard,ia percaya apa yang Ricard berikan tidak akan menyakiti dirinya.
Setelah menelan Pil itu,dirinya pun merasakan kalau semua tubuhnya terasa nyaman dan segar.
"Terima kasih......"ucap Gisel Linu,ia juga sudah lancar berbicara.Tapi masih ada kesan malu malu terhadap Ricard.
"Ia sangat baik kepadaku,apa ia juga suka denganku"Pikir Gisel Linu dengan wajah merona.
Ricard juga tersenyum,ia senang kalau Gisel Sudah normal dalam berbicara.
Mereka berdua pun berbincang bincang sambil tertawa selama 2 jam lamanya.Terkadang juga Gisel linu mengerakan tangannya kearah tangan Ricard.
Ricard juga menyadari pergerakan tangan Gisel Linu,ia pun berinisiatif untuk memegang duluan.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 malam.Ricard pun pamit mau pulang kemassionnya dulu.
Awalnya Gisel ingin ikut bersama Ricard,dan orang tuanya juga sudah mengijinkannya.Tapi Ricard bilang kalau esok ada urusan bisnis dikota Beijing ini.Setelah pulang keprovinsi Ngadiang, baru ia akan mengajak Gisel.
Gisel Pun mengangguk saja,ia awalnya kecewa karena tak bisa ikut.Tapi setelah Ricard mengatakan kalau ia akan mengajaknya tinggal serumah,ia pun senang dan bahagia.
Ricard pun pulang kemassion bersama Paman Fei yang mengendarai Mobilnya.
__ADS_1
~
(Pagi harinya pukul 07:30)
~
Dipagi harinya,Ricard sudah bangun dari tidurnya.Ia bergegas mandi dan pergi menuju meja makan.
Sarapan sudah dibuat oleh Meysa.Sedangkan Sheila,hanya diam dan kadang kadang sedikit menbantu Meysa.
Wajah Sheila juga terlihat kesal karena dari tadi Meysa mengejeknya karena tidak bisa memasak.Perkataan Meysa membuat dirinya jengkel.
Meysa yang melihat Ricard sudah keluar dari kamarnya pun langsung menyambutbya.
"Tuan mari sarapan...."ucap Meysa dengan tersenyum hangat.
Sedangkan Sheila memasang wajah kesal dan hanya duduk diam saja.
"Apa semua ini kau yang memasak"Tanya Ricard dengan sedikit melirik Sheila.
Ricard juga menyadari kalau Sheila dalam keadaan kesal,ia tidak bisa memasak dan akhirnya diejek Meysa.
"Benar Tuan........Sepertinya Pengawal Pribadi Tuan tidak bisa memasak"ucap Meysa dengan tersenyum mengejek kearah Sheila.
"Kau......."Sheila Pun sudah sangat kesal dengan Meysa.Ia juga bingung mau menjawab ejekan Meysa dengan apa.
"Sepertinya aku harus mengganti Pengawal saja"ucap Ricard dengan main main sambil berpura pura bsrfikir.
"Itu benar sekali Tuan,lebih ba......."
Sheila juga menampakkan mata yang sudah berkaca kaca dan wajah yang memelas.
Melihat raut wajah Sheila yang memelas,Ricard pun tertawa geli.Ia tak menyangka kalau Sheila bisa mengeluarkan pose seperti itu.
"Sudah tak usah dipikirin lagi,makanlah dulu"ucap Ricard dengan mengelus kepala Sheila.
Sheila yang awalnya sangat sedih karena mau diganti pun berubah menjadi senang.
Dirinya kegirangan dengan perlakuan yang diberikan Ricard,ia duduk kembali dan menatap Meysa dengan penuh kemenangan.
"Aku ini pengawal kesayangan Tuan..weee"ucap Sheila dengan mengejek sambil menjulurkan lidahnya kearah Meysa.
Meysa pun kesal dibuatnya,Ia lalu menatap Ricard dengan mata kucing.
"Tuan,tidak bisakah aku juga menjadi pengawal anda.Aku berjanji akan menjaga Tuan dari rubah betina"ucap Meysa dengan wajah memelas.
Sheila yang mendengar kata Rubah betina pun lagi lagi menjadi kesal,rasanya ia ingin sekali mencekik leher Meysa.
Tapi ia diam dulu dan tak mengubris perkataan Meysa.Ia mau mendengar jawaban Ricard Terlebih dahulu.
"Tentu saja bisa,Kau dan Sheila akan bekerja sama nantinya.Untuk sekarang makanlah dulu,perutku sudah lapar"ucap Ricard dengan tersenyum.
Meysa pun menjadi senang,sekarang giliran dia yang mengejek Sheila dan menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Sedangkan Sheila,ia sangat kesal karena harus bersama Meysa.Ditambah lagi pose Meysa yang sedang mengejeknya, kekesalannya pun bertambah 2 kali lipat.
Saat mereka sedang makan,barulah muncul Paman Fei bersama Tibo kep dan Tiba kep.
Mereka bertiga menyapa Ricard dulu baru duduk sambil makan,setelah selesai sarapan pagi.
Ricard mengajak Paman Fei untuk berbincang sebentar Diruang tamu,sedangkan yang lain sibuk mengurusi kegiatan masing masing.
Ricard mendapatkan sebuah ide untuk membangun sebuah bisnis disini.Ia pun bertanya kepaman Fei apakah ada sebuah Bisnis yang bisa ia jalankan disini.
"Paman,apa kau mengetahui ada beberapa Perusahaan yang sedang dijual atau Bisnis lainnya"Tanya Ricard kepaman Fei.
Setelah mendengar pertanyaan Ricard, Paman Fei pun mengingat apa ada sebuah Perusahaan yang sedang dijual.
"Untuk sebuah Perusahaan yang sedang dijual itu tidak ada Tuan Muda....."
"Sangat sulit untuk mencari orang yang menjual sebuah Perusahaan di ibukota Negara ini Tuan Muda....."
"Walaupun kita tidak bisa mencarinya,kita masih bisa membelinya asal ada uang Tuan Muda"ucap Paman Fei.
Ricard pun mengangguk setelah mendengar penjelasan dari Paman Fei.Ia juga menyadari kalau didunia ini,uanglah yang berkuasa.
"Apa Paman ada Rekomendasi untuk sebuah bisnisnya"Tanya Ricard lagi.
"Soal itu,Saya menyarankan untuk membeli Hotel SuiteFull Tuan Muda, Gedung itu memiliki 5 lantai.Walaupun begitu,luasnya bahkan melebihi lapangan sepak bola......"
"Selain tempat penyewa kamar,Hotel SuiteFull juga mempunyai tempat Berbelanja Seperti baju,handphone,emas dan Aksesoris lainnya Tuan Muda.....
"Tidak hanya itu saja,Hotel SuiteFull juga memiliki Ruangan Khusus pembinis untuk bertemu.Ruangan Itu memiliki beberapa Ruang Khusus dengan luas yang berbeda beda....."
"Dari 3 sampai 5 orang dan ada juga Ruangan untuk 5 sampai 20 orang Tuan Muda....."
"Ditambah lagi disitu ada Restoran yang cukup besar Tuan Muda......Untuk harga Hotel SuiteFull tidak mahal Tuan Muda...."
"Cukup berikan Pil Pembentuk Tubuh saja kepada Pemilik Restoran itu"ucap Paman Fei dengan panjang lebar.
Ricard yang dari awalnya mendengar penjelasan Paman Fei dengan serius pun mendadak terbatuk,tapi dengan wajah bingung.
"Kenapa aku harus membayar dengan sebuah Pil Pembentuk Tubuh Paman"tanya Ricard dengan bingung.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**