Sang Pemandu

Sang Pemandu
Menjadi Pemimpin Mafia


__ADS_3

Mendengar ucapan Ricard yang sangat arogan.komandan pertama pun berniat untuk memberinya sedikit pelajaran.


"Sepertinya kau harus sedikit diberi pelajaran agar tidak menyinggung orang yang tidak bisa kau............."


Sleb!


Bukk!


Semua orang pun langsung mematung dimana komandan pertama mafia Bayisek tiba tiba saja terjatuh tengkurap sebelum ucapannya selesai.


"A....pa yang terjadi dengan komandan pertama"ucap penjaga satu dengan gemetaran.


"ti...dak tau...."ucap penjaga dua dengan gugup dan ketakutan.


Lalu mereka berdua pun mulai memeriksa keadaan komandan pertama.Tapi saat mereka membalikkan tubuh komandan pertama.Mereka langsung terkejut setengah mati.


Mereka melihat Sebuah jarum sebesar jari telunjuk orang dewasa menempel didahi komandan pertama.


"Mulut kotornya terlalu berisik"ucap Ricard sambil berjalan menuju ke mayat komandan pertama.


Kedua penjaga itu pun sudah ketakutan,mereka juga sudah menyadari kalau Ricard lah yang membunuh komandan pertama mereka.


Mereka yang ketakutan pun secara perlahan mundur dengan gemetaran.


Setelah sampai dimayat komandan pertama.Ricard mengangkat tangannya kearah mayat komandan pertama.


Blushh!


Tiba tiba saja muncul api yang mulai membakar tubuh komandan pertama sampai hangus menjadi abu.


Melihat Ricard membunuh komandan kelima dengan mudah,topeng beruang putih pun menjadi ketakutan dan gemetar.


"Sekuat apa pemuda ini,bahkan aku tidak pernah melihat pemimpin Mafia Bayisek mengeluarkan api dari tangannya"pikir Topeng beruang putih dengan ketakutan saat melihat Ricard mengeluarkan api dari tangannya.


"Antar aku ketempat ruangan Tom koncol"ucap Ricard kearah kedua penjaga dengan dingin.


Kedua penjaga itu pun hanya mengangguk ketakutan dan mulai mengantar Ricard kedalam.


Saat mereka sudah berada didepan gedung,Komandan kelima datang menemui mereka.


"Berhenti biar aku saja yang mengantar mereka"ucap komandan kelima ke arah kedua penjaga.


"Baik komandan.....kami permisi dulu"ucap kedua penjaga tersebut.


Setelah kepergian kedua penjaga tersebut,komandan kelima melirik Ricard dan menatapnya.


"Kenapa kau membunuhnya,apa kau tidak tau apa konsekuensi setelah membunuh salah satu komandan pertama Mafia Bayisek"ucap komandan kelima.


"Mulutnya terlalu berisik hanya itu saja.Dan apa kau tau apa konsekuensi jika menyinggungku"ucap Ricard yang mulai menakut nakuti.


Melihat sikap Ricard,Paman Bolt dan yang lainnya hanya mengeleng gelengkan kepala dengan sikap arogan Ricard.


Mereka baru tau kalau Ricard juga memiliki sikap yang arogan.


"Jika bukan pemimpin yang menyuruhku untuk menjemputmu.Sudah aku pastikan akan mencincang tubuhmu saat ini juga sialan"ucap komandan kelima dengan amarah.


"Cepat ikutin aku"ucap komandan kelima dengan menahan amarah.

__ADS_1


Ricard dan lainnya pun mengikuti Komandan kelima dari belakang.Mereka memasuki gedung dan langsung menuju lift untuk naik kelantai 5 tempat pemimpin berada.


"Ternyata tempat suram seperti ini ada liftnya juga"ucap Ricard dengan mengejek.


Sedangkan komandan kelima yang mendengar hinaan Ricard pun hanya bisa mengertakan giginya dengan amarah.


"Setelah urusan pemimpin denganmu selesai,aku akan langsung membunuhmu.Nikmatilah waktumu yang tersisa sialan"ucap komandan kelima dalam hatinya.


Saat lift terbuka,mereka langsung masuk ke pintu yang ada didepan mereka.


"Pemimpin saya sudah membawa mereka"ucap komadan kelima dengan memberi hormat dan pemimpin tersebut hanya menganggukkan kepala.


Saat komandan kelima melihat pemimpin mengangguk,ia langsung berdiri kepojok kanan yang diikuti topeng beruang putih.


Ternyata sudah ada 9 komandan dan 2 prajurit bayang yang ada didalam Ruangan tersebut.


Ruangan tersebut sangat luas dan dipenuhi aneka lukisan kuno.


"Ternyata kau rupanya penghianat dikeluargaku topeng beruang putih"ucap paman bolt dengan amarah setelah melihat topeng beruang putih mengikuti Komandan kelima.


"Hahaha kalau iya memang kenapa,disini aku dibayar sangat tinggi"ucap Topeng beruang putih dengan sinis.


Melihat itu Paman Bolt sangat marah,ia tidak menyangka kalau topeng beruang putihlah penghianat yang ada didalam keluarganya.


Melihat perseteruan Charles Bolt dan topeng beruang putih,Pemimpim Mafia Bayisek pun langsung angkat bicara.


"Apa ini anak muda yang sudah membeli perusahaan pele company"ucap Pemimpin sambil menatap Charles Bolt.


"Ya aku yang membelinya,dimana Agnes dan Angel cepat tunjukan.Aku tidak memiliki waktu untuk bermain"ucap Ricard yang langsung memotong perkataan paman Bolt.


"Tenangkan dirimu.Bawa kedua gadis tersebut kemari"ucap Pemimpin tersebut sambil menatap ke arah salah satu komandannya.


"Baik pemimpin"ucap komandan tersebut.


Tak berselang lama muncul sebuah kotak kandang yang didalam ada Agnes dan Angel berada,keadaan mereka begitu memprihatinkan.


Mereka memiliki luka lebam dibagian pipi mereka masing masing dan kepala mereka mengeluarkan darah.


Walaupun luka mereka tak parah,tetap saja itu sangat menyakitkan untuk wanita yang tidak bisa beladiri sama sekali.


"Sialan apa yang kau lakukan terhadap putriku"ucap Paman Bolt dengan marah sambil mendekat kearah kandang putrinya.


"Ayah tolong kami hiks hiks hikss......Kami takut hiks hiks......."Tangis Agnes sambil memeluk Angel yang sudah ketakutan.


Tapi sebelum mendekat kearah putrinya,Charles Bolt sudah dihadang oleh 2 komandan mafia bayisek.


"Suruh anak muda itu menyerahkan Sertifikat tanda kepemilikan perusahaan dan menandata.........."ucapan pemimpin terhenti saat ia melihat Ricard sudah ada didepan kandang Agnes dan Angel.


"Bajingan apa yang kau lakukan disitu"ucap pemimpin dengan marah.


Tapi Ricard tak menghiraukan perkataan pemimpin tersebut.


"Hallo cantik aku akan mengeluarkan kalian tapi kalian harus menutup mata dan menunggu 1 menit oke"ucap Ricard sambil tersenyum ke arah Agnes dan Angel.


Agnes yang melihat Ricard sudah ada didepan mereka dan mengatakan akan mengeluarkannya pun langsung percaya.


"Janji ya...hiks hisk....."ucap Agnes dengan lirih.

__ADS_1


"iya cantik....cepat tutup mata kalian"ucap Ricard.


Setelah Agnes menutup matanya dan mata adiknya Angel,Ricard berdiri dan langsung melesat kearah pemimpin.


Tanpa basa basi Ricard langsung mengeluarkan pedang yang sudah dibelinya dari Sistem dan menebas pemimpin tersebut.


Slassh!


Bukk!


Kepala pemimpin pun langsung terjatuh kebawah,dan terlihat juga ditangan Ricard ada sebuah pedang yang belumuran darah.


"Siapa yang mau selanjutnya"ucap Ricard dengan dingin.


"Bajingan bu...."


Slash!


Bukk!


Slash!


Bukk!


kepala prajurit bayang 1 dan 2 pun langsung terjatuh kebawah.Lalu Ricard langsung membakar ketiganya dengan Skil api pelahapnya


Sekarang semua orang menatap Ricard dengan ketakutan.Mereka bahkan tidak mampu melihat pergerakan Ricard saat menyerang.


bahkan topeng beruang putih sampai mengencingi celananya.Ia pun segera berlutut untuk memohon pengampunan Ricard.


"Ampuni saya Tu......"


Slahs!


Bukk!


"Penghianat pantas mati...Dan kalian yang 9 orang akan menjadi bawahanku.Aku sekarang pemimpin kalian.Apa kalian paham"ucap Ricard dengan dingin.


"Paham Pemimpim"ucap mereka serempak dengan ketakutan.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2