Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kematian Paus Darah Guana


__ADS_3

Apa lagi mereka juga mendengar kalau Begal Linu akan segera datang juga,itu pun membuat mereka tampak semangat.


Karena mereka sedang mengincar sesuatu dari Begal Linu,mereka merasa kalau pekerjaan selama ini mereka lakukan tidak sia sia jadinya.


"Kuharap Begal Linu membawa Batu Giok Hijau itu"ucap Ketua dengan tersenyum.


Bahkan ia telah melupakan bagaimana hidup matinya Hewan perliharannya saat ini,yaitu Paus Darah Guana.


Ia sekarang hanya ingin membunuh orang yang telah membunuh 5 bawahannya beserta mengambil Batu Giok Hijau ditangan Begal Linu.


Namun,beberapa bersaudara itu mulai sedikit terlintas dipikaran mereka untuk menyentuh Carissa.


"Ketua,gadis yang kita culik ini sangat cantik.Bagaimana kalau kita bersenang senang dulu dengannya"ucap Saudara Ke 3 dengan cabul.


Ketua sedikit tersenyum mendengarnya.


"Jangan sekarang,tunggu dia sadar dari pingsannya bersama mereka berlima tiba disini.Aku ingin sebelum membunuh mereka,gadis yang kita culik ini akan kita nikmati didepan ayahnya,Begal Linu"ucap Ketua dengan licik.


Ketua mengira kalau Carissa adalah anak dari Begal Linu,karena sebelum saudara ke 2 dan ke8 menculiknya.


Mereka melihat kalau Begal Linu sedang berbicara dengan Carissa,hal itulah yang membuat mereka mengira kalau Carissa adalah anaknya.


Sebelum melakukan penculikan,waktu itu Saudara ke2 dan ke8 tiba di Beijing sedikit merasakan adanya aura seorang Kultivator disekitar Hotela SuiteFull.


Ia dan sudara ke 8 pun mencarinya secara langsung,setelah itu mereka sedikit terkejut.


Karena orang yang selama ini mereka cari sedang berada di Hotel SuiteFull sambil berbicara dengan Carissa.


Mereka pun menunggu Begal Linu pergi supaya bisa menculik Carissa untuk dijadikan Sandera.


Sebenarnya mereka berdua juga ingin menangkap Begal Linu,tapi mereka mengingat kalau Begal Linu adalah seorang kultivator kuat,apa lagi ia juga memiliki beberapa Senjata yang cukup mengerikan.


Mereka berdua pun mengurungkan niatnya itu dan lebih memilih menculik Carissa yang mereka anggap anak Begal Linu.


Tapi,awalnya mereka menculik Carissa untuk dijadikan sandera saja dengan menukarkan Batu Giok Hijau yang mereka cari.


Tapi mereka tak menyangka kalau Begal Linu akan kemarkas rahasia mereka sambil membawa saudara ke 10 yang telah berkhianat.


Kelima Bersaudara itu tersenyum riang mendengar ucapan Ketua Mereka.


"Aku ingin anal hehe......"Ucap Saudara ke 3 dengan cabul,bahkan tongkat kecilnya sudah berdiri dibalik celananya.


"Sepertinya aku akan lewat mulut saja,itu pasti lebih enak"ucap Saudara ke 8 sambil menjilati bibirnya.


Ketua pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya melihat kecabulan semua bawahannya itu.


"Kelima Tua bangka ini benar benar memiliki otak anjing,yang mereka tau hanya kesenangan saja....."

__ADS_1


"Tapi aku juga ingin lewat Anal hehe"ucap Ketua itu dalam hatinya.


Setelah beberapa saat,ia mulai menampil kan wajah seriusnya lagi.


"Ehem.....Saudara ke 8 dan ke 9,kalian jaga pintu markas.....Sementara saudara ke 2 dan 3 kalian jaga gadis itu didepan pintu kamarnya supaya tidak kabur..."


"Tapi jika kalian berniat melakukannya duluan,aku tak akan segan menyiksa kalian berdua"ucap Ketua dengan dingin.


Saudara ke 2 dan ke3 pun ketakutan,tentu mereka tak akan berani melanggar perintah dari Ketuanya.


"Baik Ketua,kami akan melaksanakan tugas sekarang"ucap mereka dengan serempak,setelah itu mereka semua pun menghilang dari pandangan Ketua.


Saat ini,ruangan itu hanya menyisakan Ketua dan Saudara pertama saja.


"Kau sudah tau kan apa yang aku inginkan saat ini"Tanya Ketua sambil memandang Saudara pertama dengan tersenyum.


Saudara Pertama pun mengangguk.


"Saya paham ketua"Jawab saudara pertama.


Ia pun langsung melepaskan celananya dan berjalan kearah ketua dengan telan.jang,setelah itu ia langsung saja menungging dihadapannya.


Ketua juga sudah melepaskan celananya saat ini,ia dengan cepat langsung memasukkan tongkat kecilnya kedalam pantat Saudara Pertama.


Ternyata kedua Pria Tua itu adalah pasangan Ho.mo sejak lama.Mereka berdua telah melakukan kegiatan itu tanpa diketahui oleh semua bawahannya.


~


Ditempat Ricard


~


Saat ini Paman Fei sedang berdiri didepan Paus Darah Guana sambil tersenyum menghina.


Kondisi Paus Darah Guana sudah sangat menyedihkan,dimana tangan kanannya kembali putus tanpa bisa tumbuh kembali.


Bahkan semua tubuhnya juga tampak babak belur dibuat Paman Fei.


Sedangkan Paman Fei,ia hanya sedikit kelelahan akibat pertempuran itu.


"Bagaimana Ikan kecil,apa hanya segini saja kemampuan yang kau punya.Dimana kesombongan yang kau katakan dari tadi didepanku"Tanya Paman Fei dengan main main.


Paus Darah Guana tidak bisa membalas ucapan Paman Fei.Jangankan bergerak sedikit,berbicara saja dia sudah sangat kesulitan.


Ia pun hanya bisa menggertakkan giginya dengan marah dalam hati.


"Apa ada kata kata terakhir yang ingin kau ucapkan sebelum pedang ini menebas lehermu"Tanya Paman Fei dengan tersenyum.

__ADS_1


Sedikit lama ia diam menahan rasa sakit itu,Paus Darah Guana pun mulai membuka suaranya dengan terbatuk.


"Uhukk...uhukk...Bahkan jika aku mati,aku juga harus membawamu bersamaku"ucap Paus Darah Guana dengan tersenyum kemenangan.


Selesai mengucapkan kata kata itu,tiba tiba saja Paman Fei merasakan kalau Qi dalam tubuh Paus Darah Guana mulai meluap luap dan sangat kacau,bahkan tubuhnya juga sedikit demi sedikit mengalami pembesaran.


"Kau ingin meledakkan dirimu Ya"ucap Paman Fei dengan tenang.


Paman Fei mengetahui rencananya dari Paus Darah Guana,ia pun langsung melompat kebelakang dan membuat tehknik segel.


"Penjara Qi "


Saat Paman Fei berteriak,tubuh Paus Darah Guana mulai dikelilingi Qi nya,ia ingin menahan daya ledak itu dengan kekuatan dan Energi Qi nya.


Bommm........


Akhirnya tubuh dari Paus Darah Guana pun meledak dengan sangat keras dan dahsyat,tapi daya ledak yang dihasilkan Paus Darah Guana tidak menyebar luas karena Paman Fei membuat segel Penjara Qi ketubuhnya.


Namun tetap saja air laut sedikit menghasilkan ombak kecil karena menerima gelombang kejut dari ledakan itu.


Sebenarnya Paman Fei bisa melindungi dirinya sendiri dengan teknik Penjara Qi,tapi ia juga tak bisa membiarkan mahkluk hidup didalam laut menerima efek ledakan itu,makanya ia membuat Penjara Qi ketubuh Paus Darah Guana.


Sekarang,tubuh Paman Fei pun langsung kelelahan dan hampir menghilangkan kesadarannya.


Untuk membuat Segel Penjara Qi itu sudah menghabiskan 90% Qi nya,karena Paus Darah Guana berada ditingkat 5.


Maka ia harus membuatnya dengan menghabiskan Seluruh Qi nya agar makhluk Hidup dalam Laut tidak menerima efek dari daya ledaknya.


Sesaat ia memandangi efek daya ledak itu,tubuh Paman Fei pun langsung kehilangan kesadarannya dan bersiap akan jatuh kebawah.


Tapi,sebelum Paman Fei jatuh kebawah laut.Begal Linu telah tiba disampingnya dan langsung menggendongnya kearah kapal.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2