
Saat Ricard sudah membuka seluruh celananya,Chika langsung membulatkan matanya.
Ia kaget karena melihat ukuran Tongkat Ricard yang sangat panjang dan tebal.Ia bahkan sudah mulai sedikit takut dan gugup.
"Punya Tuan kenapa besar dan panjang sekali......Apa ini nanti bisa masuk kepunyaku yang kecil"pikir Chika dengan gugup.
Baru melamun sebentar,Chika merasakan ada sebuah tangan yang sedang menarik kepalanya kearah Tongkat Ricard.
"Jilatin sayang,**** seperti ice Cream ya"ucap Ricard sambil mendorong kepala Chika.
Chika bahkan belum sempat menjawab,tapi Ricard sudah menarik kepalanya.Chika hanya pasrah dan mulai berjongkok dihadapan Tongkat Ricard.
Ia mulai membuka mulutnya dan melahap ujung tongkat Ricard.Saat sudah masuk setengah,Chika mulai menggerakkan lidahnya kekiri dan kekanan dibagian ujung tongkat Ricard.
Ia menjilatinya layaknya sedang mengemut Ice Cream.
"Ini asin sekali,tapi kok enak"Pikir Chika dalam hatinya.
Ricard pun mulai merasakan nikmat dan geli saat ujung tongkatnya dijilat dengan Chika.
"Ahh....ini nikmat sayang....Teruskan"ucap Ricard sambil mengelus kepala Chika.
Chika juga merasakan kegembiraan dihatinya,ia pun mulai lebih intens lagi melahap dan mengoyangkan lidahnya diTongkat Ricard.
Posisi mereka berdua saat ini,Ricard berdiri sambil memegang kepala Chika.Sedangkan Chika berjongkok dihadapan Tongkat panjang Ricard sambil kepalanya dipegang Ricard.
Setelah 10 menit sesi dimulut Chika, Ricard mulai merasakan akan keluar.
Ricard pun tanpa aba aba langsung menekan kepala Chika dan.......
Cro.ott.....
Crooo.tttt.....
Ricard pun langsung mengeluarkan cairan kental dan hangatnya dimulut Chika
Setelah itu Ricard mulai mengeluarkan tongkatnya dari mulut Chika.Terlihat juga kalau Chika menelan semua cairan hangat Ricard sambil terbatuk.
"Ini enak dan sangat hangat....."Pikir Chika dengan ketagihan sambil menelan Ma.ni Ricard.
"Kau duduklah dicloset itu sayang"ucap Ricard sambil mengelus Kepala Chika.
Chika pun gembira dengan perlakuan yang diberikan Ricard.Sebenarnya banyak pria yang menyatakan Cinta kepadanya Chika,tapi ditolaknya.
Sedangakan Ricard,ia hanya mengeluarkan kata kata buaya,tapi ia gembira mendengarnya.padahal ia disini korban pemer.kosaan,tapi Chika malah menikmatinya.
Ia pun mengangguk membalas ucapan Ricard sambil tersenyum malu malu.Saat sudah duduk dicloset,Ricard mulai melebarkan kaki Chika dan mengarahkan tongkatnya dipintu lembah surganya.
Ricard hanya mengesek gesekkan tongkatnya disela sela lembah surga Chika yang sudah licin,sambil menciumi bibir Chika.
Mereka berdua mulai saling melilitkan lidah,bahkan Chika juga berulang kali mengeluarkan cairan beningnya ditongkat Ricard.
Ricard yang merasakan kehangatan ditongkatnya pun mulai mengesek lebih keras dan intens,Chika juga menikmati semua perlakuan Ricard.
Karena Chika sudah tak tahan lagi,ia pun melepaskan bibirnya dari bibir Ricard.
"Tuan....Kumohon masukkan....Aku sudah tak tahan"ucap Chika dengan malu malu.
Mendengar itu,Ricard tersenyum lalu berbisik.
__ADS_1
"Jika aku memasukkannya,itu artinya kau sudah menjadi milikku seutuhnya"bisik Ricard ditelinga Chika.
Tapi Jika sangat bahagia mendengar itu,hati pun langsung berbunga bunga.
"Tentu Tuan.......Aku akan menjadi milikmu"ucap Chika malu malu,tapi juga terpancar kebahagiaan dimata Chika.
Setelah mendengar balasan dari Chika,Ricard mulai menusuk Lembah surga Chika dengan perlahan.
Chika juga merasakan sakit dilembahnya saat tongkat besar Ricard sudah masuk.
"Ahhh.....sa...kitt.....Tuaannn"De.sah Chika sambil menahan sakit.Matanya juga sudah terlihat berkaca kaca,bahkan lembah surganya juga sudah mengalir darah segar.
Tapi Ricard tak mendengarkan ucapan Chika,ia terus mengoyangkan pinggulnya secara pelan.
"Ternyata dia benar benar masih perrawan.....Lembah masih sangat sempit"ucap Ricard dalam hatinya sambil merasakan kenikmatan.
Tak butuh waktu lama,akhirnya Chika mulai merasakan nikmat surgawi.
"Aahh.....emm...Lebih ku....at...."
"Aahh....Tuan......"
"Le....bihh....cepat....aahh...."desa.han lembut Chika pun mulai terdengar lagi ditelinga Ricard.
Sampai akhirnya Ricard mulai mempercepat laju temponya,Ricard mengoyang lembah Chika dengan cepat sampai tongkat Ricard menembus rahim Chika.
"Tu...annn.....a...kuuu......"
"A...ku....mau.....pipis Tuan....ahhh......"
Chika pun mengeluarkan Cairan bening saat tongkat Ricard masih melaju dilembahnya.Chika juga mulai merasakan lemas saat pelepasannya.
"aah.....ini nikmat sayang"ucap Ricard lalu mencium bibir Chika.
Sedangkan Chika,ia bertambah gembira saat Ricard senang terhadap tubuhnya.Ia pun mulai melupakan rasa lelahnya dan bersemangat melayani Ricard.
Ia memegang kedua pipi Ricard dan menciuminya dengan intens.Ricard juga membalasnya dengan mengeluarkan lidahnya.
Sudah 4 jam berlalu......
Ricard juga belum menyelasaikan kegiataan panasnya bersama Chika.
Sedangkan Chika,tubuhnya sudah lemas sekali,bahkan lembahnya juga sudah merasa perih karena tongkat besar Ricard menusuknya selama 4 jam lebih tanpa henti.
Ia ingin menghentikan Ricard,tapi ia juga tak ingin Ricard kecewa.Akhirnya ia membiarkan Ricard terus menikmati tubuhnya.
Padahal ini adalah pertama kali baginya,tapi ia dihajar Ricard hingga 4 jam lamanya.
~
Sedangkan di Ruang Bisnis A.01,saat ini keluarga Ricard sudah berkumpul lagi.Mereka sedang mengadakan makan malam bersama.
"Suamiku,dimana Rucard pergi.Ini sudah pukul 07:00 malam,tapi ia belum kembali.Apa ia tersesat"Tanya Mary Card kearah Suaminya,atau Rimark Stive.
Ia juga sedikit panik dan takut kalau Ricard meninggalkan dirinya.
"Tenanglah Istriku,Ricard mungkin lagi berjalan jalan.Ia juga ditemani oleh Chika Lauren"Jawab Rimark Stive.
Sedangkan Begal Linu,ia hanya diam saja sambil menyesap Winenya.Ia yakin kalau Ricard pasti tidak akan meninggalkan kedua orang tuanya saat ini.
__ADS_1
"Mungkin saja ia sedang bersenang senang adik ipar"ucap Begal Linu.
"Ibu tenang saja,Tuan masih disekitar sini kok.Tuan pasti baik baik saja"ucap Qin Sheila sambil menenangkan Mary Card,sedangkan Carissa mengangguk menyetujui ucapan Sheila.
Tapi Mary Card seperti tak puas hatinya setelah mendengar ucapan mereka.
"Aku akan mencarinya saja,perasaanku tak enak"ucap Mary card.
"Aku akan ikut ibu saja.Lagi pula aku tau dimana Tuan,aku bisa merasakan keberadaan Tuan"ucap Qin Sheila.
"Apa kau yakin tau keberadaan Ricard Gadis kecil"tanya Mary Card.
Qin Sheila pun mengangguk dengan percaya diri.
"Aku tau keberadaan Tuan saat ini ibu"ucap Sheila.
Tanpa menunggu lama lama lagi,mereka berdua pun pergi menuju tempat Ricard.
Melihat kepergian istrinya,Rimark Stive tak melarangnya.Ia paham ketakutan kehilangan Ricard lagi.Jadi ia pun membiarkan istrinya pergi.
lagi pula ia ditemani oleh Sheila,menurut Begal Linu.Kekuatan Sheila jauh lebih kuat dari dirinya dan Begal Linu.
Ia juga mempercayai ucapan Begal Linu,jadi ia pun tak perlu mekhawatirkan istrinya.
Rimark Stive,Carissa Stive dan Begal Linu pun mulai melanjutkan makan mereka.
Namun,disisi Mary Card saat ini.Ia sudah tiba didepan wc wanita yang didepan pintunya ada sebuah tanda wc sedang rusak.
"Apa kau yakin Gadis kecilku.Wc ini Sedang Rusak,tidak mungkin ada orang.Lagi pula ini Wc Wanita"tanya Mary Card.
"Aku yakin ibu....Tuan berada didalam,tapi Tuan Juga sedang bersama seseorang didalam"ucap Sheila.
Mendengar ucapan Sheila,Mary Card pun menjadi kesal dengan Ricard.Ia pasti percaya dengan ucapan Qin Sheila.
"Apa yang dilakukan Bocah itu didalam.....tapi pintunya dikunci..... sialan"ucap Mary Card dengan kesal.
"Ibu tenang saja,aku bisa membukanya"ucap Sheila,ia pun mulai mengarahkan tangannya kehendel Pintu Wc wanita dan mengalirkan sedikit Qi nya.
Saat pintu sudah terbuka,mereka berdua pun masuk kedalam.Tapi saat sudah didalam,Mary Card pun mendengar sebuah suara yang membuat dirinya sangat geram.
~
~
~
( bersambung )
~
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1