
Setelah puas dengan gaya menindih tubuh Citra kong.Ricard mendapatkan sebuah ide gila lagi.
"Hehehe.....sepertinya ide ini menarik"ucap Ricard dalam hatinya.
Ricard pun berdiri dari tubuh Citra kong dan menggeser meja ke arah samping sofa satunya lagi.
Setelah itu ia mengangkat tubuh Citra kong kearah sofa tempat Anton tertidur.
Lalu Ricard menunggingkan tubuh Citra kong dengan kepala berada ditempat duduk sofa dan tangannya ditahan oleh Ricard dibelakang punggunngya.
Citra sebenarnya ingin memberontak tapi karena tubuhnya sudah kelelahan akibat digempur habis habisan oleh Ricard.Jadi ia tak memiliki tenaga lagi untuk memberontak dari dekapan Ricard.
Ia hanya bisa pasrah apa yang akan Ricard lakukan ketubuhnya lagi.
"Apa yang ingin kau lakukan lagi...Hiks.. hiks...hiks..kumohon hentikan,bagaimana kalau suamiku bangun"ucap Citra dengan menangis dan kepalanya dimiringkan kebalakang melihat kearah Ricard.
Ricard tak mendengarkan ucapan Citra kong,ia mulai mengarahkan tongkat panjangnya kearah lembah surga Citra kong.
Terlihat juga cairan kental Ricard yang sebelumnya ia keluarkan didalam lembah surga Citra kong sekarang mengalir keluar secara perlahan.
Ricard langsung menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
"ahhhh...emmmm...."Citra kong yang menyadari suaranya keluar dengan keras pun membekap mulutnya ditempat duduk sofa agar suaranya tak membangunkan suaminya yang sedang tertidur.
Plak!
Plak!
Ricard menyodok lembah surga Citra kong sambil menampar pantat montok nya yang besar itu.
"yeahh....ini nikmat sekali bibi"ucap Ricard dengan kenikmatan.
Plak!
Plak!
"emmm..emmmm......"erang Citra kong dengan mulut yang terbekap sofa.
Ricard yang melihat kalau Citra menahan suaranya pun langsung menarik raambutnya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menahan kedua tangan Citra kong.
Sekarang posisi mereka saat ini Citra yang menungging dengan kepala menghadap keatas dengan kedua tangannya ditahan Ricard dibelakang punggungnya.
"ahh...aaahh...emm"
"ahhh.....emmmm...iya...ahhh"akhirnya Citra kong pun tak bisa menahan lagi suaranya.
Ia mengerang dengan suara yang keras bahkan ia juga tak lagi memperdulikan bagaimana nanti kalau suaminya bangun.
Ia hanya ingin menikmati kegiatan panasnya saat ini.
Melihat citra yang sudah mengerang keras,Ricard pun melepaskan tangan kirinya dari tangan Citra dan memegang pinggulnya.Tapi dengan tangan kanannya yang masih menarik rambut Citra kong.
Ricard menyodok dengan cepat bahkan tongkat panjang dan tebalnya sampai masuk semuanya kelembah surga Citra kong.
*3 jam sudah berlalu*
Ricard yang menyodok lembah surga Citra kong selama 3 jam tanpa henti pun akhirnya menyudahi kegiatan panasnya.
Ia juga mengeluarkan Cairan kental dan hangatnya didalam lembah surga Citra kong berkali kali.
__ADS_1
Ricard pun mencabut tongkat panjangnya dari lembah surganya Citra kong.Terlihat juga sudah cairan kentalnya mengalir dengan deras.
"Pemandangan yang indah"ucap Ricard yang melihat keadaan Citra kong yang terbaring lemas dengan kepala bersender ditempat duduk sofa.
Bahkan nafasnya juga tersengal sengal dan lembah surganya mengalir cairan kental milik Ricard.
Citra kong pun mengatur nafasnya dan melihat kearah Ricard.
"Kumohon rahasiakan hal ini dari suamiku,aku tak mau dia mengetahui hal ini dan hubungan kita hanya sampai disini saja"ucap Citra kong dengan wajah yang memelas.
"Apa maksudmu hubungan kita hanya sampai disini? Aku akan bersenang senang denganmu dimasa depan jika kita memiliki waktu berdua"ucap Ricard sambil duduk disamping kepala Citra kong.
Mendengar itu,Citra kong pun menangis dengan tersedu sedu.
"Hiks..Hiks...Hiks.."
"Baiklah ini yang akan terakhir jika kau menjilati tongkatku sampai cairanku keluar lagi"ucap Ricard yang tak rela juga melihat Citra kong menangis.
"Apa kau akan menepati ucapanmu"ucap Citra sambil menoleh kearah Ricard.
"Ya aku janji....."ucap Ricard.
Citra kong pun mulai menghapus air matanya.Ia berjongkok dihadapan tongkat Ricard dengan kaki Ricard yang sudah terbuka lebar.
Ia melihat bentuk Tongkat Ricard dengan terbengong sebentar.
"Pantas saja tubuhku menikmatinya perlakuannya,tongkatnya saja sangat panjang dan tebal..........."
"Tapi kenapa tongkatnya tidak lemas juga....padahal punya suamiku bila sudah keluar akan labgsung lemas......"
"Itupun juga hanya bertahan 5 menit saja,sedangkan punya Ricard mampu bertahan selama 3 jam berturut turut bahkan menyodok punyaku tanpa henti"Pikir Citra kong dalam hatinya.
"Ini asin dan becampur manis"pikir Citra kong.
"Bibi masukkan lebih dalam"ucap Ricard sambil membelai kepala Ricard.
Citra kong yang mendengar ucapan Ricard pun mulai memasukkan setengah tongkat Ricard kedalam mulutnya.
Setelah 10 menit berlalu,Ricard mulai merasakan cairan kentalnya akan keluar.
Ia mulai mendorong kepala Citra kong agar tongkatnya bisa masuk semuanya.
"hukg.....gukk...hugkk......"Suara benturan tongkat Ricard dan mulutnya pun terdengar.
Karena tongkat Ricard sangat panjang dan tebal,Citra kong pun kesulitan untuk bernafas.
"Aku tak bisa bernafas..hentikan...... kumohon......Tapi kenapa mulut ini juga sangat menginginkannya"Pikir Citra kong dalam hatinya.
Citra kong sangat bingung,disisi lain ia kesulitan bernafas tapi disisi lain ia juga terans*ang oleh kegiatan Ricard.
"Ini akan keluar bibi"ucap Ricard yang langsung menahan kepala Citra kong dengan kuat.
Crootttt!!!!!
Crooottttt!!!!
Akhirnya Cairan kental dan hangat Ricard pun keluar didalam tenggorakan Citra kong.
Uhuk....hukkk...hukkk....
__ADS_1
Citra kong pun terbatuk akibat cairan kental milik Ricard keluar dimulutnya,tapi secara reflek tetap menelan semua cairan milik Ricard.
Terlihat juga wajah Citra kong mulai memerah,karena Cairan Ricard sangat nikmat menurutnya.
"Ini sangat panas dan nikmat"ucap Citra kong dalam hatinya,ia juga sepertinya sangat ingin melahap tongkat milik Ricard lagi.
Ricard pun berdiri dan memakai celananya lagi,citra kong pun juga berdiri dan berjalan tertatih kearah lemari untuk mencari bajunya.
Bajunya tadi sudah disobek oleh Ricard, jadi ia pun harus cepat memilih baju dilemari dan memakainya sebelum suaminya bangun dari tidurnya.
Ia juga menyimpan bajunya yang sobek didalam tasnya supaya ia bisa membuangnya nanti.
Diruangan pribadi milik Anton,Ia juga menyimpan baju milik istrinya karena mereka sebelumnya bekerja bersama diperusahaan.
Jadi jika istrinya ingin mengganti baju ia bisa mencarinya dilemari diruangan pribadinya.
Ricard juga memperbaiki meja dan matras yang berantakan akibat ulah mereka.
"Bibi aku akan langsung pulang dulu,kalau bibi ingin ikut juga bisa"ucap Ricard tersenyum.
"Pergilah...Tapi kumohon kau tak menceritakan kejadian ini kepada suamiku"ucap Citra kong dengan memelas.
Ricard pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Tenang saja bibi....asalkan bibi tau... Pria yang dipegangnya itu adalah ucapannya bukan tongkatnya sambil dikocok"ucap Ricard dengan santai.
"Kuharap begitu....pergilah aku takut suamiku terbangun"ucap Citra kong.
"Baiklah...."ucap Ricard sambil mencium bibir Citra kong pergi.
Citra kong pun tak menolak ciuman itu,ia seperti menikmatinya dengan malu malu.
"Kenapa tubuhku ini malah menyukai perlakuannya"Ucap Citra kong dalam hatinya sambil menggeleng geleng kepalanya setelah Ricard menyudahi ciumannya.
Ia pun mulai merapikan keadaan yang berantakan didalam Ruangan Pribadi milik suaminya.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
~
~
~
__ADS_1
saya jomblo,kalau ada cewek yg jomblo bisa dong :)........