Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perdebatan Kecil Ricard dan Mei'er


__ADS_3

Ditengah tengah Hutan Pukul 01:00 Malam,terlihat sepasang pria dan wanita sedang berdiri dihadapan kedua Makam.


Kedua orang itu adalah Ricard dan Sara yang baru saja selesai mengubur Ibu dan Adik Sara.


Sara masih saja menangis haru karena tak dapat menahan kuasa atas kepergian ibu dan adiknya itu.


Apa lagi melihat keadaan adiknya yang terpotong potong seperti itu,ia sangat marah sekali terhadap para Mafia itu.


Tapi,karena Ricard mengatakan sudah mengatasi mereka semua,ia pun hanya bisa menangis untuk merelakan kepergian Ibu dan adiknya.


1 jam telah berlalu,kini Ricard berencana membawa Sara untuk mencari sebuah penginapan disekitar sini.


Ia juga berencana untuk mendatangi langsung Perusahaan GaliSumur besok pagi bersama dengan Mei'er.


Ia tadi terlalu bodoh karena tak bertanya dulu kepada kepada Pemimpin Mafia Kertas Putih siapa yang menyuruh mereka.


Karena terlalu marah,ia menyiksa mereka dulu lalu membunuh mereka semua.Kini ia pun menjadi bingung untuk mencari penyebab masalah ini.


Jadi,satu satunya cara untuk mengetahui ini,ia harus mengunjungi Perusahaan Gali Sumur karena ia sedikit mencurigai mereka.


"Ayo kita cari hotel dan beristirahat dulu,sekarang sudah jam 02:00 dini hari.Kau juga sudah terlihat lelah"ucap Ricard dengan lembut.


Sara pun hanya mengangguk saja,ia juga sudah kelelahan,baik fisik maupun batin.


Mereka berdua berjalan keluar hutan menuju kesebuah mobil yang lumayan mewah.


Mobil itu didapatkan oleh Mei'er sewaktu Ricard sedang mengubur Ibu dan Adik Sara.


Sedangkan Mei'er,ia mendapatkan mobil itu dari hasil mencuri dari seorang Pria mabuk.


Tadi Ricard menyuruhnya untuk membeli sebuah mobil agar digunakan mereka mencari penginapan.


Tapi Mei'er terlalu malas untuk mencari mobil malam malam begini.


Namun,saat ia sedang berjalan ditepi hutan ia malah mendapatkan sebuah keburuntungan.


Ia melihat sebuah mobil sedang melintas dijalan aspal hutan itu,Mei'er pun berniat untuk menghentikan mobil itu dengan kekuatannya.


Ia juga melihat kalau sipengendara mobil adalah Pria Mabuk dan sangat jelek.


Tanpa pikir panjang panjang,ia langsung membunuh Pria mabuk itu dan membakar tubuhnya hingga menjadi abu.


Kemudian ia kembali ketepi Hutan tempat Ricard berada tak jauh dari sana.


Ricard yang melihat ada sebuah mobil terparkir pun tau kalau itu adalah mobil Mei'er,ia langsung membawa Sara masuk kedalam mobil dan duduk dibangku belakang mobil.


Karena Sara sudah kelelahan,ia pun tertidur didalam mobil dengan pulas.

__ADS_1


Mobil mulai berjalan pelan dengan Mei'er yang menyetir.


"Mei'er...Mobil ini lumayan mewah,dari mana mau dapatkan"Tanya Ricard dengan sedikit bingung.


Ia tak menyangka kalau Mei'er akan mendapatkan mobil mewah ini saat malam malam.


"Hehehe.....Tadi ada seorang Pria mabuk memberikan mobil ini kepadaku.Karena kebaikannya itu,aku pun membantu pria itu dengan cara mengantarkan dirinya keneraka"Jawab Mei'er dengan terkekeh tanpa dosa.


Ia juga berfikir kalau Pria itu hanyalah beban keluarga dan negara,jadi ia tak akan bersimpati kepada orang yang seperti itu.


Ricard yang mendengar ucapan polos tanpa dosa Mei'er pun hanya tersenyum kecut.


"Lain kali jangan membunuh orang tanpa memiliki masalah dengan orang itu"ucap Ricard.


"Tuan saja seperti itu juga"Jawab Mer'er dengan sedikit cemberut.


"Seperti gimana?"Tanya Ricard dengan bingung.


"Tuan membunuh semua bawahan Mafia Kertas Putih dengan kejam,padahal yang melakukan penculikan dan penyandraan Keluarga Saudari Sara hanya segelintir orang saja"Jawab Mei'er.


"Itu berbeda bodoh....Mereka termasuk juga bagian dari penjahat,mereka sering melakukan hal sama setiap hari.Jadi mereka pantas mendapatkan semua itu"Ucap Ricard dengan sedikit kesal.


"Pria Mabuk itu juga sama,ini adalah daerah kekuasaan Mafia Kertas Putih.Ngapain ia mengemudi kedaerah sini,pasti ia juga bagian dari Mafia Kertas Putih"Jawab Mei'er.


"Ini adalah wanita,tak mau kalah dalam berdebat"pikir Ricard dalam hatinya.


Ricard pun langsung berkeringat dingin mendengar suara Cang'yi.


"Hehehe....Kau tidak masuk kedalam kategori yang seperti itu,kau adalah wanitaku yang paling baik dan lembut"ucap Ricard dengan lembut dalam pikirannya.


Tapi Cang'yi tak menjawab ucapan Ricard itu.


Melihat tak ada balasan dari Cang'yi,Ricard pun langsung mengalihkan perhatiannya ke Mei'er.


"Baiklah Mei'er....Kau sudah berani melawanku,itu artinya kau siap untuk dihukum"ucap Ricard dengan pura pura datar.


"Hum....Mainnya kayak anak kecil,suka hukum hukuman"Jawab Mei'er dengan pura pura cemberut,padahal dalam hatinya ia tak sabar menerima hukuman Ricard.


"Dari sekian banyak hukuman,hanya Hukuman Tuan yang paling Mei'er suka"Ucap Mei'er dalam hatinya.


"Huft....Kau membuat kepalaku sangat pusing"Ucap Ricard sambil memijit keningnya.


"Nanti Mei'er akan memijat Tuan"Ucap Mei'er dengan menawarkan bantuan.


"Tidak perlu,pijatan mu tidak enak"Jawab Ricard dengan santai.


"Siapa bilang Tuan,asal Tuan tau ya pijatanku adalah yang terbaik disemesta ini"ucap Mei'er dengan wajah sombongnya.

__ADS_1


Ricard pun merasa ingin muntah mendengar bualan Mei'er yang terlalu melebih lebihkan itu.


"Apa artinya kau pernah memijat banyak orang"Tanya Ricard dengan tersenyum main main.


"Tidak....Aku hanya pernah memijat Tuan saja,dan aku juga hanya mau Tuan yang kupijat"ucap Mei'er.


"Sudahlah,berbicara denganmu itu membuat kepalaku bertambah pusing"ucap Ricard dengan menyudahkan pembicaraannya dengan Mei'er.


Tak butuh waktu lama,akhirnya mereka bertiga tiba disebuah hotel yang cukup mewah.Hotel tersebut memiliki 4 lantai dan buka setiap waktu.


Bahkan Hotel itu juga dilengkapi dengan penjaga keamanan yang cukup kuat.


Ricard dan kedua gadisnya hanya memesan 1 kamar saja untuk mereka tidur.


"1 kamar Vvip hingga malam besok,pakai ini untuk pembayarannya.Kami juga akan pergi sendiri kearah kamarnya"Ucap Mei'er sambil menyodorkan kartu hitamnya.


"Baik Nona,Tuan mohon tunggu sebentar"Jawab Resepsionis itu dengan ramah,apa lagi ia melihat kartu hitam ditangan Mei'er.Jadi ia memikirkan kalau ketiga orang ini berasal dari keluarga kelas Atas.


Setelah 5 menit berlalu,akhirnya Resepsionis itu telah menyelesaikan pendaftarannya.


"Baik,ini Nona Kartu dan Kunci kamarnya,kamarnya berada no 20 dilantai 4"Ucap Resepsionis sambil menyerahkan kartu dan kunci kamar kearah Mei'er.


Awalnya sang Resepsionis bingung karena mereka memesan 1 kamar untuk 3 orang,apa lagi ada gadis yang sedang tertidur digendongan Ricard.


Ia pun sedikit memikirkan hal hal aneh sambil tersenyum.


"Treesome memang yang terbaik"Pikir Resepsionis hotel itu dengan tersenyum.


Sedangkan Ricard,ia telah tiba didalam kamar.Ia langsung tertidur bersama kedua gadis itu tanpa melakukan tindakan cabul terhadap mereka.


Apa lagi kondisi Sara sekarang dalam keadaan tekanan batin,jadi ia berbaring dengan Sara yang ditengah tengah mereka sambil dipeluk.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan Kalian semangatku😘**


__ADS_2