Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kejengkelan Ricard


__ADS_3

Ricard pun mulai mengampiri Kedua Pelayan itu.


"Tolong kau carikan pakaian terbaik dari toko ini untuk wanitaku....Ukurannya harus pas untuknya.Kalau ada 10 stel,kau bisa langsung membungkusnya"Ucap Ricard.


Sedangkan kedua pelayan itu pun terbengong mendengar ucapan Ricard.Pakaian terbaik disini saja harganya sangat fantastik.


Sekitar 50 juta hingga 100 juta,dan Ricard seenaknya mengatakan langsung bungkus 10 stel.


Ricard juga tau sepertinya kedua pelayan itu tak percaya dengan ucapannya.Ia pun langsung melempar Kartu Hitamnya kearah kasir dan menyuruh mereka secepatnya untuk memilihnya.


"Cepat kau carikan,aku sudah tak punya banyak waktu untuk mengurusi kalian"ucap Ricard dengan dingin.


Kedua pelayan itu pun langsung dengan cepat memilihnya.


"Tuan.....Apakah itu tidak berlebihan"Tanya Meysa dengan sedikit gugup.


Ia juga sedikit khwatir kalau Ricard menilainya sebagai wanita matre saja.


"Untuk wanitaku,aku akan melakukan apa saja"Ucap Ricard sambil tersenyum.


Meysa pun merasakan hangat dihatinya saat mendengar ucapan Ricard.Ia bahagia karena Ricard perhatian dengan dirinya.


"Terima Kasih Tuan....."ucap Meysa sambil memeluk Ricard,dan Ricard juga membalas pelukan Meysa.


Setelah menunggu 10 menit,akhirnya kedua Pelayan itupun telah selesai membungkus 10 stel pakaian mahal untuk Meysa.


"Total keseluruhan belajaannya 700 juta Tuan"Ucap Pelayan itu.


"Kalian taruh saja disamping mobil dengan Plat x....."ucap Ricard.


"Bail Tuan.....Ini kartunya Tuan"Jawab Pelayan itu.


Ricard pun mengambil kartunya kembali dan melanjutkan perjalanannya bersama Meysa.Mereka juga berjalan sambil bergandengan tangan.


"Apa kau haus Meysa...."Tanya Ricard dengan lembut.


"Sedikit Tuan....."Jawab Meysa dengan malu malu.


"Kalau begitu kita beristirahat saja dulu sambil mencari tempat minum"Ucap Ricard.


"Saya menurut saja apa kata Tuan"ucap Meysa.


Mereka berdua pun berjalan kearah restoran dan memesan minuman.


Mereka hanya beristirahat sebentar sambil minum.Setelah cukup beristirahat, mereka pun melanjutkan perjalanannya berkeliling Mal.


Ricard dan Meysa pergi kearah toko penjual Perhiasan.Ricard berniat membeli Meysa beberapa Perhiasan.


Terlihat juga Pria jelek bersama pacarnya yang sempat menyinggung Ricard ditoko Baju,sedang berjalan menuju kearah toko emas juga.


Tapi Ricard tak memeperdulikannya dulu,ia berjalan kearah salah satu Berlian mewah dipajang.

__ADS_1


"Apakah ada yang bisa saya bantu Tuan dan Nona"Tanya salah satu Pelayan Perhiasan tersebut.


Pelayan itu juga memandang Rendah kearah Ricard.Walaupun Ricard memiliki wajah yang sangat Tampan,tapi Ricard hanya memakai pakaian yang sederhana.


Berbeda dengan Meysa,ia memakai pakaian yang cukup mewah.Tapi pelayan itu yakin kalau Ricard dan Meysa datang hanya untuk melihat lihat saja.


Ricard juga menyadari tatapan rendah pelayan itu kedirinya.


"Bisa kau rekomendasikan Barang terbaik dari toko ini"Tanya Ricard dengan datar.


"Apa kau ingin membelinya atau hanya untuk melihat lihat saja"Ucap Pelayan itu yang tak kalah datar.


"Aku ingin membeli perhiasan terbaik untuk wanitaku.Jadi kau tak perlu banyak tanya,cukup kau rekomendasikan saja barangnya"ucap Ricard dengan dingin.


"Perhiasan disini sangat mahal,apa kau bisa membayarnya?"Ucap wanita itu dengan mengejek.


"Saya mampu membeli Perhiasan disini dan kau rekomendasikan saja Beberapa Perhiasana disini"Ucap Ricard yang sudah mulai kesal.


Sudah dipastikan jika bukan ditempat umum,Ricard pasti membunuh Pelayan bodoh ini.


"Mana Buktinya kau punya uang untuk membeli Perhiasan disini"Ucap Pelayan itu dengan cukup keras.


Karena suara keras Pelayan itu,beberapa pengunjung lain pun memperhatikan perdebatan mereka.


Pelayan itu berniat mempermalukan Ricard karena berfikir sudah berani sombong disini.


"Kau hanya Pelayan Rendahan sialan,apa hak kau menyuruhku untuk menunjukkan uangku"Ucap Ricard dengan marah.


Meysa juga mencoba menenangkan kemarahan Ricard,tapi diurungkannya saat ia mendapat tatapan tajam dari Ricard.


"Panggil Manager Mall ini"Ucap Ricard dengan dingin.


Tapi pelayan itu malah melipatkan tangannya didadanya,ia hanya tersenyun mengejek sambil menatap Ricard.


"Apa kau ingin mengadu keMenejer Mall Ini miskin,aku kasih tau ya.Manajer tidak akan mendengarkanmu"Ucap Pelayan itu dengan sombong.


Tapi berbeda dengan karyawan lain,mereka melihat teman mereka berdebat dengan salah satu pengunjung pun segera melaporkannya ke Manajer untuk datang.


"Bagus,kau memiliki keberanian yang baik rupanya"Ucap Ricard dengan dingin.


"Wah...Wah...Sepertinya ada hal yang menarik"Ucap Pria jelek yang menyinggung Ricard ditoko baju tadi.


Ia baru saja tiba bersama pacarnya,karena melihat perdebatan Ricard dengan pelayan toko emas.Ia pun menjadi tertarik,ia juga berniat mempermalukan Ricard.Ia sangat Iri melihat ketampanan Ricard.


"Begini saja,jika kau bisa membeli Perhiasan yang dipajang Ditengah itu.Maka saya akan memberimu Uang 100 juta......."


"Tapi jika kau tak mampu membelinnya, maka kau harus berlari keliling Mall dengan telanjang"Ucap Pria jelek itu senyum sinisnya.


Tapi Ricard malah mengkerutkan keningnya,ia sedikit berfikir.Kenapa banyak orang yang suka membuatnya marah.Padahal hanya memakai baju murah.Tapi mereka seakan ingin membunuh saja.


"Ba.........."Belum sempat ucapan Ricard selesai,Manager Mall ini pun muncul.Ia seorang pria paruh baya sekitar berumur 40 tahun.

__ADS_1


"Ada ribut ribut apa ini"ucap Manager Mall itu.


Pelayan dan Pria jelek itu pun langsung memasang wajah tersenyum,mereka tak berani menyinggung Managar Toko ini,yang notabenenya adalah tangan kanan orang terkaya no 3 DiChina ini.


"Tu....."


"Apa kau Manager Toko ini"ucap Ricard yang memotong ucapan Pria jelek itu,ia juga memandang Pria paruh baya itu dengan dingin.


Pria paruh baya itupun sedikit terkejut,ia mengkerutkan keningnya karena baru kali ini ada seorang pemuda yang berani berbicara seperti itu dengannya.


Bahkan Pelayan dan Pria jelek itu pun menganga mendengar ucapan dingin Ricard.Mereka juga berfikir kalau Ricard bakal habis setelah ini.


"Benar anak Muda,saya Joko Ning selaku Manager Mall ini"ucap Joko Ning dengan santai.


Ricard juga melihat bagaimana santainya Joko Ning,karena Joko Jing juga seorang ahli beladiri tingkat 7.Tentu saja ia bisa setenang itu,Joko Ning juga berfikir kalau Ricard hanyalah Seorang manusia biasa.


Namun tak lama kemudian,terdengar bunyi tamparan yang cukup keras.


Plakkk.....


"Kedepannya kau harus memanggilku Tuan Muda....Lalu kau pecat Ja.lang sialan ini"ucap Ricard yang baru saja menampar Joko Ning,ia juga langsung memberikan Kartu Pengenalnya kearah Joko Ning.


Joko Ning sebenarnya sangat terkejut,ia tak bisa merasakan dan melihat pergerakan Ricard.Ia pun menjadi sedikit takut.Tapi ia mencoba melihat kartu Ricard yang baru diberikannya itu.


Tapi,baru saja ia melihat kartu Ricard,nafasnya seakan mau berhenti sekarang.


Dikartu itu tertulis kalau Ricard Pemegang perusahaan Terbesar No 10 di China ini,tapi bukan itu yang membuatnya takut.


Nama belakang Ricard adalah Stive,ia seperti sedang melihat Hantu kearah Ricard.


"Sti....Ve.....Ini Tuan Muda keluarga Stive,matilah aku.Pasti ia juga seorang ahli beladiri...."ucap Joko Ning dengan gemetaran.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~


Terima kasih untuk pembaca setiaku🥰


Tetap dukung karya ini dengan Like dan Vote ya🥰

__ADS_1


__ADS_2